Analisis Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Maksimum di Provinsi Jawa Timur Bulan Oktober - November - Desember Tahun 2016

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut

Analisis Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Maksimum Bulan Oktober - November - Desember 2016
Deret hari tanpa hujan berturut-turut atau diistilahkan dengan dry spell adalah jumlah hari kering (hari tidak ada hujan) berurutan yang tidak diselingi oleh hari basah (hari hujan), Hari basah didefinisikan sebagai hari dimana terjadi hujan yang tinggi curah hujannya mencapai 1 mm atau lebih, definisi ini yang digunakan Albert dan Tank (2009), Berdasar hal tersebut diatas maka deret hari tanpa hujan berturut-turut didefinisikan sebagai hari yang tinggi hujannya dibawah 1 mm atau tidak terjadi hujan sama sekali,


Data pengamatan yang di gunakan dalam analisis deret hari tanpa hujan di Jawa Timur meliputi sekitar 161 pos hujan dengan data curah hujan harian pada tiga bulan berturut-turut, Penghitungan deret ini dimulai pada tanggal updating/akhir periode dan dianalisis kebelakang hingga didapat hari hujan, Hari tanpa hujan berturut-turut yang dihitung dari hari terakhir pengamatan, jika hari terakhir tidak hujan maka dry spell dihitung sesuai dengan kriterianya sedangkan jika hari terakhir pengamatan/akhir periode ada hujan maka kondisi ini dikategorikan sebagai hari hujan (HH).


Dalam kaitannya dengan kepentingan dampak kekeringan terutama lahan pertanian di wilayah Jawa Timur, Selanjutnya peta analisis hari tanpa hujan berturut-turut yang disampaikan adalah deret hari tanpa hujan maksimum pada masing-masing pos hujan,


Analisis hari tanpa hujan berturut-turut ini bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana suatu wilayah mempunyai tingkat hari kering baik pada tingkat sangat pendek, pendek, menengah, panjang, sangat panjang atau bahkan kekeringan ekstrim yang terjadi pada tiga bulan berturut-turut, Kedepannya informasi ini juga bisa di manfaatkan untuk mengetahui awal, panjang musim kemarau/hujan maupun prakiraan peringatan dini tingkat kekeringan suatu wilayah untuk antisipasi dan mitigasi bencana kekeringan, puso, kekeringan sumber mata air dan sebagainya.

Kriteria yang digunakan dalam analisis deret hari tanpa hujan berturut-turut memuat 7 kriteria, yaitu sebagai berikut:

No

KELAS

(Hari kering berturut-turut)

KRITERIA
1 1 - 5 Sangat Pendek
2 6 - 10 Pendek
3 11 - 20 Menengah
4 21 - 30 Panjang
5 31 - 60 Sangat Panjang
6 > 60 Kekeringan Ekstrim
7 HH Masih Ada Hujan

 

Tabel Analisis Hari Tanpa Hujan Berturut–turut Maksimum Bulan Oktober - November - Desember 2016 Provinsi Jawa Timur

KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
Sangat Pendek Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Ponorogo. Trenggalek, Lumajang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, dan Pamekasan. Serta di seluruh P. Kangean.
Pendek Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Tuban, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Sumenep.
Terjadi di sebagian hingga sebagian besar kabupaten/kota meliputi : Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Madiun, Bojonegoro, Lamongan, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, Jember, Bangkalan, dan Pamekasan.
Terjadi di seluruh kabupaten/kota meliputi : Magetan, Ngawi, dan P.Bawean.
Menengah Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Blitar, Jombang, Mojokerto, Lamongan, Bojonegoro, Lamongan, Probolinggo, Jember, Situbondo, dan Pamekasan.
Terjadi di sebagian hingga sebagian besar kabupaten/kota meliputi : Tuban, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Bangkalan, dan Sumenep.
Panjang

Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Probolinggo,
Bondowoso, dan Banyuwangi.

Terjadi di sebagian besar Kabupaten Situbondo.
Sangat Panjang  Terjadi di sebagian kecil Kabupaten Banyuwangi.
Kekeringan

Tidak terjadi.

 

Kesimpulan :

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut Maksimum Bulan Oktober - November - Desember 2016
Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut Maksimum Bulan Oktober hingga Desember 2016 dengan kriteria : Sangat Pendek (14,65%), Pendek (48,41%), Menengah (33,76%), Panjang (1,91%), dan Sangat Panjang (1,27%).