( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2023 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2023 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2023 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2023 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 101 – 500 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan DESEMBER Tahun 2023 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2023 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober Tahun 2023 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan DESEMBER Tahun 2023 sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Geger dan Tanah Merah.
BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Burneh dan Sepulu.
BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Galis, Kamal, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, dan Tragah.
BANGKALAN 151 - 200 mm Seluruh: Blega, Modung, Socah, dan Tanjungbumi.
BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kamal, Kokop, dan Konang.
BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian: Bangkalan, Galis, Kwanyar, Labang, dan Tragah.
BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Burneh, Geger, Sepulu, dan Tanah Merah.
BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Arosbaya dan Klampis.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kalipuro, Licin, Pesanggaran, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Cluring, Gambiran, Glagah, Muncar, dan Siliragung.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Giri, Kabat, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Seluruh: Banyuwangi, Purwoharjo, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Glenmore, dan Songgon.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Giri, Kabat, Tegalsari, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Cluring, Gambiran, Genteng, Glagah, Kalipuro, Licin, Muncar, Pesanggaran, Rogojampi, Sempu, Siliragung, dan Singojuruh.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Seluruh: Srono.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Genteng, Kabat, Rogojampi, Siliragung, dan Singojuruh.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Sempu, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Glenmore dan Songgon.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Kalibaru.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Garum, Kesamben, Nglegok, dan Selopuro.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Talun.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Binangun, Kanigoro, dan Ponggok.
BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Bakung, Kademangan, Panggungrejo, Sanankulon, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Binangun, Kanigoro, dan Ponggok.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Gandusari.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Garum, Kesamben, Nglegok, Selopuro, Talun, dan Wlingi.
BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Doko dan Selorejo.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Garum dan Nglegok.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Wlingi.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Besar: Gandusari.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Baureno dan Kepoh Baru.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Baureno, Gondang, Kepoh Baru, dan Temayang.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, dan Trucuk.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gondang dan Temayang.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Prajekan.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Cermee.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Cermee.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Prajekan.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Botolinggo, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Maesan, Pakem, Pujer, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, Tlogosari, Wonosari, dan Wringin.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dukun.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian: Cerme.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Duduksampeyan, Gresik, Kebomas, Sidayu, dan Ujungpangkah.
GRESIK 151 - 200 mm Seluruh: Bungah dan Manyar.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Duduksampeyan dan Sidayu.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian: Gresik, Kebomas, dan Ujungpangkah.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Cerme dan Dukun.
GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Panceng, dan Wringinanom.
GRESIK 301 - 400 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ambulu, Balung, Jombang, dan Umbulsari.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Puger.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gumuk Mas, Kencong, dan Wuluhan.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kencong.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Gumuk Mas dan Wuluhan.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambulu, Balung, Bangsalsari, Jombang, Panti, Puger, Sukorambi, Sukowono, Sumber Baru, Sumberjambe, Tanggul, dan Umbulsari.
JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Ajung, Arjasa, Jelbuk, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang.
JEMBER 201 - 300 mm Seluruh:Rambipuji, Semboro, Silo, Sumbersari, dan Tempurejo.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Panti, Sukorambi, dan Sukowono.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Sumber Baru, Sumberjambe, dan Tanggul.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bareng.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Mojoagung, Mojowarno, dan Ngoro.
JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Mojowarno dan Ngoro.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Mojoagung.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bareng.
JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Wonosalam.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Banyakan, Kandangan, Kepung, Mojo, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grogol dan Tarokan.
KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Gurah, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Purwoasri, Ringinrejo, dan Wates.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Grogol, Mojo, dan Tarokan.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyakan, Kandangan, Kepung, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Mojo dan Semen.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Batu.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Junrejo.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Junrejo.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Batu.
KOTA BATU 301 - 400 mm Seluruh: Bumiaji.
KOTA BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kepanjenkidul.
KOTA BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Sananwetan dan Sukorejo.
KOTA BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kepanjenkidul.
KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Blimbing dan Lowokwaru.
KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Blimbing dan Lowokwaru.
KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Kedungkandang, Klojen, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gadingrejo.
KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Seluruh: Bugulkidul, Panggungrejo, dan Purworejo.
KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gadingrejo.
KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Wonoasih.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kanigaran dan Kedopok.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Mayangan.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Wonoasih.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Karang Geneng, Lamongan, Pucuk, Sarirejo, dan Turi.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Deket dan Karangbinangun.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Glagah dan Sukodadi.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Glagah.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian: Sukodadi.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Deket, Karang Geneng, Karangbinangun, Lamongan, Pucuk, Sarirejo, dan Turi.
LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Kalitengah, Kedungpring, Kembangbahu, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Sambeng, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukorame, dan Tikung.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tempeh dan Yosowilangun.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Candipuro dan Tempursari.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pasirian.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pasirian.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Klakah, Randuagung, Ranuyoso, Tempeh, Tempursari, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Gucialit, Jatiroto, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Padang, Pasrujambe, Pronojiwo, Rowokangkung, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, dan Tekung.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Klakah dan Ranuyoso.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Randuagung.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Kare dan Saradan.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dagangan dan Gemarang.
MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Dolopo, Geger, Jiwan, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dagangan.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Gemarang.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kare dan Saradan.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Magetan, Ngariboyo, dan Sidorejo.
MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Maospati, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sukomoro, dan Takeran.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Magetan, Ngariboyo, dan Sidorejo.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dau, Kromengan, Ngajum, Pakisaji, dan Tajinan.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Karangploso, Singosari, dan Sumber Pucung.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bululawang, Kalipare, Kepanjen, Pagak, Poncokusumo, dan Wajak.
MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Ampelgading, Bantur, Dampit, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Pagelaran, Sumbermanjing, Tirto Yudo, dan Turen.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bululawang, Kepanjen, Pagak, dan Wajak.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Kalipare dan Poncokusumo.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dau, Karangploso, Kromengan, Ngajum, Ngantang, Pakisaji, Singosari, Sumber Pucung, dan Tajinan.
MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Jabung, Kasembon, Lawang, Pakis, Pujon, Tumpang, Wagir, dan Wonosari.
MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Ngantang.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Jatirejo dan Kutorejo.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dlanggu, Ngoro, Pungging, dan Trowulan.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Gedek, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Puri, dan Sooko.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dlanggu, Pungging, dan Trowulan.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Ngoro.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gondang, Jatirejo, Kutorejo, Pacet, dan Trawas.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gondang.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian: Pacet dan Trawas.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Berbek, Loceret, Rejoso, dan Wilangan.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bagor, Gondang, Ngluyu, dan Pace.
NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Baron, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngronggot, Patianrowo, Prambon, Sukomoro, dan Tanjunganom.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gondang.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Bagor, Ngluyu, dan Pace.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Berbek, Loceret, Rejoso, dan Wilangan.
NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Ngetos dan Sawahan.
NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
PACITAN 201 - 300 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan.
PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kadur, Palengaan, Pamekasan, dan Proppo.
PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian: Pademawu.
PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Galis dan Larangan.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Galis.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Larangan.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Batu Marmar, Kadur, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Proppo, dan Waru.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Seluruh: Pasean, Pegantenan, dan Tlanakan.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Batu Marmar dan Waru.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian: Pakong.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Nguling, dan Pohjentrek.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Rejoso.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tutur.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Pandaan dan Sukorejo.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar:Kraton, Lekok, Nguling, Pasrepan, Pohjentrek, Puspo, Rejoso, Tosari, dan Wonorejo.
PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangil, Beji, Lumbang, Rembang, dan Winongan.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kejayan dan Pasrepan.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Gempol, Puspo, Tosari, dan Wonorejo.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pandaan, Prigen, Sukorejo, dan Tutur.
PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Purwodadi dan Purwosari.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Prigen.
PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jetis, Mlarak, Sambit, dan Sawoo.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jetis, Mlarak, Ngebel, Pudak, Pulung, Sambit, dan Sawoo.
PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Kauman, Ngrayun, Ponorogo, Sampung, Siman, Slahung, Sooko, dan Sukorejo.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngebel dan Pulung.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Pudak.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gending, Kotaanyar, Maron, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Kraksaan dan Krejengan.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Paiton, Pajarakan, dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Krucil, Pajarakan, Sumberasih, dan Tiris.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Paiton.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gading, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Maron, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Dringu, Kuripan, Leces, Lumbang, Pakuniran, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Maron.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Gading.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Krucil dan Tiris.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Krucil.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian: Tiris.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Sampang dan Sokobanah.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Camplong, Ketapang, Pangarengan, dan Torjun.
SAMPANG 151 - 200 mm Seluruh: Banyuates, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sreseh, dan Tambelangan.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Camplong, Ketapang, dan Pangarengan.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian: Torjun.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sampang dan Sokobanah.
SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sedati dan Waru.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sedati dan Waru.
SIDOARJO 201 - 300 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, dan Wonoayu.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kapongan.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Asembagus, Banyuputih, dan Mangaran.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Mlandingan.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Kendit dan Suboh.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Kapongan, Mangaran, dan Situbondo.
SITUBONDO 151 - 200 mm Seluruh: Jangkar, Panarukan, dan Panji.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Asembagus, dan Situbondo.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kendit, Mlandingan, dan Suboh.
SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Banyuglugur, Besuki, Bungatan, Jatibanteng, dan Sumbermalang.
SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kangayan dan Masalembu.
SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ambunten, Pasongsongan, Raas, Rubaru, dan Sapeken.
SUMENEP 151 - 200 mm Seluruh: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Nonggunong, Pragaan, Saronggi, dan Talango.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ambunten, Pasongsongan, dan Raas.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian: Rubaru dan Sapeken.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kangayan dan Masalembu.
SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Arjasa.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gandusari.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bendungan, Kampak, Suruh, Tugu, dan Watulimo.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Durenan.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gandusari, Karangan, Pogalan, dan Trenggalek.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Karangan dan Pogalan.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Trenggalek.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bendungan, Durenan, Kampak, Suruh, Tugu, dan Watulimo.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Dongko, Munjungan, Panggul, dan Pule.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bancar dan Tambakboyo.
TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bancar dan Tambakboyo.
TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tuban, dan Widang.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Besuki, Campur Darat, Ngantru, Pakel, Sendang, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian: Karangrejo, Kauman, dan Kedungwaru.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bandung.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bandung.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Sendang.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Besuki, Campur Darat, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Pager Wojo, Pakel, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, dan Sumbergempol.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sendang.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).