Berkisar antara 0 - 157 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan JULI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Mei Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Juni Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan JULI Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Arosbaya, Blega, Kamal, dan Klampis. BANGKALAN 0 - 20 mm Sebagian: Bangkalan. BANGKALAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Modung dan Socah. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian: Modung dan Socah. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arosbaya, Bangkalan, Blega, Kamal, dan Klampis. BANGKALAN 21 - 50 mm Seluruh: Burneh, Galis, Geger, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Sepulu, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Tegaldlimo. BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian: Purwoharjo. BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Wongsorejo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Glagah, Kabat, dan Licin. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian: Gambiran, Srono, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Cluring, Giri, Kalipuro, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, Tegaldlimo, dan Tegalsari. BANYUWANGI 21 - 50 mm Seluruh: Bangorejo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi, Muncar, dan Pesanggaran. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Cluring, Giri, Kalipuro, Siliragung, Songgon, dan Tegalsari. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gambiran, Glagah, Glenmore, Kabat, Licin, Sempu, dan Srono. BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh: Genteng, Kalibaru, Rogojampi, dan Singojuruh. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Glagah, Glenmore, dan Sempu. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Licin. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Songgon. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Songgon. BLITAR 0 - 20 mm Sebagian: Gandusari. BLITAR 0 - 20 mm Sebagian Besar: Doko, Garum, Nglegok, Udanawu, Wlingi, dan Wonodadi. BLITAR 0 - 20 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Selorejo, Srengat, Sutojayan, Talun, Wates, dan Wonotirto. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Doko, Garum, Nglegok, Udanawu, dan Wonodadi. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian: Wlingi. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gandusari. BOJONEGORO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kapas dan Sukosewu. BOJONEGORO 0 - 20 mm Sebagian: Kedungadem dan Trucuk. BOJONEGORO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Balen, Dander, Kalitidu, Kanor, Kepoh Baru, Sugihwaras, Sumberejo, dan Temayang. BOJONEGORO 0 - 20 mm Seluruh: Baureno, Bubulan, Gayam, Gondang, Kasiman, Kedewan, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, dan Tambakrejo. BOJONEGORO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Dander, Kalitidu, Kanor, Kepoh Baru, Sumberejo, dan Temayang. BOJONEGORO 21 - 50 mm Sebagian: Balen dan Sugihwaras. BOJONEGORO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kapas, Kedungadem, Sukosewu, dan Trucuk. BOJONEGORO 21 - 50 mm Seluruh: Bojonegoro. BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Binakal, Bondowoso, Grujugan, Maesan, Sumber Wringin, dan Tenggarang. BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian: Botolinggo, Cermee, Pakem, dan Wringin. BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Klabang, Prajekan, Sukosari, Tapen, Tegalampel, dan Wonosari. BONDOWOSO 0 - 20 mm Seluruh: Taman Krocok. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Klabang dan Tapen. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Prajekan, Sempol, Sukosari, Tegalampel, dan Wonosari. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Binakal, Bondowoso, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Maesan, Pakem, Sumber Wringin, Tamanan, Tenggarang, Tlogosari, dan Wringin. BONDOWOSO 21 - 50 mm Seluruh: Curah Dami, Jambesari Darus Sholah, dan Pujer. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Maesan, Sumber Wringin, dan Tlogosari. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Tamanan. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sempol. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Cerme, Dukun, Kebomas, dan Panceng. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian: Ujungpangkah. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian Besar: Benjeng, Bungah, Duduksampeyan, Manyar, Menganti, dan Sidayu. GRESIK 0 - 20 mm Seluruh: Balongpanggang, Driyorejo, Kedamean, dan Wringinanom. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Benjeng, Bungah, Duduksampeyan, Manyar, Sangkapura, dan Sidayu. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian: Menganti. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Cerme, Dukun, Kebomas, Panceng, Tambak, dan Ujungpangkah. GRESIK 21 - 50 mm Seluruh: Gresik. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian: Tambak. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sangkapura. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Ambulu, Arjasa, Mayang, Pakusari, Silo, dan Tempurejo. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian: Panti. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bangsalsari, Jenggawah, Kencong, Mumbulsari, Patrang, Puger, Sukorambi, Sumber Baru, Sumbersari, Tanggul, dan Wuluhan. JEMBER 0 - 20 mm Seluruh: Ajung, Balung, Gumuk Mas, Jombang, Kaliwates, Rambipuji, Semboro, dan Umbulsari. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Jenggawah, Kencong, Patrang, dan Sumbersari. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian: Mumbulsari, Puger, Sukorambi, Sumber Baru, Tanggul, dan Wuluhan. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Besar: Ambulu, Arjasa, Ledokombo, Mayang, Pakusari, Panti, Silo, Sukowono, Sumberjambe, dan Tempurejo. JEMBER 21 - 50 mm Seluruh: Jelbuk dan Kalisat. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ledokombo, Silo, Sumberjambe, dan Tempurejo. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Sukowono. JOMBANG 0 - 20 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, dan Wonosalam. KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kandat, Kras, Mojo, Ngadiluwih, dan Semen. KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian: Kepung. KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Badas, Banyakan, Grogol, Kandangan, Ngancar, Pare, Puncu, Ringinrejo, dan Wates. KEDIRI 0 - 20 mm Seluruh: Gampengrejo, Gurah, Kayen Kidul, Kunjang, Ngasem, Pagu, Papar, Plemahan, Plosoklaten, Purwoasri, dan Tarokan. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Grogol, Ngancar, Ringinrejo, dan Wates. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Badas, Banyakan, Kandangan, Pare, dan Puncu. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kandat, Kepung, Kras, Mojo, Ngadiluwih, dan Semen. KOTA BATU 0 - 20 mm Seluruh: Batu, Bumiaji, dan Junrejo. KOTA BLITAR 0 - 20 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 0 - 20 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 0 - 20 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 0 - 20 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 0 - 20 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 0 - 20 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 0 - 20 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Sambikerep. KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Sebagian: Jambangan, Sukolilo, Wiyung, dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gayungan, Karang Pilang, Lakarsantri, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo. KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Seluruh: Gunung Anyar. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Karang Pilang, Lakarsantri, dan Rungkut. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian: Gayungan dan Tenggilis Mejoyo. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Besar: Jambangan, Sambikerep, Sukolilo, Wiyung, dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Genteng, Gubeng, Kenjeran, Krembangan, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, dan Wonokromo. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian: Kalitengah. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bluluk, Karang Geneng, Karangbinangun, Paciran, Solokuro, dan Sukorame. LAMONGAN 0 - 20 mm Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bluluk, Karang Geneng, dan Paciran. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian: Karangbinangun, Solokuro, dan Sukorame. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kalitengah. LUMAJANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kedungjajang, Lumajang, dan Randuagung. LUMAJANG 0 - 20 mm Sebagian: Tekung dan Yosowilangun. LUMAJANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Klakah, Ranuyoso, dan Rowokangkung. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Jatiroto, Klakah, dan Rowokangkung. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian: Candipuro dan Ranuyoso. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kedungjajang, Lumajang, Pasirian, Pasrujambe, Randuagung, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 21 - 50 mm Seluruh: Gucialit, Kunir, Padang, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, dan Tempeh. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Tempursari. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Pasirian, Pasrujambe, dan Pronojiwo. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Candipuro. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Candipuro. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pronojiwo dan Tempursari. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pronojiwo. MADIUN 0 - 20 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MAGETAN 0 - 20 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran. MALANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Gondanglegi dan Turen. MALANG 0 - 20 mm Sebagian: Pagak dan Wajak. MALANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bululawang, Donomulyo, Kasembon, Kepanjen, Ngantang, Poncokusumo, dan Sumber Pucung. MALANG 0 - 20 mm Seluruh: Dau, Jabung, Kalipare, Karangploso, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Tajinan, Tumpang, Wagir, dan Wonosari. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Ampelgading, Bululawang, Donomulyo, Kasembon, Ngantang, dan Sumber Pucung. MALANG 21 - 50 mm Sebagian: Kepanjen, Poncokusumo, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dampit, Gedangan, Gondanglegi, Pagak, Turen, dan Wajak. MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Bantur dan Pagelaran. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Poncokusumo. MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Dampit dan Gedangan. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ampelgading. MOJOKERTO 0 - 20 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gedek, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pacet, Pungging, Puri, Sooko, Trawas, dan Trowulan. NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian Besar: Loceret, Ngetos, dan Sawahan. NGANJUK 0 - 20 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Loceret, Ngetos, dan Sawahan. NGAWI 0 - 20 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren. PACITAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Arjosari dan Tulakan. PACITAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bandar, Nawangan, dan Tegalombo. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bandar dan Nawangan. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian: Tegalombo. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arjosari dan Tulakan. PACITAN 21 - 50 mm Seluruh: Donorojo, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, dan Sudimoro. PAMEKASAN 0 - 20 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru. PASURUAN 0 - 20 mm Seluruh: Bangil, Beji, Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pandaan, Pasrepan, Pohjentrek, Prigen, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rejoso, Rembang, Sukorejo, Tosari, Tutur, Winongan, dan Wonorejo. PONOROGO 0 - 20 mm Sebagian: Ngrayun. PONOROGO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Pudak, Sambit, dan Sawoo. PONOROGO 0 - 20 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ponorogo, Pulung, Sampung, Siman, Slahung, Sooko, dan Sukorejo. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pudak dan Sambit. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian: Sawoo. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Ngrayun. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Banyuanyar dan Sumber. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian: Gading dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bantaran, Dringu, Gending, Kotaanyar, Kuripan, Leces, Maron, Paiton, Pakuniran, Sukapura, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Seluruh: Besuk, Kraksaan, Krejengan, Lumbang, Pajarakan, Sumberasih, dan Tongas. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Dringu, Gending, Kotaanyar, Leces, Maron, dan Pakuniran. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Bantaran, Kuripan, Paiton, Sukapura, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyuanyar, Gading, Sumber, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Krucil dan Tiris. SAMPANG 0 - 20 mm Sebagian: Jrengik dan Tambelangan. SAMPANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Banyuates dan Sreseh. SAMPANG 0 - 20 mm Seluruh: Camplong, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, dan Torjun. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sreseh. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian: Banyuates. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Jrengik dan Tambelangan. SIDOARJO 0 - 20 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu. SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Jatibanteng, Kapongan, Panji, dan Sumbermalang. SITUBONDO 0 - 20 mm Seluruh: Banyuglugur, Besuki, Bungatan, Jangkar, Kendit, Mangaran, Mlandingan, Panarukan, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Banyuputih, Jatibanteng, Kapongan, dan Panji. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, dan Sumbermalang. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kangayan. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian Besar: Raas. SUMENEP 0 - 20 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Saronggi, dan Talango. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Raas. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kangayan. SUMENEP 21 - 50 mm Seluruh: Arjasa dan Sapeken. TRENGGALEK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Watulimo. TRENGGALEK 0 - 20 mm Sebagian: Durenan dan Tugu. TRENGGALEK 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gandusari dan Karangan. TRENGGALEK 0 - 20 mm Seluruh: Bendungan, Pogalan, dan Trenggalek. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Munjungan. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian: Gandusari dan Karangan. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dongko, Durenan, Kampak, Panggul, Tugu, dan Watulimo. TRENGGALEK 21 - 50 mm Seluruh: Pule dan Suruh. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Panggul. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian: Dongko, Kampak, dan Watulimo. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Munjungan. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Munjungan. TUBAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Grabagan, Jatirogo, Montong, dan Soko. TUBAN 0 - 20 mm Sebagian: Kenduruan, Parengan, Rengel, Semanding, dan Singgahan. TUBAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bangilan dan Palang. TUBAN 0 - 20 mm Seluruh: Plumpang, Senori, dan Widang. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bangilan dan Palang. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Grabagan, Jatirogo, Kenduruan, Montong, Parengan, Rengel, Semanding, Singgahan, dan Soko. TUBAN 21 - 50 mm Seluruh: Bancar, Jenu, Kerek, Merakurak, Tambakboyo, dan Tuban. TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Besuki, Kedungwaru, Ngantru, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Sebagian: Bandung dan Gondang. TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Boyolangu, Campur Darat, Pager Wojo, Pakel, Sendang, dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Seluruh: Kalidawir, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Campur Darat, Pager Wojo, dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian: Boyolangu, Pakel, dan Sendang. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Gondang, Kedungwaru, Ngantru, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Seluruh: Karangrejo dan Kauman.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JULI Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Mei Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan