Berkisar antara 23 – 224 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan MEI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Februari Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Maret Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan MEI Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Klampis. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian: Geger. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Burneh, Galis, Sepulu, dan Tanah Merah. BANGKALAN 51 - 100 mm Seluruh: Blega, Kamal, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Socah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bangkalan, Galis, dan Tanah Merah. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian: Burneh dan Sepulu. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Geger dan Klampis. BANGKALAN 101 - 150 mm Seluruh: Arosbaya. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Glagah dan Glenmore. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Gambiran, Giri, Kalipuro, dan Singojuruh. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Cluring, Kabat, Pesanggaran, Siliragung, Srono, Tegalsari, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh: Bangorejo, Banyuwangi, Muncar, Purwoharjo, Rogojampi, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Cluring, Pesanggaran, Siliragung, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Kabat, Licin, Songgon, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gambiran, Giri, Glagah, Glenmore, Kalipuro, Sempu, dan Singojuruh. BANYUWANGI 101 - 150 mm Seluruh: Genteng dan Kalibaru. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Glagah, Glenmore, dan Sempu. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Licin dan Songgon. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Licin dan Songgon. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gandusari. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Doko dan Wlingi. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Garum, Kesamben, Nglegok, Selopuro, dan Talun. BLITAR 51 - 100 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Kanigoro, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selorejo, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kesamben dan Selopuro. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian: Garum, Nglegok, dan Talun. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Besar: Doko, Gandusari, dan Wlingi. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gandusari. BOJONEGORO 51 - 100 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pakem, Taman Krocok, Tapen, dan Tegalampel. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Bondowoso dan Botolinggo. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Cermee, Klabang, Prajekan, dan Wringin. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Prajekan dan Wringin. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Cermee, Klabang, dan Sempol. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bondowoso, Botolinggo, Pakem, Sumber Wringin, Taman Krocok, Tapen, Tegalampel, dan Tlogosari. BONDOWOSO 51 - 100 mm Seluruh: Binakal, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pujer, Sukosari, Tamanan, Tenggarang, dan Wonosari. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Botolinggo dan Tlogosari. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Sumber Wringin. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sempol. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sempol. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dukun dan Panceng. GRESIK 51 - 100 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Sidayu, Ujungpangkah, dan Wringinanom. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Panceng. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian: Dukun dan Sangkapura. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Tambak. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tambak. GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Sangkapura. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Jombang, Tempurejo, dan Umbulsari. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian: Balung dan Puger. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Besar: Ambulu, Gumuk Mas, Kencong, dan Wuluhan. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Wuluhan. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Ambulu, Gumuk Mas, dan Kencong. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Besar: Balung, Bangsalsari, Jombang, Ledokombo, Panti, Puger, Silo, Sumber Baru, Sumberjambe, Tanggul, Tempurejo, dan Umbulsari. JEMBER 51 - 100 mm Seluruh: Ajung, Arjasa, Jelbuk, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Rambipuji, Semboro, Sukorambi, Sukowono, dan Sumbersari. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Panti, dan Tempurejo. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian: Ledokombo, Silo, Sumber Baru, Sumberjambe, dan Tanggul. JOMBANG 51 - 100 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, dan Wonosalam. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian: Semen. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Kepung, Mojo, Ngancar, Plosoklaten, dan Puncu. KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Gurah, Kandangan, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Purwoasri, Ringinrejo, Tarokan, dan Wates. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Grogol, Kepung, Ngancar, Plosoklaten, dan Puncu. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian: Banyakan dan Mojo. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Semen. KOTA BATU 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bumiaji. KOTA BATU 51 - 100 mm Seluruh: Batu dan Junrejo. KOTA BATU 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bumiaji. KOTA BLITAR 51 - 100 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. KOTA MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kanigaran dan Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kademangan. KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kademangan. KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kanigaran dan Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Mayangan dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kalitengah dan Solokuro. LAMONGAN 51 - 100 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Deket, Glagah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kalitengah dan Solokuro. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Candipuro, Klakah, dan Pasrujambe. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Ranuyoso dan Senduro. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kedungjajang, Padang, Pasirian, Randuagung, Sumbersuko, dan Tempeh. LUMAJANG 51 - 100 mm Seluruh: Jatiroto, Kunir, Lumajang, Rowokangkung, Sukodono, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kedungjajang, Sumbersuko, dan Tempeh. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Gucialit, Padang, Pasirian, dan Randuagung. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Candipuro, Klakah, Pasrujambe, Ranuyoso, dan Senduro. LUMAJANG 101 - 150 mm Seluruh: Pronojiwo dan Tempursari. MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Magetan, Ngariboyo, Panekan, dan Sidorejo. MAGETAN 51 - 100 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Maospati, Nguntoronadi, Parang, Plaosan, Poncol, Sukomoro, dan Takeran. MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ngariboyo dan Sidorejo. MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian: Magetan dan Panekan. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bantur. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ampelgading. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bantur, Dampit, Gedangan, Lawang, Ngantang, Poncokusumo, Singosari, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo. MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Bululawang, Dau, Donomulyo, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Pujon, Sumber Pucung, Tajinan, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dampit, Gedangan, Poncokusumo, Singosari, dan Sumbermanjing. MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Lawang, Ngantang, dan Tirto Yudo. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ampelgading. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Pacet dan Trawas. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gondang, Mojosari, Ngoro, dan Pungging. MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gedek, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Puri, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gondang, Ngoro, dan Pungging. MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian: Mojosari. MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pacet dan Trawas. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Loceret, Ngetos, dan Sawahan. NGANJUK 51 - 100 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Loceret dan Ngetos. NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian: Sawahan. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Jogorogo dan Ngrambe. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian: Kendal dan Sine. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kedunggalar dan Widodaren. NGAWI 51 - 100 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Padas, Pangkur, Paron, dan Pitu. NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kedunggalar dan Widodaren. NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Jogorogo, Kendal, Ngrambe, dan Sine. PACITAN 51 - 100 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan. PAMEKASAN 51 - 100 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Prigen. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gempol, Pandaan, Purwodadi, Purwosari, dan Sukorejo. PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Bangil, Beji, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pasrepan, Pohjentrek, Puspo, Rejoso, Rembang, Tosari, Tutur, Winongan, dan Wonorejo. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gempol, Purwosari, dan Sukorejo. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Pandaan dan Purwodadi. PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Prigen. PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Prigen. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Babadan, Badegan, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Sambit, Sampung, Sawoo, dan Sukorejo. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian: Siman. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Ponorogo. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ponorogo. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Babadan, Badegan, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Pudak, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, dan Sukorejo. PONOROGO 51 - 100 mm Seluruh: Balong, Bungkal, Ngebel, Ngrayun, Pulung, Slahung, dan Sooko. PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pudak dan Sawoo. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Sumberasih. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Krucil dan Tiris. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Gading. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Maron, Pakuniran, Sumber, Sumberasih, Tegalsiwalan, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Dringu, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Lumbang, Paiton, Pajarakan, Sukapura, dan Tongas. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Maron, Pakuniran, Sumber, Tegalsiwalan, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gading, Krucil, dan Tiris. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gading dan Tiris. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Krucil. SAMPANG 51 - 100 mm Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun. SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Balong Bendo dan Krian. SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Balong Bendo dan Krian. SIDOARJO 51 - 100 mm Seluruh: Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sumbermalang. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian: Banyuglugur dan Jatibanteng. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, dan Banyuputih. SITUBONDO 21 - 50 mm Seluruh: Besuki, Bungatan, Jangkar, Kapongan, Kendit, Mangaran, Mlandingan, Panarukan, Panji, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, dan Banyuputih. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Banyuglugur, Jatibanteng, dan Sumbermalang. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kangayan. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Besar: Raas dan Sapeken. SUMENEP 51 - 100 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Saronggi, dan Talango. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Raas. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian: Sapeken. SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kangayan. SUMENEP 101 - 150 mm Seluruh: Arjasa. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gandusari, Suruh, dan Watulimo. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian: Pule. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Karangan, Panggul, Pogalan, Trenggalek, dan Tugu. TRENGGALEK 51 - 100 mm Seluruh: Bendungan dan Durenan. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Karangan, Pogalan, dan Trenggalek. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Panggul dan Tugu. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gandusari, Munjungan, Pule, Suruh, dan Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Seluruh: Dongko dan Kampak. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Watulimo. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Munjungan. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Tuban. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian: Jatirogo dan Kenduruan. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bancar, Jenu, Merakurak, Palang, dan Semanding. TUBAN 51 - 100 mm Seluruh: Bangilan, Grabagan, Kerek, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, dan Widang. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bancar, Jenu, Merakurak, Palang, dan Semanding. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Jatirogo, Kenduruan, dan Tuban. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kalidawir dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sendang. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Kalidawir, Pager Wojo, dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Seluruh: Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pakel, Rejotangan, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Besuki. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian: Bandung dan Pager Wojo. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan MEI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Februari Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan