( Analisis 6 Bulanan ) Perbandingan Prediksi Puncak Musim Kemarau Tahun 2024 dengan Normalnya 1991-2020 Zona Musim di Provinsi Jawa Timur ( Analisis 6 Bulanan ) Perbandingan Prediksi Puncak Musim Kemarau Tahun 2024 dengan Normalnya 1991-2020 Zona Musim di Provinsi Jawa Timur

  1. Istilah Dan Pengertian Dalam Prakiraan Musim

    1. Curah Hujan (mm)

      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

    3. Zona Musim (ZOM)

      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

      Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    4. Awal Musim Kemarau

      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan Musim Kemarau bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata - rata 1991 - 2020)

    5. Awal Musim Hujan,

      ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan Musim Hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1991 - 2020).

    6. Sifat Hujan

      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1991 – 2020).

      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

      1. Atas Normal (AN):

        Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

      2. Normal (N):

        Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

      3. Bawah Normal (BN):

        Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    7. Rata-rata curah hujan yang digunakan sebagai dasar penentuan curah hujan normal, menggunakan data periode 1991-2020.

    8. Puncak Musim Hujan

      merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan tertinggi selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

      Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    9. Puncak Musim Kemarau

      merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan terendah selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

      Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

      Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 mm, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  2. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan CH lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).

  3. Zona Musim

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun.

      ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).

  4. Penentuan Awal Musim

    Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

    Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

    Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).


    Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

    Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).


  5. Dasarian

    Adalah rentang waktu selama 10 hari.

    Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

    1. Dasarian I:

      (tanggal 1 sampai dengan 10)

    2. Dasarian II:

      (tanggal 11 sampai dengan 20)

    3. Dasarian III:

      (tanggal 21 sampai dengan akhir bulan)







NO
ZOM
Daerah/Kabupaten Normal
Durasi
Musim
Kemarau
Normal
Panjang Musim
(Dasarian)
Normal
Curah
Hujan
( mm )
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
276 Bagian barat Pacitan. April III - Oktober II
( Tanggal 21 April - 20 Oktober )
17 360 - 488
277 Bagian utara Pacitan, sebagian Ponorogo, dan sebagian Trenggalek. Mei I - Oktober II
( Tanggal 1 Mei - 20 Oktober )
16 175 - 237
278 Bagian tenggara Pacitan, sebagian Ponorogo, dan sebagian Trenggalek. Mei I - November I
( Tanggal 1 Mei - 10 November )
18 261 - 353
279 Bagian selatan Trenggalek Juni III - September III
( Tanggal 21 Juni - 30 September )
9 67 - 91
280 Sebagian Trenggalek dan bagian barat Tulungagung. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 354 - 478
281 Sebagian besar Ponorogo, bagian barat daya Kabupaten/Kota Madiun, dan bagian selatan Magetan. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 234 - 316
282 Sebagian besar Magetan, sebagian Kabupaten/Kota Madiun, dan bagian selatan Ngawi. Mei I - Oktober III
( Tanggal 1 Mei - 31 Oktober )
17 165 - 223
283 Bagian barat Ngawi. April III - Oktober III
( Tanggal 21 April - 31 Oktober )
18 216 - 292
284 Bagian barat Bojonegoro dan selatan Tuban. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 263 - 355
285 Bagian barat Tuban. April II - November II
( Tanggal 11 April - 20 November )
21 307 - 415
286 Bagian tengah Tuban. April II - November III
( Tanggal 11 April - 30 November )
22 347 - 469
287 Bagian barat Lamongan dan bagian timur Tuban-Bojonegoro. April III - November II
( Tanggal 21 April - 20 November )
20 283 - 383
288 Bagian tenggara Bojonegoro dan sebagian Jombang-Lamongan-Nganjuk. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 188 - 254
289 Bagian utara Kabupaten Madiun dan sebagian Bojonegoro-Ngawi. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 281 - 381
290 Sebagian besar Nganjuk dan sebagian Kabupaten Madiun. April III - November II
( Tanggal 21 April - 20 November )
20 394 - 532
291 Seluruh Kota Kediri, bagian barat Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten Nganjuk-Madiun-Ponorogo. Mei I - November I
( Tanggal 1 Mei - 10 November )
18 179 - 243
292 Bagian utara Trenggalek-Tulungagung, bagian timur Ponorogo, dan bagian barat Kabupaten Kediri. Mei II - Oktober III
( Tanggal 11 Mei - 31 Oktober )
16 227 - 307
293 Sebagian Kabupaten Blitar-Kediri-Tulungagung. April III - November II
( Tanggal 21 April - 20 November )
20 339 - 459
294 Bagian selatan Tulungagung dan bagian barat daya Kabupaten Blitar. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 424 - 574
295 Bagian barat daya Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Blitar. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 349 - 473
296 Seluruh Kota Blitar, bagian utara Kabupaten Blitar, bagian timur Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten Malang. Mei I - November I
( Tanggal 1 Mei - 10 November )
18 513 - 693
297 Bagian utara Kabupaten Kediri dan sebagian Nganjuk. April III - November II
( Tanggal 21 April - 20 November )
20 1026 - 1388
298 Sebagian besar Jombang, sebagian Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten/Kota Mojokerto. April III - November II
( Tanggal 21 April - 20 November )
20 774 - 1048
299 Bagian tenggara Lamongan. April III - November II
( Tanggal 21 April - 20 November )
20 434 - 587
300 Bagian utara Lamongan dan sebagian Gresik. April II - Desember I
( Tanggal 20 April - 10 Desember )
23 419 - 567
301 Bagian utara Gresik dan sebagian Lamongan. April II - Desember I
( Tanggal 20 April - 10 Desember )
23 254 - 344
302 Bagian selatan Gresik, bagian barat Kota Surabaya, dan sebagian Kabupaten Mojokerto. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 173 - 235
303 Sebagian besar Kota Surabaya dan bagian utara Sidoarjo. Mei I - November III
( Tanggal 1 Mei - 30 November )
20 444 - 600
304 Sebagian Kota/Kabupaten Mojokerto dan sebagian Sidoarjo. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 601 - 813
305 Bagian selatan Jombang dan Kabupaten Mojokerto. Mei I - November I
( Tanggal 1 Mei - 10 November )
18 224 - 302
306 Bagian selatan Kabupaten Mojokerto dan bagian barat Kabupaten Pasuruan. Mei II - November II
( Tanggal 11 Mei - 20 November )
18 230 - 312
307 Bagian selatan Sidoarjo dan sebagian Kabupaten Pasuruan. April III - Desember I
( Tanggal 21 April - 10 Desember )
22 526 - 712
308 Sebagian Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Pasuruan. Mei II - November I
( Tanggal 20 Mei - 10 November )
17 281 - 381
309 Seluruh Kota Batu dan sebagian Kabupaten Malang. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 374 - 506
310 Bagian barat Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Blitar. Mei II - Oktober III
( Tanggal 11 Mei - 31 Oktober )
16 127 - 171
311 Seluruh Kota Malang, bagian tengah Kabupaten Malang, dan bagian timur laut Kabupaten Blitar. Mei I - November I
( Tanggal 1 Mei - 10 November )
18 116 - 156
312 Bagian selatan Kabupaten Malang. Juni I - November I
( Tanggal 1 Juni - 10 November )
15 38 - 52
313 Bagian tenggara Kabupaten Malang dan bagian barat daya Lumajang. Juli II - September III
( Tanggal 11 Juli - 30 September )
7 22 - 30
314 Bagian barat Lumajang. Juni I - Oktober I
( Tanggal 1 Juni - 10 Oktober )
12 54 - 74
315 Bagian timur Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Pasuruan. Mei I - November I
( Tanggal 1 Mei - 10 November )
18 186 - 252
316 Bagian tenggara Kabupaten Pasuruan dan bagian barat daya Kabupaten Probolinggo. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 803 - 1087
317 Seluruh Kota Pasuruan, sebagian Kabupaten Pasuruan, dan sebagian Kabupaten Probolinggo. April II - Desember II
( Tanggal 11 April - 20 Desember )
24 627 - 849
318 Seluruh Kota Probolinggo dan bagian utara Kabupaten Probolinggo. April I - Desember II
( Tanggal 1 April - 20 Desember )
25 646 - 874
319 Bagian tenggara Kabupaten Probolinggo dan sebagian Lumajang. Mei II - Oktober III
( Tanggal 11 Mei - 31 Oktober )
16 506 - 684
320 Bagian barat laut Jember, bagian timur laut Lumajang, dan sebagian Kabupaten Probolinggo. Mei I - Oktober III
( Tanggal 1 Mei - 31 Oktober )
17 264 - 358
321 Bagian barat daya Jember dan bagian tenggara Lumajang. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 354 - 478
322 Bagian tenggara Jember. April III - November II
( Tanggal 21 April - 20 November )
20 364 - 492
323 Bagian utara Jember dan sebagian Bondowoso. April III - Oktober III
( Tanggal 21 April - 31 Oktober )
18 269 - 365
324 Bagian timur laut Jember dan sebagian Bondowoso. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 221 - 299
325 Bagian selatan Bondowoso. April III - November I
( Tanggal 21 April - 10 November )
19 234 - 316
326 Bagian barat Bondowoso dan sebagian Situbondo. April III - November II
( Tanggal 21 April - 20 November )
20 261 - 353
327 Bagian timur Kabupaten Probolinggo dan bagian barat Situbondo. April II - Desember I
( Tanggal 20 April - 10 Desember )
23 348 - 470
328 Bagian utara Situbondo. Maret II - Desember II
( Tanggal 11 Maret - 20 Desember )
27 677 - 917
329 Bagian utara Bondowoso dan sebagian Situbondo. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 254 - 344
330 Bagian timur Situbondo. April II - Desember II
( Tanggal 11 April - 20 Desember )
24 352 - 476
331 Wilayah Wongsorejo, Banyuwangi. Mei I - Desember I
( Tanggal 1 Mei - 10 Desember )
21 464 - 628
332 Bagian timur Bondowoso dan sebagian Banyuwangi. Juli III - November I
( Tanggal 21 Juli - 10 November )
10 198 - 268
333 Wilayah Kalipuro, Banyuwangi. Mei II - November III
( Tanggal 11 Mei - 30 November )
19 469 - 635
334 Bagian timur Banyuwangi. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 593 - 803
335 Bagian barat Banyuwangi. Juni I - November I
( Tanggal 1 Juni - 10 November )
15 128 - 173
336 Bagian selatan Banyuwangi. April II - November II
( Tanggal 11 April - 20 November )
21 446 - 604
337 Bagian barat Bangkalan. Mei II - November III
( Tanggal 11 Mei - 30 November )
19 643 - 869
338 Bagian utara Bangkalan. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 592 - 800
339 Bagian tenggara Bangkalan dan bagian barat daya Sampang. April III - November II
( Tanggal 21 April - 20 November )
20 650 - 880
340 Bagian utara Sampang dan sebagian Bangkalan. April II - Desember I
( Tanggal 20 April - 10 Desember )
23 860 - 1164
341 Bagian timur laut Sampang. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 182 - 246
342 Bagian selatan Sampang dan bagian barat Pamekasan. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 239 - 323
343 Bagian selatan Pamekasan dan Sumenep. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 393 - 531
344 Bagian utara Pamekasan dan sebagian Sumenep. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 222 - 300
345 Bagian tengah-utara Sumenep. April III - November III
( Tanggal 21 April - 30 November )
21 347 - 469
346 Bagian timur Sumenep. April II - Desember I
( Tanggal 20 April - 10 Desember )
23 587 - 794
347 Kepulauan Kangean, Sumenep. Mei I - November III
( Tanggal 1 Mei - 30 November )
20 762 - 1030
348 Kepulauan Masalembu, Sumenep. Mei II - November I
( Tanggal 20 Mei - 10 November )
17 544 - 736
349 Kepulauan Bawean, Gresik. Mei II - November II
( Tanggal 11 Mei - 20 November )
18 510 - 690









NO
ZOM
Daerah/
Kabupaten
Awal
Musim
Kemarau
Perbandingan
Terhadap
Normal
(dasarian)
Sifat
Hujan
Musim
Kemarau
Curah
Hujan
Musim
Kemarau
(mm)
Puncak
Musim
Kemarau
Perbandingan
Puncak
terhadap
Normal
(bulan)
Panjang
Musim
(dasarian)
Perbandingan
Panjang
Musim
terhadap
Normal
(dasarian)
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
276 Bagian barat Pacitan. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 14 LEBIH PENDEK >=3
277 Bagian utara Pacitan, sebagian Ponorogo, dan sebagian Trenggalek. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 1 Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 11 LEBIH PENDEK >=3
278 Bagian tenggara Pacitan, sebagian Ponorogo, dan sebagian Trenggalek. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
SAMA Atas Normal 301-400 Agustus SAMA 15 LEBIH PENDEK >=3
279 Bagian selatan Trenggalek Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MAJU >=3 Normal 401-500 Juli MAJU 1 14 LEBIH PANJANG >=3
280 Sebagian Trenggalek dan bagian barat Tulungagung. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 2 Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 14 LEBIH PENDEK >=3
281 Sebagian besar Ponorogo, bagian barat daya Kabupaten/Kota Madiun, dan bagian selatan Magetan. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 401-500 Agustus SAMA 21 LEBIH PANJANG 2
282 Sebagian besar Magetan, sebagian Kabupaten/Kota Madiun, dan bagian selatan Ngawi. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 1 Atas Normal 201-300 Agustus SAMA 14 LEBIH PENDEK >=3
283 Bagian barat Ngawi. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 2 Normal 401-500 Agustus SAMA 19 LEBIH PANJANG 1
284 Bagian barat Bojonegoro dan selatan Tuban. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Atas Normal 201-300 Agustus SAMA 16 LEBIH PENDEK >=3
285 Bagian barat Tuban. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 2 Atas Normal 301-400 Agustus SAMA 15 LEBIH PENDEK >=3
286 Bagian tengah Tuban. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 2 Normal 401-500 Agustus SAMA 22 SAMA
287 Bagian barat Lamongan dan bagian timur Tuban-Bojonegoro. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Bawah Normal 101-200 Agustus SAMA 15 LEBIH PENDEK >=3
288 Bagian tenggara Bojonegoro dan sebagian Jombang-Lamongan-Nganjuk. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
SAMA Bawah Normal 101-200 Juli MAJU 1 16 LEBIH PENDEK >=3
289 Bagian utara Kabupaten Madiun dan sebagian Bojonegoro-Ngawi. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 201-300 Juli MAJU 1 15 LEBIH PENDEK >=3
290 Sebagian besar Nganjuk dan sebagian Kabupaten Madiun. Mei III
( Tanggal 1 - 31 Mei )
MUNDUR >=3 Atas Normal 201-300 Juli MAJU 1 13 LEBIH PENDEK >=3
291 Seluruh Kota Kediri, bagian barat Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten Nganjuk-Madiun-Ponorogo. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 1 Normal 201-300 September MUNDUR 1 14 LEBIH PENDEK >=3
292 Bagian utara Trenggalek-Tulungagung, bagian timur Ponorogo, dan bagian barat Kabupaten Kediri. Juni I
( Tanggal 1 - 10 Juni )
MUNDUR 2 Atas Normal 201-300 Agustus SAMA 12 LEBIH PENDEK >=3
293 Sebagian Kabupaten Blitar-Kediri-Tulungagung. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
SAMA Atas Normal 301-400 September MUNDUR 1 16 LEBIH PENDEK >=3
294 Bagian selatan Tulungagung dan bagian barat daya Kabupaten Blitar. April II
( Tanggal 11 - 20 April )
MAJU 1 Atas Normal 301-400 September MUNDUR 1 17 LEBIH PENDEK 2
295 Bagian barat daya Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Blitar. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
SAMA Atas Normal 301-400 September MUNDUR 1 16 LEBIH PENDEK >=3
296 Seluruh Kota Blitar, bagian utara Kabupaten Blitar, bagian timur Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten Malang. Juni I
( Tanggal 1 - 10 Juni )
MUNDUR >=3 Atas Normal 101-200 September MUNDUR 1 12 LEBIH PENDEK >=3
297 Bagian utara Kabupaten Kediri dan sebagian Nganjuk. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 301-400 Agustus MAJU 1 20 SAMA
298 Sebagian besar Jombang, sebagian Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten/Kota Mojokerto. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 201-300 Agustus SAMA 19 LEBIH PENDEK 1
299 Bagian tenggara Lamongan. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
SAMA Normal 301-400 Juli MAJU 1 20 SAMA
300 Bagian utara Lamongan dan sebagian Gresik. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR >=3 Normal 201-300 Agustus MAJU 1 18 LEBIH PENDEK >=3
301 Bagian utara Gresik dan sebagian Lamongan. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
MUNDUR 1 Normal 301-400 Agustus MAJU 1 21 LEBIH PENDEK 2
302 Bagian selatan Gresik, bagian barat Kota Surabaya, dan sebagian Kabupaten Mojokerto. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
SAMA Normal 301-400 Agustus SAMA 20 LEBIH PENDEK 1
303 Sebagian besar Kota Surabaya dan bagian utara Sidoarjo. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
MAJU 1 Normal 301-400 Agustus MAJU 1 21 LEBIH PANJANG 1
304 Sebagian Kota/Kabupaten Mojokerto dan sebagian Sidoarjo. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 301-400 Agustus SAMA 21 SAMA
305 Bagian selatan Jombang dan Kabupaten Mojokerto. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
SAMA Normal 101-200 Agustus SAMA 15 LEBIH PENDEK >=3
306 Bagian selatan Kabupaten Mojokerto dan bagian barat Kabupaten Pasuruan. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
SAMA Normal 201-300 Agustus MAJU 1 14 LEBIH PENDEK >=3
307 Bagian selatan Sidoarjo dan sebagian Kabupaten Pasuruan. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 301-400 Agustus SAMA 21 LEBIH PENDEK 1
308 Sebagian Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Pasuruan. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
SAMA Normal 301-400 September SAMA 17 SAMA
309 Seluruh Kota Batu dan sebagian Kabupaten Malang. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 301-400 Agustus SAMA 19 SAMA
310 Bagian barat Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Blitar. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
SAMA Normal 401-500 Agustus SAMA 18 LEBIH PANJANG 2
311 Seluruh Kota Malang, bagian tengah Kabupaten Malang, dan bagian timur laut Kabupaten Blitar. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
SAMA Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 19 LEBIH PANJANG 1
312 Bagian selatan Kabupaten Malang. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MAJU 2 Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 15 SAMA
313 Bagian tenggara Kabupaten Malang dan bagian barat daya Lumajang. Juni I
( Tanggal 1 - 10 Juni )
MAJU >=3 Normal 301-400 Agustus SAMA 9 LEBIH PANJANG 2
314 Bagian barat Lumajang. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MAJU 2 Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 11 LEBIH PENDEK 1
315 Bagian timur Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Pasuruan. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 1 Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 18 SAMA
316 Bagian tenggara Kabupaten Pasuruan dan bagian barat daya Kabupaten Probolinggo. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Atas Normal 201-300 Agustus SAMA 18 LEBIH PENDEK >=3
317 Seluruh Kota Pasuruan, sebagian Kabupaten Pasuruan, dan sebagian Kabupaten Probolinggo. April II
( Tanggal 11 - 20 April )
SAMA Normal 301-400 Agustus SAMA 23 LEBIH PENDEK 1
318 Seluruh Kota Probolinggo dan bagian utara Kabupaten Probolinggo. April II
( Tanggal 11 - 20 April )
MUNDUR 1 Normal 301-400 Agustus MAJU 1 23 LEBIH PENDEK 2
319 Bagian tenggara Kabupaten Probolinggo dan sebagian Lumajang. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MAJU 1 Normal 201-300 Agustus SAMA 15 LEBIH PENDEK 1
320 Bagian barat laut Jember, bagian timur laut Lumajang, dan sebagian Kabupaten Probolinggo. Mei III
( Tanggal 1 - 31 Mei )
MUNDUR 2 Normal 201-300 Agustus SAMA 13 LEBIH PENDEK >=3
321 Bagian barat daya Jember dan bagian tenggara Lumajang. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 101-200 Agustus SAMA 15 LEBIH PENDEK >=3
322 Bagian tenggara Jember. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
SAMA Atas Normal 201-300 Agustus SAMA 16 LEBIH PENDEK >=3
323 Bagian utara Jember dan sebagian Bondowoso. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 201-300 Agustus SAMA 15 LEBIH PENDEK >=3
324 Bagian timur laut Jember dan sebagian Bondowoso. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 18 LEBIH PENDEK 1
325 Bagian selatan Bondowoso. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
SAMA Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 19 SAMA
326 Bagian barat Bondowoso dan sebagian Situbondo. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 2 Atas Normal 201-300 Agustus SAMA 14 LEBIH PENDEK >=3
327 Bagian timur Kabupaten Probolinggo dan bagian barat Situbondo. April II
( Tanggal 11 - 20 April )
SAMA Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 23 SAMA
328 Bagian utara Situbondo. April I
( Tanggal 1 - 10 April )
MUNDUR 2 Atas Normal 301-400 Agustus SAMA 25 LEBIH PENDEK 2
329 Bagian utara Bondowoso dan sebagian Situbondo. April I
( Tanggal 1 - 10 April )
MAJU 2 Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 23 LEBIH PANJANG 2
330 Bagian timur Situbondo. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
MUNDUR 1 Atas Normal 401-500 Agustus MAJU 1 22 LEBIH PENDEK 2
331 Wilayah Wongsorejo, Banyuwangi. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
SAMA Atas Normal 301-400 September SAMA 21 SAMA
332 Bagian timur Bondowoso dan sebagian Banyuwangi. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MAJU >=3 Bawah Normal 401-500 Juli MAJU >1 14 LEBIH PANJANG >=3
333 Wilayah Kalipuro, Banyuwangi. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
SAMA Normal 301-400 Juli MAJU >1 14 LEBIH PENDEK >=3
334 Bagian timur Banyuwangi. April I
( Tanggal 1 - 10 April )
MAJU 2 Normal 401-500 September SAMA 25 LEBIH PANJANG >=3
335 Bagian barat Banyuwangi. Mei III
( Tanggal 1 - 31 Mei )
MAJU 1 Normal 301-400 Agustus SAMA 13 LEBIH PENDEK 2
336 Bagian selatan Banyuwangi. April II
( Tanggal 11 - 20 April )
SAMA Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 17 LEBIH PENDEK >=3
337 Bagian barat Bangkalan. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
SAMA Normal 201-300 Agustus SAMA 14 LEBIH PENDEK >=3
338 Bagian utara Bangkalan. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
SAMA Atas Normal 401-500 Agustus SAMA 23 LEBIH PANJANG 2
339 Bagian tenggara Bangkalan dan bagian barat daya Sampang. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 2 Normal 201-300 Agustus SAMA 14 LEBIH PENDEK >=3
340 Bagian utara Sampang dan sebagian Bangkalan. April III
( Tanggal 21 - 30 April )
MUNDUR 1 Normal 201-300 Agustus SAMA 16 LEBIH PENDEK >=3
341 Bagian timur laut Sampang. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 2 Normal 101-200 Agustus SAMA 14 LEBIH PENDEK >=3
342 Bagian selatan Sampang dan bagian barat Pamekasan. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Normal 101-200 Agustus SAMA 15 LEBIH PENDEK >=3
343 Bagian selatan Pamekasan dan Sumenep. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 2 Normal 101-200 Agustus SAMA 14 LEBIH PENDEK >=3
344 Bagian utara Pamekasan dan sebagian Sumenep. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 1 Atas Normal 201-300 Agustus SAMA 15 LEBIH PENDEK >=3
345 Bagian tengah-utara Sumenep. Juni I
( Tanggal 1 - 10 Juni )
MUNDUR >=3 Atas Normal 101-200 September SAMA 12 LEBIH PENDEK >=3
346 Bagian timur Sumenep. Mei I
( Tanggal 1 - 10 Mei )
MUNDUR 2 Atas Normal 301-400 Agustus MAJU 1 21 LEBIH PENDEK 2
347 Kepulauan Kangean, Sumenep. Mei II
( Tanggal 1 - 20 Mei )
MUNDUR 1 Atas Normal 401-500 September SAMA 18 LEBIH PENDEK 2
348 Kepulauan Masalembu, Sumenep. Juni II
( Tanggal 11 - 20 Juni )
MUNDUR >=3 Normal 201-300 September SAMA 11 LEBIH PENDEK >=3
349 Kepulauan Bawean, Gresik. Juni II
( Tanggal 11 - 20 Juni )
MUNDUR >=3 Atas Normal 201-300 Agustus MAJU 1 11 LEBIH PENDEK >=3