Berkisar antara 59 - 382 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan APRIL Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Desember Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Januari Tahun 2025 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan APRIL Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Desember Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Tanjungbumi. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arosbaya, Blega, Burneh, Geger, Klampis, Konang, Sepulu, Tanah Merah, dan Tanjungbumi. BANGKALAN 101 - 150 mm Seluruh: Bangkalan, Galis, Kamal, Kokop, Kwanyar, Labang, Modung, Socah, dan Tragah. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Blega, Burneh, Sepulu, dan Tanah Merah. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Arosbaya, Geger, Klampis, dan Konang. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kalipuro, Licin, Tegalsari, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Bangorejo, Cluring, Glagah, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, dan Siliragung. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Giri, Kabat, Srono, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 101 - 150 mm Seluruh: Banyuwangi dan Muncar. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Kalibaru, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Giri, Kabat, Songgon, dan Srono. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Genteng, Glagah, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Sempu, Siliragung, Tegalsari, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 151 - 200 mm Seluruh: Gambiran dan Singojuruh. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Genteng dan Wongsorejo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Licin dan Sempu. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Glenmore, Kalibaru, dan Songgon. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bakung dan Kademangan. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Garum, Kesamben, dan Nglegok. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Selopuro dan Talun. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bakung, Binangun, Kademangan, dan Ponggok. BLITAR 151 - 200 mm Seluruh: Kanigoro, Panggungrejo, Sanankulon, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Binangun dan Ponggok. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gandusari, Garum, Kesamben, Nglegok, Selopuro, Talun, dan Wlingi. BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Doko dan Selorejo. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Wlingi. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Gandusari. BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bojonegoro, Kapas, Kasiman, dan Malo. BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian: Balen. BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kedewan, Kepoh Baru, dan Sumberejo. BOJONEGORO 101 - 150 mm Seluruh: Baureno dan Kanor. BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian: Kedewan, Kepoh Baru, Ngraho, Sekar, Sumberejo, dan Tambakrejo. BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Balen, Bojonegoro, Kapas, Kasiman, Malo, dan Ngambon. BOJONEGORO 151 - 200 mm Seluruh: Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kedungadem, Ngasem, Padangan, Purwosari, Sugihwaras, Sukosewu, Temayang, dan Trucuk. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngambon. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ngraho, Sekar, dan Tambakrejo. BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Margomulyo. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bondowoso, Taman Krocok, Tapen, dan Wringin. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Botolinggo. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Cermee, Klabang, dan Prajekan. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Klabang, Prajekan, Sukosari, Sumber Wringin, dan Tamanan. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Botolinggo, Cermee, Jambesari Darus Sholah, dan Pujer. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bondowoso, Grujugan, Maesan, Pakem, Sempol, Taman Krocok, Tapen, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin. BONDOWOSO 151 - 200 mm Seluruh: Binakal, Curah Dami, dan Tegalampel. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Grujugan, Maesan, Pakem, Tapen, Tenggarang, dan Wonosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Botolinggo dan Sempol. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jambesari Darus Sholah, Pujer, Sukosari, Sumber Wringin, dan Tamanan. BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Tlogosari. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian: Kedamean. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Balongpanggang dan Menganti. GRESIK 101 - 150 mm Seluruh: Benjeng, Bungah, Cerme, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Manyar, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balongpanggang dan Menganti. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Driyorejo, Kedamean, dan Wringinanom. GRESIK 151 - 200 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak. GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Driyorejo dan Wringinanom. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Balung, Gumuk Mas, Jombang, dan Umbulsari. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian: Ambulu, Kencong, dan Puger. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Besar: Wuluhan. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sukowono, Sumber Baru, dan Tanggul. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Ledokombo, Panti, dan Wuluhan. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ambulu, Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Puger, Semboro, Silo, Sukorambi, dan Umbulsari. JEMBER 151 - 200 mm Seluruh: Ajung, Arjasa, Jenggawah, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Rambipuji, Sumbersari, dan Tempurejo. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jelbuk, Jombang, dan Kaliwates. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Bangsalsari, Kalisat, Semboro, Silo, dan Sukorambi. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ledokombo, Panti, Sukowono, Sumber Baru, dan Tanggul. JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Sumberjambe. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sumber Baru. JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bareng, Gudo, Jogo Roto, Plandaan, Ploso, dan Tembelang. JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian: Bandar Kedung Mulyo dan Mojowarno. JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kesamben, Kudu, Mojoagung, Ngoro, Ngusikan, dan Sumobito. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kesamben dan Sumobito. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Kudu, Mojoagung, Ngoro, dan Ngusikan. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Gudo, Jogo Roto, Kabuh, Mojowarno, Plandaan, Ploso, dan Tembelang. JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Diwek, Jombang, Megaluh, Perak, Peterongan, dan Wonosalam. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Plandaan. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Kabuh. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Badas, Kandangan, Kepung, dan Pare. KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyakan, Ngancar, Plosoklaten, dan Tarokan. KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian: Kandangan, Kepung, dan Puncu. KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Badas, Gurah, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Pare, Purwoasri, dan Wates. KEDIRI 151 - 200 mm Seluruh: Gampengrejo, Kandat, Kayen Kidul, Ngasem, Pagu, Papar, Plemahan, dan Ringinrejo. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kras dan Purwoasri. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Gurah, Kunjang, Ngadiluwih, dan Wates. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyakan, Kandangan, Kepung, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Tarokan. KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Grogol, Mojo, dan Semen. KOTA BATU 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bumiaji. KOTA BATU 151 - 200 mm Sebagian: Batu. KOTA BATU 151 - 200 mm Sebagian Besar: Junrejo. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Junrejo. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batu dan Bumiaji. KOTA BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kepanjenkidul dan Sananwetan. KOTA BLITAR 151 - 200 mm Seluruh: Sukorejo. KOTA BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sananwetan. KOTA BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Kepanjenkidul. KOTA KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kota Kediri dan Pesantren. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Mojoroto. KOTA MADIUN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Lowokwaru. KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lowokwaru. KOTA MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Kanigaran dan Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kademangan. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kademangan. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Seluruh: Wonoasih. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Karang Pilang, Lakarsantri, dan Rungkut. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian: Gayungan, Jambangan, dan Wiyung. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Genteng, Gubeng, Kenjeran, Krembangan, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, dan Wonokromo. KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sukolilo. KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian: Tenggilis Mejoyo dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gayungan, Jambangan, Karang Pilang, Lakarsantri, Rungkut, dan Wiyung. KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Seluruh: Gunung Anyar. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian: Kedungpring dan Modo. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kembangbahu, Mantup, dan Sugio. LAMONGAN 101 - 150 mm Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Lamongan, Laren, Maduran, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sukodadi, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kembangbahu. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Mantup dan Sugio. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bluluk, Kedungpring, Modo, Ngimbang, Sambeng, dan Sukorame. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bluluk dan Sambeng. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian: Ngimbang dan Sukorame. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Candipuro, Kedungjajang, dan Randuagung. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Jatiroto dan Padang. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pasirian, Rowokangkung, Sumbersuko, dan Tempeh. LUMAJANG 151 - 200 mm Seluruh: Kunir, Lumajang, Sukodono, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Rowokangkung, Sumbersuko, dan Tempeh. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Pasirian. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Jatiroto, Kedungjajang, Padang, dan Randuagung. LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Gucialit, Klakah, Pasrujambe, Pronojiwo, Ranuyoso, Senduro, dan Tempursari. MADIUN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dagangan dan Saradan. MADIUN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Dolopo dan Geger. MADIUN 151 - 200 mm Seluruh: Kebonsari. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dolopo. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Geger. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dagangan dan Saradan. MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Gemarang, Jiwan, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ngariboyo, Poncol, dan Takeran. MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kawedanan, Nguntoronadi, dan Parang. MAGETAN 151 - 200 mm Seluruh: Lembeyan. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Nguntoronadi dan Parang. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian: Kawedanan. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ngariboyo, Poncol, dan Takeran. MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Panekan, Plaosan, Sidorejo, dan Sukomoro. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bantur dan Gedangan. MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kasembon. MALANG 151 - 200 mm Sebagian: Dau dan Karangploso. MALANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bantur, Gedangan, Kalipare, Pagak, dan Sumbermanjing. MALANG 151 - 200 mm Seluruh: Donomulyo. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bantur dan Gedangan. MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Kalipare, Pagak, dan Sumbermanjing. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dau, Karangploso, Kasembon, Ngantang, Pujon, dan Singosari. MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Ampelgading, Bululawang, Dampit, Gondanglegi, Jabung, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Sumber Pucung, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kasembon, Pujon, dan Singosari. MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Ngantang. MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian: Dawar Blandong. MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jatirejo dan Kutorejo. MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian: Ngoro dan Puri. MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangsal, Dawar Blandong, Mojoanyar, Pungging, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Gedek, Jetis, Kemlagi, dan Mojosari. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Mojoanyar dan Sooko. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Bangsal, Pungging, dan Trowulan. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jatirejo, Kutorejo, Ngoro, Puri, dan Trawas. MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Dlanggu, Gondang, dan Pacet. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Trawas. NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Berbek, Jatikalen, dan Loceret. NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian: Bagor. NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gondang, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, dan Tanjunganom. NGANJUK 151 - 200 mm Seluruh: Baron, Kertosono, dan Ngronggot. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang, Nganjuk, Ngluyu, Patianrowo, Prambon, dan Sukomoro. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Lengkong, Rejoso, dan Tanjunganom. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bagor, Berbek, Jatikalen, dan Loceret. NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Ngetos, Pace, Sawahan, dan Wilangan. NGAWI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kedunggalar, Ngawi, Paron, Pitu, dan Sine. NGAWI 151 - 200 mm Sebagian: Widodaren. NGAWI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Karanganyar. NGAWI 151 - 200 mm Seluruh: Mantingan. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Karanganyar. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kedunggalar, Ngawi, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren. NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karangjati, Kasreman, Kendal, Kwadungan, Ngrambe, Padas, dan Pangkur. PACITAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Nawangan. PACITAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Arjosari dan Bandar. PACITAN 151 - 200 mm Seluruh: Donorojo, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Arjosari dan Bandar. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Nawangan. PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Proppo. PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Palengaan, Pamekasan, Pasean, Tlanakan, dan Waru. PAMEKASAN 101 - 150 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, dan Pegantenan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pamekasan, Pasean, Tlanakan, dan Waru. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Palengaan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Proppo. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Grati, Kraton, dan Nguling. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Gondang Wetan, Lekok, dan Pohjentrek. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Rejoso. PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Lumbang, Pandaan, Sukorejo, dan Wonorejo. PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Kejayan, Pasrepan, dan Rejoso. PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Beji, Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, dan Rembang. PASURUAN 151 - 200 mm Seluruh: Bangil dan Winongan. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Beji, Nguling, dan Rembang. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Gempol. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Prigen, Sukorejo, dan Wonorejo. PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Purwodadi, Purwosari, Puspo, Tosari, dan Tutur. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Prigen. PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Balong, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Sambit, Sawoo, dan Sukorejo. PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian: Babadan. PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ponorogo dan Siman. PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ngebel dan Ponorogo. PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian: Pulung, Siman, dan Sooko. PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Babadan, Balong, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Sambit, Sawoo, dan Sukorejo. PONOROGO 151 - 200 mm Seluruh: Badegan, Bungkal, Jambon, Ngrayun, Sampung, dan Slahung. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jenangan. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ngebel, Pulung, dan Sooko. PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Pudak. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Paiton. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Besuk, Gending, Maron, Pakuniran, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Kotaanyar, Kraksaan, dan Krejengan. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Paiton, Pajarakan, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Banyuanyar, Gading, Krucil, Leces, Paiton, Pajarakan, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Besuk, Lumbang, Maron, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Dringu, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Pakuniran, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kraksaan, Krejengan, dan Tongas. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Dringu, Gending, Pakuniran, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Gading, Krucil, Leces, Lumbang, Maron, Tegalsiwalan, dan Tiris. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kuripan, Sukapura, dan Sumber. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krucil. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Tiris. SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian: Ketapang dan Sokobanah. SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Camplong, Jrengik, Ketapang, Omben, Sokobanah, dan Tambelangan. SAMPANG 101 - 150 mm Seluruh: Banyuates, Karang Penang, Kedungdung, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Camplong, Jrengik, Omben, dan Tambelangan. SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Krian. SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Balong Bendo, Prambon, Tarik, dan Wonoayu. SIDOARJO 151 - 200 mm Seluruh: Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Porong, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tulangan, dan Waru. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tarik. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Balong Bendo, Prambon, dan Wonoayu. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Krian. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Besuki, dan Mlandingan. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Kendit, Panarukan, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kapongan dan Panji. SITUBONDO 51 - 100 mm Seluruh: Mangaran. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sumbermalang. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Kapongan dan Panji. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Jatibanteng, Kendit, Mlandingan, Panarukan, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 101 - 150 mm Seluruh: Bungatan dan Jangkar. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur, Banyuputih, dan Mlandingan. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, dan Jatibanteng. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Sumbermalang. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sumbermalang. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Batuputih, Bluto, Giligenteng, Pasongsongan, Rubaru, dan Saronggi. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian: Ambunten, Guluk Guluk, Lenteng, dan Pragaan. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Besar: Dasuk, Nonggunong, dan Raas. SUMENEP 101 - 150 mm Seluruh: Gayam. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kangayan, Nonggunong, dan Raas. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Dasuk. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ambunten, Batuputih, Bluto, Giligenteng, Guluk Guluk, Lenteng, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, dan Saronggi. SUMENEP 151 - 200 mm Seluruh: Batang Batang, Batuan, Dungkek, Ganding, Gapura, Kalianget, Kota Sumenep, Manding, Masalembu, Sapeken, dan Talango. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kangayan. SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Arjasa. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pogalan dan Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Gandusari. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dongko. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Bendungan, Kampak, dan Watulimo. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gandusari, Panggul, Pogalan, Pule, Suruh, dan Trenggalek. TRENGGALEK 151 - 200 mm Seluruh: Durenan, Karangan, dan Tugu. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Suruh dan Trenggalek. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Panggul dan Pule. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Kampak, dan Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Munjungan. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bancar, Jenu, Merakurak, Palang, dan Semanding. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Tuban. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Tuban. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian: Senori. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bancar, Bangilan, Jenu, Merakurak, Palang, Parengan, Semanding, Singgahan, dan Soko. TUBAN 101 - 150 mm Seluruh: Grabagan, Jatirogo, Kenduruan, Kerek, Montong, Plumpang, Rengel, Tambakboyo, dan Widang. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bangilan, Parengan, Singgahan, dan Soko. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Senori. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bandung, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian: Ngunut. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kalidawir dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kalidawir, Pager Wojo, Pucang Laban, dan Sendang. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bandung, Karangrejo, Kauman, Ngantru, Ngunut, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Seluruh: Besuki, Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Kedungwaru, Pakel, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kauman dan Ngantru. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Karangrejo. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pager Wojo dan Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan APRIL Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Desember Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan