Berkisar antara 116 – 552 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan MARET Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Desember Tahun 2023 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Januari Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan MARET Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Cluring, Glagah, Kabat, Kalipuro, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Giri dan Purwoharjo. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Banyuwangi. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Glenmore dan Songgon. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Banyuwangi. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Genteng, Giri, Glagah, Kabat, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Purwoharjo, Sempu, Siliragung, Tegaldlimo, Tegalsari, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Gambiran, Muncar, Rogojampi, Singojuruh, dan Srono. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kalipuro, Pesanggaran, Siliragung, dan Tegalsari. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Genteng, Licin, Sempu, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Glenmore dan Songgon. BANYUWANGI 301 - 400 mm Seluruh: Kalibaru. BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kademangan. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Selopuro. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Kanigoro dan Talun. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Binangun, Kademangan, Ponggok, dan Sanankulon. BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Bakung, Panggungrejo, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Binangun. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Ponggok dan Sanankulon. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gandusari, Kanigoro, Selopuro, dan Talun. BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Doko, Garum, Kesamben, Nglegok, Selorejo, dan Wlingi. BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gandusari. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngraho dan Tambakrejo. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Bubulan, Gondang, dan Sukosewu. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balen, Dander, Kedungadem, Ngasem, Purwosari, Sugihwaras, dan Temayang. BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Baureno, Bojonegoro, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Padangan, Sumberejo, dan Trucuk. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Balen, Dander, Kedungadem, Sugihwaras, dan Temayang. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Ngasem dan Purwosari. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bubulan, Gondang, Ngraho, Sukosewu, dan Tambakrejo. BOJONEGORO 301 - 400 mm Seluruh: Margomulyo, Ngambon, dan Sekar. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Prajekan. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Cermee. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Maesan, Sempol, Sumber Wringin, dan Tlogosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, dan Pujer. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Curah Dami, Pakem, Prajekan, Sukosari, dan Tenggarang. BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Klabang, Taman Krocok, Tapen, Tegalampel, Wonosari, dan Wringin. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Botolinggo, Curah Dami, Pakem, dan Tenggarang. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Sukosari. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pujer, Sempol, Sumber Wringin, dan Tlogosari. BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Tamanan. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian: Dukun. GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dukun. GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak, Ujungpangkah, dan Wringinanom. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Puger dan Wuluhan. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kalisat, Ledokombo, Panti, Sukorambi, dan Sumber Baru. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Arjasa, Silo, dan Tanggul. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangsalsari, Kaliwates, Mayang, Pakusari, Patrang, Puger, Semboro, Tempurejo, dan Wuluhan. JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Balung, Gumuk Mas, Jenggawah, Jombang, Kencong, Mumbulsari, Rambipuji, Sumbersari, dan Umbulsari. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kaliwates, Pakusari, Patrang, dan Tempurejo. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Bangsalsari, Mayang, dan Semboro. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Arjasa, Kalisat, Ledokombo, Panti, Silo, Sukorambi, Sumber Baru, Sumberjambe, dan Tanggul. JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Jelbuk dan Sukowono. JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Sumberjambe. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Perak. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Tembelang. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo, Kesamben, Plandaan, dan Ploso. JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Kabuh, Kudu, dan Ngusikan. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Plandaan dan Ploso. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Bandar Kedung Mulyo dan Kesamben. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Perak dan Tembelang. JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Peterongan, Sumobito, dan Wonosalam. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Grogol, Gurah, Kandangan, Kandat, Kepung, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Pare, Puncu, Semen, dan Wates. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Badas, Banyakan, Pagu, dan Purwoasri. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gampengrejo, Kras, dan Ringinrejo. KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Ngasem. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ringinrejo. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Gampengrejo dan Kras. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Badas, Banyakan, Grogol, Gurah, Kandangan, Kandat, Kepung, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Pagu, Pare, Puncu, Purwoasri, Semen, dan Wates. KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Kayen Kidul, Kunjang, Papar, Plemahan, Plosoklaten, dan Tarokan. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian: Bumiaji. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batu dan Junrejo. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Junrejo. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Batu. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bumiaji. KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Bumiaji. KOTA BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sananwetan dan Sukorejo. KOTA BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sananwetan dan Sukorejo. KOTA BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kepanjenkidul. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kota Kediri dan Mojoroto. KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Pesantren. KOTA MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Lowokwaru. KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Lowokwaru. KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Magersari. KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Prajurit Kulon. KOTA MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kanigaran dan Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kademangan. KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kademangan. KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kanigaran dan Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Mayangan dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kalitengah. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kalitengah, Ngimbang, Sambeng, dan Sukorame. LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Deket, Glagah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngimbang, Sambeng, dan Sukorame. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Rowokangkung. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Gucialit, Kedungjajang, Randuagung, dan Senduro. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Pasrujambe, dan Rowokangkung. LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Candipuro, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Pronojiwo, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, Tempeh, Tempursari, dan Yosowilangun. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jatiroto. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Pasrujambe. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kedungjajang, Randuagung, dan Senduro. LUMAJANG 301 - 400 mm Seluruh: Klakah dan Ranuyoso. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Dolopo. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kebonsari. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Kebonsari. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dolopo dan Saradan. MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MADIUN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Saradan. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian: Kawedanan, Nguntoronadi, dan Parang. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lembeyan. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Lembeyan. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kawedanan, Nguntoronadi, Panekan, dan Parang. MAGETAN 301 - 400 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran. MAGETAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Panekan. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Karangploso, Kepanjen, dan Poncokusumo. MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Dau, Kalipare, dan Turen. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Dampit, Gondanglegi, Pagak, dan Tirto Yudo. MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Bantur, Donomulyo, Gedangan, Pagelaran, dan Sumbermanjing. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ampelgading. MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Dampit, Gondanglegi, Pagak, dan Tirto Yudo. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dau, Kalipare, Karangploso, Kepanjen, Ngantang, Poncokusumo, dan Turen. MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Bululawang, Jabung, Kasembon, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Tajinan, Tumpang, Wagir, Wajak, dan Wonosari. MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngantang. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Trowulan. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Sooko. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gedek dan Jetis. MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Dawar Blandong dan Kemlagi. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gedek, Pacet, dan Trawas. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Jetis. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gondang, Kutorejo, Ngoro, Pungging, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Jatirejo, Mojoanyar, Mojosari, dan Puri. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kutorejo, Ngoro, dan Pungging. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian: Gondang. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Pacet dan Trawas. MOJOKERTO > 500 mm Sebagian Kecil: Pacet dan Trawas. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bagor, Berbek, Loceret, Ngronggot, Pace, dan Prambon. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jatikalen, Kertosono, Nganjuk, Patianrowo, Rejoso, dan Tanjunganom. NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Baron, Gondang, Lengkong, Ngluyu, dan Sukomoro. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jatikalen, Kertosono, Nganjuk, Patianrowo, dan Tanjunganom. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Rejoso. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bagor, Berbek, Loceret, Ngronggot, Pace, dan Prambon. NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Ngetos, Sawahan, dan Wilangan. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Karanganyar, Kedunggalar, Ngawi, Paron, Pitu, dan Widodaren. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Mantingan. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Kendal. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jogorogo, Karanganyar, Kedunggalar, Mantingan, Ngawi, Paron, Pitu, dan Widodaren. NGAWI 301 - 400 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Karangjati, Kasreman, Kwadungan, Ngrambe, Padas, Pangkur, dan Sine. NGAWI 401 - 500 mm Sebagian: Jogorogo. NGAWI 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kendal. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngadirojo. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sudimoro. PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sudimoro. PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngadirojo. PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Pacitan, Pringkuku, Punung, Tegalombo, dan Tulakan. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian: Pakong. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batu Marmar, Pegantenan, dan Waru. PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Proppo, dan Tlanakan. PAMEKASAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Batu Marmar, Pegantenan, dan Waru. PAMEKASAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pakong. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bangil, Kejayan, dan Pasrepan. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Winongan. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gondang Wetan, Grati, Kraton, dan Nguling. PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan dan Prigen. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Grati, Kraton, dan Nguling. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bangil, Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Purwodadi, Sukorejo, dan Winongan. PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Beji, Purwosari, Puspo, Rembang, Tosari, Tutur, dan Wonorejo. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gempol, Lumbang, Purwodadi, dan Sukorejo. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Pandaan. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Prigen. PASURUAN > 500 mm Sebagian: Prigen. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Slahung. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Ngrayun dan Pulung. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Sampung, dan Sooko. PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Sawoo, Siman, dan Sukorejo. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Badegan dan Sampung. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, dan Sooko. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngrayun, Pulung, dan Slahung. PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Ngebel dan Pudak. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gending, Kraksaan, dan Maron. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Krejengan dan Sumberasih. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pajarakan. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Krucil, Leces, Lumbang, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Banyuanyar, Pajarakan, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gading, Gending, Kraksaan, Krejengan, Maron, Sumberasih, dan Tongas. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Besuk, Dringu, Kotaanyar, Paiton, dan Pakuniran. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Maron. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Gading dan Tongas. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Krucil, Kuripan, Leces, Lumbang, Tegalsiwalan, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Sukapura, Sumber, dan Tiris. PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Krucil, Kuripan, dan Wonomerto. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuates dan Kedungdung. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ketapang dan Robatal. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian: Ketapang dan Robatal. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuates dan Kedungdung. SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Omben, Pangarengan, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jabon, Prambon, dan Tarik. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Buduran. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balong Bendo, Gedangan, Sedati, Sukodono, dan Wonoayu. SIDOARJO 201 - 300 mm Seluruh: Krian, Taman, dan Waru. SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gedangan, Sedati, dan Sukodono. SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian: Balong Bendo dan Wonoayu. SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Buduran, Jabon, Prambon, dan Tarik. SIDOARJO 301 - 400 mm Seluruh: Candi, Krembung, Porong, Sidoarjo, Tanggulangin, dan Tulangan. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Banyuputih dan Panji. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Kapongan. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Mangaran. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur dan Bungatan. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Mangaran, dan Mlandingan. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Besuki, Jangkar, Kapongan, Kendit, Panji, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 151 - 200 mm Seluruh: Panarukan. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jangkar. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Asembagus, Banyuputih, Besuki, Kendit, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjasa, Banyuglugur, Bungatan, Mlandingan, dan Sumbermalang. SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Jatibanteng. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Asembagus dan Sumbermalang. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Batuputih, Bluto, dan Manding. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Rubaru dan Saronggi. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ambunten, Dasuk, dan Raas. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian: Ambunten, Dasuk, dan Raas. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batuputih, Bluto, Ganding, Guluk Guluk, Manding, Rubaru, dan Saronggi. SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuan, Dungkek, Gapura, Gayam, Giligenteng, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Sapeken, dan Talango. SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Guluk Guluk. SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian: Ganding. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bendungan dan Munjungan. TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Dongko, Durenan, Gandusari, Kampak, Karangan, Panggul, Pogalan, Pule, Suruh, Trenggalek, Tugu, dan Watulimo. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Bendungan dan Munjungan. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jenu, Merakurak, Palang, Semanding, dan Soko. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Jatirogo dan Kenduruan. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Tuban. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tuban. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Merakurak, Palang, Semanding, dan Soko. TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Kerek, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Senori, Singgahan, Tambakboyo, dan Widang. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Besuki, Campur Darat, Ngunut, Rejotangan, dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian: Pucang Laban dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kalidawir. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sendang. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Kalidawir dan Pager Wojo. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Besuki, Campur Darat, Karangrejo, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Bandung, Boyolangu, Gondang, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Pakel, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Karangrejo. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pager Wojo dan Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan MARET Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Desember Tahun 2023 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan