( Analisis 6 Bulanan ) Perbandingan Prakiraan Puncak Musim Hujan Tahun 2023 - 2024 Terhadap Normalnya 1991 - 2020 Zona Musim di Provinsi Jawa Timur ( Analisis 6 Bulanan ) Perbandingan Prakiraan Puncak Musim Hujan Tahun 2023 - 2024 Terhadap Normalnya 1991 - 2020 Zona Musim di Provinsi Jawa Timur



Pendahuluan


  1. Posisi Geografis Indonesia

    Posisi Geografis Indonesia yang strategis, terletak di daerah tropis, di antara Benua Asia dan Benua Australia, di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, dilalui garis khatulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, serta dikelilingi oleh luasnya lautan, menyebabkan wilayah Indonesia memiliki tingkat keragaman cuaca dan iklim yang tinggi.

    Keragaman iklim Indonesia juga dipengaruhi oleh aktivitas terkait iklim antara lain, fenomena global seperti El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD), fenomena regional, seperti sirkulasi angin monsun Asia – Australia, daerah pertemuan angin antar tropis atau Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ), dan kondisi suhu permukaan laut sekitar wilayah Indonesia.

    1. El Niño Southern Oscillation (ENSO)

      El Niño Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan atmosfer yang ditandai dengan adanya anomali suhu permukaan laut di wilayah Pasifik Tengah Ekuator.

      Jika anomali suhu permukaan laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya) maka disebut El Niño , namun jika anomali suhu permukaan laut negatif disebut La Niña.

      Pengaruh El Niño terhadap curah hujan di Indonesia ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kondisi suhu perairan wilayah Indonesia.

      El Niño berpengaruh terhadap pengurangan curah hujan secara signifikan bila bersamaan dengan kondisi suhu perairan Indonesia cukup dingin (anomali negatif).

      Namun, bila kondisi suhu perairan lebih hangat (anomali positif), El Niño tidak signifikan memengaruhi curah hujan di Indonesia.

      Sedangkan La Niña secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat apabila disertai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia.

      Pengaruh El Niño dan La Niña juga tergantung musim.

      Mengingat luasnya wilayah Indonesia, dampak El Niño / La Niña tidaklah merata atau seragam di seluruh wilayah.

    2. Indian Ocean Dipole (IOD)

      Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena interaksi lautan – atmosfer di Samudera Hindia yang dimonitor melalui perhitungan perbedaan nilai antara anomali suhu muka laut perairan pantai timur Afrika (West Tropical Indian Ocean, WTIO) dengan perairan di sebelah barat Sumatera (Southeast Tropical Indian Ocean, SETIO).

      Perbedaan nilai anomali suhu muka laut dimaksud disebut sebagai Dipole Mode Index (DMI).

      Kejadian IOD positif, umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia terutama di bagian barat.

      Sedangkan nilai IOD negatif, berdampak terhadap meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat.

    3. Sirkulasi Monsun Asia – Australia

      Sirkulasi angin di Indonesia ditentukan oleh pola perbedaan tekanan udara di daratan Australia dan Asia.

      Pola tekanan udara ini mengikuti pola peredaran matahari dalam setahun.

      Akibatnya, sirkulasi angin di Indonesia berubah arahnya secara musiman, atau biasa disebut angin monsun.

      Sirkulasi angin monsun ini mengalami perubahan arah setiap (kurang lebih) setengah tahun sekali.

      Pola angin baratan terjadi karena adanya tekanan tinggi di Asia dan umumnya berkaitan dengan berlangsungnya musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

      Pola angin timuran/tenggara terjadi karena adanya tekanan tinggi di Australia dan biasanya berkaitan dengan berlangsungnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.

    4. Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone/ITCZ)

      ITCZ merupakan daerah tekanan rendah yang memanjang dari barat ke timur dengan posisi berubah mengikuti pergerakan semu matahari ke arah utara dan selatan garis khatulistiwa.

      Daerah tekanan rendah ini menjadi pertemuan massa udara dari belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.

      Wilayah Indonesia yang dilewati ITCZ pada umumnya berpotensi terjadi pertumbuhan awan-awan yang berpotensi hujan.

    5. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Perairan Indonesia

      Kondisi suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia dapat digunakan sebagai salah satu indikator banyak-sedikitnya kandungan uap air di atmosfer, dan erat kaitannya dengan proses pembentukan awan di atas wilayah Indonesia.

      Jika suhu permukaan laut dingin, maka potensi kandungan uap air di atmosfer relatif sedikit.

      Sebaliknya, panasnya suhu permukaan laut berpotensi menimbulkan relatif banyaknya uap air di atmosfer.

  2. Keragaman Iklim Indonesia

    Kondisi topografi wilayah Indonesia yang merupakan daerah pegunungan, berlembah, banyak pantai, merupakan faktor lokal yang dapat menambah beragamnya kondisi iklim di wilayah Indonesia, baik menurut ruang (wilayah) maupun waktu, yang menyebabkan wilayah Indonesia terbagi menjadi beberapa tipe zona musim.

    Terkait kondisi tersebut, dalam penyampaian informasi prakiraan musim baik musim hujan dan musim kemarau, informasi yang disampaikan berbasis zona musim.

    Zona musim yang saat ini digunakan merupakan hasil analisis data normal periode 1991 – 2020.

    Informasi prakiraan musim secara umum memiliki empat informasi penting meliputi awal musim, sifat hujan musim, puncak musim, durasi musim, perbandingan awal, puncak dan durasi terhadap normalnya



Istilah Dan Pengertian Dalam Prakiraan Musim


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

      Meskipun begitu, pada edisi buku PMH 2023/2024 ini, terdapat beberapa ZOM dengan kondisi hujan sepanjang tahun 2023 belum mendapatkan kemarau yang disebut dengan Musim Hujan Sepanjang 2023 dan beberapa ZOM dengan kondisi hujan per Juli 2023 sudah memasuki musim hujan yang disebut dengan Sudah Masuk Musim Hujan.

  4. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  5. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  6. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  7. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  8. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu Prakiraan Puncak terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu Prakiraan Puncak terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu Prakiraan Puncak terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  9. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).








Dasarian KOTA/KABUPATEN KECAMATAN/BAGIAN DARI KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Maju
2 ZOM
( 2,7 % )
Kota Pasuruan Bugul Kidul, Gadingrejo, Panggungrejo dan Purworejo
Maju
2 ZOM
( 2,7 % )
Kota Probolinggo Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan dan Wonoasih
Maju
2 ZOM
( 2,7 % )
Pasuruan Gondang wetan, Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, Rejoso dan Winongan
Maju
2 ZOM
( 2,7 % )
Probolinggo Besuk, Dringu, Gending, Kraksaan, Krejengan, Pajarakan, Sumberasih dan Tongas
Sama
5 ZOM
( 6,8% )
Gresik Bungah, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Manyar, Panceng, Sidayu dan Ujungpangkah
Sama
5 ZOM
( 6,8% )
Lamongan Brondong, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Paciran dan Solokuro
Sama
5 ZOM
( 6,8% )
Pasuruan Bangil, Beji, Gempol, Pandaan, Rembang, Sukorejo dan Wonorejo
Sama
5 ZOM
( 6,8% )
Sidoarjo Candi, Jabon, Porong dan Tanggulangin
Sama
5 ZOM
( 6,8% )
Situbondo Bungatan, Kapongan, Kendit, Mangaran, Panarukan, Panji dan Situbondo
Sama
5 ZOM
( 6,8% )
Tuban Bangilan, Grabagan, Jenu, Kerek, Merakurak, Montong, Semanding, Singgahan dan Tuban
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Bangkalan Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjung dan Tragah
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Banyuwangi Bangorejo, Banyuwangi, Blimbingsari, Cluring, Gambiran, Genteng, Giri, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Songgon, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari dan Wongsorejo
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Blitar Bakung, Binangun, Doko, Gandusari, Garum, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Nglegok, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Selorejo, Srengat, Sutojayan, Talun, Udanawu, Wates, Wlingi, Wonodadi dan Wonotirto
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Bojonegoro Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Tambakrejo, Temayang dan Trucuk
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Bondowoso Binakal, Bondowoso, Botolinggo, Cerme, Curahdami, Grujugan, Jambesari, Klabang, Maesan, Pakem, Prajekan, Pujer, Sempol, Sukosari, Sumberwringin, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, Tlogosari, Wonosari dan Wringin
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Gresik Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Driyorejo, Kebomas, Kedamean, Menganti, Sangkapura, Tambak dan Wringinanom
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Jember Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Gumukmas, Jelbuk, Jenggawah, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumberbaru, Sumberjambe, Sumbersari, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari dan Wuluhan
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Jombang Bandarkedungmulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogoroto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang dan Wonosalam
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Kediri Badas, Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Gurah, Kandangan, Kandat, Kayen, Kepung, Kras, Kunjang, Mojo, Ngadiluwih,
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Kediri Ngancar, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Plosoklaten, Puncu, Purwoasri, Ringinrejo, Semen, Tarokan dan Wates
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Kota Batu Batu, Bumiaji dan Junrejo
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Kota Blitar Kepanjenkidul, Sananwetan dan Sukorejo
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Kota Kediri Kota, Mojoroto dan Pesantren
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Kota Madiun Kartoharjo, Manguharjo dan Taman
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Kota Malang Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru dan Sukun
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Kota Mojokerto Kranggan, Magersari dan Prajuritkulon
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Kota Surabaya Asem Rowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karangpilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Sukomanunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis, Wiyung, Wonocolo dan Wonokromo
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Lamongan Babat, Bluluk, Deket, Karanggeneng, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung dan Turi
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Lumajang Candipuro, Gucialit, Jatiroto, Kedungjajang, Klakah, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, Randuagung, Ranuyoso, Rowokangkung, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, Tempeh, Tempursari dan Yosowilangun
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Madiun Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri dan Wungu
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Magetan Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro dan Takeran
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Malang Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumbermanjing, Sumberpucung, Tajinan, Tirtoyudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak dan Wonosari
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Mojokerto Bangsal, Dawarblandong, Dlanggu, Gedeg, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pacet, Pungging, Puri, Sooko, Trawas dan Trowulan
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Nganjuk Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Loceret, Nganjuk, Ngetos, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sawahan, Sukomoro, Tanjunganom dan Wilangan
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Ngawi Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine dan Widodaren
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Pacitan Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo dan Tulakan
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Pamekasan Batumarmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palenggaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan dan Waru
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Pasuruan Gempol, Kejayan, Lumbang, Pasrepan, Prigen, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Tosari dan Tutur
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Ponorogo Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Ponorogo, Pudak, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko dan Sukorejo
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Probolinggo Bantaran, Banyuanyar, Gading, Kotaanyar, Krucil, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Paiton, Pakuniran, Sukapura, Sumber, Tegalsiwalan, Tiris dan Wonomerto
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Sampang Banyuates, Camplong, Jrengik, Karangpenang, Kedungdung,
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Sampang Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan dan Torjun
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Sidoarjo Balongbendo, Buduran, Gedangan, Krembung, Krian, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tarik, Tulangan, Waru dan Wonoayu
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Situbondo Arjasa, Asembagus, Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Jangkar, Jatibanteng, Mlandingan, Suboh dan Sumbermalang
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Sumenep Ambunten, Arjasa, Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giliginting, Guluk-Guluk, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Ra"as, Rubaru, Sapeken, Saronggi dan Talango
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Trenggalek Bendungan, Dongko, Durenan, Gandusari, Kampak, Karangan, Munjungan, Panggul, Pogalan, Pule, Suruh, Trenggalek, Tugu dan Watulimo
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Tuban Bancar, Jatirogo, Kenduruan, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Senori, Soko, Tambakboyo dan Widang
Mundur
67 ZOM
( 90,5 % )
Tulungagung Bandung, Besuki, Boyolangu, Campurdarat, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pagerwojo, Pakel, Pucanglaban, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, Tanggunggunung dan Tulungagung



Keterangan (*):

  • 0 : Awal Musim Hujan sama dengan rata-ratanya
  • -1 : Awal Musim Hujan maju 1 dasarian dari rata-ratanya
  • -2 : Awal Musim Hujan maju 2 dasarian dari rata-ratanya
  • +1 : Awal Musim Hujan mundur 1 dasarian dari rata-ratanya
  • +2 : Awal Musim Hujan mundur 2 dasarian dari rata-ratanya
  • +3 : Awal Musim Hujan mundur 3 dasarian dari rata-ratanya
  • >+3 : Awal Musim Hujan mundur lebih dari 3 dasarian dari rata-ratanya
  • AN : Atas Normal
  • N : Normal
  • BN : Bawah Normal








No ZOM Daerah Kota/Kabupaten Normal Awal Musim Hujan Normal Panjang Musim
(Dasarian)
Normal Curah Hujan
(mm)
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
276 Bagian barat Pacitan. Oktober I - Oktober III
( Tanggal 1 - 31 Oktober )
19 1576 - 2132
277 Bagian utara Pacitan, sebagian Ponorogo, dan sebagian Trenggalek. Oktober I - Oktober III
( Tanggal 1 - 31 Oktober )
20 1733 - 2345
278 Bagian tenggara Pacitan, sebagian Ponorogo, dan sebagian Trenggalek. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
18 1548 - 2094
279 Bagian selatan Trenggalek Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
18 2040 - 2760
280 Sebagian Trenggalek dan bagian barat Tulungagung. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1164 - 1574
281 Sebagian besar Ponorogo, bagian barat daya Kabupaten/Kota Madiun, dan bagian selatan Magetan. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1176 - 1592
282 Sebagian besar Magetan, sebagian Kabupaten/Kota Madiun, dan bagian selatan Ngawi. Oktober II - November I
( Tanggal 11 Oktober - 10 November )
19 1552 - 2100
283 Bagian barat Ngawi. Oktober II - November I
( Tanggal 11 Oktober - 10 November )
18 1346 - 1820
284 Bagian barat Bojonegoro dan selatan Tuban. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1167 - 1579
285 Bagian barat Tuban. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
15 881 - 1191
286 Bagian tengah Tuban. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
14 893 - 1209
287 Bagian barat Lamongan dan bagian timur Tuban-Bojonegoro. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
16 1054 - 1426
288 Bagian tenggara Bojonegoro dan sebagian Jombang-Lamongan-Nganjuk. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1320 - 1786
289 Bagian utara Kabupaten Madiun dan sebagian Bojonegoro-Ngawi. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1414 - 1914
290 Sebagian besar Nganjuk dan sebagian Kabupaten Madiun. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
16 1251 - 1693
291 Seluruh Kota Kediri, bagian barat Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten Nganjuk-Madiun-Ponorogo. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
18 1596 - 2160
292 Bagian utara Trenggalek-Tulungagung, bagian timur Ponorogo, dan bagian barat Kabupaten Kediri. Oktober II - November I
( Tanggal 11 Oktober - 10 November )
20 1766 - 2390
293 Sebagian Kabupaten Blitar-Kediri-Tulungagung. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
16 1125 - 1523
294 Bagian selatan Tulungagung dan bagian barat daya Kabupaten Blitar. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1076 - 1456
295 Bagian barat daya Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Blitar. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1296 - 1754
296 Seluruh Kota Blitar, bagian utara Kabupaten Blitar, bagian timur Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten Malang. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
18 1544 - 2090
297 Bagian utara Kabupaten Kediri dan sebagian Nganjuk. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
16 1216 - 1646
298 Sebagian besar Jombang, sebagian Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten/Kota Mojokerto. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
16 1238 - 1676
299 Bagian tenggara Lamongan. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
16 1100 - 1488
300 Bagian utara Lamongan dan sebagian Gresik. November III - Desember II
( Tanggal 21 November - 20 Desember )
13 851 - 1151
301 Bagian utara Gresik dan sebagian Lamongan. November III - Desember II
( Tanggal 21 November - 20 Desember )
13 836 - 1132
302 Bagian selatan Gresik, bagian barat Kota Surabaya, dan sebagian Kabupaten Mojokerto. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 1158 - 1566
303 Sebagian besar Kota Surabaya dan bagian utara Sidoarjo. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
16 1292 - 1748
304 Sebagian Kota/Kabupaten Mojokerto dan sebagian Sidoarjo. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 1206 - 1632
305 Bagian selatan Jombang dan Kabupaten Mojokerto. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
18 1663 - 2249
306 Bagian selatan Kabupaten Mojokerto dan bagian barat Kabupaten Pasuruan. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
18 1945 - 2631
307 Bagian selatan Sidoarjo dan sebagian Kabupaten Pasuruan. November III - Desember II
( Tanggal 21 November - 20 Desember )
14 1184 - 1602
308 Sebagian Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Pasuruan. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
19 1710 - 2314
309 Seluruh Kota Batu dan sebagian Kabupaten Malang. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1502 - 2032
310 Bagian barat Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Blitar. Oktober II - November I
( Tanggal 11 Oktober - 10 November )
20 2094 - 2832
311 Seluruh Kota Malang, bagian tengah Kabupaten Malang, dan bagian timur laut Kabupaten Blitar. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
18 1634 - 2210
312 Bagian selatan Kabupaten Malang. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
21 1476 - 1998
313 Bagian tenggara Kabupaten Malang dan bagian barat daya Lumajang. September II - Oktober I
( Tanggal 11 September - 10 Oktober )
29 2074 - 2806
314 Bagian barat Lumajang. September III - Oktober II
( Tanggal 21 September - 20 Oktober )
24 1845 - 2497
315 Bagian timur Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Pasuruan. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
18 1552 - 2100
316 Bagian tenggara Kabupaten Pasuruan dan bagian barat daya Kabupaten Probolinggo. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 1290 - 1746
317 Seluruh Kota Pasuruan, sebagian Kabupaten Pasuruan, dan sebagian Kabupaten Probolinggo. Desember I - Desember III
( Tanggal 1 - 31 Desember )
12 782 - 1058
318 Seluruh Kota Probolinggo dan bagian utara Kabupaten Probolinggo. Desember I - Desember III
( Tanggal 1 - 31 Desember )
11 719 - 973
319 Bagian tenggara Kabupaten Probolinggo dan sebagian Lumajang. Oktober II - November I
( Tanggal 11 Oktober - 10 November )
20 1873 - 2533
320 Bagian barat laut Jember, bagian timur laut Lumajang, dan sebagian Kabupaten Probolinggo. Oktober II - November I
( Tanggal 11 Oktober - 10 November )
19 1761 - 2383
321 Bagian barat daya Jember dan bagian tenggara Lumajang. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1124 - 1520
322 Bagian tenggara Jember. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
16 1125 - 1521
323 Bagian utara Jember dan sebagian Bondowoso. Oktober II - November I
( Tanggal 11 Oktober - 10 November )
18 1704 - 2306
324 Bagian timur laut Jember dan sebagian Bondowoso. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1493 - 2019
325 Bagian selatan Bondowoso. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
17 1446 - 1956
326 Bagian barat Bondowoso dan sebagian Situbondo. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
16 1319 - 1785
327 Bagian timur Kabupaten Probolinggo dan bagian barat Situbondo. November III - Desember II
( Tanggal 21 November - 20 Desember )
13 1032 - 1396
328 Bagian utara Situbondo. Desember I - Desember III
( Tanggal 1 - 31 Desember )
9 660 - 892
329 Bagian utara Bondowoso dan sebagian Situbondo. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 1086 - 1470
330 Bagian timur Situbondo. Desember I - Desember III
( Tanggal 1 - 31 Desember )
12 830 - 1124
331 Wilayah Wongsorejo, Banyuwangi. November III - Desember II
( Tanggal 21 November - 20 Desember )
15 1289 - 1743
332 Bagian timur Bondowoso dan sebagian Banyuwangi. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
26 1913 - 2589
333 Wilayah Kalipuro, Banyuwangi. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
17 1244 - 1682
334 Bagian timur Banyuwangi. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 915 - 1237
335 Bagian barat Banyuwangi. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
24 1631 - 2207
336 Bagian selatan Banyuwangi. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
15 934 - 1264
337 Bagian barat Bangkalan. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
17 1086 - 1470
338 Bagian utara Bangkalan. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 954 - 1290
339 Bagian tenggara Bangkalan dan bagian barat daya Sampang. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
16 1053 - 1425
340 Bagian utara Sampang dan sebagian Bangkalan. November III - Desember II
( Tanggal 21 November - 20 Desember )
13 768 - 1038
341 Bagian timur laut Sampang. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 896 - 1212
342 Bagian selatan Sampang dan bagian barat Pamekasan. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 953 - 1289
343 Bagian selatan Pamekasan dan Sumenep. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 893 - 1208
344 Bagian utara Pamekasan dan sebagian Sumenep. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 1003 - 1357
345 Bagian tengah-utara Sumenep. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
15 901 - 1219
346 Bagian timur Sumenep. November III - Desember II
( Tanggal 21 November - 20 Desember )
13 691 - 935
347 Kepulauan Kangean, Sumenep. November II - Desember I
( Tanggal 11 November - 10 Desember )
16 1057 - 1431
348 Kepulauan Masalembu, Sumenep. Oktober III - November II
( Tanggal 21 Oktober - 20 November )
19 1274 - 1724
349 Kepulauan Bawean, Gresik. November I - November III
( Tanggal 1 - 30 November )
21 1560 - 2110





NO
ZOM
Daerah / Kabupaten Awal Musim Hujan Perbandingan Thd Normal
(Dasarian)
Sifat Hujan Musim Hujan Curah Hujan Musim Hujan (mm) Puncak Musim Hujan Perbandingan Puncak Thd Normal
(bulan)
Panjang Musim
(dasarian)
Perbandingan Panjang Musim Thd Normal
(dasarian)
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter →di Keyboard
276 Bagian barat Pacitan Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
>=3
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
277 Bagian utara Pacitan, sebagian Ponorogo, dan sebagian Trenggalek. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
>=3
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
278 Bagian tenggara Pacitan, sebagian Ponorogo, dan sebagian Trenggalek. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
3
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
279 Bagian selatan Trenggalek November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
>=3
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
280 Sebagian Trenggalek dan bagian barat Tulungagung. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
>=3
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 11 LEBIH
PENDEK
>=3
281 Sebagian besar Ponorogo, bagian barat daya Kabupaten/Kota Madiun, dan bagian selatan Magetan. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
3
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
282 Sebagian besar Magetan, sebagian Kabupaten/Kota Madiun, dan bagian selatan Ngawi. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
3
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
283 Bagian barat Ngawi November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
3
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
284 Bagian barat Bojonegoro dan selatan Tuban. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
285 Bagian barat Tuban November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
1
Normal 501 - 1000 Februari MUNDUR
2
13 LEBIH
PENDEK
2
286 Bagian tengah Tuban November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Sama Normal 501 - 1000 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
1
287 Bagian barat Lamongan dan bagian timur Tuban-Bojonegoro Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
3
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 11 LEBIH
PENDEK
>=3
288 Bagian tenggara Bojonegoro dan sebagian Jombang-Lamongan-Nganjuk. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
3
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
289 Bagian utara Kabupaten Madiun dan sebagian Bojonegoro-Ngawi. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
290 Sebagian besar Nganjuk dan sebagian Kabupaten Madiun. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
291 Seluruh Kota Kediri, bagian barat Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten Nganjuk-Madiun-Ponorogo. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
3
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
292 Bagian utara Trenggalek-Tulungagung, bagian timur Ponorogo, dan bagian barat Kabupaten Kediri. November II 2023
( Tanggal 11 - 20 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 15 LEBIH
PENDEK
>=3
293 Sebagian Kabupaten Blitar-Kediri-Tulungagung. Desember III 2023
( Tanggal 21 - 31 Desember 2023 )
Mundur
>=3
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 10 LEBIH
PENDEK
>=3
294 Bagian selatan Tulungagung dan bagian barat daya Kabupaten Blitar. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
>=3
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 10 LEBIH
PENDEK
>=3
295 Bagian barat daya Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Blitar. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
296 Seluruh Kota Blitar, bagian utara Kabupaten Blitar, bagian timur Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten Malang. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
297 Bagian utara Kabupaten Kediri dan sebagian Nganjuk. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
298 Sebagian besar Jombang, sebagian Kabupaten Kediri, dan sebagian Kabupaten/Kota Mojokerto. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
1
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
299 Bagian tenggara Lamongan. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
1
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
300 Bagian utara Lamongan dan sebagian Gresik. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Sama Normal 501 - 1000 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
1
301 Bagian utara Gresik dan sebagian Lamongan. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Sama Normal 501 - 1000 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
1
302 Bagian selatan Gresik, bagian barat Kota Surabaya, dan sebagian Kabupaten Mojokerto. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
303 Sebagian besar Kota Surabaya dan bagian utara Sidoarjo. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
304 Sebagian Kota/Kabupaten Mojokerto dan sebagian Sidoarjo. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
305 Bagian selatan Jombang dan Kabupaten Mojokerto. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
306 Bagian selatan Kabupaten Mojokerto dan bagian barat Kabupaten Pasuruan. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
1
Normal 1500 - 2000 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
307 Bagian selatan Sidoarjo dan sebagian Kabupaten Pasuruan. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Sama Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 15 LEBIH
PANJANG
1
308 Sebagian Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Pasuruan. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1500 - 2000 Februari SAMA 17 LEBIH
PENDEK
2
309 Seluruh Kota Batu dan sebagian Kabupaten Malang. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1500 - 2000 Februari SAMA 17 SAMA
310 Bagian barat Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Blitar. November II 2023
( Tanggal 11 - 20 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1500 - 2000 Februari SAMA 18 LEBIH
PENDEK
2
311 Seluruh Kota Malang, bagian tengah Kabupaten Malang, dan bagian timur laut Kabupaten Blitar. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Bawah
Normal
1500 - 2000 Februari SAMA 17 LEBIH
PENDEK
1
312 Bagian selatan Kabupaten Malang. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari MUNDUR
2
17 LEBIH
PENDEK
>=3
313 Bagian tenggara Kabupaten Malang dan bagian barat daya Lumajang. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
>=3
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari MUNDUR
2
19 LEBIH
PENDEK
>=3
314 Bagian barat Lumajang. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
>=3
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 17 LEBIH
PENDEK
>=3
315 Bagian timur Kabupaten Malang dan sebagian Kabupaten Pasuruan. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 17 LEBIH
PENDEK
1
316 Bagian tenggara Kabupaten Pasuruan dan bagian barat daya Kabupaten Probolinggo. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
317 Seluruh Kota Pasuruan, sebagian Kabupaten Pasuruan, dan sebagian Kabupaten Probolinggo. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Maju 1 Atas
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 15 LEBIH
PANJANG
>=3
318 Seluruh Kota Probolinggo dan bagian utara Kabupaten Probolinggo. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Maju 2 Atas
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PANJANG
2
319 Bagian tenggara Kabupaten Probolinggo dan sebagian Lumajang. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
3
Bawah
Normal
1500 - 2000 Februari SAMA 16 LEBIH
PENDEK
>=3
320 Bagian barat laut Jember, bagian timur laut Lumajang, dan sebagian Kabupaten Probolinggo. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
3
Bawah
Normal
1500 - 2000 Februari SAMA 16 LEBIH
PENDEK
>=3
321 Bagian barat daya Jember dan bagian tenggara Lumajang. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
>=3
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 11 LEBIH
PENDEK
>=3
322 Bagian tenggara Jember. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
323 Bagian utara Jember dan sebagian Bondowoso. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
3
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 16 LEBIH
PENDEK
2
324 Bagian timur laut Jember dan sebagian Bondowoso. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 15 LEBIH
PENDEK
2
325 Bagian selatan Bondowoso. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Bawah
Normal
1001 - 1500 Februari SAMA 16 LEBIH
PENDEK
1
326 Bagian barat Bondowoso dan sebagian Situbondo. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
>=3
327 Bagian timur Kabupaten Probolinggo dan bagian barat Situbondo. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 11 LEBIH
PENDEK
2
328 Bagian utara Situbondo. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Sama Normal 501 - 1000 Februari SAMA 9 SAMA
329 Bagian utara Bondowoso dan sebagian Situbondo. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 11 LEBIH
PENDEK
>=3
330 Bagian timur Situbondo. Januari I 2024
( Tanggal 1 - 10 Januari 2024)
Mundur
2
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 9 LEBIH
PENDEK
>=3
331 Wilayah Wongsorejo, Banyuwangi. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 11 LEBIH
PENDEK
>=3
332 Bagian timur Bondowoso dan sebagian Banyuwangi. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
3
Normal 1001 - 1500 Februari MUNDUR
1
12 LEBIH
PENDEK
>=3
333 Wilayah Kalipuro, Banyuwangi. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 11 LEBIH
PENDEK
>=3
334 Bagian timur Banyuwangi. Desember III 2023
( Tanggal 21 - 31 Desember 2023 )
Mundur
3
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 10 LEBIH
PENDEK
>=3
335 Bagian barat Banyuwangi. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Februari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
336 Bagian selatan Banyuwangi. Desember III 2023
( Tanggal 21 - 31 Desember 2023 )
Mundur
>=3
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 10 LEBIH
PENDEK
>=3
337 Bagian barat Bangkalan. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 501 - 1000 Februari SAMA 14 LEBIH
PENDEK
>=3
338 Bagian utara Bangkalan. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 501 - 1000 Januari MAJU 1 13 LEBIH
PENDEK
2
339 Bagian tenggara Bangkalan dan bagian barat daya Sampang. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
3
Bawah
Normal
501 - 1000 Februari MUNDUR
2
12 LEBIH
PENDEK
>=3
340 Bagian utara Sampang dan sebagian Bangkalan. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 501 - 1000 Januari MAJU 1 12 LEBIH
PENDEK
1
341 Bagian timur laut Sampang. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 501 - 1000 Januari MAJU 1 12 LEBIH
PENDEK
>=3
342 Bagian selatan Sampang dan bagian barat Pamekasan. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
2
Bawah
Normal
501 - 1000 Januari MAJU 1 12 LEBIH
PENDEK
>=3
343 Bagian selatan Pamekasan dan Sumenep. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 501 - 1000 Januari MAJU 1 12 LEBIH
PENDEK
>=3
344 Bagian utara Pamekasan dan sebagian Sumenep. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 501 - 1000 Januari MAJU 1 12 LEBIH
PENDEK
>=3
345 Bagian tengah-utara Sumenep. Desember I 2023
( Tanggal 1 - 10 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 1001 - 1500 Januari MAJU 1 13 LEBIH
PENDEK
2
346 Bagian timur Sumenep. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
1
Normal 501 - 1000 Januari SAMA 12 LEBIH
PENDEK
1
347 Kepulauan Kangean, Sumenep. Desember II 2023
( Tanggal 11 - 20 Desember 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Januari SAMA 13 LEBIH
PENDEK
>=3
348 Kepulauan Masalembu, Sumenep. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
2
Normal 1001 - 1500 Januari SAMA 17 LEBIH
PENDEK
2
349 Kepulauan Bawean, Gresik. November III 2023
( Tanggal 21 - 30 November 2023 )
Mundur
1
Bawah
Normal
1001 - 1500 Januari SAMA 17 LEBIH
PENDEK
1