Berkisar antara 1 - 232 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan SEPTEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Juni Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Juli Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan SEPTEMBER Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Bangkalan, Kamal, dan Sepulu. BANGKALAN 0 - 20 mm Sebagian: Galis. BANGKALAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kokop, Konang, Modung, Socah, dan Tanjungbumi. BANGKALAN 0 - 20 mm Seluruh: Blega. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Tanjungbumi. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian: Kokop, Konang, Modung, dan Socah. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Galis, Kamal, dan Sepulu. BANGKALAN 21 - 50 mm Seluruh: Arosbaya, Burneh, Geger, Klampis, Kwanyar, Labang, Tanah Merah, dan Tragah. BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Wongsorejo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gambiran, Glagah, Kabat, dan Licin. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian: Pesanggaran, Srono, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Cluring, Giri, Kalipuro, Muncar, Siliragung, dan Tegalsari. BANYUWANGI 21 - 50 mm Seluruh: Bangorejo, Purwoharjo, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi dan Muncar. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Cluring, Giri, Kalipuro, Siliragung, dan Tegalsari. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gambiran, Glagah, Glenmore, Kabat, Licin, Pesanggaran, Sempu, Songgon, dan Srono. BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh: Genteng, Kalibaru, Rogojampi, dan Singojuruh. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Licin, dan Sempu. BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Songgon. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian: Gandusari. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Besar: Garum, Nglegok, Wates, dan Wlingi. BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Doko, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Selorejo, Srengat, Sutojayan, Talun, Udanawu, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Garum dan Nglegok. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Wates dan Wlingi. BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gandusari. BOJONEGORO 21 - 50 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk. BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Cermee dan Wringin. BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian: Klabang dan Prajekan. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Sempol. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Cermee, Klabang, Prajekan, Sumber Wringin, Tlogosari, dan Wringin. BONDOWOSO 21 - 50 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Botolinggo, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Pujer, Sukosari, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, dan Wonosari. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Tlogosari. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Sumber Wringin. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Sempol. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Dukun dan Panceng. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian: Kedamean. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian Besar: Driyorejo dan Wringinanom. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Driyorejo dan Wringinanom. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dukun, Kedamean, dan Panceng. GRESIK 21 - 50 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Duduksampeyan, Gresik, Kebomas, Manyar, Menganti, Sangkapura, Sidayu, Tambak, dan Ujungpangkah. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Balung, Gumuk Mas, Jombang, dan Umbulsari. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian: Kencong dan Puger. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Besar: Wuluhan. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian: Puger dan Wuluhan. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Besar: Balung, Gumuk Mas, Jombang, Kencong, Ledokombo, Silo, Sumberjambe, Tempurejo, dan Umbulsari. JEMBER 21 - 50 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Bangsalsari, Jelbuk, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Rambipuji, Semboro, Sukorambi, Sukowono, Sumber Baru, Sumbersari, dan Tanggul. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ledokombo, Puger, Sumberjambe, dan Tempurejo. JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Silo. JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Mojoagung, Ngoro, Ngusikan, dan Plandaan. JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian: Sumobito dan Tembelang. JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Diwek, Gudo, Jogo Roto, Kesamben, Megaluh, dan Peterongan. JOMBANG 0 - 20 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Jombang, dan Perak. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Diwek. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian: Gudo, Jogo Roto, Kesamben, Megaluh, dan Peterongan. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Mojoagung, Ngoro, Ngusikan, Plandaan, Sumobito, dan Tembelang. JOMBANG 21 - 50 mm Seluruh: Bareng, Kabuh, Kudu, Mojowarno, Ploso, dan Wonosalam. KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Gurah dan Semen. KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian: Banyakan, Grogol, dan Tarokan. KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kayen Kidul, Kunjang, Ngasem, Pagu, dan Plemahan. KEDIRI 0 - 20 mm Seluruh: Gampengrejo, Papar, dan Purwoasri. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kayen Kidul, Ngasem, dan Pagu. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Kunjang dan Plemahan. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Gurah, Semen, dan Tarokan. KEDIRI 21 - 50 mm Seluruh: Badas, Kandangan, Kandat, Kepung, Kras, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Pare, Plosoklaten, Puncu, Ringinrejo, dan Wates. KOTA BATU 21 - 50 mm Seluruh: Batu, Bumiaji, dan Junrejo. KOTA BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian: Pesantren. KOTA KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kota Kediri dan Mojoroto. KOTA KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Mojoroto. KOTA KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Kota Kediri. KOTA KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Pesantren. KOTA MADIUN 21 - 50 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 0 - 20 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 0 - 20 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Lakarsantri, Sukolilo, dan Tenggilis Mejoyo. KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gunung Anyar dan Rungkut. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gunung Anyar. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian: Rungkut. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Besar: Lakarsantri, Sukolilo, dan Tenggilis Mejoyo. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Karang Geneng, Maduran, Sarirejo, dan Tikung. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian: Deket, Laren, dan Turi. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Brondong, Lamongan, Paciran, dan Solokuro. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Paciran dan Solokuro. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian: Brondong dan Lamongan. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Deket, Karang Geneng, Laren, Maduran, Sarirejo, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 21 - 50 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Mantup, Modo, Ngimbang, Pucuk, Sambeng, Sekaran, Sugio, Sukodadi, dan Sukorame. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gucialit, Senduro, dan Sumbersuko. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian: Kunir dan Padang. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kedungjajang, Lumajang, Sukodono, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 21 - 50 mm Seluruh: Jatiroto, Klakah, Randuagung, Ranuyoso, dan Rowokangkung. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kedungjajang, Lumajang, Sukodono, Tekung, dan Yosowilangun. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Candipuro. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kunir, Padang, Pasirian, Pasrujambe, Senduro, dan Sumbersuko. LUMAJANG 51 - 100 mm Seluruh: Tempeh. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Pasirian, Pasrujambe, dan Pronojiwo. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Candipuro. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pasirian. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Candipuro dan Tempursari. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pronojiwo. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Pronojiwo. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Tempursari. MADIUN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kare dan Mejayan. MADIUN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gemarang. MADIUN 21 - 50 mm Sebagian: Gemarang. MADIUN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kare dan Mejayan. MADIUN 21 - 50 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Jiwan, Kebonsari, Madiun, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MAGETAN 21 - 50 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Donomulyo dan Pagak. MALANG 21 - 50 mm Sebagian: Kepanjen dan Wajak. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bululawang, Kalipare, Kromengan, Ngantang, Poncokusumo, dan Sumber Pucung. MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Dau, Jabung, Karangploso, Kasembon, Lawang, Ngajum, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Tajinan, Tumpang, Wagir, dan Wonosari. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ampelgading, Kromengan, Ngantang, dan Sumbermanjing. MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Bululawang, Kalipare, Poncokusumo, Sumber Pucung, dan Tirto Yudo. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dampit, Donomulyo, Gedangan, Kepanjen, Pagak, dan Wajak. MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Bantur, Gondanglegi, Pagelaran, dan Turen. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Poncokusumo. MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Ampelgading, Dampit, dan Gedangan. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sumbermanjing dan Tirto Yudo. MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sumbermanjing dan Tirto Yudo. MALANG 151 - 200 mm Sebagian: Ampelgading. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ampelgading. MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Dawar Blandong dan Pacet. MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian: Gondang dan Jatirejo. MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Jetis, Kemlagi, Trawas, dan Trowulan. MOJOKERTO 0 - 20 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Gedek, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pungging, Puri, dan Sooko. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Jetis. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian: Kemlagi, Trawas, dan Trowulan. MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dawar Blandong, Gondang, Jatirejo, dan Pacet. NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Rejoso dan Wilangan. NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian: Berbek dan Loceret. NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bagor, Gondang, Jatikalen, Lengkong, dan Pace. NGANJUK 0 - 20 mm Seluruh: Baron, Kertosono, Nganjuk, Ngronggot, Patianrowo, Prambon, Sukomoro, dan Tanjunganom. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian: Bagor, Gondang, Jatikalen, Lengkong, dan Pace. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Berbek, Loceret, Rejoso, dan Wilangan. NGANJUK 21 - 50 mm Seluruh: Ngetos, Ngluyu, dan Sawahan. NGAWI 21 - 50 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Arjosari dan Tulakan. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian: Punung. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Donorojo dan Tegalombo. PACITAN 21 - 50 mm Seluruh: Bandar dan Nawangan. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Pacitan dan Tegalombo. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian: Donorojo. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Arjosari, Kebonagung, Pringkuku, Punung, Sudimoro, dan Tulakan. PACITAN 51 - 100 mm Seluruh: Ngadirojo. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pringkuku. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian: Kebonagung dan Sudimoro. PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pacitan. PAMEKASAN 0 - 20 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru. PASURUAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Prigen, Purwodadi, Tosari, dan Tutur. PASURUAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Pandaan, Pasrepan, Purwosari, Puspo, dan Sukorejo. PASURUAN 0 - 20 mm Seluruh: Bangil, Beji, Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pohjentrek, Rejoso, Rembang, Winongan, dan Wonorejo. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pandaan, Pasrepan, Purwosari, dan Sukorejo. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian: Puspo. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Prigen, Purwodadi, Tosari, dan Tutur. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian: Ngrayun. PONOROGO 21 - 50 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ponorogo, Pudak, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko, dan Sukorejo. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ngrayun. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Gading, Kotaanyar, Paiton, Pakuniran, dan Sukapura. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian: Besuk. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Lumbang dan Tongas. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Lumbang dan Tongas. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Besuk, Gading, Kotaanyar, Krucil, Paiton, Pakuniran, Sukapura, Sumber, dan Tiris. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Bantaran, Banyuanyar, Dringu, Gending, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Maron, Pajarakan, Sumberasih, Tegalsiwalan, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Krucil, Sukapura, dan Sumber. PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Tiris. SAMPANG 0 - 20 mm Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun. SIDOARJO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Taman dan Waru. SIDOARJO 0 - 20 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, dan Wonoayu. SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Waru. SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian: Taman. SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian: Sumbermalang. SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuglugur, Jatibanteng, Kapongan, Mlandingan, Panji, dan Suboh. SITUBONDO 0 - 20 mm Seluruh: Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Kendit, Mangaran, Panarukan, dan Situbondo. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Asembagus, Banyuglugur, Kapongan, Panji, dan Suboh. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian: Arjasa, Jatibanteng, dan Mlandingan. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Sumbermalang. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian Besar: Raas. SUMENEP 0 - 20 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Saronggi, dan Talango. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Raas. SUMENEP 21 - 50 mm Seluruh: Arjasa, Kangayan, dan Sapeken. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Watulimo. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian: Pule dan Suruh. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gandusari. TRENGGALEK 21 - 50 mm Seluruh: Bendungan, Durenan, Karangan, Pogalan, Trenggalek, dan Tugu. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian: Gandusari. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dongko, Kampak, Panggul, Pule, Suruh, dan Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dongko, Kampak, dan Panggul. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Munjungan. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Watulimo. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Munjungan. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bangilan, Montong, dan Singgahan. TUBAN 21 - 50 mm Seluruh: Bancar, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bangilan dan Montong. TUBAN 51 - 100 mm Sebagian: Singgahan. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian: Bandung, Campur Darat, dan Pakel. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kalidawir dan Sendang. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Seluruh: Boyolangu, Gondang, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pager Wojo, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kalidawir dan Sendang. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bandung, Campur Darat, Pakel, dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Seluruh: Besuki.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan SEPTEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Juni Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan