Perubahan iklim yang tengah berlangsung membawa dampak pada kegiatan budidaya pertanian sehingga perlu direspon melalui aksi adaptasi dan mitigasi. Pembelajaran melalui Sekolah Lapang Iklim menjadi program BMKG sebagai upaya peningkatan kapasitas pelaku pertanian, dalam hal ini para penyuluh pertanian dan petani, yang diharapkan mampu menyiapkan langkah antisipasi dampak negatif perubahan iklim. Lebih lanjut, diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian, mengoptimalkan potensi yang menguntungkan serta mengurangi dampak merugikan dari kondisi cuaca dan iklim ekstrem yang terjadi.
SLI Tematik Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 kali ini diselenggarakan di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Ngawi pada hari Selasa, 21 Maret 2023 yang diikuti oleh 50 orang peserta. Komposisi peserta yang terlibat meliputi petugas penyuluh pertanian di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Ngawi serta petani. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar MKG Wilayah III – Denpasar Bapak Cahyo Nugroho, S.E, S.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Ngawi Bapak Supardi, S.E, M.Si, Koordinator BMKG Provinsi Jawa Timur, dan Kepala UPT MKG di Lingkungan Jawa Timur.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyampaikan dalam sambutannya bahwa peran penting SLI sebagai upaya BMKG yang mengajak Dinas Pertanian untuk berkolaborasi dalam rangka meningkatkan kapasitas PPL/POPT dan petani sehingga ‘melek’ terhadap cuaca-iklim. Adanya kegiatan SLI ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai informasi cuaca dan iklim yang semakin sulit untuk diprediksi. Tantangan yang dihadapi para PPL/POPT dan petani saat ini adalah harus cepat beradaptasi terhadap kemajuan teknologi dan informasi serta berusaha menularkan informasi yang ada kepada rekan lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Ngawi dalam sambutannya berpesan “Pertanian adalah sektor unggulan di Ngawi yang tertuang dalam visi Bupati yaitu ‘Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan dan Kemandirian Petani’. Berbagai program inovasi sudah dilakukan pemerintah daerah salah satunya listrik masuk desa mengingat sangat pentingnya sektor pertanian di Ngawi yang menjadi lumbung padi Provinsi Jawa Timur bahkan nasional. Oleh karena itu, SLI ini sangat dibutuhkan oleh petani/penyuluh untuk memberikan pengetahuan tentang kondisi cuaca-iklim, karena pertanian tidak akan lepas dari yang namanya iklim”. Tidak hanya itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Ngawi juga berharap kegiatan ini dapat kembali diadakan di tahun berikutnya agar pemahaman para penyuluh dan petani semakin meningkat dan memperoleh penyegaran.
Rangkaian kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar. Dalam sambutannya, Bapak Cahyo mengutarakan bahwa SLI merupakan salah satu program prioritas nasional BMKG dengan tujuan menerapkan adaptasi kondisi cuaca-iklim khususnya untuk pertanian. Beliau mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memperdalam ilmu terkait cuaca-iklim, perubahan iklim, serta dampaknya terhadap pertanian sehingga dapat memahami informasi keluaran BMKG dengan tepat.