( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2023 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2023 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2023 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2023 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 14 – 405 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan NOVEMBER Tahun 2023 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2023 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober Tahun 2023 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan NOVEMBER Tahun 2023 sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Blega.
BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian: Modung.
BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Blega dan Modung.
BANGKALAN 51 - 100 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo.
BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Glagah, Kabat, Kalipuro, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian: Purwoharjo.
BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Giri, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi, Kalibaru, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Giri.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Glagah, Glenmore, Kabat, Kalipuro, Purwoharjo, Rogojampi, Singojuruh, Songgon, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh: Bangorejo, Cluring, Gambiran, Genteng, Licin, Muncar.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh:Pesanggaran, Sempu, Siliragung, Srono, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Rogojampi, Singojuruh, dan Songgon.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Glenmore.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kalibaru.
BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Garum, Panggungrejo, Selopuro, dan Talun.
BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Kanigoro.
BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Binangun, Kademangan, Ponggok, Sanankulon, Sutojayan, Wates, dan Wonotirto.
BLITAR 51 - 100 mm Seluruh: Bakung, Srengat, Udanawu, dan Wonodadi.
BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gandusari, Kademangan, Sutojayan, dan Wates.
BLITAR 101 - 150 mm Sebagian: Binangun, Ponggok, Sanankulon, Wlingi, dan Wonotirto.
BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Besar: Doko, Garum, Kanigoro, Nglegok, Panggungrejo, Selopuro, dan Talun.
BLITAR 101 - 150 mm Seluruh: Kesamben dan Selorejo.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Nglegok dan Talun.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Doko, Gandusari, dan Garum.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Besar: Wlingi.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wlingi.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Gandusari.
BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bojonegoro, Kapas, dan Trucuk.
BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian: Balen dan Sumberejo.
BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kepoh Baru.
BOJONEGORO 51 - 100 mm Seluruh: Baureno dan Kanor.
BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kepoh Baru.
BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Balen, Bojonegoro, Kapas, Sumberejo, dan Trucuk.
BOJONEGORO 101 - 150 mm Seluruh: Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Tambakrejo, dan Temayang.
BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Prajekan dan Sempol.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sumber Wringin dan Tlogosari.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Sukosari.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Pakem, Prajekan, Pujer, Sempol, dan Tapen.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Cermee, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Maesan, Taman Krocok, Tamanan, Tegalampel, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Botolinggo, Pakem, Pujer, dan Tapen.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sukosari, Sumber Wringin, dan Tlogosari.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sumber Wringin.
GRESIK 51 - 100 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, dan Wringinanom.
GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Puger dan Wuluhan.
JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kaliwates, Panti, Patrang, Sukorambi, Sumberjambe, dan Tanggul.
JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Bangsalsari, Ledokombo, dan Semboro.
JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ajung, Arjasa, Jelbuk, Jombang, Puger, Rambipuji, Silo, Sukowono, Sumbersari, Umbulsari, dan Wuluhan.
JEMBER 51 - 100 mm Seluruh: Ambulu, Balung, Gumuk Mas, Jenggawah, Kalisat, Kencong, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, dan Tempurejo.
JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ajung, Arjasa, Jelbuk, Rambipuji, Silo, Sukowono, Sumbersari, dan Umbulsari.
JEMBER 101 - 150 mm Sebagian: Bangsalsari, Jombang, dan Sumber Baru.
JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kaliwates, Ledokombo, Panti, Patrang, Semboro, Sukorambi, Sumberjambe, dan Tanggul.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari dan Panti.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Sumber Baru dan Tanggul.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tanggul.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Sumber Baru.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sumber Baru.
JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bareng dan Wonosalam.
JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian: Ngoro.
JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gudo, Mojoagung, Mojowarno, dan Plandaan.
JOMBANG 51 - 100 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Ngusikan, Perak, Peterongan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang.
JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gudo, Mojoagung, Mojowarno, dan Plandaan.
JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bareng, Ngoro, dan Wonosalam.
KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Badas, Banyakan, Gurah, Pare, Semen, dan Wates.
KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian: Grogol dan Tarokan.
KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Pagu, Plemahan, dan Ringinrejo.
KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Gampengrejo, Ngasem, Papar, dan Purwoasri.
KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Pagu, Plemahan, dan Ringinrejo.
KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian: Ngadiluwih.
KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Badas, Banyakan, Grogol, Gurah, Kepung, Mojo, Ngancar, Pare, Plosoklaten, Puncu, Semen, Tarokan, dan Wates.
KEDIRI 101 - 150 mm Seluruh: Kandangan.
KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kepung, Mojo, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
KOTA BATU 101 - 150 mm Seluruh: Batu, Bumiaji, dan Junrejo.
KOTA BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Kepanjenkidul.
KOTA BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sananwetan dan Sukorejo.
KOTA BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sukorejo.
KOTA BLITAR 101 - 150 mm Sebagian: Sananwetan.
KOTA BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kepanjenkidul.
KOTA KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Mojoroto dan Pesantren.
KOTA KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Kota Kediri.
KOTA KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Mojoroto.
KOTA KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian: Pesantren.
KOTA MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kartoharjo.
KOTA MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Mangu Harjo dan Taman.
KOTA MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kartoharjo.
KOTA MALANG 101 - 150 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kanigaran dan Kedopok.
KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kanigaran dan Kedopok.
KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Mayangan dan Wonoasih.
KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gunung Anyar.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gunung Anyar.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sukorame.
LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bluluk dan Modo.
LAMONGAN 51 - 100 mm Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang.
LAMONGAN 51 - 100 mm Seluruh:Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Modo.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian: Bluluk.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sukorame.
LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Candipuro, Gucialit, Ranuyoso, Senduro, dan Tekung.
LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Rowokangkung.
LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Pasirian dan Yosowilangun.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Pasirian dan Yosowilangun.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Candipuro, Gucialit, Klakah, Randuagung, Ranuyoso, Rowokangkung, Senduro, dan Tekung.
LUMAJANG 101 - 150 mm Seluruh: Jatiroto, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Padang, Pasrujambe, Pronojiwo, Sukodono, Sumbersuko, Tempeh, dan Tempursari.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Klakah.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Randuagung dan Ranuyoso.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Klakah, Randuagung, dan Ranuyoso.
MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Madiun, Saradan, Sawahan, dan Wonoasri.
MADIUN 51 - 100 mm Sebagian: Mejayan.
MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gemarang, Jiwan, Kare, dan Wungu.
MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Dagangan, Dolopo, Geger, dan Kebonsari.
MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kare.
MADIUN 101 - 150 mm Sebagian: Gemarang, Jiwan, dan Wungu.
MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Balerejo, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, dan Wonoasri.
MADIUN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balerejo.
MADIUN 151 - 200 mm Sebagian: Pilangkenceng.
MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bendo.
MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian: Kawedanan.
MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Nguntoronadi, Parang, dan Takeran.
MAGETAN 51 - 100 mm Seluruh: Lembeyan.
MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Nguntoronadi.
MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian: Parang dan Takeran.
MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bendo, Karas, Kawedanan, dan Panekan.
MAGETAN 101 - 150 mm Seluruh: Barat, Karangrejo, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Plaosan, Poncol, Sidorejo, dan Sukomoro.
MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Karas.
MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian: Panekan.
MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gondanglegi, Pagelaran, dan Poncokusumo.
MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Ampelgading, Kalipare, Pagak, Sumbermanjing, Turen, dan Wajak.
MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bantur, Dampit, Donomulyo, Gedangan, dan Tirto Yudo.
MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bantur, Dampit, Donomulyo, dan Gedangan.
MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Tirto Yudo.
MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Gondanglegi, Kalipare, Ngantang, Pagak, Pagelaran, Poncokusumo, Sumbermanjing, Turen, dan Wajak.
MALANG 101 - 150 mm Seluruh: Bululawang, Dau, Jabung, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Tajinan, Tumpang, Wagir, dan Wonosari.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian: Ngantang.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngantang.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Pacet.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian: Gondang.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jatirejo dan Trawas.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gedek, Jetis.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh:Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pungging, Puri, Sooko, dan Trowulan.
MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian: Jatirejo dan Trawas.
MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gondang dan Pacet.
NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ngetos, Ngluyu, Rejoso, dan Sawahan.
NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian: Loceret.
NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bagor, Berbek, Gondang, Lengkong, Pace, dan Wilangan.
NGANJUK 51 - 100 mm Seluruh: Baron, Jatikalen, Kertosono, Nganjuk, Ngronggot, Patianrowo, Prambon, Sukomoro, dan Tanjunganom.
NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bagor, Berbek, Gondang, Lengkong, dan Wilangan.
NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian: Pace.
NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Loceret, Ngetos, Ngluyu, Rejoso, dan Sawahan.
NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kendal, Pitu, dan Sine.
NGAWI 101 - 150 mm Sebagian: Bringin dan Paron.
NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gerih, Ngawi, dan Padas.
NGAWI 101 - 150 mm Seluruh: Geneng, Kasreman, Kwadungan, dan Pangkur.
NGAWI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gerih, Ngawi, dan Padas.
NGAWI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bringin, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kendal, Paron, Pitu, dan Sine.
NGAWI 151 - 200 mm Seluruh: Kedunggalar, Mantingan, Ngrambe, dan Widodaren.
PACITAN 51 - 100 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan.
PAMEKASAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pegantenan dan Tlanakan.
PAMEKASAN 21 - 50 mm Sebagian: Kadur dan Palengaan.
PAMEKASAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Larangan, Pademawu, Pamekasan, dan Proppo.
PAMEKASAN 21 - 50 mm Seluruh: Galis.
PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Larangan.
PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian: Pademawu, Pamekasan, dan Proppo.
PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kadur, Palengaan, Pegantenan, dan Tlanakan.
PAMEKASAN 51 - 100 mm Seluruh: Batu Marmar, Pakong, Pasean, dan Waru.
PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gempol, Kejayan, Nguling, dan Winongan.
PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian: Beji, Gondang Wetan, Grati, Kraton, dan Rembang.
PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bangil, Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso.
PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bangil, Lekok, Pohjentrek, Purwodadi, Rejoso, dan Tutur.
PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Prigen.
PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Beji, Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Nguling, Pasrepan, Purwosari, Puspo, Rembang, Tosari, dan Winongan.
PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Lumbang, Pandaan, Sukorejo, dan Wonorejo.
PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pasrepan dan Purwosari.
PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Puspo dan Tosari.
PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Prigen, Purwodadi, dan Tutur.
PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Pudak.
PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian: Pulung.
PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jenangan dan Ngebel.
PONOROGO 51 - 100 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngrayun, Ponorogo, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko, dan Sukorejo.
PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jenangan dan Ngebel.
PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pudak dan Pulung.
PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Maron, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Pajarakan.
PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Paiton dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gading dan Tiris.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Maron, Paiton, Pakuniran, dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Pajarakan, Sukapura, Sumber, Tegalsiwalan, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Dringu, Lumbang, dan Tongas.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Besuk, Krejengan, Krucil, Kuripan, Sukapura, Sumber, dan Tiris.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Banyuanyar, Leces, Maron, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gading dan Pakuniran.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Maron, Pakuniran, dan Tiris.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Gading dan Krucil.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gading.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Tiris.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Krucil.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krucil.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Tiris.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Tiris.
SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sreseh.
SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian: Kedungdung, Sampang, dan Torjun.
SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jrengik, Omben, Pangarengan, dan Sreseh.
SAMPANG 51 - 100 mm Seluruh: Banyuates, Camplong, Karang Penang, Ketapang, Robatal, Sokobanah, dan Tambelangan.
SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jrengik, Omben, dan Pangarengan.
SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kedungdung, Sampang, dan Torjun.
SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Buduran, Gedangan, Jabon, dan Porong.
SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Sedati dan Waru.
SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian: Sedati dan Waru.
SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Buduran, Gedangan, Jabon, dan Porong.
SIDOARJO 51 - 100 mm Seluruh: Balong Bendo, Candi, Krembung, Krian, Prambon, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, dan Wonoayu.
SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Asembagus, Kapongan, dan Mangaran.
SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian: Banyuputih.
SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur, Jatibanteng, dan Sumbermalang.
SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian: Mlandingan.
SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Bungatan, Kapongan, Kendit, Mangaran, Panji, Situbondo, dan Suboh.
SITUBONDO 21 - 50 mm Seluruh: Besuki, Jangkar, dan Panarukan.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Asembagus, Kapongan, dan Panji.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Arjasa, Bungatan, Kendit, Situbondo, dan Suboh.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Banyuglugur, Jatibanteng, Mlandingan, dan Sumbermalang.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jatibanteng.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Sumbermalang.
SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Batuputih, Manding, dan Pragaan.
SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian: Batuan dan Kota Sumenep.
SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Besar: Batang Batang, Bluto, Lenteng, Raas, dan Sapeken.
SUMENEP 21 - 50 mm Seluruh: Dungkek, Gapura, Gayam, Giligenteng, Kalianget, Nonggunong, Saronggi, dan Talango.
SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Batang Batang, Bluto, dan Raas.
SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian: Lenteng dan Sapeken.
SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Besar: Batuan, Batuputih, Kota Sumenep, Manding, dan Pragaan.
SUMENEP 51 - 100 mm Seluruh: Ambunten, Arjasa, Dasuk, Ganding, Guluk Guluk, Kangayan, Masalembu, Pasongsongan, dan Rubaru.
TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bendungan dan Munjungan.
TRENGGALEK 51 - 100 mm Seluruh: Dongko, Durenan, Gandusari, Kampak, Karangan, Panggul, Pogalan, Pule, Suruh, Trenggalek, Tugu, dan Watulimo.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Munjungan.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Bendungan.
TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Singgahan.
TUBAN 51 - 100 mm Sebagian: Bangilan.
TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kenduruan, Kerek, Montong, Parengan, dan Soko.
TUBAN 51 - 100 mm Seluruh: Bancar, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Merakurak, Palang, Plumpang, Rengel, Semanding, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kenduruan, Kerek, dan Soko.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian: Montong dan Parengan.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bangilan dan Singgahan.
TUBAN 101 - 150 mm Seluruh: Senori.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sendang.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian: Pager Wojo.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Karangrejo, Kauman, dan Ngantru.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Seluruh: Bandung, Besuki, Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Kalidawir, Kedungwaru, Ngunut, Pakel, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kauman dan Ngantru.
TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian: Karangrejo.
TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pager Wojo dan Sendang.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sendang.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).