Berkisar antara 13 - 195 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan JUNI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Maret Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan April Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan JUNI Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kamal, Konang, Kwanyar, dan Labang. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian: Galis dan Kokop. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Blega dan Modung. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Blega dan Modung. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Galis, Kamal, Kokop, Konang, Kwanyar, dan Labang. BANGKALAN 51 - 100 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Burneh, Geger, Klampis, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Cluring, Kalipuro, Muncar, Srono, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian: Wongsorejo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Purwoharjo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Licin, dan Songgon. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Glagah, Kalibaru, Purwoharjo, dan Sempu. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Genteng, Giri, Kabat, Kalipuro, Muncar, Pesanggaran, Siliragung, Singojuruh, Srono, Tegaldlimo, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh: Banyuwangi, Gambiran, Rogojampi, dan Tegalsari. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Giri, Kabat, Kalipuro, Pesanggaran, Siliragung, dan Singojuruh. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Genteng. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Glagah, Glenmore, Kalibaru, Licin, Sempu, dan Songgon. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Licin, dan Sempu. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Songgon. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Binangun. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian: Gandusari dan Wates. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Besar: Doko, Garum, Nglegok, Panggungrejo, Ponggok, Selorejo, Talun, Udanawu, Wlingi, dan Wonodadi. BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Bakung, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Sanankulon, Selopuro, Srengat, Sutojayan, dan Wonotirto. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Doko, Panggungrejo, Ponggok, Talun, Udanawu, dan Wonodadi. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Garum, Nglegok, Selorejo, dan Wlingi. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Binangun, Gandusari, dan Wates. BOJONEGORO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kanor. BOJONEGORO 21 - 50 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk. BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kanor. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sumber Wringin. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Tlogosari. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Pujer, dan Sukosari. BONDOWOSO 21 - 50 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Maesan, Pakem, Prajekan, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Cermee, Pujer, dan Sukosari. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Botolinggo. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sempol, Sumber Wringin, dan Tlogosari. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sumber Wringin dan Tlogosari. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Sempol. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Cerme. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Manyar. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Cerme, Duduksampeyan, dan Gresik. GRESIK 21 - 50 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Driyorejo, Kebomas, Kedamean, Menganti, dan Wringinanom. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Duduksampeyan. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian: Gresik. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Manyar. GRESIK 51 - 100 mm Seluruh: Bungah, Dukun, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah. GRESIK 101 - 150 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Ambulu dan Puger. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian: Wuluhan. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Silo dan Sumberjambe. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian: Ledokombo dan Sumber Baru. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Besar: Ambulu, Bangsalsari, Panti, Puger, Sukowono, Tanggul, Tempurejo, dan Wuluhan. JEMBER 21 - 50 mm Seluruh: Ajung, Arjasa, Balung, Gumuk Mas, Jelbuk, Jenggawah, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Rambipuji, Semboro, Sukorambi, Sumbersari, dan Umbulsari. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Panti, Puger, dan Sukowono. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Tanggul dan Tempurejo. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ledokombo, Silo, Sumber Baru, dan Sumberjambe. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Silo dan Tempurejo. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bareng dan Ngoro. JOMBANG 21 - 50 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, dan Wonosalam. JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bareng. JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian: Ngoro. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Badas, Kepung, Kras, Ngancar, Plemahan, Puncu, dan Ringinrejo. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Kandangan. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kunjang dan Purwoasri. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kunjang. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian: Purwoasri. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Badas, Kandangan, Kepung, Kras, Mojo, Ngancar, Plemahan, Puncu, Ringinrejo, dan Semen. KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Gurah, Kandat, Kayen Kidul, Ngadiluwih, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plosoklaten, Tarokan, dan Wates. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Mojo dan Semen. KOTA BATU 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bumiaji. KOTA BATU 21 - 50 mm Seluruh: Batu dan Junrejo. KOTA BATU 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bumiaji. KOTA BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 21 - 50 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 21 - 50 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian: Gayungan, Gubeng, Jambangan, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dukuh Pakis, Genteng, Karang Pilang, Mulyorejo, Rungkut, Sawahan, Suko Manunggal, Sukolilo, dan Wiyung. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Gunung Anyar, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Pabean Cantian, Pakal, Sambikerep, Semampir, Simokerto, Tambaksari, dan Tandes. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Genteng, Karang Pilang, Mulyorejo, Rungkut, Suko Manunggal, Sukolilo, dan Wiyung. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian: Dukuh Pakis dan Sawahan. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gayungan, Gubeng, Jambangan, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Seluruh: Wonokromo. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, dan Paciran. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian: Lamongan dan Solokuro. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Karang Geneng, Laren, Sarirejo, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 21 - 50 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Kedungpring, Kembangbahu, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Pucuk, Sambeng, Sekaran, Sugio, Sukodadi, dan Sukorame. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sarirejo dan Tikung. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian: Karang Geneng, Laren, dan Turi. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Lamongan, Paciran, dan Solokuro. LAMONGAN 51 - 100 mm Seluruh: Karangbinangun. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kunir, Lumajang, Randuagung, dan Ranuyoso. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 21 - 50 mm Seluruh: Rowokangkung. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Jatiroto dan Pronojiwo. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Pasirian, Pasrujambe, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kunir, Lumajang, Padang, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, dan Tempeh. LUMAJANG 51 - 100 mm Seluruh: Kedungjajang, Klakah, Sukodono, dan Sumbersuko. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gucialit, Padang, dan Tempeh. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Senduro. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, dan Tempursari. LUMAJANG 101 - 150 mm Seluruh: Candipuro. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tempursari. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Pronojiwo. MADIUN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gemarang dan Kare. MADIUN 21 - 50 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Jiwan, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gemarang dan Kare. MAGETAN 21 - 50 mm Sebagian: Panekan. MAGETAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Karas, Magetan, Ngariboyo, Plaosan, dan Sidorejo. MAGETAN 21 - 50 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Maospati, Nguntoronadi, Parang, Poncol, Sukomoro, dan Takeran. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Karas, Ngariboyo, Plaosan, dan Sidorejo. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian: Magetan. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Panekan. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gedangan dan Turen. MALANG 21 - 50 mm Sebagian: Gondanglegi, Sumber Pucung, dan Wajak. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bantur, Donomulyo, Kalipare, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Ngantang, Pagak, dan Poncokusumo. MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Bululawang, Dau, Jabung, Karangploso, Lawang, Ngajum, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Tajinan, Tumpang, Wagir, dan Wonosari. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bantur, Donomulyo, Ngantang, dan Pagak. MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Ampelgading, Kalipare, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, dan Poncokusumo. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gedangan, Gondanglegi, Sumber Pucung, Tirto Yudo, Turen, dan Wajak. MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Dampit, Pagelaran, dan Sumbermanjing. MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Tirto Yudo. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ampelgading. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pacet. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian: Trawas. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gondang dan Ngoro. MOJOKERTO 21 - 50 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gedek, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Pungging, Puri, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gondang dan Ngoro. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Pacet dan Trawas. NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Gondang dan Rejoso. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Ngronggot dan Sawahan. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian: Loceret dan Pace. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bagor, Berbek, Gondang, Kertosono, Nganjuk, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 21 - 50 mm Seluruh: Baron, Jatikalen, Lengkong, Ngluyu, dan Patianrowo. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bagor, Kertosono, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian: Berbek dan Nganjuk. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Loceret, Ngronggot, Pace, dan Sawahan. NGANJUK 51 - 100 mm Seluruh: Ngetos dan Prambon. NGAWI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Jogorogo, Kendal, dan Ngrambe. NGAWI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kedunggalar, Paron, dan Sine. NGAWI 21 - 50 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Padas, Pangkur, Pitu, dan Widodaren. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kedunggalar dan Paron. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian: Sine. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jogorogo, Kendal, dan Ngrambe. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Arjosari dan Tegalombo. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bandar dan Nawangan. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Nawangan dan Sudimoro. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian: Bandar. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Arjosari, Ngadirojo, Tegalombo, dan Tulakan. PACITAN 51 - 100 mm Seluruh: Donorojo, Kebonagung, Pacitan, Pringkuku, dan Punung. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian: Ngadirojo dan Tulakan. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sudimoro. PAMEKASAN 21 - 50 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Prigen. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gempol, Pandaan, Purwodadi, Purwosari, Sukorejo, dan Tosari. PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Bangil, Beji, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pasrepan, Pohjentrek, Puspo, Rejoso, Rembang, Tutur, Winongan, dan Wonorejo. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gempol, Purwodadi, Purwosari, dan Tosari. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Pandaan dan Sukorejo. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Prigen. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Ngrayun dan Pudak. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bungkal, Pulung, Sambit, Sawoo, Slahung, dan Sooko. PONOROGO 21 - 50 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ponorogo, Sampung, Siman, dan Sukorejo. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bungkal, Pulung, Sambit, dan Slahung. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian: Sawoo dan Sooko. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ngrayun dan Pudak. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gading, Krucil, Sumber, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Besuk dan Kraksaan. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bantaran, Dringu, Kuripan, Leces, Pakuniran, dan Sukapura. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Kotaanyar, Lumbang, Paiton, Sumberasih, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bantaran dan Kuripan. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Dringu, Leces, Pakuniran, dan Sukapura. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Besuk, Gading, Kraksaan, Krucil, Sumber, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Banyuanyar, Gending, Krejengan, Maron, Pajarakan, dan Tiris. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyuates, Jrengik, dan Tambelangan. SAMPANG 21 - 50 mm Seluruh: Camplong, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuates, Jrengik, dan Tambelangan. SIDOARJO 21 - 50 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu. SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Situbondo. SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian: Kapongan, Kendit, Panarukan, dan Panji. SITUBONDO 0 - 20 mm Seluruh: Mangaran. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Kapongan, Kendit, Panarukan, Panji, dan Situbondo. SITUBONDO 21 - 50 mm Seluruh: Banyuglugur, Besuki, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Mlandingan, Suboh, dan Sumbermalang. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Arjasa dan Banyuputih. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Asembagus. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kota Sumenep dan Talango. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian: Gapura. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kalianget. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian: Kalianget. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gapura, Kota Sumenep, Lenteng, Raas, dan Talango. SUMENEP 21 - 50 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, dan Saronggi. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Lenteng dan Raas. SUMENEP 51 - 100 mm Seluruh: Arjasa, Kangayan, dan Sapeken. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bendungan. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian: Panggul. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Kampak, dan Watulimo. TRENGGALEK 51 - 100 mm Seluruh: Durenan, Gandusari, Karangan, Pogalan, Pule, Suruh, Trenggalek, dan Tugu. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Dongko, Kampak, dan Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Munjungan dan Panggul. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Munjungan. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Grabagan, Montong, Semanding, dan Singgahan. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian: Palang dan Tambakboyo. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bancar, Bangilan, Jatirogo, Parengan, Plumpang, Rengel, Senori, dan Soko. TUBAN 21 - 50 mm Seluruh: Kenduruan dan Widang. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bancar, Plumpang, Senori, dan Soko. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian: Bangilan, Jatirogo, Parengan, dan Rengel. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Grabagan, Montong, Palang, Semanding, Singgahan, dan Tambakboyo. TUBAN 51 - 100 mm Seluruh: Jenu, Kerek, Merakurak, dan Tuban. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gondang dan Sendang. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian: Campur Darat. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Boyolangu, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Ngantru, Tanggung Gunung, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Seluruh: Kedungwaru, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kalidawir dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian: Boyolangu, Karangrejo, Kauman, Ngantru, dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Campur Darat, Gondang, dan Sendang. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Seluruh: Bandung, Besuki, Pager Wojo, dan Pakel.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JUNI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Maret Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan