Berkisar antara 12 - 263 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan JUNI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan April Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Mei Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan JUNI Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Galis, Kokop, dan Labang. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian: Blega, Kamal, dan Kwanyar. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Modung. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Modung. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Blega, Galis, Kamal, Kokop, Kwanyar, dan Labang. BANGKALAN 51 - 100 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Burneh, Geger, Klampis, Konang, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gambiran, Glagah, dan Kabat. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian: Giri, Kalipuro, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Cluring, Muncar, Pesanggaran, Siliragung, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Seluruh: Bangorejo, Purwoharjo, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi, Muncar, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Cluring, Pesanggaran, Siliragung, dan Songgon. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gambiran, Genteng, Giri, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Sempu, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh: Rogojampi dan Singojuruh. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Genteng, Glagah, dan Kalibaru. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Glenmore, Licin, dan Sempu. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Songgon. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Songgon. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gandusari dan Kesamben. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian: Doko, Garum, dan Nglegok. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Besar: Binangun, Ponggok, Selopuro, Selorejo, Talun, dan Wlingi. BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Bakung, Kademangan, Kanigoro, Panggungrejo, Sanankulon, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Binangun, Ponggok, Selopuro, Selorejo, dan Talun. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Wlingi. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Doko, Gandusari, Garum, Kesamben, dan Nglegok. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian: Gandusari. BOJONEGORO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kanor. BOJONEGORO 21 - 50 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk. BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kanor. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sempol. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Botolinggo, Grujugan, dan Maesan. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bondowoso, Cermee, Curah Dami, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Pujer, Tamanan, Tapen, dan Wonosari. BONDOWOSO 21 - 50 mm Seluruh: Binakal, Pakem, Prajekan, Taman Krocok, Tegalampel, Tenggarang, dan Wringin. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bondowoso, Cermee, Curah Dami, Jambesari Darus Sholah, dan Klabang. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Pujer, Tamanan, Tapen, dan Wonosari. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Grujugan, Maesan, dan Sempol. BONDOWOSO 51 - 100 mm Seluruh: Sukosari, Sumber Wringin, dan Tlogosari. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sempol. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Driyorejo. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian: Wringinanom. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Dukun dan Ujungpangkah. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian: Sidayu. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bungah, Driyorejo, Manyar, dan Wringinanom. GRESIK 21 - 50 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Duduksampeyan, Gresik, Kebomas, Kedamean, dan Menganti. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Manyar, Sangkapura, dan Tambak. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian: Bungah. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dukun, Sidayu, dan Ujungpangkah. GRESIK 51 - 100 mm Seluruh: Panceng. GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sangkapura dan Tambak. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Balung, Jombang, Tempurejo, dan Umbulsari. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian: Puger. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Besar: Ambulu, Gumuk Mas, Kencong, dan Wuluhan. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Wuluhan. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian: Ambulu, Gumuk Mas, Kencong, Puger, Silo, dan Sumberjambe. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Besar: Balung, Jelbuk, Jombang, Ledokombo, Sukowono, Sumber Baru, Tanggul, Tempurejo, dan Umbulsari. JEMBER 21 - 50 mm Seluruh: Ajung, Arjasa, Bangsalsari, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Rambipuji, Semboro, Sukorambi, dan Sumbersari. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Jelbuk, Sukowono, Tanggul, dan Tempurejo. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Ledokombo, Puger, dan Sumber Baru. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Besar: Silo dan Sumberjambe. JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kabuh, Ngusikan, Ploso, dan Tembelang. JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian: Kesamben. JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kudu. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kudu. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kabuh, Kesamben, Ngusikan, Ploso, dan Tembelang. JOMBANG 21 - 50 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Perak, Peterongan, Plandaan, Sumobito, dan Wonosalam. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kandat, Kayen Kidul, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Papar, Puncu, Tarokan, dan Wates. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Kepung dan Pare. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kras, Plemahan, Purwoasri, dan Ringinrejo. KEDIRI 21 - 50 mm Seluruh: Badas, Kandangan, dan Kunjang. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kras, Plemahan, Purwoasri, dan Ringinrejo. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kandat, Kayen Kidul, Kepung, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Papar, Pare, Puncu, Tarokan, dan Wates. KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Gurah, Ngasem, Pagu, Plosoklaten, dan Semen. KOTA BATU 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Bumiaji. KOTA BATU 0 - 20 mm Sebagian: Batu. KOTA BATU 0 - 20 mm Sebagian Besar: Junrejo. KOTA BATU 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Junrejo. KOTA BATU 21 - 50 mm Sebagian Besar: Batu dan Bumiaji. KOTA BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kartoharjo dan Taman. KOTA MADIUN 0 - 20 mm Seluruh: Mangu Harjo. KOTA MADIUN 21 - 50 mm Sebagian: Kartoharjo dan Taman. KOTA MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian: Prajurit Kulon. KOTA MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Prajurit Kulon. KOTA MOJOKERTO 21 - 50 mm Seluruh: Magersari. KOTA PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gubeng dan Tegalsari. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian: Dukuh Pakis, Jambangan, Sawahan, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gayungan, Genteng, Karang Pilang, Mulyorejo, Rungkut, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, dan Wiyung. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Gunung Anyar, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Pabean Cantian, Pakal, Sambikerep, Semampir, Simokerto, dan Tandes. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Karang Pilang, Mulyorejo, Rungkut, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, dan Wiyung. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian: Gayungan dan Genteng. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dukuh Pakis, Gubeng, Jambangan, Sawahan, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Seluruh: Wonokromo. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Deket, Ngimbang, Sugio, dan Tikung. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian: Kedungpring dan Lamongan. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian: Kalitengah. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Deket, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Lamongan, Laren, Ngimbang, Paciran, Solokuro, Sugio, dan Tikung. LAMONGAN 21 - 50 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Glagah, Kembangbahu, Maduran, Mantup, Modo, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Sukodadi, Sukorame, dan Turi. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Karang Geneng dan Laren. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian: Karangbinangun, Paciran, dan Solokuro. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kalitengah. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kunir, Lumajang, dan Randuagung. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Rowokangkung, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Candipuro, Jatiroto, Pasrujambe, dan Rowokangkung. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Senduro, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Randuagung, dan Tempeh. LUMAJANG 51 - 100 mm Seluruh: Kedungjajang, Klakah, Ranuyoso, Sukodono, dan Sumbersuko. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pronojiwo dan Tempeh. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Candipuro, Gucialit, Padang, dan Pasirian. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pasrujambe dan Senduro. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pasirian, Pasrujambe, dan Tempursari. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Candipuro dan Pronojiwo. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Candipuro. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pronojiwo dan Tempursari. MADIUN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Balerejo, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MADIUN 0 - 20 mm Sebagian: Jiwan. MADIUN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Balerejo, Gemarang, Jiwan, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MADIUN 21 - 50 mm Seluruh: Dagangan, Dolopo, Geger, dan Kebonsari. MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gemarang. MADIUN 51 - 100 mm Sebagian: Saradan. MAGETAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Takeran. MAGETAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Takeran. MAGETAN 21 - 50 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, dan Sukomoro. MALANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Dau dan Karangploso. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sumbermanjing. MALANG 21 - 50 mm Sebagian: Wajak. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dau, Gedangan, Kalipare, Karangploso, Kasembon, Ngantang, Poncokusumo, dan Turen. MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Bantur, Bululawang, Donomulyo, Gondanglegi, Jabung, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Tajinan, Tumpang, Wagir, dan Wonosari. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ampelgading dan Kalipare. MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Gedangan, Kasembon, Ngantang, Poncokusumo, Tirto Yudo, dan Turen. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dampit, Sumbermanjing, dan Wajak. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dampit dan Poncokusumo. MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Ampelgading dan Tirto Yudo. MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tirto Yudo. MALANG 151 - 200 mm Sebagian: Ampelgading. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ampelgading. MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Gondang, Jatirejo, Jetis, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian: Dlanggu dan Kemlagi. MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gedek. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian: Gedek. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dlanggu, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Sooko, Trawas, dan Trowulan. MOJOKERTO 21 - 50 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pacet, Pungging, dan Puri. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Trawas. NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Lengkong dan Patianrowo. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Ngetos. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian: Loceret, Ngronggot, Prambon, dan Sawahan. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bagor, Berbek, Lengkong, Nganjuk, Pace, Patianrowo, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 21 - 50 mm Seluruh: Baron, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Ngluyu, dan Rejoso. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bagor, Berbek, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian: Nganjuk dan Pace. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Loceret, Ngetos, Ngronggot, Prambon, dan Sawahan. NGAWI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Bringin. NGAWI 0 - 20 mm Sebagian: Karangjati. NGAWI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bringin dan Karangjati. NGAWI 21 - 50 mm Seluruh: Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Arjosari. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian: Tegalombo. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bandar. PACITAN 21 - 50 mm Seluruh: Nawangan. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bandar. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Arjosari dan Tegalombo. PACITAN 51 - 100 mm Seluruh: Donorojo, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, dan Tulakan. PAMEKASAN 0 - 20 mm Sebagian: Larangan dan Palengaan. PAMEKASAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Pademawu, Pamekasan, dan Tlanakan. PAMEKASAN 0 - 20 mm Seluruh: Galis dan Proppo. PAMEKASAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pademawu, Pamekasan, dan Tlanakan. PAMEKASAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Larangan dan Palengaan. PAMEKASAN 21 - 50 mm Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pakong, Pasean, Pegantenan, dan Waru. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Prigen dan Tosari. PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Bangil, Beji, Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pandaan, Pasrepan, Pohjentrek, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rejoso, Rembang, Sukorejo, Tutur, Winongan, dan Wonorejo. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Tosari. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Prigen. PONOROGO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Kauman, Sampung, Sawoo, dan Sukorejo. PONOROGO 0 - 20 mm Sebagian: Sambit dan Slahung. PONOROGO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Jetis, Mlarak, Ponorogo, dan Siman. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Ponorogo. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian: Jetis, Mlarak, dan Siman. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Kauman, Ngebel, Ngrayun, Pudak, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Slahung, dan Sukorejo. PONOROGO 21 - 50 mm Seluruh: Sooko. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Jenangan, Ngebel, dan Slahung. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian: Ngrayun, Pudak, dan Pulung. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gending, Krejengan, Krucil, Maron, Sumber, dan Tiris. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Gading, Kraksaan, dan Sukapura. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Kuripan, Leces, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Dringu, Kotaanyar, Lumbang, Paiton, Pakuniran, Sumberasih, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bantaran dan Besuk. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Banyuanyar, Kuripan, Leces, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gading, Gending, Kraksaan, Krejengan, Krucil, Maron, Sukapura, Sumber, dan Tiris. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Pajarakan. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sumber. SAMPANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Ketapang dan Pangarengan. SAMPANG 0 - 20 mm Sebagian: Kedungdung, Omben, dan Torjun. SAMPANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Camplong dan Sampang. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sampang. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian: Camplong. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyuates, Jrengik, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Tambelangan, dan Torjun. SAMPANG 21 - 50 mm Seluruh: Karang Penang, Robatal, Sokobanah, dan Sreseh. SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian: Banyuates, Jrengik, dan Tambelangan. SIDOARJO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Tarik. SIDOARJO 0 - 20 mm Sebagian: Prambon dan Wonoayu. SIDOARJO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Balong Bendo dan Krian. SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Krian. SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian: Balong Bendo. SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Prambon, Tarik, dan Wonoayu. SIDOARJO 21 - 50 mm Seluruh: Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Porong, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tulangan, dan Waru. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arjasa dan Asembagus. SITUBONDO 21 - 50 mm Seluruh: Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mangaran, Mlandingan, Panarukan, Panji, Situbondo, Suboh, dan Sumbermalang. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Arjasa dan Asembagus. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Bluto, Lenteng, Pasongsongan, dan Pragaan. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian: Guluk Guluk dan Saronggi. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian Besar: Ganding. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian: Ganding dan Kangayan. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bluto, Gapura, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Pasongsongan, Pragaan, dan Saronggi. SUMENEP 21 - 50 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Dasuk, Dungkek, Gayam, Giligenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Raas, Rubaru, Sapeken, dan Talango. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gapura dan Kota Sumenep. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian: Kalianget. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kangayan. SUMENEP 51 - 100 mm Seluruh: Arjasa. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gandusari. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian: Pule. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Karangan, Pogalan, Suruh, dan Trenggalek. TRENGGALEK 21 - 50 mm Seluruh: Bendungan, Durenan, dan Tugu. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Karangan, Munjungan, Pogalan, dan Trenggalek. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian: Suruh. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dongko, Gandusari, Kampak, Panggul, Pule, dan Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dongko, Kampak, dan Panggul. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Munjungan dan Watulimo. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Watulimo. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Munjungan. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Munjungan. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kerek dan Montong. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian: Singgahan. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bangilan, Grabagan, Palang, Parengan, Rengel, Semanding, dan Tambakboyo. TUBAN 21 - 50 mm Seluruh: Bancar, Jatirogo, Kenduruan, Plumpang, Senori, Soko, dan Widang. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bangilan, Grabagan, Palang, Parengan, dan Tambakboyo. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian: Rengel dan Semanding. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kerek, Montong, dan Singgahan. TUBAN 51 - 100 mm Seluruh: Jenu, Merakurak, dan Tuban. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian: Bandung. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Besuki, Pager Wojo, dan Sendang. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Seluruh: Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pakel, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian: Besuki dan Sendang. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bandung.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JUNI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan April Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan