Berkisar antara 8 - 376 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan OKTOBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Juni Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Juli Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan OKTOBER Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Galis. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian: Blega. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Modung. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian: Arosbaya dan Modung. BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Blega, Galis, Geger, dan Klampis. BANGKALAN 51 - 100 mm Seluruh: Bangkalan, Burneh, Kamal, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Geger. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian: Klampis. BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arosbaya. BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian: Wongsorejo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Purwoharjo dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian: Kalipuro. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Wongsorejo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gambiran, Sempu, Songgon, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Licin dan Pesanggaran. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Glagah, Kabat, Kalipuro, Purwoharjo, Siliragung, Singojuruh, Srono, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh: Banyuwangi, Giri, Muncar, dan Rogojampi. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Cluring, Glagah, Kabat, Singojuruh, dan Srono. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Siliragung. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gambiran, Glenmore, Kalibaru, Licin, Pesanggaran, Sempu, dan Songgon. BANYUWANGI 101 - 150 mm Seluruh: Genteng dan Tegalsari. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kalibaru. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Glenmore. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Binangun, Doko, Selopuro, dan Wlingi. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Garum, Nglegok, Panggungrejo, dan Talun. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sutojayan dan Wonotirto. BLITAR 51 - 100 mm Seluruh: Bakung, Kademangan, Kanigoro, Ponggok, Sanankulon, Srengat, Udanawu, dan Wonodadi. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sutojayan. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian: Wonotirto. BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Besar: Binangun, Doko, Garum, Nglegok, Panggungrejo, Selopuro, Talun, dan Wlingi. BLITAR 101 - 150 mm Seluruh: Gandusari, Kesamben, Selorejo, dan Wates. BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Balen, Dander, Kapas, Kedungadem, Ngambon, Ngasem, Sugihwaras, dan Sumberejo. BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian: Bojonegoro, Kasiman, dan Temayang. BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gondang, Kalitidu, Kanor, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Sekar, dan Trucuk. BOJONEGORO 51 - 100 mm Seluruh: Baureno. BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gondang, Kanor, Kedewan, dan Kepoh Baru. BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian: Kalitidu, Malo, Sekar, dan Trucuk. BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Balen, Bojonegoro, Dander, Kapas, Kasiman, Kedungadem, Ngambon, Ngasem, Sugihwaras, Sumberejo, dan Temayang. BOJONEGORO 101 - 150 mm Seluruh: Bubulan, Gayam, Margomulyo, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sukosewu, dan Tambakrejo. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sempol dan Wringin. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Botolinggo dan Klabang. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Cermee dan Prajekan. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Prajekan. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Cermee. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Klabang, Sempol, Sumber Wringin, Tlogosari, dan Wringin. BONDOWOSO 51 - 100 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Pujer, Sukosari, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, dan Wonosari. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sempol dan Sumber Wringin. BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Tlogosari. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian: Kedamean dan Menganti. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Wringinanom. GRESIK 21 - 50 mm Seluruh: Driyorejo. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian: Wringinanom. GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kedamean dan Menganti. GRESIK 51 - 100 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Manyar, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah. GRESIK 101 - 150 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ledokombo, Sumberjambe, dan Tanggul. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Panti, Semboro, Silo, dan Sukorambi. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangsalsari, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Pakusari, Patrang, Puger, Rambipuji, Sukowono, dan Tempurejo. JEMBER 51 - 100 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Gumuk Mas, Jelbuk, Jenggawah, Kencong, Mumbulsari, Sumbersari, Umbulsari, dan Wuluhan. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jombang, Pakusari, Rambipuji, Sukowono, dan Tempurejo. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian: Bangsalsari, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Patrang, dan Puger. JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ledokombo, Panti, Semboro, Silo, Sukorambi, Sumberjambe, dan Tanggul. JEMBER 101 - 150 mm Seluruh: Sumber Baru. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kesamben, Mojowarno, dan Sumobito. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Mojoagung. JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian: Mojoagung. JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kesamben, Mojowarno, dan Sumobito. JOMBANG 51 - 100 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kudu, Megaluh, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Tembelang, dan Wonosalam. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kras, Ngadiluwih, dan Ringinrejo. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Kandat. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian: Mojo dan Semen. KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Kandat, Kepung, Kras, Ngadiluwih, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Ringinrejo. KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Gurah, Kandangan, Kayen Kidul, Kunjang, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Purwoasri, Tarokan, dan Wates. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Grogol, Ngancar, Plosoklaten, dan Puncu. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian: Banyakan dan Kepung. KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Mojo dan Semen. KOTA BATU 51 - 100 mm Seluruh: Batu, Bumiaji, dan Junrejo. KOTA BLITAR 51 - 100 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren. KOTA MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo. KOTA PASURUAN 0 - 20 mm Seluruh: Panggungrejo. KOTA PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Wonoasih. KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kedopok dan Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Kademangan dan Kanigaran. KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kedopok dan Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Wonoasih. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Krembangan, Pabean Cantian, Pakal, dan Semampir. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian: Asemrowo, Benowo, dan Kenjeran. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bubutan, Bulak, dan Simokerto. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Seluruh: Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Lakarsantri, Mulyorejo, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bulak. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian: Bubutan dan Simokerto. KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Besar: Asemrowo, Benowo, Kenjeran, Krembangan, Pabean Cantian, Pakal, dan Semampir. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bluluk, Laren, Maduran, Modo, dan Sukorame. LAMONGAN 51 - 100 mm Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Mantup, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bluluk, Laren, Maduran, dan Modo. LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian: Sukorame. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Jatiroto, Ranuyoso, dan Tekung. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Yosowilangun. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Rowokangkung. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Rowokangkung dan Tempeh. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Senduro. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gucialit, Jatiroto, Kunir, Padang, Ranuyoso, Sumbersuko, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 101 - 150 mm Seluruh: Kedungjajang, Klakah, Lumajang, Randuagung, dan Sukodono. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Candipuro dan Kunir. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Gucialit, Padang, Pasirian, dan Sumbersuko. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pasrujambe, Senduro, dan Tempeh. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tempursari. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Pasrujambe dan Pronojiwo. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro dan Pasirian. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Candipuro. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pronojiwo dan Tempursari. MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Balerejo dan Pilangkenceng. MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Balerejo dan Pilangkenceng. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sukomoro. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian: Barat, Kartoharjo, Ngariboyo, dan Poncol. MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bendo, Kawedanan, Maospati, dan Parang. MAGETAN 51 - 100 mm Seluruh: Lembeyan, Nguntoronadi, dan Takeran. MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kawedanan dan Parang. MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian: Bendo dan Maospati. MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Barat, Kartoharjo, Ngariboyo, Poncol, dan Sukomoro. MAGETAN 101 - 150 mm Seluruh: Karangrejo, Karas, Magetan, Panekan, Plaosan, dan Sidorejo. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bululawang, Ngajum, Ngantang, Wajak, dan Wonosari. MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Pakisaji dan Poncokusumo. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kasembon, Pujon, Singosari, Tajinan, Tumpang, dan Wagir. MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Dau, Jabung, Karangploso, Lawang, dan Pakis. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dampit, Pujon, Singosari, Sumbermanjing, Tumpang, dan Wagir. MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Gedangan, Kasembon, dan Tajinan. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bululawang, Ngajum, Ngantang, Pakisaji, Poncokusumo, Turen, Wajak, dan Wonosari. MALANG 101 - 150 mm Seluruh: Bantur, Donomulyo, Gondanglegi, Kalipare, Kepanjen, Kromengan, Pagak, Pagelaran, dan Sumber Pucung. MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ampelgading, Poncokusumo, dan Turen. MALANG 151 - 200 mm Sebagian: Tirto Yudo dan Wajak. MALANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Dampit, Gedangan, dan Sumbermanjing. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dampit, Gedangan, dan Poncokusumo. MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Sumbermanjing. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ampelgading dan Tirto Yudo. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ampelgading. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gondang, Jetis, dan Trawas. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian: Gedek, Jatirejo, dan Sooko. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dlanggu, Kutorejo, Mojoanyar, Ngoro, Pungging, Puri, dan Trowulan. MOJOKERTO 21 - 50 mm Seluruh: Bangsal dan Mojosari. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Dlanggu, Mojoanyar, Ngoro, Pungging, dan Puri. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian: Kutorejo dan Trowulan. MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gedek, Gondang, Jatirejo, Jetis, Sooko, dan Trawas. MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Dawar Blandong, Kemlagi, dan Pacet. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bagor dan Sukomoro. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian: Nganjuk. NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bagor, Nganjuk, Ngetos, Sawahan, dan Sukomoro. NGANJUK 51 - 100 mm Seluruh: Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Loceret, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Tanjunganom, dan Wilangan. NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ngetos dan Sawahan. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Karangjati. NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kwadungan dan Pangkur. NGAWI 101 - 150 mm Sebagian: Kwadungan dan Pangkur. NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Karanganyar, Karangjati, Kedunggalar, Ngawi, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren. NGAWI 101 - 150 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Kasreman, Kendal, Ngrambe, dan Padas. NGAWI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kedunggalar, Ngawi, Paron, Pitu, dan Sine. NGAWI 151 - 200 mm Sebagian: Karanganyar dan Widodaren. NGAWI 151 - 200 mm Seluruh: Mantingan. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bandar dan Tegalombo. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pringkuku dan Tulakan. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian: Arjosari. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bandar, Donorojo, Punung, dan Tegalombo. PACITAN 101 - 150 mm Seluruh: Nawangan. PACITAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Donorojo, Pacitan, Punung, Sudimoro, dan Tegalombo. PACITAN 151 - 200 mm Sebagian: Ngadirojo dan Tulakan. PACITAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Arjosari, Kebonagung, dan Pringkuku. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pringkuku. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian: Kebonagung. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ngadirojo, Pacitan, Sudimoro, dan Tulakan. PAMEKASAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Larangan. PAMEKASAN 0 - 20 mm Sebagian: Galis. PAMEKASAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Batu Marmar, Galis, dan Larangan. PAMEKASAN 21 - 50 mm Seluruh: Kadur, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru. PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Batu Marmar. PASURUAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan, Kraton, Nguling, Pohjentrek, dan Winongan. PASURUAN 0 - 20 mm Sebagian: Grati, Lekok, dan Rejoso. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Puspo. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian: Pasrepan. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pandaan, Pohjentrek, Purwosari, Rejoso, Sukorejo, Winongan, dan Wonorejo. PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Bangil, Beji, dan Rembang. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gempol, Lumbang, dan Wonorejo. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Kejayan, Pandaan, Purwosari, dan Sukorejo. PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Pasrepan dan Puspo. PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Prigen, Purwodadi, Tosari, dan Tutur. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ngrayun. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Pudak dan Slahung. PONOROGO 51 - 100 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ponorogo, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Sooko, dan Sukorejo. PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pudak dan Slahung. PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ngrayun. PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian: Ngrayun. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Dringu, Gading, Maron, dan Sukapura. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Gending, Pakuniran, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Besuk, Krejengan, dan Lumbang. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Kotaanyar, Kraksaan, Paiton, Pajarakan, Sumberasih, dan Tongas. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Besuk dan Krejengan. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Krucil, Lumbang, Sumber, dan Tiris. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Banyuanyar, Dringu, Gading, Gending, Kuripan, Maron, Pakuniran, Sukapura, Tegalsiwalan, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Bantaran dan Leces. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Banyuanyar, Gading, Kuripan, Sukapura, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Krucil, Sumber, dan Tiris. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sumber dan Tiris. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sokobanah dan Tambelangan. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, dan Omben. SAMPANG 21 - 50 mm Seluruh: Camplong, Pangarengan, Sampang, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Omben. SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian: Jrengik, Karang Penang, dan Kedungdung. SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sokobanah dan Tambelangan. SAMPANG 51 - 100 mm Seluruh: Banyuates, Ketapang, dan Robatal. SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Balong Bendo dan Tarik. SIDOARJO 21 - 50 mm Seluruh: Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tulangan, Waru, dan Wonoayu. SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Balong Bendo dan Tarik. SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Besuki, Jangkar, Kendit, Mlandingan, dan Situbondo. SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian: Asembagus, Kapongan, Panji, dan Suboh. SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Banyuputih dan Mangaran. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Banyuputih, Mangaran, dan Sumbermalang. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Besuki, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mlandingan, Panji, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 21 - 50 mm Seluruh: Banyuglugur, Bungatan, dan Panarukan. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Arjasa dan Suboh. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Jatibanteng dan Mlandingan. SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sumbermalang. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sapeken. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Besar: Masalembu, Raas, dan Rubaru. SUMENEP 21 - 50 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Saronggi, dan Talango. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Raas dan Rubaru. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian: Masalembu. SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sapeken. SUMENEP 51 - 100 mm Seluruh: Arjasa dan Kangayan. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Durenan dan Suruh. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian: Pogalan dan Pule. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bendungan, Karangan, dan Trenggalek. TRENGGALEK 51 - 100 mm Seluruh: Tugu. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bendungan, Dongko, Trenggalek, dan Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Kampak dan Karangan. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Durenan, Pogalan, Pule, dan Suruh. TRENGGALEK 101 - 150 mm Seluruh: Gandusari. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Suruh. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Kampak, Panggul, Pule, dan Watulimo. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Dongko. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dongko dan Kampak. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Munjungan dan Panggul. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Munjungan. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangilan, Jatirogo, Kenduruan, Montong, Parengan, Singgahan, Soko, dan Widang. TUBAN 51 - 100 mm Seluruh: Bancar, Grabagan, Jenu, Kerek, Merakurak, Palang, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Tambakboyo, dan Tuban. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bangilan, Jatirogo, Kenduruan, Montong, Parengan, Soko, dan Widang. TUBAN 101 - 150 mm Sebagian: Singgahan. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Campur Darat, Pager Wojo, dan Sendang. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Seluruh: Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Boyolangu, Karangrejo, Kauman, dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian: Gondang dan Kalidawir. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Besuki, Campur Darat, Pager Wojo, dan Sendang. TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Seluruh: Bandung, Pakel, dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Besuki dan Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan OKTOBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Juni Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan