Berkisar antara 160 – 568 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan FEBRUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan November Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Desember Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan FEBRUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan November Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Galis dan Kokop. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Blega, Konang, dan Modung. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Blega. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian: Konang dan Modung. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Galis dan Kokop. BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Burneh, Geger, Kamal, Klampis, Kwanyar, Labang, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Licin, Pesanggaran, Sempu, Songgon, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Gambiran, Glenmore, Kalibaru, dan Kalipuro. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Giri, Glagah, Kabat, Siliragung, Singojuruh, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Banyuwangi, Muncar, Purwoharjo, Rogojampi, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Cluring, Giri, Kabat, Singojuruh, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Glagah dan Siliragung. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gambiran, Glenmore, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Sempu, Songgon, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 301 - 400 mm Seluruh: Genteng. BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kanigoro, Kesamben, dan Talun. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Srengat. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Binangun, Kademangan, Panggungrejo, Selorejo, Sutojayan, Udanawu, dan Wonodadi. BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Bakung, Wates, dan Wonotirto. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Binangun, Panggungrejo, dan Wonodadi. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Kademangan, Selorejo, Sutojayan, dan Udanawu. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gandusari, Kanigoro, Kesamben, Srengat, dan Talun. BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Doko, Garum, Nglegok, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, dan Wlingi. BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Gandusari. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sekar. BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sekar. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sukosari dan Sumber Wringin. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Wonosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Klabang, Taman Krocok, dan Tapen. BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Prajekan. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Cermee, Klabang, dan Tapen. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Botolinggo dan Taman Krocok. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sukosari, Sumber Wringin, dan Wonosari. BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Pujer, Sempol, Tamanan, Tegalampel, Tenggarang, Tlogosari, dan Wringin. GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, dan Wringinanom. GRESIK 301 - 400 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ajung, Silo, Sumber Baru, Tanggul, dan Tempurejo. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Bangsalsari, Jenggawah, dan Rambipuji. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambulu, Jombang, dan Semboro. JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Balung, Gumuk Mas, Kencong, Puger, Umbulsari, dan Wuluhan. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ambulu dan Jombang. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Semboro. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ajung, Bangsalsari, Jenggawah, Rambipuji, Silo, Sumber Baru, Tanggul, dan Tempurejo. JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Arjasa, Jelbuk, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Sukorambi, Sukowono, Sumberjambe, dan Sumbersari. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Jogo Roto, Mojowarno, dan Perak. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo, Megaluh, Mojoagung, Peterongan, dan Tembelang. JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Kabuh, Kesamben, Kudu, Ngusikan, Plandaan, Ploso, dan Sumobito. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bandar Kedung Mulyo, Megaluh, dan Tembelang. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Mojoagung dan Peterongan. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jogo Roto, Mojowarno, dan Perak. JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Bareng, Diwek, Gudo, Jombang, Ngoro, dan Wonosalam. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wates. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Ngadiluwih dan Purwoasri. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kandat, Kras, dan Ringinrejo. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kandat dan Kras. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Ringinrejo. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kepung, Mojo, Ngadiluwih, Purwoasri, Semen, dan Wates. KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Badas, Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Gurah, Kandangan, Kayen Kidul, Kunjang, Ngancar, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Plosoklaten, Puncu, dan Tarokan. KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kepung, Mojo, dan Semen. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Batu dan Bumiaji. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Batu dan Bumiaji. KOTA BATU 301 - 400 mm Seluruh: Junrejo. KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Bumiaji. KOTA BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kartoharjo. KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Mangu Harjo dan Taman. KOTA MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kartoharjo. KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Magersari. KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Prajurit Kulon. KOTA MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Magersari. KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kademangan, Kanigaran, dan Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Wonoasih. KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung, dan Turi. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sumbersuko dan Tekung. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Rowokangkung. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Kunir, Pasirian, Pronojiwo, Tempeh, dan Yosowilangun. LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Tempursari. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kunir, Pasirian, Pronojiwo, Tempeh, dan Yosowilangun. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Candipuro. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Rowokangkung, Sumbersuko, dan Tekung. LUMAJANG 301 - 400 mm Seluruh: Gucialit, Jatiroto, Kedungjajang, Klakah, Lumajang, Padang, Pasrujambe, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, dan Sukodono. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gemarang, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, dan Wungu. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Dagangan. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dolopo, Saradan, dan Sawahan. MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Geger, Jiwan, dan Kebonsari. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dolopo dan Saradan. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Sawahan. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dagangan, Gemarang, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, dan Wungu. MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Balerejo, Kare, dan Wonoasri. MADIUN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gemarang. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian: Ngariboyo dan Poncol. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Karas, Kartoharjo, dan Sukomoro. MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Kawedanan, Lembeyan, Maospati, Nguntoronadi, Parang, dan Takeran. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kartoharjo. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian: Karas dan Sukomoro. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngariboyo dan Poncol. MAGETAN 301 - 400 mm Seluruh: Magetan, Panekan, Plaosan, dan Sidorejo. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dampit, Gondanglegi, Karangploso, Ngajum, dan Turen. MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Tirto Yudo dan Wonosari. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Kepanjen, Kromengan, Pagelaran, dan Sumbermanjing. MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Bantur, Donomulyo, Gedangan, Kalipare, Pagak, dan Sumber Pucung. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kromengan dan Ngantang. MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Ampelgading, Kepanjen, Pagelaran, dan Sumbermanjing. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dampit, Gondanglegi, Karangploso, Kasembon, Ngajum, Pujon, Tirto Yudo, Turen, dan Wonosari. MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Bululawang, Dau, Jabung, Lawang, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Singosari, Tajinan, Tumpang, Wagir, dan Wajak. MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Kasembon dan Pujon. MALANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Ngantang. MALANG > 500 mm Sebagian Kecil: Kasembon, Ngantang, dan Pujon. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jatirejo, Mojoanyar, dan Puri. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sooko dan Trowulan. MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Dawar Blandong, Gedek, Jetis, dan Kemlagi. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sooko. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Trawas dan Trowulan. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jatirejo, Mojoanyar, Pacet, dan Puri. MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Gondang, Kutorejo, Mojosari, Ngoro, dan Pungging. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pacet. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Trawas. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Berbek, Ngronggot, dan Pace. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Loceret dan Wilangan. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bagor, Kertosono, dan Tanjunganom. NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Baron, Gondang, Jatikalen, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Patianrowo, Rejoso, dan Sukomoro. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kertosono. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Bagor dan Tanjunganom. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Berbek, Loceret, Ngetos, Ngronggot, Pace, Sawahan, dan Wilangan. NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Prambon. NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngetos. NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian: Sawahan. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pangkur dan Sine. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Bringin, Gerih, Kwadungan, dan Padas. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kedunggalar, Mantingan, Paron, dan Widodaren. NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Geneng, Karanganyar, Kasreman, Ngawi, dan Pitu. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Mantingan. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Kedunggalar, Paron, dan Widodaren. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bringin, Gerih, Kwadungan, Padas, Pangkur, dan Sine. NGAWI 301 - 400 mm Seluruh: Jogorogo, Karangjati, Kendal, dan Ngrambe. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bandar dan Tegalombo. PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bandar dan Tegalombo. PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Arjosari, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, dan Tulakan. PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bangil, Kejayan, Pasrepan, dan Rembang. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Winongan. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gondang Wetan, Grati, Kraton, dan Nguling. PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan dan Prigen. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Grati, Kraton, dan Nguling. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bangil, Gempol, Kejayan, Pandaan, Pasrepan, Purwodadi, Rembang, Sukorejo, dan Winongan. PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Beji, Lumbang, Purwosari, Puspo, Tosari, Tutur, dan Wonorejo. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gempol, Purwodadi, dan Sukorejo. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Pandaan. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Prigen. PASURUAN > 500 mm Sebagian: Prigen. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngrayun dan Slahung. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Ngebel. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Pulung, Sambit, Sawoo, dan Sooko. PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Sampung, Siman, dan Sukorejo. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Badegan, Balong, Jambon, Sambit, Sawoo, dan Sooko. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Bungkal dan Pulung. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngebel, Ngrayun, dan Slahung. PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Pudak. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Banyuanyar, Gading, Pakuniran, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Dringu. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Besuk, Gending, Kotaanyar, Krejengan, Maron, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kraksaan, Paiton, dan Pajarakan. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gending, Krejengan, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Besuk, Kotaanyar, dan Maron. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyuanyar, Dringu, Gading, Krucil, Pakuniran, Tiris, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Bantaran, Kuripan, Leces, Lumbang, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gading. PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian: Krucil dan Tiris. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Camplong dan Omben. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kedungdung, Sampang, dan Tambelangan. SAMPANG 151 - 200 mm Seluruh: Jrengik, Pangarengan, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sampang. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian: Kedungdung dan Tambelangan. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Camplong dan Omben. SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Banyuates, Karang Penang, Ketapang, Robatal, dan Sokobanah. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Buduran, Jabon, dan Wonoayu. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Tarik. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balong Bendo, Gedangan, Krian, Sedati, Sukodono, dan Waru. SIDOARJO 201 - 300 mm Seluruh: Taman. SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gedangan dan Waru. SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian: Balong Bendo, Krian, Sedati, dan Sukodono. SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Buduran, Jabon, Tarik, dan Wonoayu. SIDOARJO 301 - 400 mm Seluruh: Candi, Krembung, Porong, Prambon, Sidoarjo, Tanggulangin, dan Tulangan. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur dan Besuki. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Mlandingan dan Suboh. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, dan Bungatan. SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Jangkar, Kapongan, Kendit, Mangaran, Panarukan, Panji, dan Situbondo. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Banyuputih, dan Bungatan. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian: Asembagus. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, dan Suboh. SITUBONDO 301 - 400 mm Seluruh: Jatibanteng dan Sumbermalang. SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Ambunten, Arjasa, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Raas, Rubaru, Sapeken, Saronggi, dan Talango. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Kampak dan Suruh. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bendungan, Karangan, Tugu, dan Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Durenan, Gandusari, Pogalan, dan Trenggalek. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Karangan. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Bendungan, Tugu, dan Watulimo. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kampak dan Suruh. TRENGGALEK 301 - 400 mm Seluruh: Dongko, Munjungan, Panggul, dan Pule. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bangilan, Montong, Palang, dan Senori. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jatirogo, Kerek, Semanding, dan Tambakboyo. TUBAN 151 - 200 mm Seluruh: Bancar, Jenu, Merakurak, dan Tuban. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kerek dan Tambakboyo. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Jatirogo dan Semanding. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangilan, Montong, Palang, dan Senori. TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Grabagan, Kenduruan, Parengan, Plumpang, Rengel, Singgahan, Soko, dan Widang. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Sendang. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Karangrejo, Ngantru, Pager Wojo, dan Rejotangan. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Bandung, Besuki, Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Kalidawir, Kauman, Kedungwaru, Ngunut, Pakel, Pucang Laban, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Karangrejo, Ngantru, dan Rejotangan. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Pager Wojo. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan FEBRUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan November Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan