Analisis Distribusi Curah Hujan Jawa Timur Bulan November Tahun 2016

Normal Curah Hujan

  1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
  2. Provisional Normal Curah Hujan
    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun
  3. Normal Curah Hujan Bulanan
    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
  4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

Berdasarkan data-data yang kami terima dari 197 Stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Desember 2016 maka curah hujan bulan November 2016 adalah sebagai berikut :

Tabel Analisis Curah Hujan Bulan September 2016

CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
0 – 20 mm Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan Sumenep.
21 – 50 mm Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Tuban, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Sumenep.
51 – 100 mm Terjadi di sebagian hingga sebagian besar kabupaten/kota meliputi : Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
101 – 150 mm Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Tuban, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Terjadi di sebagian besar Kabupaten Sidoarjo.
151 – 200 mm Terjadi di sebagian hingga sebagian besar kabupaten/kota meliputi : Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, Malng, Probolinggo, Bondowoso, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

201 – 300 mm

Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Ngawi, Magetan, Madiun, Trenggalek, Nganjuk, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Lumajang, Bondowoso, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Sampang, dan Sumenep.
Terjadi di sebagian hingga sebagian besar kabupaten/kota meliputi : Tuban, Lamongan, Jember, Bangkalan, Pamekasan, serta seluruh P. Bawean dan P. Kangean.
301 – 400 mm Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Pacitan, Ngawi, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Trenggalek, Tulungagung, Jombang, Mojokerto, Kediri, Pasuruan, Malang, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, dan Sampang.
Terjadi di sebagian hingga sebagian besar kabupaten/kota meliputi : Ngawi, Bojonegoro, Madiun, dan Blitar.
401 – 500 mm Terjadi di sebagian kecil hingga sebagian kabupaten/kota meliputi : Pacitan, Magetan, Madiun, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Blitar, Bojonegoro, Lumajang, Jember, Bondowoso, Probolinggo, dan Banyuwangi.
Terjadi di sebagian hingga sebagian besar kabupaten/kota meliputi : Pacitan, Ponorogo, Tulungagung, dan Malang.
> 500 mm Terjadi di sebagian kecil hingga sebagian kabupaten/kota meliputi : Pacitan, Ponorogo, Trengalek, Ponorogo, Tulungagung, Nganjuk, Jombang, Kediri, Blitar, Malang, Jember, Bondowoso, Probolinggo, Banyuwangi, serta sebagian besar Kabupaten Lumajang.

 

Kesimpulan :

Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan November 2016 berkisar 2 – 1155 mm.

 

Tabel Analisis Curah Hujan Bulan November 2016