Rilis Prakiraan Musim Kemarau 2023 Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan perkembangan kondisi dinamika atmosfer - lautan (indeks ENSO, Dipole Mode, Monsun, dan Suhu Muka Laut Perairan Indonesia) serta luaran model prediksi, dapat kami informasikan Prakiraan Musim Kemarau Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 sebagai berikut:
-
La Nina meluruh menuju Netral , Dipole Mode berada pada kondisi Netral dan angin Monsun Timuran mulai memasuki wilayah Indonesia bagian selatan mulai April dengan intensitas seperti normalnya.
-
Wilayah Jawa Timur yang meliputi 74 ZOM (Zona Musim), memasuki musim kemarau 2023 diprakirakan terjadi pada bulan April meliputi 45 ZOM (60,8 %) dan Mei meliputi 26 ZOM (35,1 %).
Daerah yang memasuki musim kemarau diprakirakan paling awal (April dasarian I) terjadi di ZOM 11 (bagian tengah Tuban), ZOM 25 (bagian utara Lamongan dan sebagian Gresik), ZOM 26 (bagian utara Gresik dan sebagian Lamongan), ZOM 43 (seluruh Kota Probolinggo dan bagian utara kabupaten Probolinggo), ZOM 53 (bagian utara Situbondo}, ZOM 55 (bagian timur Situbondo), ZOM 61 (bagian selatan Banyuwangi), ZOM 67 (bagian selatan Sampang dan bagian barat Pamekasan), ZOM 68 (bagian selatan Pamekasan dan Sumenep), dan ZOM 71 (bagian timur Sumenep) , sedangkan paling akhir diprakirakan terjadi di ZOM 38 (bagian tenggara Kabupaten Malang dan bagian barat daya Lumajang) pada Juli dasarian III.
-
Prakiraan Awal Musim Kemarau jika dibandingkan dengan Normalnya (1991 - 2020), diprakirakan 31 ZOM (41,9%) MAJU , 27 ZOM (36,5%) SAMA, dan 16 ZOM (21,6%) MUNDUR.
-
"Puncak" Musim Kemarau 2023 diprakirakan dominan terjadi pada bulan Agustus 2023.
-
"Sifat Hujan" Musim Kemarau 2023 diprakirakan BAWAH NORMAL meliputi 45 ZOM (60.8%), NORMAL meliputi 26 ZOM (35.1%), dan ATAS NORMAL meliputi 3 ZOM (4,1 %).
-
Curah Hujan selama Musim Kemarau 2023 diprakirakan berkisar antara 100 -600 mm.
-
Info lengkap Buletin Prakiraan Musim Kemarau 2023 Provinsi Jawa Timur dapat diunduh di https://staklim-jatim.bmkg.go.id/b/musiman.pdf atau bit.ly/PMKJATIM23
-
Masyarakat diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan serta potensi terjadinya kebakaranhutan/lahan, berkurangnya ketersediaan air bersih saat setelah puncak musim kemarau, dan kekeringan meteorologis.
lnformasi Kekeringan Meteorologis akan diperbarui setiap dasarian.