Berkisar antara 128 – 578 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan DESEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan DESEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arosbaya, Geger, dan Klampis. BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Kamal, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Arosbaya, Geger, dan Klampis. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tegalsari. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Genteng, Kalipuro, Sempu, dan Songgon. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Glenmore, Licin, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Gambiran, Giri, Glagah, Pesanggaran, Siliragung, Singojuruh, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Banyuwangi, Kabat, Muncar, Purwoharjo, Rogojampi, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Cluring, Giri, Glagah, Siliragung, Singojuruh, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Gambiran, Kalibaru, dan Pesanggaran. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Genteng, Glenmore, Kalipuro, Licin, Sempu, Songgon, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Songgon dan Wongsorejo. BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian: Glenmore. BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kalibaru. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bakung, Kademangan, Ponggok, dan Srengat. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Udanawu. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Wonodadi. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Selorejo, Wates, dan Wonodadi. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Garum, Kesamben, Selopuro, dan Talun. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bakung, Binangun, Kademangan, Nglegok, Ponggok, Srengat, dan Udanawu. BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kanigoro, Panggungrejo, Sanankulon, Sutojayan, dan Wonotirto. BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Binangun dan Nglegok. BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Besar: Gandusari, Garum, Kesamben, Selopuro, Selorejo, Talun, Wates, dan Wlingi. BLITAR 401 - 500 mm Seluruh: Doko. BLITAR > 500 mm Sebagian Kecil: Wlingi. BLITAR > 500 mm Sebagian: Gandusari. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngambon dan Sukosewu. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Bubulan dan Kedungadem. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balen, Dander, Kapas, Ngasem, Ngraho, Purwosari, dan Tambakrejo. BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Baureno, Bojonegoro, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Padangan, Sumberejo, dan Trucuk. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Balen, Dander, Kapas, Ngraho, dan Purwosari. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Ngasem dan Tambakrejo. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bubulan, Kedungadem, Ngambon, dan Sukosewu. BOJONEGORO 301 - 400 mm Seluruh: Gondang, Sekar, Sugihwaras, dan Temayang. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Prajekan. BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Cermee. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Binakal, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, dan Wringin. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Botolinggo, Curah Dami, Tenggarang, dan Wonosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bondowoso, Cermee, Klabang, Prajekan, Taman Krocok, Tapen, dan Tegalampel. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bondowoso, Cermee, Klabang, Prajekan, Taman Krocok, dan Tlogosari. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Tamanan, Tapen, dan Tegalampel. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Binakal, Botolinggo, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pujer, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin. BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Pakem. BONDOWOSO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Maesan, Sempol, dan Sukosari. BONDOWOSO 401 - 500 mm Sebagian: Jambesari Darus Sholah, Pujer, dan Sumber Wringin. BONDOWOSO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Tamanan dan Tlogosari. GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, dan Wringinanom. GRESIK 401 - 500 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Puger dan Wuluhan. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ajung, Arjasa, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Silo, Sukowono, Sumber Baru, dan Tanggul. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Jenggawah, Panti, dan Sumbersari. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ambulu, Bangsalsari, Jelbuk, Puger, Rambipuji, Semboro, Tempurejo, dan Wuluhan. JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Balung, Gumuk Mas, Jombang, Kencong, dan Umbulsari. JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ambulu. JEMBER 401 - 500 mm Sebagian: Bangsalsari, Jelbuk, Rambipuji, Semboro, dan Tempurejo. JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Besar: Ajung, Arjasa, Jenggawah, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Silo, Sukowono, Sumber Baru, Sumberjambe, Sumbersari, dan Tanggul. JEMBER 401 - 500 mm Seluruh: Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Patrang, dan Sukorambi. JEMBER > 500 mm Sebagian Kecil: Sumberjambe. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Mojowarno. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Gudo. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Jogo Roto, Mojoagung, Perak, dan Plandaan. JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Ngusikan, Peterongan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Perak dan Plandaan. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Jogo Roto, dan Mojoagung. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gudo dan Mojowarno. JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Bareng, Ngoro, dan Wonosalam. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gurah, Mojo, dan Semen. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Banyakan, Grogol, Pagu, dan Wates. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gampengrejo, Kras, Ngadiluwih, dan Ringinrejo. KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kandat dan Ngasem. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kras dan Ngadiluwih. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Gampengrejo dan Ringinrejo. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Gurah, Kepung, Mojo, Ngancar, Pagu, Plosoklaten, Puncu, Semen, dan Wates. KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Badas, Kandangan, Kayen Kidul, Kunjang, Papar, Pare, Plemahan, Purwoasri, dan Tarokan. KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kepung, Ngancar, Plosoklaten, dan Puncu. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bumiaji. KOTA BATU 301 - 400 mm Seluruh: Batu dan Junrejo. KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian: Bumiaji. KOTA BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pesantren. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kota Kediri dan Mojoroto. KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pesantren. KOTA MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Klojen dan Sukun. KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Blimbing dan Lowokwaru. KOTA MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Lowokwaru. KOTA MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Blimbing. KOTA MALANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Klojen dan Sukun. KOTA MALANG 401 - 500 mm Seluruh: Kedungkandang. KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ngimbang, Sambeng, dan Sukorame. LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sambeng dan Sukorame. LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian: Ngimbang. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Klakah. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Randuagung, dan Ranuyoso. LUMAJANG 301 - 400 mm Seluruh: Candipuro, Gucialit, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, Rowokangkung, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, Tempeh, Tempursari, dan Yosowilangun. LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Jatiroto. LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian: Randuagung dan Ranuyoso. LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Klakah. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dolopo. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kebonsari. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kebonsari. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dolopo. MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Takeran. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian: Parang. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kawedanan dan Nguntoronadi. MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Lembeyan. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Nguntoronadi. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian: Kawedanan. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Parang dan Takeran. MAGETAN 301 - 400 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, dan Sukomoro. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kalipare, Kromengan, Ngajum, Pakis, Pakisaji, dan Sumber Pucung. MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Gedangan, Jabung, Pagak, Poncokusumo, Pujon, Sumbermanjing, Wagir, dan Wajak. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Lawang, Singosari, Tirto Yudo, dan Turen. MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Ampelgading, Gondanglegi, dan Pagelaran. MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Dampit, Dau, Karangploso, Kepanjen, Lawang, Singosari, Tirto Yudo, dan Turen. MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Bantur, Bululawang, dan Kasembon. MALANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Gedangan, Jabung, Kalipare, Kromengan, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Wagir, dan Wajak. MALANG 401 - 500 mm Seluruh: Donomulyo, Tajinan, Tumpang, dan Wonosari. MALANG > 500 mm Sebagian Kecil: Ngantang. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dlanggu. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Kutorejo, Ngoro, dan Puri. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangsal, Pungging, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Dawar Blandong, Gedek, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, dan Mojosari. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangsal, Pacet, dan Sooko. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Pungging, Trawas, dan Trowulan. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dlanggu, Gondang, Kutorejo, Ngoro, dan Puri. MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Jatirejo. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian: Gondang. MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Pacet dan Trawas. MOJOKERTO > 500 mm Sebagian Kecil: Trawas. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bagor, Gondang, Kertosono, Loceret, Prambon, dan Rejoso. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Baron, Lengkong, dan Sukomoro. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Nganjuk. NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Jatikalen dan Patianrowo. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Nganjuk. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bagor, Baron, Gondang, Kertosono, Lengkong, Loceret, Prambon, Rejoso, dan Sukomoro. NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Berbek, Ngetos, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Sawahan, Tanjunganom, dan Wilangan. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Geneng dan Sine. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Kedunggalar, Padas, Paron, dan Widodaren. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bringin, Kasreman, Mantingan, Ngawi, dan Pitu. NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Karanganyar. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kasreman, Mantingan, Ngawi, dan Pitu. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Bringin. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Geneng, Kedunggalar, Padas, Paron, Sine, dan Widodaren. NGAWI 301 - 400 mm Seluruh: Gerih, Jogorogo, Karangjati, Kendal, Kwadungan, Ngrambe, dan Pangkur. PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngadirojo dan Tulakan. PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kebonagung dan Tegalombo. PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Nawangan, Pacitan, Pringkuku, dan Punung. PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Tegalombo. PACITAN 401 - 500 mm Sebagian: Kebonagung. PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Ngadirojo dan Tulakan. PACITAN 401 - 500 mm Seluruh: Sudimoro. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Larangan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Galis. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Galis, Larangan, Pakong, dan Waru. PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pademawu, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, dan Tlanakan. PAMEKASAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Waru. PAMEKASAN 301 - 400 mm Sebagian: Pakong. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bangil, Beji, Kejayan, Pasrepan, dan Rembang. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Gempol dan Winongan. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gondang Wetan, Grati, Kraton, dan Nguling. PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan, Nguling, dan Prigen. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Grati dan Kraton. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bangil, Beji, Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Purwodadi, Purwosari, Rembang, Sukorejo, dan Winongan. PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Puspo, Tosari, Tutur, dan Wonorejo. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gempol dan Lumbang. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Pandaan, Purwodadi, Purwosari, dan Sukorejo. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Prigen. PASURUAN > 500 mm Sebagian: Prigen. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Badegan, Bungkal, Jambon, dan Pulung. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Balong, Jenangan, dan Sawoo. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kauman, Mlarak, Sambit, Sampung, dan Siman. PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Jetis, Ponorogo, dan Sukorejo. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kauman, Mlarak, dan Siman. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Sambit dan Sampung. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Ngrayun, Pulung, dan Sawoo. PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Ngebel, Pudak, Slahung, dan Sooko. PONOROGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngrayun. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Besuk, Gading, Pakuniran, Sukapura, Sumber, dan Tiris. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Krejengan, Lumbang, dan Maron. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Kotaanyar, Kraksaan, Kuripan, Leces, Paiton, Tegalsiwalan, dan Tongas. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Dringu, Gending, Pajarakan, Sumberasih, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Kotaanyar, dan Paiton. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Banyuanyar, Kraksaan, Krucil, Kuripan, Leces, Tegalsiwalan, Tiris, dan Tongas. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Besuk, Gading, Krejengan, Lumbang, Maron, Pakuniran, Sukapura, dan Sumber. PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gading dan Pakuniran. PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian: Besuk. PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Krucil dan Tiris. SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun. SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jabon. SIDOARJO 201 - 300 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu. SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian: Jabon. SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Banyuputih. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Asembagus, Mlandingan, Panarukan, dan Situbondo. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Banyuputih dan Besuki. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Panji dan Suboh. SITUBONDO 151 - 200 mm Seluruh: Kapongan dan Mangaran. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Panji. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Suboh dan Sumbermalang. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, Panarukan, dan Situbondo. SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Banyuglugur, Bungatan, Jangkar, dan Kendit. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Banyuputih, Jatibanteng, Mlandingan, dan Suboh. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian: Asembagus. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sumbermalang. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Masalembu. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian: Ambunten dan Rubaru. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batuan, Dasuk, Ganding, Guluk Guluk, Kota Sumenep, Lenteng, Pasongsongan, dan Raas. SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Batang Batang, Batuputih, Bluto, Dungkek, Gapura, Gayam, Giligenteng, Kalianget, Manding, Nonggunong, Pragaan, Saronggi, dan Talango. SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Batuan, Dasuk, Guluk Guluk, Kota Sumenep, Lenteng, Pasongsongan, dan Raas. SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian: Ganding. SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ambunten, Masalembu, dan Rubaru. SUMENEP 301 - 400 mm Seluruh: Arjasa, Kangayan, dan Sapeken. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bendungan, Kampak, Suruh, dan Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Tugu. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gandusari, Karangan, dan Trenggalek. TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Durenan dan Pogalan. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dongko, Gandusari, Karangan, Munjungan, Panggul, dan Trenggalek. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bendungan, Kampak, Pule, Suruh, Tugu, dan Watulimo. TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kampak, Pule, dan Watulimo. TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Besar: Dongko, Munjungan, dan Panggul. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangilan, Kerek, Montong, Parengan, dan Senori. TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bancar, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Merakurak, Palang, Plumpang, Rengel, Semanding, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang. TUBAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kerek dan Parengan. TUBAN 301 - 400 mm Sebagian: Bangilan, Montong, dan Senori. TUBAN 301 - 400 mm Seluruh: Singgahan. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo dan Sendang. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Rejotangan. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Gondang, Karangrejo, Kauman, Ngantru, Ngunut, dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Boyolangu, Campur Darat, Kalidawir, Kedungwaru, Pakel, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bandung, Ngantru, Ngunut, dan Pucang Laban. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Besuki, Gondang, Karangrejo, dan Kauman. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pager Wojo, Rejotangan, dan Sendang. TULUNGAGUNG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo. TULUNGAGUNG 401 - 500 mm Sebagian: Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan