( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman Bulan Desember Tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur ( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman Bulan Desember Tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur

Pada umumnya Sebagian Besar: CUKUP Untuk Hasil Analisis Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Sebagian Besar wilayah di Provinsi Jawa Timur pada bulan Desember Tahun 2025.


TINGKAT Ketersediaan Air Bagi Tanaman : KURANG

Pada daerah – daerah dengan tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman KURANG tersebut dimana curah hujan yang terjadi lebih kecil dari evapotranspirasinya sehingga tingkat ketersediaan air tanahnya berada dibawah 40%.

Sebagian kecil : Sumenep, Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi

Sebagian : -

Sebagian besar : -

Hampir Seluruh : -

Seluruh : Kota Probolinggo


TINGKAT Ketersediaan Air Bagi Tanaman : SEDANG

Pada daerah – daerah dengan tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman SEDANG tersebut telah terjadi pengurangan air tanah, akan tetapi tingkat ketersediaan air tanah dibawah 60%.

Sebagian kecil : Pasuruan, Probolinggo, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso dan Lumajang

Sebagian : -

Sebagian besar : Sumenep

Hampir Seluruh : -

Seluruh : -


TINGKAT Ketersediaan Air Bagi Tanaman : CUKUP

Pada daerah – daerah dengan tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman CUKUP tersebut menjadikan tanah dalam kondisi basah dengan tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman berada di atas 60%.

Sebagian kecil : -

Sebagian : -

Sebagian besar : Jawa Timur

Hampir Seluruh : -

Seluruh : -

( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman (ATi) Bulan Desember Tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur merupakan evaluasi kejadian yang telah terjadi selama bulan Desember Tahun 2025, yang digunakan sebagai masukan dalam pembuatan prediksi tingkat ketersediaan air bagi tanaman bulan berikutnya.



1. Hasil analisis tiap Klasifikasi Surplus dan Defisit

  • TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH KATEGORI : Defisit

    Meliputi Daerah : -

    Pada daerah tersebut terjadi penurunan kandungan air tanah dan berkurangnya air untuk keperluan evapotranspirasi potensial (ETp) yang disebabkan Curah Hujan (CH) < evapotranspirasi potensial (ETp), sehingga terdapat perbedaan/selisih evapotranspirasi potensial dan evapotranspirasi Aktual (ETa).

  • TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH KATEGORI : Pengisian

    Meliputi Daerah : Madiun, Kalianget dan Banyuwang

    Pada daerah tersebut terjadi peningkatan kandungan air tanah sampai mencapai tingkat kapasitas lapang (KL).

  • TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH KATEGORI : Surplus

    Meliputi Daerah : Pacitan, Sangkapura Gresik, Perak I Surabaya, Juanda Sidoarjo, Maritim Perak II Surabaya, Malang, Tretes Pasuruan, Malang/ Abdul Rahmansaleh, Karangkates Malang dan Sawahan Nganjuk

    Pada daerah tersebut kandungan air tanah sudah melebihi kapasitas lapang (KL).


2 Hasil analisis tiap Klasifikasi Tingkat Kekeringan dengan Indeks Thornthwaite and Mather pada bulan Desember Tahun 2025, menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia termasuk dalam kategori : Ringan ( <16.77 )

  • RINGAN/ TIDAK ADA/NORMAL ( <16.77 ) :

    Sebagian kecil : -

    Sebagian : -

    Sebagian besar : -

    Seluruh : Jawa Timur

  • SEDANG (16.77 – 33.33) :

    Sebagian kecil : -

    Sebagian : -

    Sebagian besar : -

    Seluruh : -

  • BERAT (>33.33) :

    Sebagian kecil : -

    Sebagian : -

    Sebagian besar : -

    Seluruh : -


Data Kandungan Air Tanah (KAT) bulan Desember Tahun 2025 beberapa tempat di Jawa Timur

  1. Pacitan : 300
  2. Madiun : 276
  3. Stamet Sangkapura Gresik : 350
  4. Stamet Tuban : 350
  5. Stamet Juanda Sidoarjo : 350
  6. Stamet Surabaya : 350
  7. Staklim Jawa Timur : 350
  8. Stageof Tretes Pasuruan : 300
  9. Malang/ Abdul Rachman Saleh : 350
  10. Stageof Karangkates Malang : 350
  11. Stamet Kalianget Sumenep : 277
  12. Stageof Sawahan Nganjuk : 300
  13. Stamet Banyuwangi : 267

ISTILAH – ISTILAH

Suhu Udara Minimum Absolut merupakan suhu minimum harian terendah yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

Suhu Udara Maksimum Absolut merupakan suhu maksimum harian tertinggi yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

Kelembapan Udara Relatif Rata-Rata (Relative Humidity, RH) merupakan perbandingan antara jumlah uap air yang terkandung dalam udara pada suatu waktu tertentu dengan jumlah uap air maksimal yang dapat ditampung oleh udara tersebut pada tekanan dan temperatur yang sama.

Kelembapan udara relatif dihitung sesuai dengan laporan FKlim dengan persamaan:

RH rata-rata harian = ((2 X RH(07WS)) + RH(13WS) + RH(18WS)) / 4

Evapotranspirasi Potensial (ETp) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air cukup tersedia atau kapasitas lapang.

Evapotranspirasi Aktual (Eta) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air yang tersedia terbatas atau dibawah kapasitas lapang.

Kapasitas lapang (KL) adalah keadaan tanah dalam kondisi jenuh, menunjukkan jumlah air maksimum yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi.

Titik Layu Permanen (TLP) merupakan batas bawah ketersediaan air dalam tanah untuk tanaman, dimana akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air untuk pertumbuhannya.

Ketersediaan Air Bagi Tanaman (ATi) adalah banyaknya air di dalam tanah yang tersedia bagi tanaman yaitu berada pada kisaran antara kapasitas lapang dan titik layu permanen (TLP).

Tingkat ketersediaan air tanah dihitung dengan persamaan :

((KAT-TLP)/(KL-TLP)) x 100%

dengan kriteria sebagai berikut :

  1. Kurang
    : jika ketersediaan air tanah < 40%
  2. Sedang
    : jika ketersediaan air tanah 40% - 60%
  3. Cukup
    : jika ketersediaan air tanah > 60%

Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan, yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan dan kehilangan air dari lahan melalui proses evapotranspirasi. Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan hanya berasal dari curah hujan dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter dengan kondisi tanah homogen.

Surplus merupakan air berlebih dari curah hujan setelah kandungan air tanah mencapai Kapasitas Lapang (KL). Dihitung berdasarkan curah hujan dikurangi evapotranspirasi dan perubahan kandungan air tanah (CH-ETp-Dkat).

Pengisian air tanah merupakan kondisi terjadinya peningkatan kandungan air tanah sampai mencapai tingkat Kapasitas Lapang (KL).

Defisit merupakan kondisi terjadinya penurunan kandungan air tanah dan berkurangnya air untuk keperluan evapotranspirasi potensial (ETp) yang disebabkan CH < ETp, sehingga terdapat perbedaan/selisih evapotranspirasi potensial dan evapotranspirasi Aktual (ETa).

Tingkat Kekeringan Berdasarkan Indeks Thornthwaite and Mather adalah tingkat kekeringan dari perhitungan empiris neraca air lahan dengan variabel curah hujan dan evapotranspirasi (ETp).

Indeks kekeringan dihitung dengan nilai prosentase perbandingan antara nilai Defisit dan Evaporasi Potensial (PE) dengan persamaan :

Ia = (D/PE)x100.

Berdasarkan nilai indeks kekeringan dikategori sebagai berikut:

Tingkat Kekeringan :

  1. Berat : Jika indeks kekeringan < 16.77
  2. Sedang : Jika indeks kekeringan 16.77 – 33.33
  3. Ringan : Jika indeks kekeringan > 33.

Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman Lahan Gambut di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan gambut dan kehilangan air dari lahan gambut melalui proses evapotranspirasi dimana evapotranspirasi * 1.1 (nilai koefisien tanaman gambut).

Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan gambut hanya berasal dari curah hujan dimana curah hujan *0.164 (nilai intersepsi lahan gambut) dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter atau pada kedalaman gambut dangkal.

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tular vektor yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus Dengue (DENV). DBD termasuk salah satu penyakit berbasis lingkungan yang sering mewabah di wilayah Jawa Timur.

Kecocokan Iklim untuk perkembangan nyamuk DBD merupakan kondisi iklim yang menggambarkan kecocokan iklim untuk perkembangan nyamuk penyebar penyakit DBD.

Parameter iklim yang digunakan adalah Kelembapan Udara Relatif (RH) dengan batasan RH>75%.

Angka Insiden (AI) / Incident Rate (IR) menunjukkan jumlah kasus DBD per 100.000 penduduk di suatu wilayah dengan persamaan :

AI = (Jumlah kasus DBD/jumlah penduduk)*100.000

Prakiraan/Prediksi Angka Insiden (AI) dihitung dengan menggunakan persamaan Regresi Binomial Negatif dengan persamaan sebagai berikut :

ln (Yt) = a ln(Yt-1) + b ln(Yt-2) + c RHt-1

dimana:

Yt = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t

Yt-1 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-1

Yt-2 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-2

RHt-1 = Kelembapan udara pada bulan ke t-1


Indeks Kenyamanan Temperature Humidity Index (THI) adalah suatu indeks suhu yang dihasilkan dari gabungan suhu udara dan kelembapan udara relative yang berasa dari cuaca panas.