( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan MARET Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan MARET Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 95 - 463 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan MARET Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Februari Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan MARET Tahun 2024 sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 201 – 300 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi, Giri, Kabat, dan Kalibaru.
BANYUWANGI 150 – 200 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Kalipuro, Licin, Siliragung, Songgon, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 150 – 200 mm Sebagian: Cluring, Glagah, Kalibaru, Singojuruh, dan Srono.
BANYUWANGI 150 – 200 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Banyuwangi, Giri, Kabat, Purwoharjo, dan Rogojampi.
BANYUWANGI 150 – 200 mm Seluruh: Muncar dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 201- 300 mm Sebagian Kecil: Kabat, Purwoharjo, dan Rogojampi.
BANYUWANGI 201- 300 mm Sebagian: Bangorejo dan Giri.
BANYUWANGI 201- 300 mm Sebagian Besar: Cluring, Glagah, Glenmore, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Siliragung, Singojuruh, Songgon, Srono, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 201- 300 mm Seluruh: Gambiran, Genteng, Pesanggaran, Sempu, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Licin, dan Songgon.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Wongsorejo.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Selopuro.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Kanigoro, Sanankulon, dan Talun.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Binangun, Kademangan, dan Ponggok.
BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Bakung, Panggungrejo, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Binangun dan Kademangan.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Ponggok.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gandusari, Kanigoro, Sanankulon, Selopuro, dan Talun.
BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Doko, Garum, Kesamben, Nglegok, Selorejo, dan Wlingi.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Gandusari.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kanor.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngambon.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Gondang, Ngraho, dan Tambakrejo.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bubulan, Kanor, Kedungadem, Ngasem, Sukosewu, dan Temayang.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Padangan, Purwosari, Sugihwaras, Sumberejo, dan Trucuk.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bubulan, Kedungadem, Ngasem, dan Sukosewu.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Temayang.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gondang, Ngambon, Ngraho, dan Tambakrejo.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Seluruh: Margomulyo dan Sekar.
BONDOWOSO 150 – 200 mm Sebagian: Cermee dan Prajekan.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tamanan.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Maesan, Sumber Wringin, dan Tlogosari.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Cermee, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Pakem, Prajekan, Pujer, Sempol, dan Sukosari.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Botolinggo, Curah Dami, Klabang, Taman Krocok, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Grujugan, Pakem, Sempol, dan Sukosari.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Jambesari Darus Sholah dan Pujer.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Maesan, Sumber Wringin, Tamanan, dan Tlogosari.
GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak, Ujungpangkah, dan Wringinanom.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balung, Gumuk Mas, dan Silo.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Ambulu dan Puger.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Besar: Wuluhan.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sukowono dan Sumberjambe.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Sumber Baru dan Wuluhan.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambulu, Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Panti, Puger, Semboro, Silo, dan Tanggul.
JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Ajung, Arjasa, Jenggawah, Jombang, Kaliwates, Kencong, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Rambipuji, Sukorambi, Sumbersari, Tempurejo, dan Umbulsari.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Panti, dan Semboro.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Tanggul.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sukowono, Sumber Baru, dan Sumberjambe.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Megaluh dan Peterongan.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Sumobito.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kesamben, Plandaan, dan Tembelang.
JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Kabuh, Kudu, Ngusikan, dan Ploso.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kesamben dan Plandaan.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Tembelang.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Megaluh, Peterongan, dan Sumobito.
JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Perak, dan Wonosalam.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kandangan, Kepung, Pare, dan Puncu.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Badas, Kras, dan Ringinrejo.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Badas, Kandangan, Kepung, Kras, Pare, Puncu, dan Ringinrejo.
KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Gurah, Kandat, Kayen Kidul, Kunjang, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Ngasem, Pagu, Papar, Plemahan, Plosoklaten, Purwoasri, Semen, Tarokan, dan Wates.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian: Bumiaji.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batu.
KOTA BATU 201 - 300 mm Seluruh: Junrejo.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Batu.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bumiaji.
KOTA BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
KOTA MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Lowokwaru.
KOTA MALANG 301 – 400 mm Sebagian Besar: Lowokwaru.
KOTA MALANG 301 – 400 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kanigaran.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kanigaran.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Brondong.
LAMONGAN 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Laren, Paciran, dan Solokuro.
LAMONGAN 151 – 200 mm Sebagian Besar: Brondong.
LAMONGAN 201 – 300 mm Sebagian Kecil: Brondong.
LAMONGAN 201 – 300 mm Sebagian Besar: Laren, Paciran, dan Solokuro.
LAMONGAN 201 – 300 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung, dan Turi.
LUMAJANG 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Jatiroto, Tekung, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 151 – 200 mm Sebagian Besar: Rowokangkung.
LUMAJANG 201 – 300 mm Sebagian: Pasrujambe, Rowokangkung, dan Senduro.
LUMAJANG 201 – 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Gucialit, Jatiroto, Klakah, Randuagung, Ranuyoso, Tekung, Tempursari, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 201 – 300 mm Seluruh: Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Sukodono, Sumbersuko, dan Tempeh.
LUMAJANG 301 – 400 mm Sebagian Kecil: Gucialit, Klakah, Randuagung, dan Ranuyoso.
LUMAJANG 301 – 400 mm Sebagian: Candipuro dan Tempursari.
LUMAJANG 301 – 400 mm Sebagian Besar: Pasrujambe, Pronojiwo, dan Senduro.
LUMAJANG 401 – 500 mm Sebagian Kecil: Pronojiwo.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Geger.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dolopo dan Kebonsari.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dolopo dan Kebonsari.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Geger dan Saradan.
MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Gemarang, Jiwan, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
MADIUN 401 – 500 mm Sebagian Kecil: Saradan.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Poncol dan Takeran.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kawedanan, Nguntoronadi, dan Parang.
MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Lembeyan.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Nguntoronadi.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian: Kawedanan dan Parang.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Poncol dan Takeran.
MAGETAN 301 – 400 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, Sidorejo, dan Sukomoro.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bululawang, Pujon, Sumber Pucung, Wagir, dan Wajak.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Ampelgading.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dampit, Dau, Gondanglegi, Kalipare, Karangploso, Kepanjen, Pagak, Tirto Yudo, dan Turen.
MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Bantur, Donomulyo, Gedangan, Pagelaran, dan Sumbermanjing.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dampit, Gondanglegi, Pagak, dan Tirto Yudo.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Dau, Kalipare, Karangploso, Kepanjen, dan Turen.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Bululawang, Ngantang, Pujon, Sumber Pucung, Wagir, dan Wajak.
MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Jabung, Kasembon, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Singosari, Tajinan, Tumpang, dan Wonosari.
MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngantang.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang, Puri, dan Trowulan.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Mojoanyar dan Pacet.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sooko.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Dawar Blandong, Gedek, Jetis, dan Kemlagi.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Sooko.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gondang, Mojoanyar, Pacet, Puri, Trawas, dan Trowulan.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Jatirejo, Kutorejo, Mojosari, Ngoro, dan Pungging.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Trawas.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jatikalen, Lengkong, dan Ngluyu.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jatikalen, Lengkong, dan Ngluyu.
NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Kertosono, Loceret, Nganjuk, Ngetos, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sawahan, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bringin, Karanganyar, Kasreman, Ngawi, dan Widodaren.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Kedunggalar, Paron, dan Pitu.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Mantingan.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Mantingan.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bringin, Karanganyar, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Ngawi, Paron, Pitu, dan Widodaren.
NGAWI 301 - 400 mm Seluruh: Geneng, Gerih, Jogorogo, Karangjati, Kwadungan, Ngrambe, Padas, Pangkur, dan Sine.
NGAWI 401 – 500 mm Sebagian Kecil: Kendal.
PACITAN 201 - 300 mm Sebagian: Bandar, Kebonagung, dan Tegalombo.
PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Tulakan.
PACITAN 201 - 300 mm Seluruh: Ngadirojo dan Sudimoro.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian: Tulakan.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bandar, Kebonagung, dan Tegalombo.
PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Arjosari, Donorojo, Nawangan, Pacitan, Pringkuku, dan Punung.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bangil, Pasrepan, dan Rembang.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Kejayan.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grati, Kraton, Nguling, dan Winongan.
PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Gondang Wetan, Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kraton dan Nguling.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Grati dan Winongan.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bangil, Kejayan, Pasrepan, Prigen, dan Rembang.
PASURUAN 301 – 400 mm Seluruh: Beji, Gempol, Lumbang, Pandaan, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Sukorejo, Tosari, Tutur, dan Wonorejo.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Prigen.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngebel.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Pulung.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jenangan, Ngrayun, Slahung, dan Sooko.
PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, dan Sukorejo.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jenangan, Ngrayun, dan Slahung.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Sooko.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngebel dan Pulung.
PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Pudak.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gending, Kraksaan, Krejengan, Maron, dan Paiton.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Sumberasih.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pajarakan.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Krucil, Kuripan, Lumbang, Sumber, dan Tiris.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Gading, Pajarakan, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gending, Kraksaan, Krejengan, Leces, Maron, Paiton, Pakuniran, Sumberasih, dan Tongas.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Banyuanyar, Besuk, Dringu, Kotaanyar, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Maron, Pakuniran, dan Tongas.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Leces.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bantaran, Gading, Krucil, Kuripan, Lumbang, Sumber, Tiris, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Krucil dan Tiris.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuates.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Sokobanah.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ketapang.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian: Ketapang.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuates dan Sokobanah.
SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Candi.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Jabon, Prambon, dan Tulangan.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sidoarjo dan Tarik.
SIDOARJO 201 - 300 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Gedangan, Krian, Sedati, Sukodono, Taman, Waru, dan Wonoayu.
SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sidoarjo.
SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian: Tarik.
SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Candi, Jabon, Prambon, dan Tulangan.
SIDOARJO 301 - 400 mm Seluruh: Krembung, Porong, dan Tanggulangin.
SITUBONDO 51 – 100 mm Sebagian Kecil: Banyuputih.
SITUBONDO 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Banyuputih.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Besuki dan Mlandingan.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Kendit, dan Suboh.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jangkar dan Situbondo.
SITUBONDO 151 - 200 mm Seluruh: Kapongan, Mangaran, Panarukan, dan Panji.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jangkar dan Situbondo.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Banyuputih.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Besuki, Kendit, Mlandingan, Suboh, dan Sumbermalang.
SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Banyuglugur, Bungatan, dan Jatibanteng.
SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Asembagus dan Sumbermalang.
SUMENEP 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Dasuk.
SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bluto, Kalianget, Kangayan, Manding, dan Pasongsongan.
SUMENEP 151 – 200 mm Sebagian: Batuputih.
SUMENEP 151 – 200 mm Sebagian Besar: Ambunten, Dasuk, Nonggunong, Raas, Rubaru, dan Saronggi.
SUMENEP 151 – 200 mm Seluruh: Gayam.
SUMENEP 201 – 300 mm Sebagian Kecil: Ambunten, Dasuk, Nonggunong, dan Raas.
SUMENEP 201 – 300 mm Sebagian: Rubaru dan Saronggi.
SUMENEP 201 – 300 mm Sebagian Besar: Batuputih, Bluto, Kalianget, Kangayan, Manding, dan Pasongsongan.
SUMENEP 201 – 300 mm Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuan, Dungkek, Ganding, Gapura, Giligenteng, Guluk Guluk, Kota Sumenep, Lenteng, Masalembu, Pragaan, Sapeken, dan Talango.
TRENGGALEK 201 – 300 mm Sebagian Kecil: Dongko.
TRENGGALEK 201 – 300 mm Sebagian: Munjungan.
TRENGGALEK 201 – 300 mm Sebagian Besar: Bendungan, Kampak, Panggul, Pule, Suruh, dan Trenggalek.
TRENGGALEK 201 – 300 mm Seluruh: Durenan, Gandusari, Karangan, Pogalan, Tugu, dan Watulimo.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kampak, Panggul, Suruh, dan Trenggalek.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Bendungan dan Pule.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dongko dan Munjungan.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bancar, Grabagan, Montong, Parengan, Singgahan, dan Tambakboyo.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Bangilan, Kenduruan, Kerek, Rengel, Senori, dan Soko.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jatirogo, Jenu, Merakurak, Palang, dan Semanding.
TUBAN 151 - 200 mm Seluruh: Tuban.
TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jenu dan Merakurak.
TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Jatirogo, Palang, dan Semanding.
TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bancar, Bangilan, Grabagan, Kenduruan, Kerek, Montong, Parengan, Rengel, Senori, Singgahan, Soko, dan Tambakboyo.
TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Plumpang dan Widang.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jenu dan Merakurak.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian: Jatirogo, Palang, dan Semanding.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sendang.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Pager Wojo.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Campur Darat, Karangrejo, Kauman, Ngantru, dan Tanggung Gunung.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Bandung, Besuki, Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Kedungwaru, Ngunut, Pakel, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kauman dan Ngantru.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Karangrejo.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pager Wojo dan Sendang.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).