( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JUNI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Februari Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JUNI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Februari Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 14 – 195 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan JUNI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Februari Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Maret Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan JUNI Tahun 2024 sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kamal, Konang, Kwanyar, dan Labang.
BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian: Galis dan Kokop.
BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Blega dan Modung.
BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Blega dan Modung.
BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Galis, Kamal, Kokop, Konang, Kwanyar, dan Labang.
BANGKALAN 51 - 100 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Burneh, Geger, Klampis, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Cluring, Glagah, Kalipuro, Pesanggaran, dan Srono.
BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian: Banyuwangi, Giri, Muncar, Siliragung, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Purwoharjo, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Licin, Purwoharjo, dan Songgon.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Bangorejo, Glagah, Glenmore, Kalibaru, Sempu, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Cluring, Genteng, Giri, Kabat, Kalipuro, Muncar, Pesanggaran, Siliragung, Singojuruh, Srono, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh: Gambiran, Rogojampi, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Genteng, Giri, Kabat, Kalipuro, dan Singojuruh.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Glagah.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Glenmore, Kalibaru, Licin, Sempu, dan Songgon.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Licin.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Songgon.
BLITAR 21 - 50 mm Sebagian: Gandusari.
BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Besar: Doko, Garum, Nglegok, Selorejo, Talun, dan Wlingi.
BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto.
BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Doko, Garum, Nglegok, Selorejo, dan Talun.
BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Wlingi.
BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gandusari.
BOJONEGORO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kanor.
BOJONEGORO 21 - 50 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk.
BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kanor.
BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sumber Wringin.
BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Tlogosari.
BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Pujer, dan Sukosari.
BONDOWOSO 21 - 50 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Maesan, Pakem, Prajekan, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Botolinggo, Cermee, Pujer, dan Sukosari.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sempol, Sumber Wringin, dan Tlogosari.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Tlogosari.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Sempol.
GRESIK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Cerme.
GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bungah.
GRESIK 21 - 50 mm Sebagian: Manyar.
GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Cerme, Duduksampeyan, dan Gresik.
GRESIK 21 - 50 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Driyorejo, Kebomas, Kedamean, Menganti, dan Wringinanom.
GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Duduksampeyan dan Gresik.
GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bungah dan Manyar.
GRESIK 51 - 100 mm Seluruh: Dukun, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah.
GRESIK 101 - 150 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Ambulu, Gumuk Mas, Jombang, dan Umbulsari.
JEMBER 0 - 20 mm Sebagian: Puger dan Wuluhan.
JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kencong.
JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sumberjambe.
JEMBER 21 - 50 mm Sebagian: Kencong, Ledokombo, Silo, dan Sumber Baru.
JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Besar: Ambulu, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jombang, Panti, Puger, Sukowono, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
JEMBER 21 - 50 mm Seluruh: Ajung, Arjasa, Balung, Jelbuk, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Rambipuji, Semboro, Sukorambi, dan Sumbersari.
JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Panti, dan Sukowono.
JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Tanggul dan Tempurejo.
JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ledokombo, Silo, Sumber Baru, dan Sumberjambe.
JOMBANG 21 - 50 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, dan Wonosalam.
KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Mojo.
KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Semen.
KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyakan dan Grogol.
KEDIRI 21 - 50 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Gurah, Kandangan, Kandat, Kayen Kidul, Kepung, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Ngancar, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Plosoklaten, Puncu, Purwoasri, Ringinrejo, Tarokan, dan Wates.
KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Grogol.
KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian: Banyakan.
KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Mojo dan Semen.
KOTA BATU 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bumiaji.
KOTA BATU 21 - 50 mm Seluruh: Batu dan Junrejo.
KOTA BATU 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bumiaji.
KOTA BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
KOTA KEDIRI 21 - 50 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
KOTA MADIUN 21 - 50 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
KOTA MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 21 - 50 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian: Gayungan, Gubeng, Jambangan, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo.
KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dukuh Pakis, Genteng, Karang Pilang, Mulyorejo, Rungkut, Sawahan, Suko Manunggal, Sukolilo, dan Wiyung.
KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Gunung Anyar, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Pabean Cantian, Pakal, Sambikerep, Semampir, Simokerto, Tambaksari, dan Tandes.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Genteng, Karang Pilang, Mulyorejo, Rungkut, Suko Manunggal, Sukolilo, dan Wiyung.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian: Dukuh Pakis dan Sawahan.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gayungan, Gubeng, Jambangan, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Seluruh: Wonokromo.
LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Paciran dan Solokuro.
LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian: Kalitengah.
LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Brondong, Glagah, Karang Geneng, Karangbinangun, Laren, dan Maduran.
LAMONGAN 21 - 50 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Deket, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Mantup, Modo, Ngimbang, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung, dan Turi.
LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Brondong dan Maduran.
LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian: Glagah, Karang Geneng, Karangbinangun, dan Laren.
LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kalitengah, Paciran, dan Solokuro.
LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gucialit, Klakah, Ranuyoso, Senduro, dan Sumbersuko.
LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian: Kedungjajang, Padang, dan Randuagung.
LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kunir dan Lumajang.
LUMAJANG 21 - 50 mm Seluruh: Jatiroto, Rowokangkung, Sukodono, Tekung, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Lumajang.
LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Kunir dan Pronojiwo.
LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Candipuro, Gucialit, Kedungjajang, Klakah, Padang, Pasirian, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, dan Sumbersuko.
LUMAJANG 51 - 100 mm Seluruh: Pasrujambe dan Tempeh.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Candipuro dan Pasirian.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pronojiwo.
LUMAJANG 101 - 150 mm Seluruh: Tempursari.
MADIUN 21 - 50 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
MAGETAN 21 - 50 mm Sebagian: Panekan.
MAGETAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Karas, Magetan, Ngariboyo, Plaosan, dan Sidorejo.
MAGETAN 21 - 50 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Maospati, Nguntoronadi, Parang, Poncol, Sukomoro, dan Takeran.
MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Karas, Ngariboyo, Plaosan, dan Sidorejo.
MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian: Magetan.
MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Panekan.
MALANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gedangan.
MALANG 21 - 50 mm Sebagian: Gondanglegi, Pagelaran, Turen, dan Wajak.
MALANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bantur, Kalipare, Kepanjen, Kromengan, Ngantang, Poncokusumo, Singosari, dan Sumber Pucung.
MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Bululawang, Dau, Donomulyo, Jabung, Karangploso, Kasembon, Lawang, Ngajum, Pagak, Pakis, Pakisaji, Pujon, Tajinan, Tumpang, Wagir, dan Wonosari.
MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bantur, Kalipare, Kepanjen, Kromengan, Ngantang, dan Singosari.
MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Poncokusumo dan Sumber Pucung.
MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Gedangan, Gondanglegi, Pagelaran, Turen, dan Wajak.
MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Dampit, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo.
MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Ampelgading.
MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pacet dan Trawas.
MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gondang dan Ngoro.
MOJOKERTO 21 - 50 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gedek, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Pungging, Puri, Sooko, dan Trowulan.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gondang dan Ngoro.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Pacet dan Trawas.
NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Loceret, Ngetos, dan Sawahan.
NGANJUK 21 - 50 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Loceret, Ngetos, dan Sawahan.
NGAWI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Jogorogo, Kendal, dan Ngrambe.
NGAWI 21 - 50 mm Sebagian: Sine.
NGAWI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kedunggalar dan Paron.
NGAWI 21 - 50 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Padas, Pangkur, Pitu, dan Widodaren.
NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kedunggalar dan Paron.
NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jogorogo, Kendal, Ngrambe, dan Sine.
PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pringkuku dan Tulakan.
PACITAN 21 - 50 mm Sebagian: Arjosari.
PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Donorojo, Punung, dan Tegalombo.
PACITAN 51 - 100 mm Seluruh: Bandar dan Nawangan.
PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Donorojo, Punung, dan Tegalombo.
PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Arjosari, Pringkuku, dan Tulakan.
PAMEKASAN 21 - 50 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Prigen, Purwosari, dan Sukorejo.
PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian: Pandaan dan Wonorejo.
PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gempol, Kejayan, Purwodadi, Rembang, dan Tutur.
PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Bangil, Beji, Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pasrepan, Pohjentrek, Puspo, Rejoso, Tosari, dan Winongan.
PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kejayan, Rembang, dan Tutur.
PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Gempol dan Purwodadi.
PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Pandaan, Prigen, Purwosari, Sukorejo, dan Wonorejo.
PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Prigen, Purwosari, dan Sukorejo.
PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian: Ngrayun.
PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Pudak, Sambit, dan Sawoo.
PONOROGO 21 - 50 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ponorogo, Pulung, Sampung, Siman, Slahung, Sooko, dan Sukorejo.
PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sambit dan Sawoo.
PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian: Pudak.
PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ngrayun.
PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gading, Krucil, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Besuk dan Kraksaan.
PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dringu, Leces, Pakuniran, Sukapura, dan Sumber.
PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Bantaran, Kotaanyar, Kuripan, Lumbang, Paiton, Sumberasih, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Leces dan Sukapura.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Dringu, Pakuniran, dan Sumber.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Besuk, Gading, Kraksaan, Krucil, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Banyuanyar, Gending, Krejengan, Maron, Pajarakan, dan Tiris.
SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyuates, Jrengik, dan Tambelangan.
SAMPANG 21 - 50 mm Seluruh: Camplong, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, dan Torjun.
SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuates, Jrengik, dan Tambelangan.
SIDOARJO 21 - 50 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Situbondo.
SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian: Kendit, Panarukan, dan Panji.
SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kapongan.
SITUBONDO 0 - 20 mm Seluruh: Mangaran.
SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian: Kapongan.
SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Kendit, Panarukan, Panji, dan Situbondo.
SITUBONDO 21 - 50 mm Seluruh: Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Mlandingan, Suboh, dan Sumbermalang.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Arjasa dan Asembagus.
SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Besar: Raas.
SUMENEP 21 - 50 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Saronggi, dan Talango.
SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Raas.
SUMENEP 51 - 100 mm Seluruh: Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.
TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Durenan, Pogalan, dan Tugu.
TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian: Bendungan dan Gandusari.
TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Munjungan.
TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Durenan, Gandusari, Kampak, Panggul, Pogalan, Tugu, dan Watulimo.
TRENGGALEK 51 - 100 mm Seluruh: Karangan, Pule, Suruh, dan Trenggalek.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dongko, Kampak, dan Panggul.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Watulimo.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Munjungan.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Munjungan.
TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Grabagan dan Singgahan.
TUBAN 21 - 50 mm Sebagian: Parengan, Semanding, dan Tambakboyo.
TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bancar, Bangilan, Jatirogo, Palang, Rengel, Senori, dan Soko.
TUBAN 21 - 50 mm Seluruh: Kenduruan, Plumpang, dan Widang.
TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bancar, Senori, dan Soko.
TUBAN 51 - 100 mm Sebagian: Bangilan, Jatirogo, Palang, dan Rengel.
TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Grabagan, Parengan, Semanding, Singgahan, dan Tambakboyo.
TUBAN 51 - 100 mm Seluruh: Jenu, Kerek, Merakurak, Montong, dan Tuban.
TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bandung, Besuki, Pager Wojo, Pakel, dan Sendang.
TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Campur Darat, Gondang, Karangrejo, Kauman, dan Tanggung Gunung.
TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Seluruh: Boyolangu, Kalidawir, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Campur Darat, Karangrejo, Kauman, dan Tanggung Gunung.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian: Gondang.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Pager Wojo, Pakel, dan Sendang.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).