Jombang (22/05) – Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional berlokasi di Gedung Bung Tomo Kabupaten Jombang diikuti oleh 90 peserta, terdiri dari Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petani di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.
Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR-RI Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA, Widyaiswara Utama BMKG Ir. Jaumil Achyar Dewatoro Situmeang, M.Sc., Asisten 3 Pemerintah Kabupaten Jombang Dr.drg.Subandriyah, M.Kp., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir. Much. Rony, MM., Danramil Tembelang Kapten Edi Sutrino, Kasat Binmas Polres Jombang AKP. Tri Sulo Hadi Warjianto, Koordinator MKG Provinsi Jawa Timur, dan para kepala UPT MKG di lingkungan Jawa Timur.
“Harapan saya dengan adanya SLI ini, petani dapat teredukasi bagaimana memahami informasi cuaca dan iklim sehingga mengetahui kapan harus memulai tanam dan tanaman apa yang cocok untuk ditanam agar tercapainya swasembada pangan, karena saat ini tanda alam semakin sulit dijadikan patokan bagi petani.” ungkap Sadarestuwati ketika membuka kegiatan sekolah lapang iklim ini.
Selanjutnya Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, bapak Anung Suprayitno S.Si, M.Ling menyampaikan SLI sudah diselenggarakan sejak 2011 dalam rangka menguatkan kapasitas petani, PPL/POPT dalam upaya mengurangi resiko kegagalan panen dan budidaya tanaman, baik tanaman pangan maupun perkebunan. SLI ini diharapkan dapat merangkul para petani milenial dalam menyebarluaskan informasi BMKG secara mudah, cepat dan gamblang kepada petani lain maupun masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much. Ronny menambahkan keterlibatan petani dalam kegiatan SLI ini menjadi salah satu pola pembinaan dalam memahami iklim. Harapannya SLI ini bisa melengkapi sekolah lapang yang sudah dilakukan di pertanian Jombang.
“Masih kurangnya pemahaman petani terkait perilaku dan informasi iklim serta adanya isu yang berkembang seperti perubahan iklim yang mengakibatkan iklim sulit diprediksi, maka dibutuhkan langkah antisipasi, salah satunya kegiatan sekolah lapang iklim ini. Cuaca dan iklim sangat erat kaitannya dengan usaha pertanian. Sehingga diharapkan petani dapat menentukan langkah - langkah apa saja yang harus dilakukan seperti persiapan tanam, pengolahan tanah, pembibitan, tanam, dan panen. Karena usaha pertanian dilaksanakan di alam terbuka yang tidak terlepas dari cuaca dan iklim”, tutur Jaumil Achyar Dewatoro Situmeang.