( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan MEI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur ( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan MEI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur

Berkisar antara 30 - 300 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan MEI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di wilayah Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Februari Tahun 2025 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan MEI Tahun 2025 - Update dari Analisis Bulan Januari Tahun 2025 di wilayah Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :




Tabel

KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kwanyar dan Tanjungbumi.
BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian: Bangkalan, Galis, dan Kokop.
BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Konang, Labang, Modung, dan Socah.
BANGKALAN 51 - 100 mm Seluruh: Blega dan Kamal.
BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Modung.
BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian: Konang, Labang, dan Socah.
BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Galis, Kokop, Kwanyar, dan Tanjungbumi.
BANGKALAN 101 - 150 mm Seluruh: Arosbaya, Burneh, Geger, Klampis, Sepulu, Tanah Merah, dan Tragah.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Glagah, Pesanggaran, dan Srono.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Cluring, Giri, Muncar, Siliragung, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Banyuwangi, Purwoharjo, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Licin, Purwoharjo, Songgon, dan Wongsorejo.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Bangorejo, Banyuwangi, Glagah, Glenmore, Kalibaru, dan Sempu.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Cluring, Genteng, Giri, Kabat, Kalipuro, Muncar, Pesanggaran, Siliragung, Singojuruh, Srono, dan Tegaldlimo.
BANYUWANGI 101 - 150 mm Seluruh: Gambiran, Rogojampi, dan Tegalsari.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Genteng, Giri, Kabat, dan Singojuruh.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Kalipuro dan Songgon.
BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Glagah, Glenmore, Kalibaru, Licin, dan Sempu.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sempu.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Licin.
BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Songgon.
BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kesamben dan Selopuro.
BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Kanigoro, Sanankulon, Selorejo, dan Talun.
BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Binangun, Kademangan, dan Ponggok.
BLITAR 51 - 100 mm Seluruh: Bakung, Panggungrejo, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto.
BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Binangun dan Kademangan.
BLITAR 101 - 150 mm Sebagian: Ponggok.
BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gandusari, Kanigoro, Kesamben, Sanankulon, Selopuro, Selorejo, Talun, dan Wlingi.
BLITAR 101 - 150 mm Seluruh: Doko, Garum, dan Nglegok.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Wlingi.
BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Gandusari.
BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Margomulyo.
BOJONEGORO 51 - 100 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem
BOJONEGORO 51 - 100 mm Seluruh: Kepoh Baru, Malo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk.
BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Margomulyo.
BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Prajekan.
BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Cermee.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, dan Tlogosari.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Pujer.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Jambesari Darus Sholah, Prajekan, Tamanan, Tapen, dan Wonosari.
BONDOWOSO 51 - 100 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Klabang, Maesan, Pakem, Taman Krocok, Tegalampel, Tenggarang, dan Wringin.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Cermee, Tapen, dan Wonosari.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Botolinggo, Jambesari Darus Sholah, dan Tamanan.
BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pujer, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, dan Tlogosari.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sumber Wringin dan Tlogosari.
BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Sempol.
BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Sempol.
GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Dukun.
GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bungah dan Sidayu.
GRESIK 51 - 100 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, dan Wringinanom.
GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bungah.
GRESIK 101 - 150 mm Sebagian: Sidayu.
GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Dukun.
GRESIK 101 - 150 mm Seluruh: Panceng, Sangkapura, Tambak, dan Ujungpangkah.
JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Puger dan Wuluhan.
JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ledokombo, Silo, Sukowono, dan Sumber Baru.
JEMBER 51 - 100 mm Sebagian: Panti, Patrang, dan Tanggul.
JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangsalsari, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Puger, Semboro, Sukorambi, Tempurejo, dan Wuluhan.
JEMBER 51 - 100 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Gumuk Mas, Jelbuk, Jenggawah, Jombang, Kencong, Mumbulsari, Pakusari, Rambipuji, Sumbersari, dan Umbulsari.
JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Puger.
JEMBER 101 - 150 mm Sebagian: Bangsalsari, Kalisat, Kaliwates, Mayang, Semboro, Sukorambi, dan Tempurejo.
JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ledokombo, Panti, Patrang, Silo, Sukowono, Sumber Baru, Sumberjambe, dan Tanggul.
JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ledokombo, Silo, Sumber Baru, dan Sumberjambe.
JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian: Wonosalam.
JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bareng.
JOMBANG 51 - 100 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang.
JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bareng.
JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Wonosalam.
KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Grogol, Mojo, Ngancar, Ngasem, dan Plosoklaten.
KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian: Gurah, Kandangan, Kepung, Ngadiluwih, Puncu, Tarokan, dan Wates.
KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gampengrejo, Kandat, Kras, Pagu, dan Pare.
KEDIRI 51 - 100 mm Seluruh: Badas, Kayen Kidul, Kunjang, Papar, Plemahan, Purwoasri, dan Ringinrejo.
KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kandat, Kras, Pagu, dan Pare.
KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian: Gampengrejo.
KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Grogol, Gurah, Kandangan, Kepung, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Ngasem, Plosoklaten, Puncu, Semen, Tarokan, dan Wates.
KEDIRI 101 - 150 mm Seluruh: Banyakan.
KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian: Mojo dan Semen.
KOTA BATU 51 - 100 mm Sebagian: Bumiaji.
KOTA BATU 51 - 100 mm Sebagian Besar: Batu.
KOTA BATU 51 - 100 mm Seluruh: Junrejo.
KOTA BATU 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Batu.
KOTA BATU 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bumiaji.
KOTA BATU 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bumiaji.
KOTA BLITAR 101 - 150 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
KOTA KEDIRI 101 - 150 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
KOTA MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
KOTA MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Lowokwaru.
KOTA MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Lowokwaru.
KOTA MALANG 101 - 150 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun.
KOTA MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gayungan dan Sukolilo.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian: Gubeng, Jambangan, dan Tegalsari.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dukuh Pakis, Genteng, Karang Pilang, Mulyorejo, Sawahan, dan Wiyung.
KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Pabean Cantian, Pakal, Sambikerep, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Tambaksari, dan Tandes.
KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Genteng, Karang Pilang, Mulyorejo, dan Wiyung.
KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian: Dukuh Pakis dan Sawahan.
KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gayungan, Gubeng, Jambangan, Sukolilo, dan Tegalsari.
KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Seluruh: Gunung Anyar, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo, dan Wonokromo.
LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kalitengah, Laren, dan Sekaran.
LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian: Brondong dan Ngimbang.
LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Karangbinangun, Pucuk, Sambeng, Sukodadi, dan Turi.
LAMONGAN 51 - 100 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Deket, Glagah, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Mantup, Modo, Sarirejo, Sugio, Sukorame, dan Tikung.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sambeng dan Turi.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian: Karangbinangun, Pucuk, dan Sukodadi.
LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Brondong, Kalitengah, Laren, Ngimbang, dan Sekaran.
LAMONGAN 101 - 150 mm Seluruh: Karang Geneng, Maduran, Paciran, dan Solokuro.
LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gucialit, Klakah, dan Tempeh.
LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Padang, Randuagung, dan Sumbersuko.
LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Kedungjajang, Kunir, dan Lumajang.
LUMAJANG 51 - 100 mm Seluruh: Rowokangkung, Sukodono, Tekung, dan Yosowilangun.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jatiroto dan Lumajang.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Candipuro, Kedungjajang, Kunir, dan Pasrujambe.
LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gucialit, Klakah, Padang, Pasirian, Randuagung, Senduro, Sumbersuko, dan Tempeh.
LUMAJANG 101 - 150 mm Seluruh: Ranuyoso.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tempursari.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Pasirian, Pronojiwo, dan Senduro.
LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Candipuro dan Pasrujambe.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Candipuro dan Pasirian.
LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pronojiwo dan Tempursari.
MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kare.
MADIUN 51 - 100 mm Sebagian: Dagangan.
MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Geger, Gemarang, Jiwan, Kebonsari, dan Wungu.
MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Balerejo, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, dan Wonoasri.
MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jiwan dan Wungu.
MADIUN 101 - 150 mm Sebagian: Geger, Gemarang, dan Kebonsari.
MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Dagangan dan Kare.
MADIUN 101 - 150 mm Seluruh: Dolopo.
MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Barat, Bendo, Maospati, dan Poncol.
MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian: Kawedanan.
MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kartoharjo, Lembeyan, Nguntoronadi, Parang, dan Takeran.
MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Lembeyan, Nguntoronadi, dan Takeran.
MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian: Kartoharjo dan Parang.
MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Barat, Bendo, Kawedanan, Maospati, dan Poncol.
MAGETAN 101 - 150 mm Seluruh: Karangrejo, Karas, Magetan, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, Sidorejo, dan Sukomoro.
MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Poncokusumo, Pujon, Sumbermanjing, Tumpang, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Gedangan, Karangploso, Ngajum, Pakisaji, dan Turen.
MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bululawang, Dau, Kalipare, dan Kromengan.
MALANG 51 - 100 mm Seluruh: Bantur, Donomulyo, Gondanglegi, Kepanjen, Pagak, Pagelaran, dan Sumber Pucung.
MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ampelgading, Dau, Kalipare, dan Kromengan.
MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Bululawang.
MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Dampit, Gedangan, Karangploso, Ngajum, Ngantang, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Sumbermanjing, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
MALANG 101 - 150 mm Seluruh: Jabung, Kasembon, Lawang, Pakis, Singosari, dan Tajinan.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dampit, Ngantang, dan Poncokusumo.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian: Tirto Yudo.
MALANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ampelgading.
MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ampelgading.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian: Gondang dan Ngoro.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jatirejo, Kutorejo, dan Pungging.
MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gedek, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Puri, Sooko, dan Trowulan.
MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kutorejo dan Pungging.
MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian: Jatirejo dan Pacet.
MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gondang, Ngoro, dan Trawas.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gondang.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian: Trawas.
MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pacet.
NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ngetos.
NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian: Loceret.
NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Berbek, Gondang, Pace, Prambon, dan Wilangan.
NGANJUK 51 - 100 mm Seluruh: Bagor, Baron, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Patianrowo, Rejoso, Sukomoro, dan Tanjunganom.
NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Berbek, Gondang, Prambon, dan Wilangan.
NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian: Pace.
NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Loceret dan Ngetos.
NGANJUK 101 - 150 mm Seluruh: Sawahan.
NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Geneng, Kedunggalar, Paron, dan Pitu.
NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kwadungan dan Ngawi.
NGAWI 51 - 100 mm Seluruh: Bringin, Karangjati, Kasreman, Padas, dan Pangkur.
NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kwadungan.
NGAWI 101 - 150 mm Sebagian: Ngawi.
NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Geneng, Kedunggalar, Paron, dan Pitu.
NGAWI 101 - 150 mm Seluruh: Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Kendal, Mantingan, Ngrambe, Sine, dan Widodaren.
PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Nawangan.
PACITAN 51 - 100 mm Sebagian: Bandar dan Tegalombo.
PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Donorojo, Pringkuku, dan Punung.
PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Donorojo dan Punung.
PACITAN 101 - 150 mm Sebagian: Pringkuku.
PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bandar, Nawangan, dan Tegalombo.
PACITAN 101 - 150 mm Seluruh: Arjosari, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Sudimoro, dan Tulakan.
PAMEKASAN 51 - 100 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bangil, Beji, Kejayan, Pasrepan, dan Rembang.
PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Gempol.
PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Grati, Kraton, Nguling, dan Winongan.
PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Gondang Wetan, Lekok, Pohjentrek, dan Rejoso.
PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Grati, Nguling, dan Prigen.
PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Kraton dan Winongan.
PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bangil, Beji, Gempol, Kejayan, Pandaan, Pasrepan, Purwodadi, Rembang, dan Sukorejo.
PASURUAN 101 - 150 mm Seluruh: Lumbang, Purwosari, Puspo, Tosari, Tutur, dan Wonorejo.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pandaan, Purwodadi, dan Sukorejo.
PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Prigen.
PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Prigen.
PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ngrayun dan Ponorogo.
PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian: Babadan.
PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Balong, Bungkal, Kauman, dan Slahung.
PONOROGO 51 - 100 mm Seluruh: Badegan, Jambon, Sampung, dan Sukorejo.
PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Balong, Kauman, dan Slahung.
PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian: Bungkal.
PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Babadan, Jenangan, Ngebel, Ngrayun, Ponorogo, dan Pulung.
PONOROGO 101 - 150 mm Seluruh: Jetis, Mlarak, Pudak, Sambit, Sawoo, Siman, dan Sooko.
PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jenangan dan Ngebel.
PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian: Pulung.
PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Paiton.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuanyar, Krucil, dan Tegalsiwalan.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Bantaran, Gading, Leces, dan Lumbang.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Besuk, Dringu, Gending, Krejengan, Maron, Paiton, Pakuniran, Tongas, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Kotaanyar, Kraksaan, Pajarakan, dan Sumberasih.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dringu, Gending, Krejengan, Pakuniran, dan Tongas.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Besuk, Maron, dan Wonomerto.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Gading, Krucil, Leces, Lumbang, Tegalsiwalan, dan Tiris.
PROBOLINGGO 101 - 150 mm Seluruh: Kuripan, Sukapura, dan Sumber.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Krucil.
PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Tiris.
SAMPANG 51 - 100 mm Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Buduran, Sedati, dan Waru.
SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian: Gedangan dan Sidoarjo.
SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Candi, Jabon, Porong, dan Tanggulangin.
SIDOARJO 51 - 100 mm Seluruh: Balong Bendo, Krembung, Krian, Prambon, Sukodono, Taman, Tarik, Tulangan, dan Wonoayu.
SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Porong dan Tanggulangin.
SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian: Candi dan Jabon.
SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Buduran, Gedangan, Sedati, Sidoarjo, dan Waru.
SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bungatan dan Mlandingan.
SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, dan Besuki.
SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Jangkar, Kendit, Panarukan, Situbondo, dan Suboh.
SITUBONDO 21 - 50 mm Seluruh: Kapongan, Mangaran, dan Panji.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Panarukan.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Jangkar, Kendit, Situbondo, dan Suboh.
SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Besuki, Bungatan, dan Mlandingan.
SITUBONDO 51 - 100 mm Seluruh: Banyuglugur, Jatibanteng, dan Sumbermalang.
SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Arjasa dan Asembagus.
SUMENEP 51 - 100 mm Seluruh: Ambunten, Arjasa, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Raas, Rubaru, Sapeken, Saronggi, dan Talango.
TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Durenan dan Karangan.
TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian: Trenggalek.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dongko.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Kampak dan Watulimo.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Durenan, Karangan, Panggul, Pule, Suruh, dan Trenggalek.
TRENGGALEK 101 - 150 mm Seluruh: Bendungan, Gandusari, Pogalan, dan Tugu.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Suruh.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Munjungan, Panggul, Pule, dan Watulimo.
TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Dongko dan Kampak.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kampak dan Watulimo.
TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Munjungan.
TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Palang dan Widang.
TUBAN 51 - 100 mm Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, dan Tuban.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Palang.
TUBAN 101 - 150 mm Sebagian: Widang.
TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kalidawir, Ngunut, dan Pucang Laban.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bandung, Besuki, Pager Wojo, dan Sendang.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Ngunut, Pakel, dan Pucang Laban.
TULUNGAGUNG 51 - 100 mm Seluruh: Boyolangu, Campur Darat, Kedungwaru, Ngantru, Rejotangan, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.
TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Karangrejo dan Kauman.
TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian: Gondang dan Pakel.
TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Pager Wojo, dan Sendang.
TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sendang.


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI


  1. Curah Hujan (mm)

    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)

    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.

    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

  3. Normal Curah Hujan

  4. Rata-rata Curah Hujan Bulanan


    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

    Provisional Normal Curah Hujan


    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

    Normal Curah Hujan Bulanan


    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

    Standar Normal Curah Hujan Bulanan


    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

  5. Zona Musim (ZOM)

    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.

    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

    Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:

    1. Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.

      Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:

      1. Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
    2. Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:

      1. Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
      2. Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
      3. Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
    3. Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.

      Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.

      Tipe ini terdiri dari:

      1. Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
      2. Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
      3. Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
      4. Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
    4. Penentuan Awal Musim

      Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:

      Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

      Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).

      Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.

      Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:

      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

      Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.

  6. Sifat Hujan

    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).

    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

    1. Atas Normal (AN):

      Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya

    2. Normal (N):

      Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

    3. Bawah Normal (BN):

      Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

  7. Puncak Musim Hujan

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

  8. Puncak Musim Kemarau

    Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.

    Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

    Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

  9. Durasi Musim

    merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.

    Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.

  10. Perbandingan Terhadap Normalnya

    Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim

    Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.

    Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :

    1. MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,

    3. MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.

    Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :

    1. LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya

    2. SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya

    3. LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.

  11. Satu Periode Musim

    Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).

    Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).