Berkisar antara 90 – 394 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan APRIL Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Februari Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan APRIL Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Geger dan Klampis. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Konang. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Kokop, Sepulu, dan Tanah Merah. BANGKALAN 151 - 200 mm Seluruh: Kamal, Kwanyar, Labang, Modung, Socah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bangkalan dan Kokop. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian: Blega, Burneh, Galis, Sepulu, dan Tanah Merah. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Geger, Klampis, dan Konang. BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Arosbaya. BANYUWANGI 51 – 100 mm Sebagian Kecil: Tegaldlimo. BANYUWANGI 51 – 100 mm Sebagian: Purwoharjo. BANYUWANGI 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi, Gambiran, Giri, Glagah, Glenmore, Kabat, Rogojampi, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 101 – 150 mm Sebagian: Pesanggaran dan Siliragung. BANYUWANGI 101 – 150 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Purwoharjo, Srono, Tegaldlimo, dan Tegalsari. BANYUWANGI 101 – 150 mm Seluruh: Muncar. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bangorejo dan Songgon. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Cluring, Glenmore, Kalibaru, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Gambiran, Genteng, Giri, Glagah, Kabat, Licin, Pesanggaran, Rogojampi, Sempu, Siliragung, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 151 - 200 mm Seluruh: Kalipuro dan Singojuruh. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Genteng dan Sempu. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Licin. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Glenmore, Kalibaru, dan Songgon. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kanigoro, Panggungrejo, Talun, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Kademangan dan Sutojayan. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bakung, Binangun, dan Wates. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bakung dan Wates. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Binangun dan Gandusari. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Garum, Kademangan, Kanigoro, Nglegok, Panggungrejo, Sutojayan, Talun, Wlingi, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Doko, Kesamben, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Selorejo, Srengat, dan Udanawu. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Garum dan Nglegok. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Wlingi. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gandusari. BOJONEGORO 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Kepoh Baru. BOJONEGORO 101 – 150 mm Sebagian: Baureno. BOJONEGORO 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Sukosewu. BOJONEGORO 151 – 200 mm Sebagian: Dander, Kedungadem, Ngasem, dan Purwosari. BOJONEGORO 151 – 200 mm Sebagian Besar: Balen, Baureno, Kapas, Kepoh Baru, dan Padangan. BOJONEGORO 151 – 200 mm Seluruh: Bojonegoro, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kasiman, Kedewan, Malo, Sumberejo, dan Trucuk. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Balen dan Kapas. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Padangan. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dander, Kedungadem, Ngasem, Purwosari, dan Sukosewu. BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Bubulan, Gondang, Margomulyo, Ngambon, Ngraho, Sekar, Sugihwaras, Tambakrejo, dan Temayang. BONDOWOSO 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Tapen dan Wringin. BONDOWOSO 101 – 150 mm Sebagian: Botolinggo. BONDOWOSO 101 – 150 mm Sebagian Besar: Cermee, Klabang, dan Prajekan. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Prajekan, Sukosari, Sumber Wringin, dan Tlogosari. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Botolinggo, Cermee, Klabang, Pujer, dan Tamanan. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Sempol, Tapen, Wonosari, dan Wringin. BONDOWOSO 151 - 200 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Taman Krocok, Tegalampel, dan Tenggarang. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Maesan, Pakem, Tapen, dan Wonosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Botolinggo, Jambesari Darus Sholah, dan Sempol. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pujer, Sukosari, Sumber Wringin, Tamanan, dan Tlogosari. GRESIK 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Benjeng, Bungah, Duduksampeyan, Menganti, dan Panceng. GRESIK 101 – 150 mm Sebagian: Dukun dan Manyar. GRESIK 101 – 150 mm Sebagian Besar: Cerme. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian: Cerme. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Benjeng, Bungah, Duduksampeyan, Dukun, Manyar, Menganti, dan Panceng. GRESIK 151 - 200 mm Seluruh: Balongpanggang, Driyorejo, Gresik, Kebomas, Kedamean, Sangkapura, Sidayu, Tambak, Ujungpangkah, dan Wringinanom. JEMBER 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Balung, Gumuk Mas, dan Jombang. JEMBER 101 – 150 mm Sebagian: Puger dan Wuluhan. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Panti, Sukowono, Sumber Baru, dan Tanggul. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Ledokombo. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Besar: Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, dan Wuluhan. JEMBER 151 - 200 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Jelbuk, Jenggawah, Kencong, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Sumbersari, Tempurejo, dan Umbulsari. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jombang, Kalisat, Kaliwates, Rambipuji, dan Silo. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Bangsalsari, Semboro, dan Sukorambi. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ledokombo, Panti, Sukowono, Sumber Baru, dan Tanggul. JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Sumberjambe. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sumber Baru. JOMBANG 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Bareng, Diwek, Peterongan, Tembelang, dan Wonosalam. JOMBANG 151 – 200 mm Sebagian: Ngoro dan Plandaan. JOMBANG 151 – 200 mm Sebagian Besar: Jogo Roto, Kabuh, Kesamben, Mojoagung, Mojowarno, Ngusikan, Ploso, dan Sumobito. JOMBANG 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Kabuh, Mojoagung, dan Sumobito. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Jogo Roto, Kesamben, Mojowarno, Ngusikan, dan Ploso. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bareng, Diwek, Ngoro, Peterongan, Plandaan, Tembelang, dan Wonosalam. JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Gudo, Jombang, Kudu, Megaluh, dan Perak. KEDIRI 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Kunjang, Plemahan, dan Puncu. KEDIRI 151 – 200 mm Sebagian: Kandangan, Kepung, dan Pare. KEDIRI 151 – 200 mm Sebagian Besar: Badas. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Badas. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Semen. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Kandangan, Kepung, Kunjang, Mojo, Pare, Plemahan, dan Puncu. KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Gampengrejo, Gurah, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Ngadiluwih, Ngancar, Ngasem, Pagu, Papar, Plosoklaten, Purwoasri, Ringinrejo, Tarokan, dan Wates. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Grogol. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Banyakan dan Mojo. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Semen. KOTA BATU 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Bumiaji. KOTA BATU 151 – 200 mm Sebagian Besar: Batu dan Junrejo. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Junrejo. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian: Batu. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bumiaji. KOTA BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Lowokwaru. KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lowokwaru. KOTA MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 101 – 150 mm Sebagian Besar: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PASURUAN 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Panggungrejo. KOTA PASURUAN 151 – 200 mm Sebagian: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Kanigaran dan Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 101 – 150 mm Sebagian Besar: Kademangan. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kademangan. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kanigaran dan Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Seluruh: Mayangan dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 151 – 200 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Seluruh :Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. LAMONGAN 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Glagah dan Kalitengah. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ngimbang dan Sukorame. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Bluluk. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Glagah, Kalitengah, Kedungpring, Modo, Sambeng, dan Sugio. LAMONGAN 151 - 200 mm Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Karang Geneng, Karangbinangun, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sukodadi, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Modo dan Sugio. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian: Kedungpring dan Sambeng. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bluluk, Ngimbang, dan Sukorame. LUMAJANG 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Jatiroto dan Lumajang. LUMAJANG 101 – 150 mm Sebagian: Tekung dan Yosowilangun. LUMAJANG 101 – 150 mm Sebagian Besar: Rowokangkung. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kedungjajang, Pronojiwo, dan Randuagung. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Gucialit, Pasrujambe, dan Rowokangkung. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Candipuro, Jatiroto, Lumajang, Padang, Senduro, Tekung, Tempursari, dan Yosowilangun. LUMAJANG 151 - 200 mm Seluruh: Kunir, Pasirian, Sukodono, Sumbersuko, dan Tempeh. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Padang dan Tempursari. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Candipuro, Jatiroto, dan Senduro. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kedungjajang, Pasrujambe, Pronojiwo, dan Randuagung. LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Klakah dan Ranuyoso. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Randuagung. MADIUN 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Dolopo. MADIUN 151 – 200 mm Sebagian: Kebonsari. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dolopo, Gemarang, dan Kebonsari. MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Geger, Jiwan, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MADIUN 301- 400 mm Sebagian Kecil: Gemarang. MAGETAN 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Kawedanan, Nguntoronadi, dan Parang. MAGETAN 151 – 200 mm Sebagian Besar: Lembeyan. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Lembeyan. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kawedanan, Nguntoronadi, dan Parang. MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran. MALANG 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Pagelaran, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo. MALANG 151 – 200 mm Sebagian: Ampelgading, Dau, Kalipare, dan Karangploso. MALANG 151 – 200 mm Sebagian Besar: Bantur, Donomulyo, Gedangan, dan Pagak. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bantur dan Donomulyo. MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Gedangan dan Pagak. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Dau, Kalipare, Karangploso, Ngantang, Pagelaran, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo. MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Bululawang, Dampit, Gondanglegi, Jabung, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Tajinan, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngantang. MOJOKERTO 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Ngoro. MOJOKERTO 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Gondang, Jatirejo, dan Pungging. MOJOKERTO 151 – 200 mm Sebagian: Pacet dan Puri. MOJOKERTO 151 – 200 mm Sebagian Besar: Kemlagi, Mojoanyar, dan Ngoro. MOJOKERTO 151 – 200 mm Seluruh: Dawar Blandong, Gedek, Jetis, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kemlagi. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Mojoanyar dan Ngoro. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gondang, Jatirejo, Pacet, Pungging, Puri, dan Trawas. MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Kutorejo, dan Mojosari. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Trawas. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Ngetos dan Sawahan. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Loceret. NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Loceret. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngetos dan Sawahan. NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren. PACITAN 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Bandar dan Tegalombo. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandar dan Tegalombo. PACITAN 201 - 300 mm Seluruh: Arjosari, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, dan Tulakan. PAMEKASAN 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Pegantenan. PAMEKASAN 101 – 150 mm Sebagian: Pamekasan. PAMEKASAN 101 – 150 mm Sebagian Besar: Palengaan dan Tlanakan. PAMEKASAN 101 – 150 mm Seluruh: Proppo. PAMEKASAN 151 – 200 mm Sebagian: Palengaan dan Tlanakan. PAMEKASAN 151 – 200 mm Sebagian Besar: Pamekasan dan Pegantenan. PAMEKASAN 151 – 200 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Pasean, dan Waru. PASURUAN 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Beji, Kraton, Pohjentrek, dan Rejoso. PASURUAN 101 – 150 mm Sebagian: Gempol. PASURUAN 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Lumbang, Pandaan, dan Pasrepan. PASURUAN 151 – 200 mm Sebagian: Gempol dan Kejayan. PASURUAN 151 – 200 mm Sebagian Besar: Beji, Grati, Kraton, Nguling, Pohjentrek, Rejoso, Rembang, dan Winongan. PASURUAN 151 – 200 mm Seluruh: Bangil, Gondang Wetan, dan Lekok. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Beji, Grati, Kraton, dan Nguling. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Gempol, Prigen, Rembang, dan Winongan. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kejayan, Lumbang, Pandaan, dan Pasrepan. PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Purwodadi, Purwosari, Puspo, Sukorejo, Tosari, Tutur, dan Wonorejo. PASURUAN 301 – 400 mm Sebagian Besar: Prigen. PONOROGO 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Babadan, Bungkal, dan Siman. PONOROGO 101 – 150 mm Sebagian: Ponorogo dan Slahung. PONOROGO 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Pulung. PONOROGO 151 – 200 mm Sebagian: Jenangan, Ngrayun, dan Sawoo. PONOROGO 151 – 200 mm Sebagian Besar: Babadan, Badegan, Bungkal, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Sampung, Siman, dan Slahung. PONOROGO 151 – 200 mm Seluruh: Balong, Jambon, Jetis, Kauman, dan Sukorejo. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Badegan, Mlarak, Sambit, Sampung, Siman, dan Slahung. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jenangan, Ngrayun, Pudak, Pulung, dan Sawoo. PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Ngebel dan Sooko. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pudak. PROBOLINGGO 101- 150 mm Sebagian Kecil: Besuk, Gending, Maron, dan Pakuniran. PROBOLINGGO 101- 150 mm Sebagian: Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 101- 150 mm Sebagian Besar: Paiton dan Pajarakan. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Gading, Krucil, Leces, Lumbang, Paiton, Pajarakan, Sumber, dan Tiris. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Tegalsiwalan dan Wonomerto. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Banyuanyar, Besuk, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Maron, Pakuniran, Sumberasih, dan Tongas. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Seluruh: Dringu. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Besuk dan Tongas. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Banyuanyar, Maron, Pakuniran, dan Tiris. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bantaran, Gading, Krucil, Leces, Lumbang, Sumber, Tegalsiwalan, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kuripan dan Sukapura. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Krucil dan Tiris. SAMPANG 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Camplong, Karang Penang, dan Omben. SAMPANG 101 – 150 mm Sebagian: Ketapang dan Sokobanah. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Robatal. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Sokobanah, dan Tambelangan. SAMPANG 151 - 200 mm Seluruh: Banyuates, Pangarengan, Sampang, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jrengik, Kedungdung, dan Tambelangan. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Robatal. SIDOARJO 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Jabon dan Krembung. SIDOARJO 101 – 150 mm Sebagian: Tanggulangin. SIDOARJO 101 – 150 mm Sebagian Besar: Porong. SIDOARJO 151 – 200 mm Sebagian: Porong. SIDOARJO 151 – 200 mm Sebagian Besar: Jabon, Krembung, Prambon, Sedati, Tanggulangin, Tarik, dan Waru. SIDOARJO 151 – 200 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Krian, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tulangan, dan Wonoayu. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sedati, Tarik, dan Waru. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Prambon. SITUBONDO 51 – 100 mm Sebagian Kecil: Banyuputih dan Suboh. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sumbermalang. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Jatibanteng. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuglugur, Banyuputih, Mlandingan, dan Suboh. SITUBONDO 101 - 150 mm Seluruh: Besuki, Bungatan, Jangkar, Kapongan, Kendit, Mangaran, Panarukan, Panji, dan Situbondo. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur, Banyuputih, dan Suboh. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, dan Mlandingan. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jatibanteng dan Sumbermalang. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sumbermalang. SUMENEP 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Batuputih, Manding, dan Pasongsongan. SUMENEP 101 – 150 mm Sebagian: Rubaru. SUMENEP 101 – 150 mm Sebagian Besar: Ambunten, Dasuk, dan Raas. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ambunten, Dasuk, dan Raas. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Ganding. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Besar: Batuan, Batuputih, Bluto, Guluk Guluk, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, dan Saronggi. SUMENEP 151 - 200 mm Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Dungkek, Gapura, Gayam, Giligenteng, Kalianget, Kangayan, Masalembu, Nonggunong, Sapeken, dan Talango. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bluto, Manding, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, dan Saronggi. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian: Batuan, Guluk Guluk, Kota Sumenep, dan Lenteng. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ganding. TRENGGALEK 151 – 200 mm Sebagian Kecil: Durenan, Karangan, Suruh, Trenggalek, dan Watulimo. TRENGGALEK 151 – 200 mm Sebagian: Pogalan. TRENGGALEK 151 – 200 mm Sebagian Besar: Gandusari. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gandusari. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Durenan, Karangan, Munjungan, Pogalan, Suruh, Trenggalek, dan Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Bendungan, Dongko, Kampak, Panggul, Pule, dan Tugu. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Munjungan. TUBAN 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Bangilan, Grabagan, Kerek, Plumpang, Senori, dan Widang. TUBAN 101 – 150 mm Sebagian: Palang. TUBAN 101 – 150 mm Sebagian Besar: Bancar, Jenu, Merakurak, Semanding, dan Tambakboyo. TUBAN 101 – 150 mm Seluruh: Tuban. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Bancar, Jenu, Merakurak, Semanding, dan Tambakboyo. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangilan, Grabagan, Kerek, Palang, Plumpang, Senori, dan Widang. TUBAN 151 - 200 mm Seluruh: Jatirogo, Kenduruan, Montong, Parengan, Rengel, Singgahan, dan Soko. TULUNGAGUNG 101 – 150 mm Sebagian Kecil: Kalidawir dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian: Boyolangu. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Kalidawir, Ngunut, Pakel, Pucang Laban, Rejotangan, dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Seluruh: Campur Darat dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bandung, Ngunut, dan Pakel. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Besuki, Rejotangan, Sendang, dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Boyolangu dan Pager Wojo. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Gondang, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 301 – 400 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo. TULUNGAGUNG 301 – 400 mm Sebagian Besar: Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan APRIL Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan