( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan APRIL Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Desember Tahun 2023 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan APRIL Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Desember Tahun 2023 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 80 – 366 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan APRIL Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Desember Tahun 2023 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Januari Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan APRIL Tahun 2024 sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Arosbaya, Blega, Kokop, dan Sepulu.
BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian: Modung.
BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Tanjungbumi.
BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tanjungbumi.
BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Arosbaya, Blega, Kokop, Modung, dan Sepulu.
BANGKALAN 151 - 200 mm Seluruh: Bangkalan, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Konang, Kwanyar, Labang, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Purwoharjo dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gambiran, Kalipuro, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Glagah, Pesanggaran, Rogojampi, dan Siliragung.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Giri, Kabat, Purwoharjo, Srono, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Seluruh: Banyuwangi dan Muncar.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Glenmore, dan Songgon.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Cluring, Giri, Kabat, dan Srono.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gambiran, Genteng, Glagah, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Rogojampi, Sempu, Siliragung, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Seluruh: Singojuruh dan Tegalsari.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Glagah, Pesanggaran, dan Siliragung.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Genteng, Licin, Sempu, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Glenmore dan Songgon.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Kalibaru.
BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Garum, Kanigoro, Nglegok, dan Sanankulon.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Selopuro.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Garum, Nglegok, dan Talun.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Besar: Binangun, Kanigoro, Ponggok, Sanankulon, dan Sutojayan.
BLITAR 151 - 200 mm Seluruh: Bakung, Kademangan, Panggungrejo, Srengat, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Binangun, Ponggok, dan Sutojayan.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gandusari, Garum, Nglegok, Selopuro, Talun, dan Wlingi.
BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Doko, Kesamben, dan Selorejo.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Wlingi.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Gandusari.
BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kepoh Baru.
BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian: Baureno.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bubulan.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian: Dander, Kedungadem, Ngasem, Purwosari, Sugihwaras, dan Temayang.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Baureno, Bojonegoro, Kapas, Kepoh Baru, dan Padangan.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Seluruh: Balen, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kasiman, Kedewan, Malo, Sukosewu, Sumberejo, dan Trucuk.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bojonegoro dan Kapas.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Padangan.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bubulan, Dander, Kedungadem, Ngasem, Purwosari, Sugihwaras, dan Temayang.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Gondang, Margomulyo, Ngambon, Ngraho, Sekar, dan Tambakrejo.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Botolinggo dan Wringin.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Klabang.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Cermee dan Prajekan.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Prajekan dan Sumber Wringin.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Cermee, Sukosari, dan Tlogosari.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Klabang, Pakem, Sempol, Tapen, dan Wringin.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pujer, Taman Krocok, Tamanan, Tegalampel, Tenggarang, dan Wonosari.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Botolinggo, Pakem, dan Tapen.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Sempol.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sukosari, Sumber Wringin, dan Tlogosari.
GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bungah, Sidayu, dan Ujungpangkah.
GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Dukun dan Panceng.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dukun dan Panceng.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bungah, Driyorejo, Sidayu, dan Ujungpangkah.
GRESIK 151 - 200 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Duduksampeyan, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Sangkapura, Tambak, dan Wringinanom.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Driyorejo.
JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jombang, Puger, dan Wuluhan.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ajung, Kaliwates, Panti, Rambipuji, Semboro, dan Sumber Baru.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Arjasa, Balung, Jenggawah, Ledokombo, dan Silo.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jelbuk, Jombang, Kalisat, Mumbulsari, Pakusari, Puger, Sumberjambe, Sumbersari, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
JEMBER 151 - 200 mm Seluruh: Ambulu, Gumuk Mas, Kencong, Mayang, dan Sukowono.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jombang, Kalisat, Pakusari, Tempurejo, dan Wuluhan.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Jelbuk, Mumbulsari, Sumberjambe, Sumbersari, dan Umbulsari.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ajung, Arjasa, Balung, Jenggawah, Kaliwates, Ledokombo, Panti, Rambipuji, Semboro, Silo, dan Sumber Baru.
JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Bangsalsari, Patrang, Sukorambi, dan Tanggul.
JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jogo Roto, Kesamben, Ngoro, Ngusikan, dan Plandaan.
JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian: Mojowarno dan Ploso.
JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kabuh, Mojoagung, dan Sumobito.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Kabuh, Mojoagung, dan Sumobito.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jogo Roto, Kesamben, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Plandaan, dan Ploso.
JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jombang, Kudu, Megaluh, Perak, Peterongan, Tembelang, dan Wonosalam.
KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kepung, Kras, Kunjang, Ngancar, Pagu, Puncu, dan Ringinrejo.
KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian: Kandangan, Pare, dan Purwoasri.
KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Badas, Kayen Kidul, Papar, dan Plemahan.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Badas dan Papar.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Kayen Kidul dan Plemahan.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kandangan, Kepung, Kras, Kunjang, Ngancar, Pagu, Pare, Puncu, Purwoasri, dan Ringinrejo.
KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Gurah, Kandat, Mojo, Ngadiluwih, Ngasem, Plosoklaten, Semen, Tarokan, dan Wates.
KOTA BATU 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bumiaji.
KOTA BATU 151 - 200 mm Sebagian: Batu.
KOTA BATU 151 - 200 mm Sebagian Besar: Junrejo.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Junrejo.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batu dan Bumiaji.
KOTA BLITAR 101 - 150 mm Sebagian: Sukorejo.
KOTA BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sananwetan.
KOTA BLITAR 101 - 150 mm Seluruh: Kepanjenkidul.
KOTA BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Sananwetan.
KOTA BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Besar: Sukorejo.
KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
KOTA MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Magersari.
KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Magersari.
KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo.
KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Seluruh: Panggungrejo.
KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bugulkidul dan Purworejo.
KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Gadingrejo.
KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kanigaran dan Kedopok.
KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kanigaran dan Kedopok.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Seluruh: Mayangan dan Wonoasih.
KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bulak dan Lakarsantri.
KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian: Bubutan, Gunung Anyar, Sambikerep, Simokerto, dan Tandes.
KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian Besar: Asemrowo, Benowo, Kenjeran, dan Pabean Cantian.
KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Seluruh: Krembangan, Pakal, dan Semampir.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Asemrowo, Benowo, dan Pabean Cantian.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian: Kenjeran.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bubutan, Bulak, Gunung Anyar, Lakarsantri, Sambikerep, Simokerto, dan Tandes.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Jambangan, Karang Pilang, Mulyorejo, Rungkut, Sawahan, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Glagah, Lamongan, Laren, Ngimbang, Paciran, dan Sugio.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian: Karang Geneng, Kedungpring, Pucuk, Solokuro, dan Turi.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kalitengah, Karangbinangun, dan Sukodadi.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kalitengah dan Karangbinangun.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Bluluk, Ngimbang, Sambeng, dan Sukodadi.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Glagah, Karang Geneng, Kedungpring, Lamongan, Laren, Paciran, Pucuk, Solokuro, Sugio, dan Turi.
LAMONGAN 151 - 200 mm Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Kembangbahu, Maduran, Mantup, Modo, Sarirejo, Sekaran, dan Tikung.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bluluk, Ngimbang, dan Sambeng.
LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Sukorame.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jatiroto dan Yosowilangun.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Tekung.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Rowokangkung.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Randuagung, Sukodono, Sumbersuko, dan Tempeh.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Lumajang dan Rowokangkung.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Kunir, Tekung, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kunir, Rowokangkung, dan Tekung.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Jatiroto.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lumajang, Randuagung, Sukodono, Sumbersuko, dan Tempeh.
LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Candipuro, Gucialit, Kedungjajang, Klakah, Padang, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, Ranuyoso, Senduro, dan Tempursari.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gemarang.
MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gemarang.
MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian: Lembeyan.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lembeyan dan Panekan.
MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Panekan.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dau dan Karangploso.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian: Gedangan, Kalipare, dan Pagak.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bantur dan Donomulyo.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Donomulyo.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Bantur.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dau, Gedangan, Kalipare, Karangploso, Ngantang, dan Pagak.
MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Ampelgading, Bululawang, Dampit, Gondanglegi, Jabung, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngantang.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jatirejo, Mojoanyar, dan Ngoro.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian: Sooko.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gedek, Jetis, Kemlagi, dan Trowulan.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Dawar Blandong.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jetis dan Trowulan.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Gedek, Kemlagi, dan Pacet.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gondang, Jatirejo, Mojoanyar, Ngoro, Sooko, dan Trawas.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Kutorejo, Mojosari, Pungging, dan Puri.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gondang.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Trawas.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pacet.
NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Baron, Gondang, Prambon, Rejoso, dan Tanjunganom.
NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian: Kertosono.
NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ngronggot.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngronggot.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Sawahan.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Baron, Gondang, Kertosono, Ngetos, Prambon, Rejoso, dan Tanjunganom.
NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Bagor, Berbek, Jatikalen, Lengkong, Loceret, Nganjuk, Ngluyu, Pace, Patianrowo, Sukomoro, dan Wilangan.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngetos.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sawahan.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Kendal.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jogorogo.
NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jogorogo.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kendal.
PACITAN 201 - 300 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Palengaan dan Tlanakan.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Batu Marmar, Kadur, Pamekasan, Pegantenan, dan Waru.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Seluruh: Galis, Larangan, Pademawu, dan Pasean.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Batu Marmar dan Kadur.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian: Pamekasan, Pegantenan, dan Waru.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Palengaan dan Tlanakan.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Pakong dan Proppo.
PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, dan Rejoso.
PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Grati.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kejayan, Lumbang, dan Pasrepan.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Beji, Gempol, dan Rembang.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangil, Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, Rejoso, dan Winongan.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bangil, Grati, Kraton, dan Nguling.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Prigen dan Winongan.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Beji, Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, dan Rembang.
PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Purwodadi, Purwosari, Puspo, Sukorejo, Tosari, Tutur, dan Wonorejo.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pandaan.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Prigen.
PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balong, Jenangan, Kauman, Pulung, dan Sampung.
PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian: Babadan, Sambit, Sawoo, dan Sukorejo.
PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jetis, Mlarak, dan Siman.
PONOROGO 151 - 200 mm Seluruh: Ponorogo.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Mlarak dan Siman.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Jetis.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Babadan, Balong, Jenangan, Kauman, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, dan Sukorejo.
PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Badegan, Bungkal, Jambon, Ngebel, Ngrayun, Pudak, Slahung, dan Sooko.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Besuk, Gending, Maron, dan Pakuniran.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Paiton dan Pajarakan.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuanyar, Krucil, Kuripan, Paiton, Pajarakan, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Bantaran, Gading, Leces, dan Lumbang.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Besuk, Dringu, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Maron, Pakuniran, Sumberasih, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dringu, Gending, Pakuniran, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Maron.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Gading, Krucil, Kuripan, Leces, Lumbang, Tegalsiwalan, dan Tiris.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Sukapura dan Sumber.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krucil dan Tiris.
SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Banyuates.
SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian: Ketapang, Sokobanah, dan Sreseh.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Robatal.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Banyuates, Camplong, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Sokobanah, dan Sreseh.
SAMPANG 151 - 200 mm Seluruh: Jrengik, Pangarengan, Sampang, Tambelangan, dan Torjun.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Karang Penang dan Kedungdung.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian: Camplong dan Omben.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Robatal.
SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Candi, Krembung, Sidoarjo, Sukodono, dan Tulangan.
SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian: Buduran, Gedangan, Prambon, dan Taman.
SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jabon, Porong, Sedati, Tanggulangin, Tarik, Waru, dan Wonoayu.
SIDOARJO 151 - 200 mm Seluruh: Balong Bendo dan Krian.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Porong dan Sedati.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Jabon, Tanggulangin, Tarik, Waru, dan Wonoayu.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Buduran, Candi, Gedangan, Krembung, Prambon, Sidoarjo, Sukodono, Taman, dan Tulangan.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuputih, Kendit, Mlandingan, dan Panarukan.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Besuki dan Suboh.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sumbermalang.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Suboh.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Jatibanteng, Kendit, Mlandingan, dan Panarukan.
SITUBONDO 101 - 150 mm Seluruh: Bungatan, Jangkar, Kapongan, Mangaran, Panji, dan Situbondo.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur, Banyuputih, dan Suboh.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, Jatibanteng, dan Mlandingan.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Sumbermalang.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sumbermalang.
SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gayam.
SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian: Ambunten, Dasuk, dan Rubaru.
SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Besar: Raas.
SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Raas.
SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Ganding dan Guluk Guluk.
SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ambunten, Batuan, Dasuk, Gayam, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, dan Saronggi.
SUMENEP 151 - 200 mm Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuputih, Bluto, Dungkek, Gapura, Giligenteng, Kalianget, Kangayan, Masalembu, Nonggunong, Sapeken, dan Talango.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Batuan, Manding, Pasongsongan, Pragaan, dan Saronggi.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian: Kota Sumenep dan Lenteng.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ganding dan Guluk Guluk.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pogalan dan Watulimo.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Gandusari.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kampak, Suruh, Trenggalek, dan Watulimo.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Karangan.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Durenan, Gandusari, dan Pogalan.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Durenan dan Gandusari.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Munjungan dan Pogalan.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kampak, Karangan, Suruh, Trenggalek, dan Watulimo.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Bendungan, Dongko, Panggul, Pule, dan Tugu.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kampak dan Watulimo.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Munjungan.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Grabagan dan Plumpang.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian: Kenduruan, Merakurak, Palang, dan Tambakboyo.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bancar, Jatirogo, Jenu, dan Semanding.
TUBAN 101 - 150 mm Seluruh: Tuban.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bancar.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Jatirogo, Jenu, dan Semanding.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Grabagan, Kenduruan, Merakurak, Palang, Plumpang, dan Tambakboyo.
TUBAN 151 - 200 mm Seluruh: Bangilan, Kerek, Montong, Parengan, Rengel, Senori, Singgahan, Soko, dan Widang.
TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bandung.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo dan Sendang.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Gondang, Karangrejo, Kauman, dan Ngantru.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Seluruh: Boyolangu, Campur Darat, Kalidawir, Kedungwaru, Ngunut, Pakel, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang, Kauman, dan Ngantru.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Besuki dan Karangrejo.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pager Wojo dan Sendang.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Porong, Tanggulangin, dan Tulangan.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Krembung.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).