( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 158 - 501 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan DESEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan September Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan DESEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Socah.
BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Geger dan Socah.
BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Sepulu, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Geger.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi, Giri, dan Glagah.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Licin, Pesanggaran, dan Songgon.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Sempu.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Genteng, Giri, Glagah, Kalipuro, Siliragung, Singojuruh, Tegalsari, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Bangorejo, Cluring, Gambiran, Kabat, Muncar, Purwoharjo, Rogojampi, Srono, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Giri, Singojuruh, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Genteng, Glagah, Kalipuro, Siliragung, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Glenmore, Licin, Pesanggaran, Sempu, dan Songgon.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Seluruh: Kalibaru.
BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sanankulon dan Wonotirto.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bakung, Kademangan, dan Ponggok.
BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Srengat, Udanawu, dan Wonodadi.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bakung.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Gandusari, Kademangan, dan Ponggok.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Doko, Garum, Nglegok, Sanankulon, Wlingi, dan Wonotirto.
BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Binangun, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Selopuro, Selorejo, Sutojayan, Talun, dan Wates.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Doko, Garum, dan Nglegok.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Wlingi.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Besar: Gandusari.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Botolinggo, Klabang, dan Prajekan.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Pujer, Sempol, Sukosari, dan Sumber Wringin.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Botolinggo.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Binakal, Bondowoso, Cermee, Curah Dami, Klabang, Pakem, Prajekan, Tapen, Tenggarang, dan Wonosari.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Taman Krocok, Tegalampel, dan Wringin.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bondowoso, Cermee, Tapen, Tenggarang, dan Wonosari.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Binakal, Botolinggo, Curah Dami, dan Pakem.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Pujer, Sempol, Sukosari, dan Sumber Wringin.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Maesan, Tamanan, dan Tlogosari.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Panceng.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian: Duduksampeyan, Dukun, dan Sidayu.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bungah dan Manyar.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Manyar.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian: Bungah.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Duduksampeyan, Dukun, Panceng, dan Sidayu.
GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Driyorejo, Gresik, Kebomas, Kedamean, Menganti, Ujungpangkah, dan Wringinanom.
GRESIK 401 - 500 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Rambipuji, Semboro, dan Tanggul.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Bangsalsari.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balung, Jombang, Puger, Umbulsari, dan Wuluhan.
JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Gumuk Mas dan Kencong.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Balung, Puger, dan Umbulsari.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Jombang dan Wuluhan.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bangsalsari, Ledokombo, Panti, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukowono, Sumberjambe, Tanggul, dan Tempurejo.
JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Jelbuk, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Sukorambi, Sumber Baru, dan Sumbersari.
JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ledokombo, Panti, Silo, Sukowono, dan Tempurejo.
JEMBER 401 - 500 mm Sebagian: Sumberjambe.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wonosalam.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bareng dan Mojoagung.
JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Mojoagung.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Bareng.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Wonosalam.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Banyakan, Kandangan, Kepung, Mojo, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grogol dan Tarokan.
KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Gurah, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Purwoasri, Ringinrejo, dan Wates.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Grogol dan Tarokan.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyakan, Kandangan, Kepung, Mojo, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Mojo dan Semen.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Junrejo.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Junrejo.
KOTA BATU 301 - 400 mm Seluruh: Batu dan Bumiaji.
KOTA BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bugulkidul dan Purworejo.
KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Panggungrejo.
KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bugulkidul, Panggungrejo, dan Purworejo.
KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Gadingrejo.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kalitengah, Karangbinangun, dan Solokuro.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Glagah.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, dan Solokuro.
LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Deket, Karang Geneng, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung, dan Turi.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gucialit, Kedungjajang, Pasrujambe, Randuagung, Ranuyoso, Rowokangkung, dan Senduro.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Lumajang, Padang, Pasirian, Sukodono, Tekung, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Kunir, Sumbersuko, dan Tempeh.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Lumajang, Pasirian, Sukodono, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Candipuro, Padang, dan Tekung.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kedungjajang, Pasrujambe, Randuagung, Ranuyoso, Rowokangkung, dan Senduro.
LUMAJANG 301 - 400 mm Seluruh: Jatiroto, Klakah, Pronojiwo, dan Tempursari.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kare.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dagangan, Gemarang, Saradan, dan Wungu.
MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Dolopo, Geger, Jiwan, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Sawahan, dan Wonoasri.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dagangan dan Wungu.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Gemarang dan Saradan.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kare.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Magetan, Ngariboyo, dan Sidorejo.
MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Maospati, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sukomoro, dan Takeran.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Magetan, Ngariboyo, dan Sidorejo.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dau dan Karangploso.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dau, Karangploso, dan Ngantang.
MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngantang.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Jatirejo.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dlanggu, Kutorejo, Ngoro, dan Pungging.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Gedek, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Puri, Sooko, dan Trowulan.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dlanggu dan Pungging.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Kutorejo dan Ngoro.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gondang, Jatirejo, Pacet, dan Trawas.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gondang.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian: Pacet dan Trawas.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Berbek dan Loceret.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bagor, Gondang, Ngluyu, Pace, Rejoso, dan Wilangan.
NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Baron, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngronggot, Patianrowo, Prambon, Sukomoro, dan Tanjunganom.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bagor, Gondang, dan Ngluyu.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Pace, Rejoso, dan Wilangan.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Berbek dan Loceret.
NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Ngetos dan Sawahan.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Ngrambe.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jogorogo dan Sine.
NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, dan Widodaren.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jogorogo.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Sine.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngrambe.
PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bandar dan Tegalombo.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian: Tulakan.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Arjosari, Bandar, Ngadirojo, Pringkuku, dan Tegalombo.
PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Donorojo, Nawangan, Punung, dan Sudimoro.
PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Arjosari.
PACITAN 401 - 500 mm Sebagian: Ngadirojo dan Pringkuku.
PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Tulakan.
PACITAN 401 - 500 mm Seluruh: Kebonagung dan Pacitan.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pamekasan.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Pademawu.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Galis dan Larangan.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Galis.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian: Larangan.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pademawu dan Pamekasan.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pakong, Palengaan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
PASURUAN 201 – 300 mm Sebagian Kecil: Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Sukorejo, dan Wonorejo.
PASURUAN 201 – 300 mm Sebagian: Kejayan.
PASURUAN 201 – 300 mm Sebagian Besar: Beji, Gempol, Grati, Nguling, Rembang, dan Winongan.
PASURUAN 201 – 300 mm Seluruh: Bangil, Gondang Wetan, Kraton, Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Beji, Grati, Nguling, Rembang, dan Winongan.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Gempol dan Prigen.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Sukorejo, dan Wonorejo.
PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Purwodadi, Purwosari, Puspo, Tosari, dan Tutur.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pandaan.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Prigen.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pudak.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Ngebel dan Ngrayun.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Badegan, Jambon, Pulung, Slahung, dan Sooko.
PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Balong, Bungkal, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, dan Sukorejo.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Badegan, Jambon, dan Sooko.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Pulung dan Slahung.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngebel, Ngrayun, dan Pudak.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gending, Kraksaan, Maron, dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Krejengan.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pajarakan.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gading, Pajarakan, Sukapura, dan Tiris.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Besuk, Lumbang, Pakuniran, dan Sumber.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Gending, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Maron, Sumberasih, Tegalsiwalan, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Dringu, Kotaanyar, Leces, dan Paiton.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Banyuanyar, Kraksaan, Krejengan, Tegalsiwalan, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Bantaran dan Kuripan.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Besuk, Gading, Krucil, Lumbang, Pakuniran, Sukapura, Sumber, dan Tiris.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Krucil.
SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
SIDOARJO 201 - 300 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Asembagus, Banyuputih, dan Situbondo.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Panji.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kapongan dan Mangaran.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Mangaran.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Kapongan.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Jatibanteng, Panji, Situbondo, dan Sumbermalang.
SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Banyuglugur, Besuki, Bungatan, Jangkar, Kendit, Mlandingan, Panarukan, dan Suboh.
SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, dan Jatibanteng.
SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian: Sumbermalang.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kangayan.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian: Sapeken.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Raas.
SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Saronggi, dan Talango.
SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Raas.
SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kangayan dan Sapeken.
SUMENEP 301 - 400 mm Seluruh: Arjasa.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gandusari.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dongko.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Kampak, Pule, dan Watulimo.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bendungan, Gandusari, dan Suruh.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Durenan, Karangan, Pogalan, Trenggalek, dan Tugu.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Bendungan dan Suruh.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dongko, Kampak, Munjungan, Pule, dan Watulimo.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Seluruh: Panggul.
TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Munjungan.
TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Singgahan.
TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangilan, Kerek, dan Montong.
TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bancar, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Merakurak, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
TUBAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangilan, Kerek, dan Montong.
TUBAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Singgahan.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sendang.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Pager Wojo.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Karangrejo dan Rejotangan.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Bandung, Besuki, Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Kalidawir, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pakel, Pucang Laban, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Karangrejo dan Rejotangan.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pager Wojo dan Sendang.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).