( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JANUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan JANUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 199 – 636 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan JANUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan JANUARI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan September Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Burneh.
BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian: Geger, Sepulu, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Galis, Kamal, dan Labang.
BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Blega, Kokop, Konang, Kwanyar, Modung, dan Socah.
BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Galis, Kamal, dan Labang.
BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian: Bangkalan.
BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Burneh, Geger, Sepulu, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
BANGKALAN 301 - 400 mm Seluruh: Arosbaya dan Klampis.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalipuro, Pesanggaran, dan Siliragung.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Cluring, Giri, Srono, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Muncar, dan Purwoharjo.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kalibaru, Kalipuro, Licin, Muncar, Purwoharjo, dan Songgon.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Banyuwangi, Glenmore, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Genteng, Giri, Glagah, Kabat, Pesanggaran, Sempu, Siliragung, Srono, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 301 - 400 mm Seluruh: Gambiran, Rogojampi, Singojuruh, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Genteng dan Giri.
BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian: Glagah, Sempu, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Besar: Glenmore, Kalibaru, Kalipuro, Licin, dan Songgon.
BANYUWANGI > 500 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bakung dan Kademangan.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Doko, Gandusari, dan Wlingi.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bakung, Garum, Kademangan, Kesamben, Nglegok, Selorejo, dan Talun.
BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Binangun, Kanigoro, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kesamben, Selorejo, dan Talun.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Garum dan Nglegok.
BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Besar: Doko, Gandusari, dan Wlingi.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sekar serta Sebagian: Ngambon dan Temayang.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bubulan, Kedungadem, Ngasem, Sugihwaras, dan Tambakrejo.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sukosewu, Sumberejo, dan Trucuk.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngasem dan Tambakrejo.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Bubulan, Kedungadem, dan Sugihwaras.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngambon, Sekar, dan Temayang.
BOJONEGORO 301 - 400 mm Seluruh: Gondang.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Botolinggo dan Wonosari.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Taman Krocok.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Cermee, Klabang, Prajekan, dan Tapen.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Grujugan, Prajekan, dan Sempol.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Cermee, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Pakem, Tapen, dan Wringin.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Binakal, Botolinggo, Curah Dami, Pujer, Sumber Wringin, Taman Krocok, Tlogosari, dan Wonosari.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Bondowoso, Sukosari, Tegalampel, dan Tenggarang.
BONDOWOSO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Binakal, Curah Dami, dan Sumber Wringin.
BONDOWOSO 401 - 500 mm Sebagian: Pujer dan Tlogosari.
BONDOWOSO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Pakem, Sempol, dan Wringin.
BONDOWOSO 401 - 500 mm Seluruh: Maesan dan Tamanan.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian: Driyorejo dan Wringinanom.
GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kedamean.
GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah.
GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kedamean.
GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Driyorejo dan Wringinanom.
GRESIK 301 - 400 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Puger, Umbulsari, dan Wuluhan.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Gumuk Mas dan Jombang.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kencong.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kencong, Mayang, Pakusari, dan Silo.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Sumbersari.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ajung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jombang, Mumbulsari, Puger, Rambipuji, Sumber Baru, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Ambulu, Balung, Jenggawah, dan Semboro.
JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Sumber Baru dan Tempurejo.
JEMBER 401 - 500 mm Sebagian: Ajung, Bangsalsari, Mumbulsari, Rambipuji, dan Tanggul.
JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Besar: Mayang, Pakusari, Silo, dan Sumbersari.
JEMBER 401 - 500 mm Seluruh: Arjasa, Jelbuk, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Panti, Patrang, Sukorambi, Sukowono, dan Sumberjambe.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kudu.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Ngusikan, Plandaan, dan Ploso.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kabuh.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kabuh.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Wonosalam.
JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bareng, Kudu, Ngoro, Ngusikan, Plandaan, dan Ploso.
JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kesamben, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Perak, Peterongan, Sumobito, dan Tembelang.
JOMBANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngoro.
JOMBANG 401 - 500 mm Sebagian: Bareng.
JOMBANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Wonosalam.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kepung, Plosoklaten, dan Puncu.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Kandangan, Ngancar, Papar, dan Semen.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Gurah, Kayen Kidul, Mojo, Pare, Plemahan, Purwoasri, Tarokan, dan Wates.
KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Kandat, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Ngasem, Pagu, dan Ringinrejo.
KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gurah, Kayen Kidul, Plemahan, Purwoasri, Tarokan, dan Wates.
KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian: Banyakan, Grogol, Mojo, dan Pare.
KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kandangan, Kepung, Ngancar, Papar, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Bumiaji.
KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Batu.
KOTA BATU 301 - 400 mm Seluruh: Junrejo.
KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian: Batu.
KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Besar: Bumiaji.
KOTA BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
KOTA MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kartoharjo dan Taman.
KOTA MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Mangu Harjo.
KOTA MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gadingrejo.
KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bugulkidul, Panggungrejo, dan Purworejo.
KOTA PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gadingrejo.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Wonoasih.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan.
KOTA PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Wonoasih.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Asemrowo.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian: Lakarsantri dan Tandes.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sambikerep.
KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Benowo dan Pakal.
KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian: Sambikerep.
KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian Besar: Asemrowo, Lakarsantri, dan Tandes.
KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Seluruh: Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Mulyorejo, Pabean Cantian, Rungkut, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sukorame.
LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sukorame.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Yosowilangun.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Tempursari.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Klakah, Randuagung, Ranuyoso, Tempursari, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 301 - 400 mm Seluruh: Candipuro, Gucialit, Jatiroto, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, Rowokangkung, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, dan Tempeh.
LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Randuagung dan Ranuyoso.
LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian: Klakah.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jiwan.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Dolopo.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kebonsari.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Kebonsari.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dolopo, Gemarang, dan Jiwan.
MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Geger, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
MADIUN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gemarang.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Parang.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian: Kawedanan dan Nguntoronadi.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lembeyan.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Lembeyan.
MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kawedanan, Nguntoronadi, dan Parang.
MAGETAN 301 - 400 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Lawang.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dau, Jabung, Karangploso, Ngajum, Singosari, Wagir, dan Wonosari.
MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Kepanjen, Kromengan, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, dan Wajak.
MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Dau, Jabung, Karangploso, Ngajum, Wagir, dan Wonosari.
MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Singosari.
MALANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kasembon, Lawang, Ngantang, dan Pujon.
MALANG > 500 mm Sebagian Kecil: Kasembon dan Pujon.
MALANG > 500 mm Sebagian: Ngantang.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Jetis dan Kemlagi.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Dawar Blandong.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pacet dan Trawas.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Gondang.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Ngoro, dan Pungging.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Gedek, Mojoanyar, Mojosari, Puri, Sooko, dan Trowulan.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kutorejo, Ngoro, dan Pungging.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian: Jatirejo.
MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Gondang, Pacet, dan Trawas.
MOJOKERTO > 500 mm Sebagian Kecil: Trawas.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sawahan.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Ngetos.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Loceret dan Ngronggot.
NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian: Loceret dan Ngronggot.
NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian Besar: Ngetos dan Sawahan.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Geneng dan Karanganyar.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Kedunggalar, Mantingan, Padas, dan Paron.
NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bringin, Kasreman, Ngawi, dan Pitu.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kasreman dan Pitu.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Bringin dan Ngawi.
NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Geneng, Jogorogo, Karanganyar, Kedunggalar, Kendal, Mantingan, Ngrambe, Padas, Paron, dan Sine.
NGAWI 301 - 400 mm Seluruh: Gerih, Karangjati, Kwadungan, Pangkur, dan Widodaren.
NGAWI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Jogorogo dan Sine.
NGAWI 401 - 500 mm Sebagian: Kendal dan Ngrambe.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Donorojo, Kebonagung, Pringkuku, dan Tulakan.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian: Punung.
PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Arjosari, Bandar, Nawangan, Ngadirojo, dan Tegalombo.
PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Sudimoro.
PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Bandar dan Nawangan.
PACITAN 401 - 500 mm Sebagian: Arjosari, Ngadirojo, dan Tegalombo.
PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Donorojo, Kebonagung, Pringkuku, Punung, dan Tulakan.
PACITAN 401 - 500 mm Seluruh: Pacitan.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Galis dan Larangan.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Galis dan Larangan.
PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan, Kraton, dan Pohjentrek.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Rejoso.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sukorejo.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Pandaan dan Tutur.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Beji, Gempol, Gondang Wetan, Kejayan, Kraton, Lumbang, Pasrepan, Pohjentrek, Puspo, Rejoso, Rembang, Tosari, dan Wonorejo.
PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Bangil, Grati, Lekok, Nguling, dan Winongan.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Beji, Kejayan, Pasrepan, Rembang, dan Tosari.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Gempol, Lumbang, Prigen, Puspo, dan Wonorejo.
PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Pandaan, Sukorejo, dan Tutur.
PASURUAN 401 - 500 mm Seluruh: Purwodadi dan Purwosari.
PASURUAN > 500 mm Sebagian Kecil: Pandaan.
PASURUAN > 500 mm Sebagian Besar: Prigen.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Badegan, Bungkal, dan Jambon.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Balong, Pulung, Sambit, Sampung, dan Sawoo.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jenangan, Jetis, dan Kauman.
PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Mlarak, Ponorogo, Siman, dan Sukorejo.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jenangan, Jetis, dan Kauman.
PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Pudak, Pulung, Sambit, Sampung, dan Sawoo.
PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Ngebel, Ngrayun, Slahung, dan Sooko.
PONOROGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pudak.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Kotaanyar, Kraksaan, Leces, Lumbang, dan Maron.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Dringu, Gending, Krejengan, Paiton, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pajarakan dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krucil, Pajarakan, dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Besuk, Gading, dan Tiris.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bantaran, Dringu, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Leces, Lumbang, Maron, Paiton, Pakuniran, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Banyuanyar, Kuripan, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kraksaan, Krejengan, dan Lumbang.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian: Pakuniran.
PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Besuk, Gading, Krucil, dan Tiris.
SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sokobanah.
SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
SAMPANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sokobanah.
SIDOARJO 301 - 400 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur, Bungatan, Jatibanteng, dan Mlandingan.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Asembagus, Banyuputih, dan Suboh.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjasa, Besuki, Jangkar, dan Kendit.
SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Kapongan, Mangaran, Panarukan, Panji, dan Situbondo.
SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Besuki, Jangkar, dan Kendit.
SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian: Arjasa dan Asembagus.
SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyuglugur, Banyuputih, Bungatan, Jatibanteng, Mlandingan, Suboh, dan Sumbermalang.
SITUBONDO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Arjasa dan Banyuputih.
SITUBONDO 401 - 500 mm Sebagian: Asembagus dan Sumbermalang.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ambunten dan Dasuk serta Sebagian: Rubaru.
SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batuputih, Manding, Pasongsongan, dan Raas.
SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Batang Batang, Batuan, Bluto, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Masalembu, Nonggunong, Pragaan, Saronggi, dan Talango.
SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Batuputih, Manding, Pasongsongan, dan Raas.
SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ambunten, Dasuk, dan Rubaru.
SUMENEP 301 - 400 mm Seluruh: Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Durenan, Karangan, Trenggalek, dan Watulimo.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Pogalan serta Sebagian Besar: Gandusari.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Gandusari serta Sebagian Besar: Dongko, Durenan, Karangan, Pogalan, Trenggalek, dan Watulimo.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Seluruh: Bendungan, Kampak, Munjungan, Panggul, Pule, Suruh, dan Tugu.
TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Dongko.
TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Boyolangu, Rejotangan, dan Sumbergempol.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Ngunut.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Campur Darat, Kalidawir, Pakel, dan Pucang Laban serta Seluruh: Tanggung Gunung.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Campur Darat dan Kalidawir.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Bandung, Besuki, Pakel, dan Pucang Laban.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Boyolangu, Ngunut, Rejotangan, Sendang, dan Sumbergempol.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Seluruh: Gondang, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Pager Wojo, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 401 - 500 mm Sebagian: Sendang.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).