Berkisar antara 26 – 273 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan MEI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Februari Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan MEI Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Galis dan Labang. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian: Blega. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kamal dan Modung. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Arosbaya. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian: Kamal, Klampis, dan Modung. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Blega, Burneh, Galis, Geger, Labang, dan Sepulu. BANGKALAN 101 - 150 mm Seluruh: Bangkalan, Kokop, Konang, Kwanyar, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Burneh dan Sepulu. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Geger. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Arosbaya dan Klampis. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Cluring, Glagah, Kalipuro, Muncar, dan Tegalsari. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Giri, Pesanggaran, Siliragung, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Banyuwangi, Purwoharjo, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Licin, Purwoharjo, Songgon, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Bangorejo, Banyuwangi, Glagah, Glenmore, dan Sempu. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Cluring, Genteng, Giri, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Muncar, Pesanggaran, Siliragung, Singojuruh, Tegaldlimo, dan Tegalsari. BANYUWANGI 101 - 150 mm Seluruh: Gambiran, Rogojampi, dan Srono. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Giri, Kabat, Kalipuro, dan Singojuruh. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Genteng, Glagah, Kalibaru, Licin, dan Songgon. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Glenmore dan Sempu. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Glagah dan Sempu. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Licin dan Songgon. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Selopuro, Selorejo, dan Talun. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Kanigoro, Ponggok, dan Udanawu. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Binangun, Kademangan, Srengat, Sutojayan, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 51 - 100 mm Seluruh: Bakung, Panggungrejo, dan Wates. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Binangun, Srengat, Sutojayan, dan Wonotirto. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian: Kademangan dan Wonodadi. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gandusari, Kanigoro, Ponggok, Selopuro, Selorejo, Talun, Udanawu, dan Wlingi. BLITAR 101 - 150 mm Seluruh: Doko, Garum, Kesamben, Nglegok, dan Sanankulon. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Wlingi. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Gandusari. BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Margomulyo. BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kanor, Ngraho, dan Tambakrejo. BOJONEGORO 51 - 100 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Ngambon, Ngasem, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Temayang, dan Trucuk. BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kanor dan Tambakrejo. BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian: Ngraho. BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Margomulyo. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Cermee. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Maesan, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, Tamanan, dan Tlogosari. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Jambesari Darus Sholah dan Pujer. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Grujugan, Pakem, Tapen, Wonosari, dan Wringin. BONDOWOSO 51 - 100 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Klabang, Prajekan, Taman Krocok, Tegalampel, dan Tenggarang. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Cermee, Grujugan, Pakem, Tapen, dan Wonosari. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Botolinggo dan Wringin. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pujer, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, Tamanan, dan Tlogosari. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sumber Wringin dan Tlogosari. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Sempol. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bungah, Driyorejo, Kedamean, dan Wringinanom. GRESIK 51 - 100 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Duduksampeyan, Gresik, Kebomas, Manyar, dan Menganti. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kedamean. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian: Bungah, Driyorejo, dan Wringinanom. GRESIK 101 - 150 mm Seluruh: Dukun, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tambak. GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Tambak. GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Sangkapura. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Jombang, Puger, dan Wuluhan. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Panti, Silo, Sukorambi, Sumber Baru, dan Sumbersari. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Tanggul. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ajung, Bangsalsari, Jombang, Kalisat, Mumbulsari, Pakusari, Puger, Rambipuji, Semboro, Tempurejo, dan Wuluhan. JEMBER 51 - 100 mm Seluruh: Ambulu, Balung, Gumuk Mas, Jenggawah, Kencong, dan Umbulsari. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ajung, Mumbulsari, Rambipuji, dan Tempurejo. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian: Bangsalsari, Kalisat, Pakusari, dan Semboro. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arjasa, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Panti, Silo, Sukorambi, Sumber Baru, Sumberjambe, Sumbersari, dan Tanggul. JEMBER 101 - 150 mm Seluruh: Jelbuk, Patrang, dan Sukowono. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ledokombo, Sumber Baru, dan Sumberjambe. JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bareng dan Wonosalam. JOMBANG 51 - 100 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang. JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bareng. JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian: Wonosalam. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gampengrejo, Gurah, Kandat, Ngadiluwih, Puncu, Ringinrejo, dan Tarokan. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian: Kepung dan Pagu. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kandangan, Kayen Kidul, dan Pare. KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Badas, Kunjang, Papar, Plemahan, dan Purwoasri. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kayen Kidul dan Pare. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian: Kandangan. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Banyakan, Gampengrejo, Gurah, Kandat, Kepung, Mojo, Ngadiluwih, Pagu, Puncu, Ringinrejo, Semen, dan Tarokan. KEDIRI 101 - 150 mm Seluruh: Grogol, Kras, Ngancar, Ngasem, Plosoklaten, dan Wates. KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyakan. KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian: Mojo dan Semen. KOTA BATU 51 - 100 mm Sebagian: Bumiaji. KOTA BATU 51 - 100 mm Seluruh: Batu dan Junrejo. KOTA BATU 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bumiaji. KOTA BLITAR 101 - 150 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 101 - 150 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sukun. KOTA MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Lowokwaru. KOTA MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Lowokwaru dan Sukun. KOTA MALANG 101 - 150 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, dan Klojen. KOTA MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Wonoasih. KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Wonoasih. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Mulyorejo. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian: Dukuh Pakis, Karang Pilang, Tegalsari, dan Wiyung. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bulak, Genteng, Lakarsantri, Sawahan, Suko Manunggal, dan Tambaksari. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Kenjeran, Krembangan, Pabean Cantian, Pakal, Sambikerep, Semampir, Simokerto, dan Tandes. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bulak, Lakarsantri, Suko Manunggal, dan Tambaksari. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian: Genteng dan Sawahan. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Besar: Dukuh Pakis, Karang Pilang, Mulyorejo, Tegalsari, dan Wiyung. KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Seluruh: Gayungan, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Rungkut, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo, dan Wonokromo. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Brondong, Kalitengah, Karang Geneng, dan Karangbinangun. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian: Laren, Maduran, dan Ngimbang. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bluluk, Deket, Glagah, Sambeng, Sekaran, dan Turi. LAMONGAN 51 - 100 mm Seluruh: Babat, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Mantup, Modo, Pucuk, Sarirejo, Sugio, Sukodadi, Sukorame, dan Tikung. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bluluk, Glagah, dan Sekaran. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian: Deket, Sambeng, dan Turi. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Brondong, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Laren, Maduran, dan Ngimbang. LAMONGAN 101 - 150 mm Seluruh: Paciran dan Solokuro. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Jatiroto, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Rowokangkung. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Randuagung dan Sukodono. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Lumajang dan Rowokangkung. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Kunir, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Klakah, Pronojiwo, dan Tekung. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Candipuro, Jatiroto, Kunir, dan Pasrujambe. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kedungjajang, Lumajang, Padang, Pasirian, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, dan Sukodono. LUMAJANG 101 - 150 mm Seluruh: Sumbersuko dan Tempeh. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gucialit, Kedungjajang, Padang, Pasirian, dan Randuagung. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Ranuyoso dan Senduro. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Candipuro, Klakah, Pasrujambe, dan Pronojiwo. LUMAJANG 151 - 200 mm Seluruh: Tempursari. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pronojiwo. MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kare. MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dagangan, Dolopo, Gemarang, Jiwan, Sawahan, dan Wungu. MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Balerejo, Geger, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, dan Wonoasri. MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dolopo, Sawahan, dan Wungu. MADIUN 101 - 150 mm Sebagian: Dagangan, Gemarang, dan Jiwan. MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kare. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bendo dan Parang. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian: Kawedanan. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Lembeyan, Nguntoronadi, dan Takeran. MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Lembeyan. MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian: Nguntoronadi dan Takeran. MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bendo, Kawedanan, dan Parang. MAGETAN 101 - 150 mm Seluruh: Barat, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, dan Sukomoro. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sumbermanjing dan Wonosari. MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Gedangan, Ngajum, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Tajinan, Tumpang, Wagir, dan Wajak. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bululawang, Dau, Kalipare, Karangploso, Kromengan, dan Turen. MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Bantur, Donomulyo, Gondanglegi, Kepanjen, Pagak, Pagelaran, dan Sumber Pucung. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bululawang, Dau, dan Kalipare. MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Ampelgading, Karangploso, Kromengan, dan Turen. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gedangan, Ngajum, Ngantang, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Sumbermanjing, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Wagir, Wajak, dan Wonosari. MALANG 101 - 150 mm Seluruh: Dampit, Jabung, Kasembon, Lawang, Pakis, dan Singosari. MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ngantang dan Tirto Yudo. MALANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ampelgading. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian: Gondang. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jatirejo, Kutorejo, Ngoro, dan Pungging. MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gedek, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Puri, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kutorejo dan Pungging. MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian: Jatirejo dan Ngoro. MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gondang, Pacet, dan Trawas. MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian: Pacet dan Trawas. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian: Gondang, Loceret, dan Pace. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Baron, Berbek, Lengkong, Prambon, Rejoso, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 51 - 100 mm Seluruh: Bagor, Jatikalen, Kertosono, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Patianrowo, dan Sukomoro. NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Baron, Lengkong, Rejoso, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian: Berbek dan Prambon. NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gondang, Loceret, Pace, dan Sawahan. NGANJUK 101 - 150 mm Seluruh: Ngetos. NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sawahan. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian: Bringin, Kwadungan, dan Pangkur. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Karangjati. NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Karangjati. NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bringin, Kwadungan, dan Pangkur. NGAWI 101 - 150 mm Seluruh: Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Pacitan dan Tegalombo. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Pringkuku dan Punung. PACITAN 51 - 100 mm Seluruh: Donorojo. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Punung. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian: Pringkuku. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pacitan dan Tegalombo. PACITAN 101 - 150 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Sudimoro, dan Tulakan. PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian: Pakong. PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Batu Marmar, Pegantenan, dan Waru. PAMEKASAN 51 - 100 mm Seluruh: Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Proppo, dan Tlanakan. PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Batu Marmar dan Pegantenan. PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian: Waru. PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pakong. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Lumbang, Pandaan, dan Pasrepan. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Gempol, Kejayan, dan Rembang. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Beji, Grati, Kraton, Nguling, dan Winongan. PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Bangil, Gondang Wetan, Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Grati, Kraton, dan Nguling. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Beji, Prigen, dan Winongan. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Rembang, dan Sukorejo. PASURUAN 101 - 150 mm Seluruh: Purwodadi, Purwosari, Puspo, Tosari, Tutur, dan Wonorejo. PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pandaan dan Sukorejo. PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Prigen. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Prigen. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ngebel, Ngrayun, Pulung, dan Sooko. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian: Sampung dan Sawoo. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Kauman, Sambit, dan Slahung. PONOROGO 51 - 100 mm Seluruh: Babadan, Jetis, Mlarak, Ponorogo, Siman, dan Sukorejo. PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Balong, Bungkal, Jenangan, Kauman, dan Slahung. PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian: Jambon dan Sambit. PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ngebel, Ngrayun, Pulung, Sampung, Sawoo, dan Sooko. PONOROGO 101 - 150 mm Seluruh: Badegan dan Pudak. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Gading, Leces, dan Lumbang. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Besuk dan Maron. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dringu, Gending, Krejengan, Pakuniran, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Kotaanyar, Kraksaan, Paiton, Pajarakan, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Krejengan dan Tongas. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Dringu, Gending, Pakuniran, Tiris, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bantaran, Besuk, Gading, Krucil, Leces, Lumbang, dan Maron. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Seluruh: Banyuanyar, Kuripan, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Krucil. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Tiris. SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Tambelangan. SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian: Banyuates dan Sokobanah. SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jrengik, Kedungdung, Ketapang, dan Robatal. SAMPANG 51 - 100 mm Seluruh: Camplong, Karang Penang, Omben, Pangarengan, Sampang, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kedungdung dan Ketapang. SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian: Jrengik dan Robatal. SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Banyuates, Sokobanah, dan Tambelangan. SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Buduran, Sedati, dan Wonoayu. SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian: Balong Bendo, Sukodono, dan Taman. SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Prambon, Sidoarjo, Tarik, dan Tulangan. SIDOARJO 51 - 100 mm Seluruh: Candi, Jabon, Krembung, Porong, dan Tanggulangin. SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Tarik dan Tulangan. SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian: Prambon dan Sidoarjo. SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Balong Bendo, Buduran, Sedati, Sukodono, Taman, dan Wonoayu. SIDOARJO 101 - 150 mm Seluruh: Gedangan, Krian, dan Waru. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Banyuputih, Besuki, dan Mlandingan. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, Kendit, dan Suboh. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Jangkar, Panarukan, Panji, dan Situbondo. SITUBONDO 21 - 50 mm Seluruh: Kapongan dan Mangaran. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Panarukan dan Panji. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Jangkar dan Situbondo. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Besuki, Kendit, Mlandingan, Suboh, dan Sumbermalang. SITUBONDO 51 - 100 mm Seluruh: Banyuglugur, Bungatan, dan Jatibanteng. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Asembagus, dan Sumbermalang. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bluto, Kota Sumenep, dan Saronggi. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bluto, Guluk Guluk, Kota Sumenep, Masalembu, Raas, dan Saronggi. SUMENEP 51 - 100 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Kalianget, Lenteng, Manding, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, dan Talango. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Guluk Guluk dan Raas. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian: Masalembu. SUMENEP 101 - 150 mm Seluruh: Arjasa, Kangayan, dan Sapeken. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dongko. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Kampak dan Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Panggul, Pule, dan Suruh. TRENGGALEK 101 - 150 mm Seluruh: Bendungan, Durenan, Gandusari, Karangan, Pogalan, Trenggalek, dan Tugu. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Suruh. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Munjungan, Panggul, dan Pule. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Dongko, Kampak, dan Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kampak dan Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Munjungan. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Singgahan. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangilan, Montong, Palang, Rengel, dan Senori. TUBAN 51 - 100 mm Seluruh: Bancar, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Parengan, Plumpang, Semanding, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Montong, Palang, dan Rengel. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian: Bangilan dan Senori. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Singgahan. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Besuki, Kauman, Ngantru, Sendang, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian: Boyolangu, Campur Darat, Karangrejo, dan Kedungwaru. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kalidawir, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Seluruh: Ngunut dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kalidawir, Rejotangan, dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian: Sendang dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Besuki, Boyolangu, Campur Darat, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Pager Wojo, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Seluruh: Bandung, Gondang, dan Pakel. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan MEI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan