Berkisar antara 135 - 501 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan MARET Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Februari Tahun 2025 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan MARET Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di wilayah Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Geger, Klampis, dan Konang. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Blega dan Modung. BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kokop dan Sepulu. BANGKALAN 151 - 200 mm Seluruh: Tanjungbumi. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kokop. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian: Sepulu. BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Blega, Geger, Klampis, Konang, dan Modung. BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Burneh, Galis, Kamal, Kwanyar, Labang, Socah, Tanah Merah, dan Tragah. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Glagah, Kabat, Kalipuro, dan Siliragung. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Cluring dan Giri. BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Banyuwangi, Muncar, Purwoharjo, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi dan Purwoharjo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Bangorejo, Muncar, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Cluring, Giri, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Siliragung, Songgon, dan Wongsorejo. BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Gambiran, Genteng, Pesanggaran, Rogojampi, Sempu, Singojuruh, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Glenmore, Kalibaru, Kalipuro, dan Licin. BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Songgon dan Wongsorejo. BANYUWANGI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo. BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bakung dan Kademangan. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Doko dan Wlingi. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Garum dan Nglegok. BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bakung, Kademangan, Kesamben, Selorejo, dan Talun. BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Binangun, Kanigoro, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kesamben dan Talun. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Selorejo. BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Doko, Gandusari, Garum, Nglegok, dan Wlingi. BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Garum dan Wlingi. BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Gandusari. BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sekar. BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk. BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Sekar. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tamanan dan Tlogosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Maesan, Pujer, dan Sumber Wringin. BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Sempol, dan Sukosari. BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Cermee, Curah Dami, Klabang, Pakem, Prajekan, Taman Krocok, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Botolinggo dan Sukosari. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, dan Sempol. BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Maesan, Pujer, Sumber Wringin, Tamanan, dan Tlogosari. GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak, Ujungpangkah, dan Wringinanom. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balung, Gumuk Mas, dan Jombang. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Ambulu, Kencong, dan Puger. JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Besar: Wuluhan. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Sumber Baru dan Wuluhan. JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambulu, Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Jombang, Kalisat, Kencong, Ledokombo, Panti, Puger, Silo, dan Tanggul. JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Ajung, Arjasa, Jenggawah, Kaliwates, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Rambipuji, Semboro, Sukorambi, Sumbersari, Tempurejo, dan Umbulsari. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Jelbuk, Kalisat, Panti, dan Silo. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Ledokombo dan Tanggul. JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sumber Baru. JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Sukowono dan Sumberjambe. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wonosalam. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Bareng. JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jombang, Mojoagung, dan Mojowarno. JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Mojoagung dan Mojowarno. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Jombang. JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bareng dan Wonosalam. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Plosoklaten dan Tarokan. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Kandangan, Kepung, Mojo, Ngancar, dan Puncu. KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gampengrejo, Gurah, Ngadiluwih, Ngasem, Pare, dan Wates. KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Badas, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Pagu, Papar, Plemahan, Purwoasri, dan Ringinrejo. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngadiluwih, Pare, dan Wates. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Gampengrejo, Gurah, dan Ngasem. KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kandangan, Kepung, Mojo, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Tarokan. KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Banyakan, Grogol, dan Semen. KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bumiaji. KOTA BATU 201 - 300 mm Seluruh: Batu dan Junrejo. KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Bumiaji. KOTA BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Kota Kediri. KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pesantren. KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pesantren. KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kota Kediri. KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Mojoroto. KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Klojen dan Sukun. KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Blimbing dan Kedungkandang. KOTA MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Lowokwaru. KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Blimbing. KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Kedungkandang. KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Klojen dan Sukun. KOTA MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wonoasih. KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kademangan, Kanigaran, dan Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Mayangan. KOTA PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kademangan, Kanigaran, dan Kedopok. KOTA PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Wonoasih. KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pucuk. LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Sukodadi. LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pucuk dan Sukodadi. LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukorame, Tikung, dan Turi. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Klakah. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Randuagung dan Tempursari. LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kedungjajang, dan Senduro. LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Candipuro, Jatiroto, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, Rowokangkung, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, Tempeh, dan Yosowilangun. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Senduro. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Gucialit dan Kedungjajang. LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Klakah, Randuagung, dan Tempursari. LUMAJANG 301 - 400 mm Seluruh: Ranuyoso. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kare dan Saradan. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Madiun dan Wungu. MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dagangan dan Sawahan. MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Dolopo, Geger, Jiwan, dan Kebonsari. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Dagangan dan Sawahan. MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kare, Madiun, Saradan, dan Wungu. MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Balerejo, Gemarang, Mejayan, Pilangkenceng, dan Wonoasri. MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Lembeyan. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian: Barat, Maospati, Plaosan, dan Sukomoro. MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bendo, Kartoharjo, Lembeyan, Ngariboyo, dan Poncol. MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Kawedanan, Nguntoronadi, Parang, dan Takeran. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bendo dan Poncol. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian: Kartoharjo dan Ngariboyo. MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Barat, Maospati, Plaosan, dan Sukomoro. MAGETAN 301 - 400 mm Seluruh: Karangrejo, Karas, Magetan, Panekan, dan Sidorejo. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kasembon. MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Pujon. MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Dau, Jabung, Lawang, Ngajum, Pakisaji, Poncokusumo, Singosari, Wagir, dan Wonosari. MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Bantur, Bululawang, Dampit, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Karangploso, Kepanjen, Kromengan, Pagak, Pagelaran, Pakis, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, dan Wajak. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ampelgading, Dau, Lawang, Ngajum, Pakisaji, Poncokusumo, Singosari, dan Wagir. MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Jabung, Ngantang, dan Wonosari. MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kasembon dan Pujon. MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kasembon dan Pujon. MALANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Ngantang. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang, Pacet, dan Trawas. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Jatirejo. MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kutorejo, Ngoro, dan Pungging. MOJOKERTO 201 - 300 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gedek, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Puri, Sooko, dan Trowulan. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kutorejo, Ngoro, dan Pungging. MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gondang, Jatirejo, Pacet, dan Trawas. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Berbek, Pace, dan Wilangan. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Loceret. NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bagor, Prambon, Rejoso, dan Tanjunganom. NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Baron, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Patianrowo, dan Sukomoro. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Prambon, Rejoso, dan Tanjunganom. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Bagor. NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Berbek, Loceret, Pace, dan Wilangan. NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Ngetos dan Sawahan. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gerih, Pangkur, dan Sine. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Kwadungan. NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bringin, Geneng, Kedunggalar, Padas, Paron, dan Widodaren. NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Karanganyar, Kasreman, Mantingan, Ngawi, dan Pitu. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Geneng dan Widodaren. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Bringin, Kedunggalar, Padas, dan Paron. NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gerih, Kwadungan, Pangkur, dan Sine. NGAWI 301 - 400 mm Seluruh: Jogorogo, Karangjati, Kendal, dan Ngrambe. PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandar dan Nawangan. PACITAN 201 - 300 mm Seluruh: Arjosari, Donorojo, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan. PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bandar. PACITAN 301 - 400 mm Sebagian: Nawangan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Palengaan, Pamekasan, Pasean, dan Pegantenan. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Batu Marmar dan Pademawu. PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Galis dan Larangan. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Galis. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian: Larangan. PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batu Marmar, Pademawu, Palengaan, Pamekasan, Pasean, dan Pegantenan. PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Kadur, Pakong, Proppo, Tlanakan, dan Waru. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pasrepan, Purwodadi, Sukorejo, dan Wonorejo. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Kejayan dan Pandaan. PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Beji, Gempol, Grati, Nguling, Rembang, dan Winongan. PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangil, Gondang Wetan, Kraton, Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Beji, Nguling, dan Rembang. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Gempol, Grati, dan Winongan. PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Prigen, Purwodadi, Sukorejo, dan Wonorejo. PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Purwosari, Puspo, Tosari, dan Tutur. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Lumbang. PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Prigen. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Pudak. PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ngebel dan Pulung. PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngrayun, Ponorogo, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko, dan Sukorejo. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngebel dan Pulung. PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pudak. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, dan Maron. PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Paiton dan Pajarakan. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Banyuanyar, Dringu, Krucil, Sukapura, Sumber, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Gading dan Tongas. PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Besuk, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Maron, Paiton, Pajarakan, Pakuniran, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Besuk, Pakuniran, dan Sumberasih. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Gending dan Maron. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyuanyar, Dringu, Gading, Krucil, Sukapura, Sumber, Tiris, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Bantaran, Kuripan, Leces, Lumbang, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Krucil dan Tiris. SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian: Ketapang. SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Sampang, dan Tambelangan. SAMPANG 151 - 200 mm Seluruh: Banyuates, Pangarengan, Robatal, Sokobanah, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Sampang, dan Tambelangan. SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian: Camplong dan Omben. SIDOARJO 201 - 300 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Banyuputih, dan Mlandingan. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Besuki dan Kendit. SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kapongan, Panarukan, Panji, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 151 - 200 mm Seluruh: Mangaran. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kapongan dan Panarukan. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Panji, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Besuki, Kendit, Mlandingan, dan Sumbermalang. SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Banyuglugur, Bungatan, Jangkar, dan Jatibanteng. SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Asembagus, Banyuputih, dan Sumbermalang. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ambunten dan Bluto. SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Dasuk dan Saronggi. SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambunten, Bluto, Dasuk, Rubaru, dan Saronggi. SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Raas, Sapeken, dan Talango. SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Rubaru. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pogalan, Trenggalek, dan Watulimo. TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Gandusari. TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Gandusari, Pogalan, Trenggalek, dan Watulimo. TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Durenan, Kampak, Karangan, Munjungan, Panggul, Pule, Suruh, dan Tugu. TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bendungan dan Dongko. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Montong. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Kenduruan dan Palang. TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jatirogo, Kerek, Merakurak, Semanding, dan Tambakboyo. TUBAN 151 - 200 mm Seluruh: Bancar, Jenu, dan Tuban. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Merakurak dan Tambakboyo. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Jatirogo, Kerek, dan Semanding. TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kenduruan, Montong, dan Palang. TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangilan, Grabagan, Parengan, Plumpang, Rengel, Senori, Singgahan, Soko, dan Widang. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bandung, Rejotangan, dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian: Besuki, Ngunut, dan Pakel. TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Campur Darat, Kalidawir, Pucang Laban, dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kalidawir dan Tanggung Gunung. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Campur Darat, Pucang Laban, dan Sendang. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Ngunut, Pager Wojo, Pakel, Rejotangan, dan Sumbergempol. TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Boyolangu, Gondang, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Pager Wojo. TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sendang.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan MARET Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan