( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JANUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Oktober Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JANUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Oktober Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 190 – 671 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan JANUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Oktober Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan November Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan JANUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Oktober Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian: Geger.
BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Burneh, Galis, Sepulu, dan Tanah Merah.
BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Blega, Kamal, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Socah, Tanjungbumi, dan Tragah.
BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangkalan dan Galis.
BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian: Burneh, Sepulu, dan Tanah Merah.
BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Geger.
BANGKALAN 301 - 400 mm Seluruh: Arosbaya dan Klampis.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Kalipuro, dan Songgon.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Licin, Pesanggaran, dan Siliragung.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Genteng, Giri, Glagah, Kabat, Purwoharjo, Rogojampi, Sempu, dan Singojuruh.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Banyuwangi, Cluring, Gambiran, Muncar, Srono, Tegaldlimo, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Genteng, Kabat, dan Purwoharjo.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Bangorejo, Giri, Glagah, Kalibaru, Rogojampi, Sempu, dan Singojuruh.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Glenmore, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Siliragung, Songgon, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Kalipuro, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kalibaru.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Garum, Kesamben, Nglegok, Selopuro, Selorejo, dan Talun.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ponggok.
BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Kanigoro, Panggungrejo, Sanankulon, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ponggok.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Besar: Gandusari, Garum, Kesamben, Nglegok, Selopuro, Selorejo, dan Talun.
BLITAR 401 - 500 mm Seluruh: Doko dan Wlingi.
BLITAR > 500 mm Sebagian Kecil: Gandusari.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bubulan, Ngambon, Sugihwaras, dan Temayang.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Kedungadem, Margomulyo, Ngraho, Sukosewu, dan Tambakrejo.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balen, Bojonegoro, Dander, Kapas, dan Ngasem.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Baureno, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Padangan, Purwosari, Sumberejo, dan Trucuk.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Balen, Dander, dan Kapas.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Bojonegoro dan Ngasem.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bubulan, Kedungadem, Margomulyo, Ngambon, Ngraho, Sugihwaras, Sukosewu, Tambakrejo, dan Temayang.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Seluruh: Gondang dan Sekar.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Klabang, Prajekan, dan Wonosari.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Taman Krocok dan Tapen.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Cermee.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Grujugan.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Cermee, Jambesari Darus Sholah, Pujer, dan Tlogosari.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Klabang, Pakem, Prajekan, Sumber Wringin, Taman Krocok, Tapen, dan Wonosari.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Botolinggo, Sempol, Sukosari, Tegalampel, Tenggarang, dan Wringin.
BONDOWOSO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Bondowoso dan Sumber Wringin.
BONDOWOSO 401 - 500 mm Sebagian: Binakal, Curah Dami, dan Pakem.
BONDOWOSO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Pujer, dan Tlogosari.
BONDOWOSO 401 - 500 mm Seluruh: Maesan dan Tamanan.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian: Driyorejo dan Wringinanom.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kedamean.
GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah.
GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kedamean.
GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Driyorejo dan Wringinanom.
GRESIK 301 - 400 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jombang.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ajung, Ledokombo, dan Silo.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Bangsalsari, Jenggawah, dan Rambipuji.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ambulu, Jombang, Tanggul, dan Tempurejo.
JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Balung, Gumuk Mas, Kencong, Puger, Semboro, Sumber Baru, Umbulsari, dan Wuluhan.
JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ambulu.
JEMBER 401 - 500 mm Sebagian: Tanggul dan Tempurejo.
JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Besar: Ajung, Bangsalsari, Jenggawah, Ledokombo, Rambipuji, dan Silo.
JEMBER 401 - 500 mm Seluruh: Arjasa, Jelbuk, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Sukorambi, Sukowono, Sumberjambe, dan Sumbersari.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngusikan, Plandaan, dan Ploso.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kabuh.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bareng dan Wonosalam.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Kabuh.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Plandaan, dan Ploso.
JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kesamben, Kudu, Megaluh, Perak, Peterongan, Sumobito, dan Tembelang.
JOMBANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Mojoagung, Mojowarno, dan Ngoro.
JOMBANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Bareng dan Wonosalam.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kepung, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Banyakan, Kandangan, Mojo, dan Ngancar.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Grogol, Gurah, Pare, Tarokan, dan Wates.
KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Ngasem, Pagu, Papar, Plemahan, Purwoasri, dan Ringinrejo.
KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gurah, Pare, dan Wates.
KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian: Grogol dan Tarokan.
KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Besar: Banyakan, Kandangan, Kepung, Mojo, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
KEDIRI > 500 mm Sebagian Kecil: Kepung.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bumiaji.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Batu.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Junrejo.
KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Junrejo.
KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Besar: Batu dan Bumiaji.
KOTA BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
KOTA MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun.
KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Lowokwaru.
KOTA MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Lowokwaru.
KOTA MALANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
KOTA PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Panggungrejo.
KOTA PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wonoasih.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan.
KOTA PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kademangan, Kanigaran, dan Kedopok.
KOTA PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Mayangan.
KOTA PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Wonoasih.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Rungkut.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gayungan, Lakarsantri, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Genteng, Gubeng, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Wiyung, dan Wonokromo.
KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gayungan, Lakarsantri, dan Wonocolo.
KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian: Sukolilo dan Tenggilis Mejoyo.
KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian Besar: Rungkut.
KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Seluruh: Gunung Anyar.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sukorame.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bluluk, Brondong, Paciran, Sambeng, dan Solokuro.
LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bluluk, Brondong, Paciran, Sambeng, dan Solokuro.
LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sukorame.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jatiroto, Kunir, dan Lumajang.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Tekung dan Yosowilangun.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Rowokangkung.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Rowokangkung.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Kunir, Lumajang, Pasrujambe, Senduro, Tekung, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 301 - 400 mm Seluruh: Candipuro, Gucialit, Kedungjajang, Klakah, Padang, Pasirian, Pronojiwo, Randuagung, Ranuyoso, Sukodono, Sumbersuko, Tempeh, dan Tempursari.
LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pasrujambe dan Senduro.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kebonsari.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Kare.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dagangan, Gemarang, Kebonsari, dan Saradan.
MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Balerejo, Dolopo, Geger, Jiwan, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
MADIUN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Dagangan dan Saradan.
MADIUN 401 - 500 mm Sebagian: Gemarang.
MADIUN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kare.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lembeyan.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian: Lembeyan.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Karas, Magetan, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, dan Sidorejo.
MAGETAN 301 - 400 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Kartoharjo, Kawedanan, Maospati, Nguntoronadi, Parang, Poncol, Sukomoro, dan Takeran.
MAGETAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Karas, Ngariboyo, Plaosan, dan Sidorejo.
MAGETAN 401 - 500 mm Sebagian: Magetan dan Panekan.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Singosari, Tumpang, dan Wagir.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Wonosari.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dau, Karangploso, Kromengan, Ngajum, Pakisaji, Poncokusumo, dan Tajinan.
MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Kepanjen, Pagak, Pagelaran, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tirto Yudo, Turen, dan Wajak.
MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kromengan dan Tajinan.
MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Dau, Karangploso, Ngajum, Ngantang, Pakisaji, dan Poncokusumo.
MALANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kasembon, Pujon, Singosari, Tumpang, Wagir, dan Wonosari.
MALANG 401 - 500 mm Seluruh: Jabung, Lawang, dan Pakis.
MALANG > 500 mm Sebagian Kecil: Kasembon dan Pujon.
MALANG > 500 mm Sebagian Besar: Ngantang.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jetis dan Kemlagi.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dawar Blandong.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dawar Blandong, Pacet, dan Trawas.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Jatirejo.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dlanggu, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Ngoro, dan Pungging.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Bangsal, Gedek, Mojoanyar, Mojosari, Puri, Sooko, dan Trowulan.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kutorejo, Ngoro, dan Pungging.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian: Dlanggu.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Jatirejo, Pacet, dan Trawas.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Seluruh: Gondang.
MOJOKERTO > 500 mm Sebagian Kecil: Pacet.
MOJOKERTO > 500 mm Sebagian: Trawas.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngetos.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Loceret.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Berbek, Pace, dan Wilangan.
NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Bagor, Baron, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, dan Tanjunganom.
NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Wilangan.
NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian: Berbek dan Pace.
NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian Besar: Loceret, Ngetos, dan Sawahan.
NGANJUK > 500 mm Sebagian: Sawahan.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Padas.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Bringin, Kedunggalar, Ngawi, Paron, dan Pitu.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kasreman.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jogorogo dan Ngrambe.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Kasreman, Kendal, dan Sine.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bringin, Kedunggalar, Ngawi, Padas, Paron, Pitu, dan Widodaren.
NGAWI 301 - 400 mm Seluruh: Geneng, Gerih, Karanganyar, Karangjati, Kwadungan, Mantingan, dan Pangkur.
NGAWI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kedunggalar dan Widodaren.
NGAWI 401 - 500 mm Sebagian Besar: Jogorogo, Kendal, Ngrambe, dan Sine.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pacitan.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian: Kebonagung.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Arjosari, Ngadirojo, Pringkuku, dan Tulakan.
PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Bandar, Donorojo, Nawangan, Punung, Sudimoro, dan Tegalombo.
PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Arjosari dan Ngadirojo.
PACITAN 401 - 500 mm Sebagian: Pringkuku dan Tulakan.
PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kebonagung dan Pacitan.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Galis dan Larangan.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Galis dan Larangan.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gempol, Kraton, Pohjentrek, dan Rejoso.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Lumbang, Pandaan, Sukorejo, dan Wonorejo.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Pasrepan.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Beji, Gempol, Grati, Kejayan, Kraton, Nguling, Pohjentrek, Rejoso, Rembang, dan Winongan.
PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Bangil, Gondang Wetan, dan Lekok.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Beji, Grati, Nguling, Prigen, Rembang, dan Winongan.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Gempol dan Kejayan.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Purwodadi, Sukorejo, dan Wonorejo.
PASURUAN 401 - 500 mm Seluruh: Purwosari, Puspo, Tosari, dan Tutur.
PASURUAN > 500 mm Sebagian Kecil: Pandaan, Purwodadi, dan Sukorejo.
PASURUAN > 500 mm Sebagian Besar: Prigen.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bungkal, Sambit, dan Sawoo.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Balong, Jambon, Jenangan, dan Slahung.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Babadan, Badegan, Jetis, Kauman, Mlarak, Sampung, dan Siman.
PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Ponorogo dan Sukorejo.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Babadan, Jetis, Kauman, dan Siman.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Badegan, Mlarak, Pudak, dan Sampung.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Ngebel, Pulung, Sambit, Sawoo, dan Slahung.
PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Ngrayun dan Sooko.
PONOROGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngebel dan Pulung.
PONOROGO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Pudak.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kraksaan, Krejengan, dan Pajarakan.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gading, Kotaanyar, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Gending dan Maron.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kraksaan, Krejengan, Paiton, Pajarakan, dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krucil dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Lumbang, Paiton, dan Sukapura.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bantaran, Gading, Gending, Kotaanyar, Maron, Sumber, Tiris, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Banyuanyar, Besuk, Dringu, Leces, Pakuniran, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gading, Sumber, dan Tongas.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian: Bantaran, Tiris, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Krucil, Kuripan, Lumbang, dan Sukapura.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sokobanah.
SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
SAMPANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sokobanah.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jabon, Taman, dan Waru.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Porong.
SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jabon, Porong, Taman, dan Waru.
SIDOARJO 301 - 400 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Krembung, Krian, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, dan Wonoayu.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Panarukan.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Asembagus, Banyuputih, dan Situbondo.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjasa, Mangaran, dan Panji.
SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Jangkar dan Kapongan.
SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Mangaran dan Panji.
SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian: Arjasa.
SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Asembagus, Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Jatibanteng, Panarukan, Situbondo, dan Sumbermalang.
SITUBONDO 301 - 400 mm Seluruh: Bungatan, Kendit, Mlandingan, dan Suboh.
SITUBONDO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur.
SITUBONDO 401 - 500 mm Sebagian: Besuki, Jatibanteng, dan Sumbermalang.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambunten, Dasuk, dan Raas.
SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Saronggi, dan Talango.
SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ambunten dan Raas.
SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian: Dasuk.
SUMENEP 301 - 400 mm Seluruh: Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Dongko.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bendungan, Kampak, Pule, dan Suruh.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Seluruh: Durenan, Gandusari, Karangan, Munjungan, Panggul, Pogalan, Trenggalek, Tugu, dan Watulimo.
TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Bendungan, Kampak, Pule, dan Suruh.
TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Besar: Dongko.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bancar.
TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bancar.
TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bandung, Besuki, Kalidawir, Pakel, dan Pucang Laban.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Campur Darat.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Tanggung Gunung.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sendang.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Tanggung Gunung.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Campur Darat, Kalidawir, Pager Wojo, Pakel, dan Pucang Laban.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Seluruh: Boyolangu, Gondang, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 401 - 500 mm Sebagian: Pager Wojo.
TULUNGAGUNG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Sendang.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).