Berkisar antara 50 – 559 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan NOVEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Juli Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Agustus Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan NOVEMBER Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Burneh, Galis, Kokop, dan Sepulu. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian: Blega dan Tragah. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Kwanyar, Modung, dan Tanjungbumi. BANGKALAN 101 - 150 mm Seluruh: Kamal, Labang, dan Socah. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Modung dan Tanjungbumi. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Bangkalan dan Kwanyar. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Blega, Burneh, Galis, Geger, Kokop, Sepulu, dan Tragah. BANGKALAN 151 - 200 mm Seluruh: Arosbaya, Klampis, Konang, dan Tanah Merah. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Geger. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Wongsorejo. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Glagah, Kabat, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Giri, Kalipuro, dan Purwoharjo. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Banyuwangi dan Wongsorejo. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi, Gambiran, Licin, Pesanggaran, Songgon, Tegalsari, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Glagah, Siliragung, dan Singojuruh. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Giri, Kabat, Kalipuro, Purwoharjo, Srono, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 151 - 200 mm Seluruh: Muncar dan Rogojampi. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Giri, Kabat, Kalibaru, dan Kalipuro. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Bangorejo, Cluring, Glenmore, dan Srono. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gambiran, Genteng, Glagah, Licin, Pesanggaran, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Songgon, dan Tegalsari. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Genteng, Licin, Pesanggaran, dan Sempu. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Songgon. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Glenmore dan Kalibaru. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Garum, Nglegok, Sanankulon, Selopuro, dan Talun. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Kanigoro dan Sutojayan. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Doko, Gandusari, Selorejo, dan Wlingi. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Garum, Kanigoro, Kesamben, Nglegok, Sanankulon, Selopuro, Sutojayan, dan Talun. BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Panggungrejo, Ponggok, Srengat, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kesamben, Selopuro, dan Talun. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Gandusari, Garum, dan Nglegok. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Doko, Selorejo, dan Wlingi. BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Doko, Garum, dan Nglegok. BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Gandusari dan Wlingi. BLITAR > 500 mm Sebagian Kecil: Gandusari. BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balen, Kapas, Kasiman, Malo, dan Trucuk. BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian: Bojonegoro, Kedewan, dan Kepoh Baru. BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Baureno dan Kanor. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Baureno. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Kanor. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balen, Bojonegoro, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Tambakrejo, dan Trucuk. BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kedungadem, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, dan Temayang. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Tambakrejo. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Margomulyo. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sempol, Wonosari, dan Wringin. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Botolinggo, Taman Krocok, dan Tapen. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Cermee, Klabang, dan Prajekan. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Klabang, Prajekan, Sumber Wringin, dan Tlogosari. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Cermee, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pujer, Sempol, Sukosari, dan Tamanan. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Binakal, Botolinggo, Curah Dami, Grujugan, Pakem, Taman Krocok, Tapen, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin. BONDOWOSO 151 - 200 mm Seluruh: Bondowoso dan Tegalampel. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Binakal, Botolinggo, Curah Dami, Tapen, Tenggarang, dan Wonosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Grujugan, Pakem, dan Sempol. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pujer, Sukosari, Sumber Wringin, Tamanan, dan Tlogosari. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Cerme, Dukun, dan Ujungpangkah. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian: Driyorejo dan Menganti. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bungah, Duduksampeyan, dan Sidayu. GRESIK 101 - 150 mm Seluruh: Gresik, Kebomas, dan Manyar. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bungah. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian: Duduksampeyan dan Sidayu. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Cerme, Driyorejo, Dukun, Menganti, dan Ujungpangkah. GRESIK 151 - 200 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, Panceng, dan Wringinanom. GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Puger dan Wuluhan. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ambulu, Balung, Gumuk Mas, Jelbuk, dan Sukowono. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Puger. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Besar: Wuluhan. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Kaliwates, Patrang, dan Wuluhan. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambulu, Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Jombang, Panti, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumbersari, Tanggul, dan Tempurejo. JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Ajung, Arjasa, Jenggawah, Kalisat, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Sumberjambe, dan Umbulsari. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Jombang, Rambipuji, Silo, Sumbersari, dan Tempurejo. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Panti, Semboro, Sukorambi, dan Tanggul. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kaliwates dan Patrang. JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Sumber Baru. JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ngusikan dan Sumobito. JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian: Kesamben dan Mojoagung. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Wonosalam. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bareng, Kesamben, Mojoagung, Ngusikan, dan Sumobito. JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kudu, Megaluh, Mojowarno, Ngoro, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, dan Tembelang. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bareng. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Wonosalam. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Mojo. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Kepung, Puncu, dan Semen. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Kandangan, Ngancar, Plosoklaten, dan Tarokan. KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Gurah, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Purwoasri, Ringinrejo, dan Wates. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Tarokan. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Banyakan, Grogol, Kandangan, Ngancar, Plosoklaten, dan Semen. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kepung, Mojo, dan Puncu. KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Banyakan. KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian: Mojo dan Semen. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bumiaji. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian: Batu. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Junrejo. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Junrejo. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Batu dan Bumiaji. KOTA BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sukorejo. KOTA BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kepanjenkidul dan Sananwetan. KOTA BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kepanjenkidul. KOTA BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Sananwetan. KOTA BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sukorejo. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Bugulkidul dan Gadingrejo. KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Panggungrejo dan Purworejo. KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Panggungrejo. KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Purworejo. KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bugulkidul dan Gadingrejo. KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Wonoasih. KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Seluruh: Kademangan. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Wonoasih. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pakal. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pakal. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Karangbinangun, Paciran, dan Solokuro. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian: Brondong. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Glagah. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kedungpring, Modo, dan Sambeng. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Glagah. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Babat, Brondong, Karangbinangun, Laren, Maduran, Mantup, Paciran, Sekaran, Solokuro, dan Sugio. LAMONGAN 151 - 200 mm Seluruh: Deket, Kalitengah, Karang Geneng, Kembangbahu, Lamongan, Pucuk, Sarirejo, Sukodadi, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Babat, Laren, Maduran, Mantup, dan Sekaran. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian: Sugio. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kedungpring, Modo, dan Sambeng. LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Bluluk, Ngimbang, dan Sukorame. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jatiroto, Kedungjajang, Klakah, Kunir, Senduro, dan Tekung. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Gucialit dan Ranuyoso. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Rowokangkung dan Yosowilangun. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Yosowilangun. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Rowokangkung. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gucialit, Jatiroto, Kedungjajang, Klakah, Kunir, Ranuyoso, Senduro, dan Tekung. LUMAJANG 301 - 400 mm Seluruh: Candipuro, Lumajang, Padang, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, Randuagung, Sukodono, Sumbersuko, Tempeh, dan Tempursari. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kare dan Pilangkenceng. MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kare dan Pilangkenceng. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Magetan. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian: Ngariboyo dan Poncol. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Karas, Parang, dan Sukomoro. MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Maospati, Nguntoronadi, dan Takeran. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Parang. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian: Karas dan Sukomoro. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Magetan, Ngariboyo, dan Poncol. MAGETAN 301 - 400 mm Seluruh: Panekan, Plaosan, dan Sidorejo. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ampelgading, Bantur, Dau, Gedangan, Kasembon, Pagak, Poncokusumo, Turen, dan Wajak. MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Dampit, Gondanglegi, Kalipare, Pagelaran, dan Tirto Yudo. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Donomulyo. MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Donomulyo. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Bantur, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Kasembon, Ngantang, Pagak, Pagelaran, Poncokusumo, Tirto Yudo, Turen, dan Wajak. MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Bululawang, Jabung, Karangploso, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tumpang, Wagir, dan Wonosari. MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngantang. MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ngoro. MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gondang, Jatirejo, dan Kutorejo. MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian: Dlanggu, Puri, dan Trowulan. MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangsal, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pungging, dan Sooko. MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Dawar Blandong, Gedek, dan Jetis. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Mojoanyar dan Mojosari. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Bangsal, Kemlagi, Ngoro, Pungging, dan Sooko. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dlanggu, Gondang, Jatirejo, Kutorejo, Pacet, Puri, dan Trowulan. MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Trawas. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gondang, Jatirejo, dan Pacet. NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bagor, Rejoso, dan Sukomoro. NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian: Nganjuk. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Ngetos dan Sawahan. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bagor, Loceret, Nganjuk, Rejoso, dan Sukomoro. NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Loceret. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngetos dan Sawahan. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kasreman, Kendal, Ngrambe, dan Sine. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Bringin. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gerih, Karangjati, Kedunggalar, Ngawi, Padas, Paron, dan Widodaren. NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Geneng, Karanganyar, Kwadungan, Mantingan, Pangkur, dan Pitu. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Paron dan Widodaren. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Gerih, Karangjati, Kedunggalar, Ngawi, dan Padas. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bringin, Kasreman, Kendal, Ngrambe, dan Sine. NGAWI 301 - 400 mm Seluruh: Jogorogo. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bandar dan Tegalombo. PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngadirojo, Sudimoro, dan Tulakan. PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Arjosari, Bandar, Pringkuku, dan Tegalombo. PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Donorojo, Nawangan, dan Punung. PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Tegalombo. PACITAN 401 - 500 mm Sebagian: Arjosari dan Pringkuku. PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Ngadirojo, Sudimoro, dan Tulakan. PACITAN 401 - 500 mm Seluruh: Kebonagung dan Pacitan. PACITAN > 500 mm Sebagian Kecil: Tulakan. PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pegantenan. PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian: Kadur. PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Larangan dan Palengaan. PAMEKASAN 101 - 150 mm Seluruh: Galis, Pademawu, Pamekasan, Proppo, dan Tlanakan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Larangan dan Palengaan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kadur, Pakong, Pegantenan, dan Waru. PAMEKASAN 151 - 200 mm Seluruh: Batu Marmar dan Pasean. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Waru. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian: Pakong. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kraton. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kejayan, Pandaan, dan Winongan. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Gempol dan Rembang. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Beji, Gondang Wetan, Grati, Kraton, dan Nguling. PASURUAN 101 - 150 mm Seluruh: Bangil, Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso. PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pasrepan, Purwosari, Sukorejo, dan Wonorejo. PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Beji, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Nguling, dan Pandaan. PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gempol, Lumbang, Rembang, dan Winongan. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Rembang dan Tutur. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Gempol, Lumbang, dan Purwodadi. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kejayan, Pandaan, Pasrepan, Prigen, Purwosari, Puspo, Sukorejo, Tosari, dan Wonorejo. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pasrepan, Prigen, dan Purwosari. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Puspo dan Tosari. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Purwodadi dan Tutur. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngrayun. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Pulung dan Sooko. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Badegan, Jambon, Jenangan, Ngebel, dan Slahung. PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Balong, Bungkal, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, dan Sukorejo. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Badegan, Jambon, dan Jenangan. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Ngebel dan Slahung. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngrayun, Pulung, dan Sooko. PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Pudak. PONOROGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngrayun. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kotaanyar. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Paiton. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gending, Maron, dan Pakuniran. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Besuk, Krejengan, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kotaanyar, Kraksaan, Paiton, Pajarakan, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuanyar, Kotaanyar, Kraksaan, Krucil, Pajarakan, Sukapura, Sumber, Sumberasih, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Gading, Leces, dan Maron. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bantaran, Besuk, Dringu, Gending, Krejengan, Kuripan, Lumbang, Pakuniran, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dringu dan Gending. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Bantaran, Kuripan, Lumbang, Maron, dan Tiris. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuanyar, Gading, Krucil, Leces, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krucil, Sukapura, dan Sumber. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Tiris. SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sokobanah. SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian: Banyuates, Jrengik, Karang Penang, dan Kedungdung. SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ketapang, Omben, Pangarengan, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 101 - 150 mm Seluruh: Camplong dan Sampang. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Omben, Pangarengan, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Ketapang. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Banyuates, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, dan Sokobanah. SAMPANG 151 - 200 mm Seluruh: Robatal dan Tambelangan. SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Krembung. SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Candi, Porong, Sidoarjo, Sukodono, Taman, dan Tanggulangin. SIDOARJO 101 - 150 mm Seluruh: Buduran, Gedangan, Jabon, Sedati, dan Waru. SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Candi, Porong, Sidoarjo, Taman, dan Tanggulangin. SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian: Sukodono. SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Krembung. SIDOARJO 151 - 200 mm Seluruh: Balong Bendo, Krian, Prambon, Tarik, Tulangan, dan Wonoayu. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Banyuputih. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Mlandingan, Panarukan, dan Situbondo. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Arjasa, Besuki, Panji, dan Suboh. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Asembagus, Banyuputih, Jangkar, dan Kapongan. SITUBONDO 51 - 100 mm Seluruh: Mangaran. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Banyuputih, Jangkar, dan Sumbermalang. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Asembagus, Kapongan, dan Suboh. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arjasa, Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, Panarukan, Panji, dan Situbondo. SITUBONDO 101 - 150 mm Seluruh: Banyuglugur, Bungatan, dan Kendit. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Arjasa dan Suboh. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Jatibanteng dan Mlandingan. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Sumbermalang. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sumbermalang. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Batuan, Gapura, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, dan Pragaan. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bluto, Giligenteng, Kalianget, Sapeken, Saronggi, dan Talango. SUMENEP 101 - 150 mm Seluruh: Gayam, Nonggunong, dan Raas. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Giligenteng, Kalianget, Sapeken, Saronggi, dan Talango. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Bluto. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Besar: Batuan, Gapura, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, dan Pragaan. SUMENEP 151 - 200 mm Seluruh: Ambunten, Arjasa, Batang Batang, Batuputih, Dasuk, Dungkek, Ganding, Guluk Guluk, Manding, Masalembu, Pasongsongan, dan Rubaru. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kampak dan Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Pule. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bendungan, Suruh, dan Trenggalek. TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Durenan, Gandusari, Karangan, Pogalan, dan Tugu. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Munjungan dan Trenggalek. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Bendungan, Panggul, dan Suruh. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dongko, Kampak, Pule, dan Watulimo. TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Dongko, Kampak, dan Watulimo. TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Besar: Munjungan dan Panggul. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jenu, Merakurak, Palang, dan Semanding. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Tuban. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Singgahan dan Tuban. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Kenduruan dan Parengan. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangilan, Jatirogo, Jenu, Kerek, Merakurak, Montong, Palang, Semanding, Senori, Soko, Tambakboyo, dan Widang. TUBAN 151 - 200 mm Seluruh: Bancar, Grabagan, Plumpang, dan Rengel. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kerek, Soko, Tambakboyo, dan Widang. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Bangilan, Jatirogo, Montong, dan Senori. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kenduruan, Parengan, dan Singgahan. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kalidawir dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo dan Sendang. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Besuki, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Bandung, Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pakel, Rejotangan, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Besuki, Karangrejo, dan Kauman. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Sendang. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pager Wojo. TULUNGAGUNG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo. TULUNGAGUNG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Juli Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan