Berkisar antara 142 – 510 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan JANUARI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Oktober Tahun 2023 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan November Tahun 2023 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan JANUARI Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bangkalan, Kamal, dan Kokop. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Galis. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Konang, Modung, dan Socah. BANGKALAN 151 - 200 mm Seluruh: Blega. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian: Konang, Modung, dan Socah. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Galis, Kamal, dan Kokop. BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Arosbaya, Burneh, Geger, Klampis, Kwanyar, Labang, Sepulu, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gambiran, Glagah, Kabat, Rogojampi, dan Siliragung. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Giri. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Banyuwangi, Cluring, Purwoharjo, dan Srono. BANYUWANGI 151 - 200 mm Seluruh: Muncar dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Purwoharjo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Bangorejo, Banyuwangi, Cluring, Srono, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gambiran, Giri, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalipuro, Licin, Rogojampi, Siliragung, dan Songgon. BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Genteng, Kalibaru, Pesanggaran, Sempu, Singojuruh, dan Tegalsari. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Licin, dan Songgon. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Kalipuro. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Wongsorejo. BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gandusari. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Wlingi. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Doko, Garum, Nglegok, dan Selorejo. BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Srengat, Sutojayan, Talun, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Selorejo. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Doko, Garum, dan Nglegok. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gandusari dan Wlingi. BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balen, Bojonegoro, dan Margomulyo. BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian: Kepoh Baru. BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Baureno. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Baureno. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balen, Bojonegoro, Kepoh Baru, dan Margomulyo. BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Malo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Taman Krocok, Tapen, dan Wonosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wringin. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Binakal dan Tamanan. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pujer, Sempol, Sumber Wringin, Taman Krocok, Tapen, Tegalampel, Tlogosari, dan Wonosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Bondowoso, Botolinggo, Cermee, Klabang, Prajekan, Sukosari, dan Tenggarang. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Curah Dami, Jambesari Darus Sholah, Pujer, Sumber Wringin, Taman Krocok, dan Tlogosari. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Grujugan, Maesan, Sempol, dan Tegalampel. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Binakal, Tamanan, dan Wringin. BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Pakem. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Benjeng, Duduksampeyan, dan Menganti. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian: Balongpanggang. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Cerme. GRESIK 201 - 300 mm Sebagian: Cerme. GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balongpanggang, Benjeng, Duduksampeyan, dan Menganti. GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Bungah, Driyorejo, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, dan Wringinanom. GRESIK 301 - 400 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gumuk Mas, Jombang, Puger, dan Umbulsari. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Wuluhan. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kencong. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sukowono. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Kalisat, Kencong, Ledokombo, Panti, dan Sumberjambe. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Jombang, Kaliwates, Pakusari, Puger, Silo, Sukorambi, Sumber Baru, Tanggul, Umbulsari, dan Wuluhan. JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Jenggawah, Mayang, Mumbulsari, Patrang, Rambipuji, Semboro, Sumbersari, dan Tempurejo. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Kaliwates, Pakusari, dan Silo. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Jelbuk, Sukorambi, Sumber Baru, dan Tanggul. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kalisat, Ledokombo, Panti, Sukowono, dan Sumberjambe. JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Sumber Baru. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wonosalam. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bareng dan Mojoagung. JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Mojoagung. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Bareng. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Wonosalam. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Banyakan, Kandangan, Kepung, Mojo, Puncu, dan Semen. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grogol, Ngancar, Plosoklaten, dan Tarokan. KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Gurah, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Purwoasri, Ringinrejo, dan Wates. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Grogol, Mojo, Ngancar, Plosoklaten, dan Tarokan. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyakan, Kandangan, Kepung, Puncu, dan Semen. KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Banyakan. KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian: Mojo dan Semen. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bumiaji. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batu. KOTA BATU 201 - 300 mm Seluruh: Junrejo. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Batu. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bumiaji. KOTA BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun. KOTA MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Lowokwaru. KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Blimbing dan Kedungkandang. KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Klojen dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Babat, Deket, Karang Geneng, Kembangbahu, Mantup, Ngimbang, Sugio, dan Tikung. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Modo dan Turi. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kedungpring, Lamongan, dan Pucuk. LAMONGAN 151 - 200 mm Seluruh: Sukodadi. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Lamongan. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian: Kedungpring dan Pucuk. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Babat, Deket, Karang Geneng, Kembangbahu, Mantup, Modo, Ngimbang, Sugio, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Bluluk, Brondong, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Laren, Maduran, Paciran, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, dan Sukorame. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ranuyoso. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Klakah. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kedungjajang dan Randuagung. LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Candipuro, Gucialit, Jatiroto, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, Rowokangkung, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, Tempeh, Tempursari, dan Yosowilangun. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kedungjajang. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Randuagung. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Klakah dan Ranuyoso. MADIUN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kebonsari. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gemarang, Kare, Kebonsari, dan Pilangkenceng. MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Jiwan, Madiun, Mejayan, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gemarang, Kare, dan Pilangkenceng. MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kawedanan, Nguntoronadi, dan Parang. MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Lembeyan. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Lembeyan. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kawedanan, Nguntoronadi, dan Parang. MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran. MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Jabung dan Singosari. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dau, Karangploso, Ngajum, Pakis, Poncokusumo, Wagir, dan Wonosari. MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Kepanjen, Kromengan, Pagak, Pagelaran, Pakisaji, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, dan Wajak. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dau, Ngajum, Pakis, Poncokusumo, Wagir, dan Wonosari. MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Karangploso. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jabung, Kasembon, Ngantang, Pujon, dan Singosari. MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Lawang. MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kasembon, Ngantang, dan Pujon. MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dawar Blandong. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dlanggu, Jatirejo, Kutorejo, dan Ngoro. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Mojosari dan Pungging. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangsal, Dawar Blandong, dan Puri. MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Gedek, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangsal dan Puri. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Pacet. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dlanggu, Gondang, Jatirejo, Kutorejo, Mojosari, Ngoro, Pungging, dan Trawas. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gondang. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian: Trawas. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Pacet. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngetos dan Sawahan. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Berbek, Loceret, Pace, dan Wilangan. NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Bagor, Baron, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, dan Tanjunganom. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Berbek, Pace, dan Wilangan. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Loceret. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngetos dan Sawahan. NGAWI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bringin dan Padas. NGAWI 151 - 200 mm Sebagian: Kasreman. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bringin, Karangjati, Kasreman, dan Padas. NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bringin. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Karangjati. PACITAN 151 - 200 mm Sebagian: Sudimoro. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sudimoro. PACITAN 201 - 300 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Tegalombo, dan Tulakan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pegantenan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Kadur. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Larangan dan Palengaan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Seluruh: Galis, Pademawu, Pamekasan, Proppo, dan Tlanakan. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Larangan dan Palengaan. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kadur dan Pegantenan. PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Pakong, Pasean, dan Waru. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Lumbang, Tosari, dan Wonorejo. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Gempol, Kejayan, Pasrepan, dan Rembang. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Beji, Grati, Kraton, Nguling, dan Winongan. PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangil, Gondang Wetan, Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Grati, Kraton, Nguling, dan Winongan. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Beji dan Prigen. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Rembang, Tosari, dan Wonorejo. PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Purwodadi, Purwosari, Puspo, Sukorejo, dan Tutur. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pandaan. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Prigen. PASURUAN > 500 mm Sebagian Kecil: Prigen. PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pulung dan Slahung. PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, dan Sawoo. PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Babadan, Mlarak, Sambit, Sampung, dan Siman. PONOROGO 151 - 200 mm Seluruh: Jetis, Kauman, Ponorogo, dan Sukorejo. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Babadan, Mlarak, dan Siman. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Sambit dan Sampung. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Pudak, Pulung, Sawoo, dan Slahung. PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Ngebel, Ngrayun, dan Sooko. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pulung. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Pudak. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gading, Pakuniran, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Besuk, Leces, Lumbang, dan Maron. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bantaran, Dringu, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Sukapura, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Paiton, Pajarakan, Sumber, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dringu, Kotaanyar, Kraksaan, Kuripan, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Bantaran, Gending, Krejengan, dan Sukapura. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Besuk, Gading, Krucil, Leces, Lumbang, Maron, Pakuniran, Tegalsiwalan, dan Tiris. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Banyuanyar. PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Krucil. PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian: Tiris. SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kedungdung, Sampang, dan Torjun. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuates dan Robatal. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Karang Penang. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kedungdung, Sampang, Tambelangan, dan Torjun. SAMPANG 151 - 200 mm Seluruh: Camplong, Jrengik, Omben, Pangarengan, dan Sreseh. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kedungdung dan Tambelangan. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuates, Karang Penang, dan Robatal. SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Ketapang dan Sokobanah. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Krembung. SIDOARJO 201 - 300 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu. SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krembung. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuputih. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Asembagus, Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Mlandingan, dan Suboh. SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Arjasa, Bungatan, Jangkar, Kapongan, Kendit, Mangaran, Panarukan, Panji, dan Situbondo. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Asembagus dan Banyuputih. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian: Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, dan Suboh. SITUBONDO 301 - 400 mm Seluruh: Jatibanteng dan Sumbermalang. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pragaan dan Saronggi. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pragaan dan Saronggi. SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Ambunten, Arjasa, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Raas, Rubaru, Sapeken, dan Talango. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Durenan, Kampak, Panggul, Suruh, dan Trenggalek. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Karangan, Munjungan, dan Pogalan. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gandusari dan Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gandusari. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Durenan, Kampak, Karangan, Munjungan, Panggul, Pogalan, Suruh, dan Trenggalek. TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Bendungan, Dongko, Pule, dan Tugu. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jatirogo, Jenu, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, dan Widang. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Merakurak. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bancar, Kerek, Soko, dan Tambakboyo. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bancar dan Tambakboyo. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Kerek dan Soko. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jatirogo, Jenu, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, dan Widang. TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangilan, Grabagan, Kenduruan, Semanding, Senori, Singgahan, dan Tuban. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Boyolangu, Ngantru, Ngunut, Rejotangan, Sendang, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian: Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bandung, Campur Darat, Kalidawir, dan Pakel. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Seluruh: Besuki dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bandung, Campur Darat, dan Kalidawir. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Pakel. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Boyolangu, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pager Wojo, Pucang Laban, Rejotangan, Sendang, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Gondang dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Sendang. TULUNGAGUNG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JANUARI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Oktober Tahun 2023 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan