( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan APRIL Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan APRIL Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 67 - 391 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan APRIL Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Februari Tahun 2025 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan APRIL Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di wilayah Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Modung dan Sepulu.
BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian: Kokop.
BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Tanjungbumi.
BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tanjungbumi.
BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kokop, Modung, dan Sepulu.
BANGKALAN 151 - 200 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Konang, Kwanyar, Labang, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gambiran, Glagah, Kabat, Kalipuro, Pesanggaran, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Cluring, Siliragung, dan Srono.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Giri, Muncar, dan Purwoharjo.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Seluruh: Banyuwangi dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Genteng, Glenmore, Muncar, Purwoharjo, dan Songgon.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Bangorejo, Giri, Sempu, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Cluring, Gambiran, Glagah, Kabat, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Siliragung, Singojuruh, Srono, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Seluruh: Rogojampi.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gambiran, Kalipuro, Pesanggaran, Siliragung, Singojuruh, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Licin dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Genteng, Glenmore, Sempu, dan Songgon.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Kalibaru.
BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kademangan.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kanigoro, Panggungrejo, Ponggok, Selopuro, dan Talun.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Sutojayan dan Wonotirto.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Besar: Binangun, Kademangan, Srengat, Udanawu, dan Wates.
BLITAR 151 - 200 mm Seluruh: Bakung dan Wonodadi.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Srengat dan Wates.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Binangun, Gandusari, Kademangan, dan Udanawu.
BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Garum, Kanigoro, Panggungrejo, Ponggok, Selopuro, Sutojayan, Talun, Wlingi, dan Wonotirto.
BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Doko, Kesamben, Nglegok, Sanankulon, dan Selorejo.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Garum dan Wlingi.
BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gandusari.
BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kanor dan Kepoh Baru.
BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Baureno.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Padangan, Purwosari, dan Sukosewu.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian: Baureno, Dander, Kedungadem, dan Ngasem.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Balen, Gayam, Kanor, Kapas, dan Kepoh Baru.
BOJONEGORO 151 - 200 mm Seluruh: Bojonegoro, Kalitidu, Kasiman, Kedewan, Malo, Sumberejo, dan Trucuk.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Balen, Gayam, dan Kapas.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dander, Kedungadem, Ngasem, Padangan, Purwosari, dan Sukosewu.
BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Bubulan, Gondang, Margomulyo, Ngambon, Ngraho, Sekar, Sugihwaras, Tambakrejo, dan Temayang.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Botolinggo dan Wringin.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Klabang.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Cermee dan Prajekan.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Prajekan, Pujer, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, dan Tamanan.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Botolinggo, Cermee, dan Jambesari Darus Sholah.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Grujugan, Klabang, Maesan, Pakem, Tapen, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Taman Krocok, dan Tegalampel.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Cermee, Grujugan, Klabang, Pakem, Tapen, dan Tenggarang.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Maesan dan Wonosari.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Jambesari Darus Sholah, Pujer, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, dan Tamanan.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Tlogosari.
BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sumber Wringin.
GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dukun dan Kedamean.
GRESIK 101 - 150 mm Sebagian: Menganti dan Sidayu.
GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Kebomas, dan Manyar.
GRESIK 101 - 150 mm Seluruh: Cerme dan Duduksampeyan.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balongpanggang, Benjeng, dan Manyar.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian: Bungah dan Kebomas.
GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Dukun, Kedamean, Menganti, dan Sidayu.
GRESIK 151 - 200 mm Seluruh: Driyorejo, Gresik, Panceng, Sangkapura, Tambak, Ujungpangkah, dan Wringinanom.
JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Puger dan Wuluhan.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ajung, Jelbuk, Kaliwates, Ledokombo, Semboro, Silo, Sukowono, dan Tanggul.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Bangsalsari, Jenggawah, Kalisat, Mayang, dan Mumbulsari.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jombang, Pakusari, Puger, Rambipuji, Sumbersari, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
JEMBER 151 - 200 mm Seluruh: Ambulu, Balung, Gumuk Mas, dan Kencong.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pakusari, Tempurejo, dan Umbulsari.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Jombang, Rambipuji, dan Sumbersari.
JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ajung, Bangsalsari, Jelbuk, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Semboro, Silo, Sukowono, Sumber Baru, Sumberjambe, dan Tanggul.
JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Arjasa, Panti, Patrang, dan Sukorambi.
JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sumber Baru, Sumberjambe, dan Tanggul.
JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bareng, Kudu, Megaluh, Tembelang, dan Wonosalam.
JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian: Diwek, Gudo, dan Peterongan.
JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jogo Roto, Kabuh, Kesamben, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Plandaan, dan Ploso.
JOMBANG 151 - 200 mm Seluruh: Sumobito.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kabuh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, dan Ngusikan.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Jogo Roto, Kesamben, Plandaan, dan Ploso.
JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bareng, Diwek, Gudo, Kudu, Megaluh, Peterongan, Tembelang, dan Wonosalam.
JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Jombang, dan Perak.
KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kayen Kidul, Mojo, Puncu, dan Ringinrejo.
KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian: Kandangan, Kepung, Kras, Kunjang, dan Plemahan.
KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pare.
KEDIRI 151 - 200 mm Seluruh: Badas.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Pare.
KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyakan, Kandangan, Kayen Kidul, Kepung, Kras, Kunjang, Mojo, Plemahan, Puncu, Ringinrejo, dan Semen.
KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Gampengrejo, Grogol, Gurah, Kandat, Ngadiluwih, Ngancar, Ngasem, Pagu, Papar, Plosoklaten, Purwoasri, Tarokan, dan Wates.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Banyakan.
KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Mojo dan Semen.
KOTA BATU 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bumiaji.
KOTA BATU 151 - 200 mm Sebagian Besar: Batu dan Junrejo.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Junrejo.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian: Batu.
KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bumiaji.
KOTA BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
KOTA MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Lowokwaru.
KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lowokwaru.
KOTA MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Panggungrejo.
KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo.
KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kanigaran dan Kedopok.
KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Kademangan.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kanigaran, Kedopok, dan Wonoasih.
KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Seluruh: Mayangan.
KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Wonoasih.
KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pakal.
KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian: Pakal.
KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Mantup, Modo, dan Solokuro.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian: Kalitengah, Paciran, dan Sugio.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Babat, Karang Geneng, Karangbinangun, Kembangbahu, Laren, Maduran, Pucuk, dan Sekaran.
LAMONGAN 101 - 150 mm Seluruh: Brondong, Deket, Glagah, Lamongan, Sarirejo, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Maduran, Pucuk, dan Sekaran.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Babat, Karang Geneng, Karangbinangun, Kembangbahu, Laren, dan Sukorame.
LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bluluk, Kalitengah, Mantup, Modo, Paciran, Solokuro, dan Sugio.
LAMONGAN 151 - 200 mm Seluruh: Kedungpring, Ngimbang, dan Sambeng.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bluluk.
LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sukorame.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Candipuro, Jatiroto, Kunir, dan Sumbersuko.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Tekung dan Tempeh.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pasirian, Rowokangkung, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Yosowilangun.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Pasirian dan Rowokangkung.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Jatiroto, Klakah, Kunir, Randuagung, Ranuyoso, Sumbersuko, Tekung, Tempeh, dan Tempursari.
LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Gucialit, Kedungjajang, Lumajang, Padang, Pasrujambe, Pronojiwo, Senduro, dan Sukodono.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Klakah, Randuagung, dan Ranuyoso.
LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Tempursari.
MADIUN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kebonsari.
MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gemarang dan Kebonsari.
MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Jiwan, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gemarang.
MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kawedanan dan Parang.
MAGETAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Lembeyan.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Lembeyan.
MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kawedanan dan Parang.
MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pagelaran dan Sumbermanjing.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian: Dau, Kalipare, dan Karangploso.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bantur, Gedangan, dan Pagak.
MALANG 151 - 200 mm Seluruh: Donomulyo.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bantur.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Gedangan dan Pagak.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dau, Kalipare, Karangploso, Ngantang, Pagelaran, dan Sumbermanjing.
MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Ampelgading, Bululawang, Dampit, Gondanglegi, Jabung, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngantang.
MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dawar Blandong.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dlanggu, Gondang, Jatirejo, Kutorejo, dan Ngoro.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian: Bangsal dan Pungging.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Dawar Blandong, Mojoanyar, Mojosari, dan Puri.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Gedek, Jetis, Kemlagi, Sooko, dan Trowulan.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Mojoanyar dan Mojosari.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Puri.
MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangsal, Dlanggu, Gondang, Jatirejo, Kutorejo, Ngoro, Pacet, Pungging, dan Trawas.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gondang.
MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Pacet dan Trawas.
NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jatikalen.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Sawahan.
NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jatikalen dan Ngetos.
NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Kertosono, Lengkong, Loceret, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngetos.
NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sawahan.
NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
PACITAN 201 - 300 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan.
PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pademawu.
PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian: Larangan.
PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Galis.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Galis.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Larangan dan Pademawu.
PAMEKASAN 151 - 200 mm Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kraton, Pohjentrek, dan Rejoso.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kejayan, Pandaan, dan Pasrepan.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Gempol dan Rembang.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Beji, Grati, Kraton, Nguling, Pohjentrek, Rejoso, dan Winongan.
PASURUAN 151 - 200 mm Seluruh: Bangil, Gondang Wetan, dan Lekok.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Grati, Kraton, dan Nguling.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Beji, Prigen, dan Winongan.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gempol, Kejayan, Pandaan, Pasrepan, Rembang, dan Tutur.
PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Lumbang, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Sukorejo, Tosari, dan Wonorejo.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pandaan dan Tutur.
PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Prigen.
PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bungkal, Jambon, dan Jenangan.
PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian: Balong, Sampung, dan Sawoo.
PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Babadan, Jetis, Kauman, Mlarak, Sambit, dan Siman.
PONOROGO 151 - 200 mm Seluruh: Ponorogo dan Sukorejo.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Babadan, Jetis, Kauman, Mlarak, dan Siman.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Sambit.
PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Sampung, dan Sawoo.
PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Badegan, Ngebel, Ngrayun, Pudak, Pulung, Slahung, dan Sooko.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gending, Kotaanyar, Kraksaan, dan Maron.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Krejengan dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Paiton dan Pajarakan.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gading, Lumbang, Paiton, dan Pajarakan.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Besuk, Dringu, Gending, Krejengan, Maron, Pakuniran, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Kotaanyar, Kraksaan, Sumberasih, dan Tongas.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kraksaan.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Krejengan, Krucil, Tiris, dan Tongas.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Besuk, Dringu, Gading, Gending, Lumbang, Maron, Pakuniran, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Bantaran, Banyuanyar, Kuripan, Leces, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gading.
PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Krucil dan Tiris.
SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Robatal dan Sreseh.
SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian: Sokobanah.
SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Banyuates dan Ketapang.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ketapang.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Banyuates.
SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Robatal, Sokobanah, dan Sreseh.
SAMPANG 151 - 200 mm Seluruh: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Pangarengan, Sampang, Tambelangan, dan Torjun.
SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Krembung.
SIDOARJO 151 - 200 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Krembung.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Panarukan, Situbondo, dan Suboh.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Panji.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kapongan.
SITUBONDO 51 - 100 mm Seluruh: Mangaran.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sumbermalang.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Banyuglugur, Jatibanteng, dan Kapongan.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Kendit, Mlandingan, Panarukan, Panji, Situbondo, dan Suboh.
SITUBONDO 101 - 150 mm Seluruh: Besuki, Bungatan, dan Jangkar.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuputih, Kendit, dan Suboh.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, dan Mlandingan.
SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Banyuglugur, Jatibanteng, dan Sumbermalang.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Asembagus, dan Jatibanteng.
SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Sumbermalang.
SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ambunten, Bluto, Kangayan, dan Saronggi.
SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian: Dasuk.
SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Besar: Nonggunong dan Raas.
SUMENEP 101 - 150 mm Seluruh: Gayam.
SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Nonggunong dan Raas.
SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ambunten, Bluto, Dasuk, Kangayan, dan Saronggi.
SUMENEP 151 - 200 mm Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Dungkek, Ganding, Gapura, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Sapeken, dan Talango.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kampak, Suruh, dan Watulimo.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Karangan dan Trenggalek.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Durenan, Gandusari, dan Pogalan.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Durenan, Gandusari, dan Pogalan.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kampak, Karangan, Munjungan, Suruh, Trenggalek, dan Watulimo.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Bendungan, Dongko, Panggul, Pule, dan Tugu.
TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Munjungan.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jatirogo dan Rengel.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian: Grabagan dan Montong.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bancar, Kerek, Plumpang, Semanding, Tambakboyo, dan Widang.
TUBAN 101 - 150 mm Seluruh: Jenu, Merakurak, Palang, dan Tuban.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bancar, Plumpang, Semanding, Tambakboyo, dan Widang.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Kerek.
TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Grabagan, Jatirogo, Montong, dan Rengel.
TUBAN 151 - 200 mm Seluruh: Bangilan, Kenduruan, Parengan, Senori, Singgahan, dan Soko.
TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Campur Darat, Ngantru, Ngunut, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian: Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Pucang Laban, dan Tanggung Gunung.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo dan Sendang.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian: Karangrejo.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Besuki, Campur Darat, Gondang, Kalidawir, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Seluruh: Bandung, Boyolangu, dan Pakel.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Besuki, Gondang, Karangrejo, Kauman, Ngantru, dan Rejotangan.
TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pager Wojo dan Sendang.
TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sendang.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).