Berkisar antara 1 - 157 mm untuk Prakiraan jumlah curah hujan untuk bulan SEPTEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Mei Tahun 2024 di wilayah Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Juni Tahun 2024 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan SEPTEMBER Tahun 2024 sebagai berikut :
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN - Tabel
-
KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardCari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di KeyboardBANGKALAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Bangkalan, Kamal, dan Kokop. BANGKALAN 0 - 20 mm Sebagian: Galis dan Kwanyar. BANGKALAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Blega, Modung, Socah, dan Tanjungbumi. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Modung. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian: Blega, Socah, dan Tanjungbumi. BANGKALAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bangkalan, Galis, Kamal, Kokop, dan Kwanyar. BANGKALAN 21 - 50 mm Seluruh: Arosbaya, Burneh, Geger, Klampis, Konang, Labang, Sepulu, Tanah Merah, dan Tragah. BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kalipuro dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian: Purwoharjo. BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Wongsorejo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Songgon dan Wongsorejo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian: Glenmore, Licin, dan Sempu. BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Genteng, Giri, Glagah, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Purwoharjo, Singojuruh, dan Tegaldlimo. BANYUWANGI 21 - 50 mm Seluruh: Bangorejo, Banyuwangi, Cluring, Gambiran, Muncar, Pesanggaran, Rogojampi, Siliragung, Srono, dan Tegalsari. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Giri, Kabat, Kalipuro, dan Singojuruh. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Genteng, Glagah, dan Kalibaru. BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Glenmore, Licin, Sempu, dan Songgon. BLITAR 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kanigoro dan Talun. BLITAR 0 - 20 mm Sebagian: Bakung, Sanankulon, dan Sutojayan. BLITAR 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kademangan, Ponggok, Udanawu, dan Wonodadi. BLITAR 0 - 20 mm Seluruh: Srengat. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Udanawu dan Wonodadi. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian: Kademangan dan Ponggok. BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bakung, Kanigoro, Sanankulon, Sutojayan, dan Talun. BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Binangun, Doko, Gandusari, Garum, Kesamben, Nglegok, Panggungrejo, Selopuro, Selorejo, Wates, Wlingi, dan Wonotirto. BOJONEGORO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Baureno, Kepoh Baru, Ngasem, dan Ngraho. BOJONEGORO 0 - 20 mm Sebagian: Tambakrejo dan Temayang. BOJONEGORO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gondang, Margomulyo, dan Ngambon. BOJONEGORO 0 - 20 mm Seluruh: Sekar. BOJONEGORO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gondang. BOJONEGORO 21 - 50 mm Sebagian: Margomulyo dan Ngambon. BOJONEGORO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Baureno, Kepoh Baru, Ngasem, Ngraho, Tambakrejo, dan Temayang. BOJONEGORO 21 - 50 mm Seluruh: Balen, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Malo, Padangan, Purwosari, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, dan Trucuk. BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Botolinggo, Cermee, Maesan, Sempol, Taman Krocok, dan Tapen. BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian: Pakem, Tamanan, dan Wringin. BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Klabang dan Prajekan. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Klabang dan Prajekan. BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Maesan, Pakem, Sempol, Sumber Wringin, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tlogosari, dan Wringin. BONDOWOSO 21 - 50 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Pujer, Sukosari, Tegalampel, Tenggarang, dan Wonosari. BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sempol, Sumber Wringin, dan Tlogosari. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Cerme. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian: Duduksampeyan. GRESIK 0 - 20 mm Sebagian Besar: Benjeng dan Menganti. GRESIK 0 - 20 mm Seluruh: Balongpanggang, Driyorejo, Kedamean, dan Wringinanom. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Benjeng dan Menganti. GRESIK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Cerme dan Duduksampeyan. GRESIK 21 - 50 mm Seluruh: Bungah, Dukun, Gresik, Kebomas, Manyar, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak, dan Ujungpangkah. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Mayang. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian: Pakusari, Panti, Sukorambi, Sumber Baru, dan Tempurejo. JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bangsalsari, Kencong, Mumbulsari, Patrang, Puger, Sukowono, Sumbersari, dan Tanggul. JEMBER 0 - 20 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Balung, Gumuk Mas, Jenggawah, Jombang, Kaliwates, Rambipuji, Semboro, Umbulsari, dan Wuluhan. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Kencong, Mumbulsari, dan Sumbersari. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian: Patrang, Puger, Sukowono, dan Tanggul. JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Besar: Mayang, Pakusari, Panti, Sukorambi, Sumber Baru, dan Tempurejo. JEMBER 21 - 50 mm Seluruh: Arjasa, Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Silo, dan Sumberjambe. JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kabuh. JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian: Plandaan. JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kudu, Ngusikan, Ploso, dan Wonosalam. JOMBANG 0 - 20 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kesamben, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Perak, Peterongan, Sumobito, dan Tembelang. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kudu dan Wonosalam. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian: Ngusikan dan Ploso. JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kabuh dan Plandaan. KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Banyakan, Grogol, Ngancar, Ringinrejo, dan Wates. KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian: Kepung, Plosoklaten, dan Tarokan. KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gurah, Kandangan, Ngasem, dan Puncu. KEDIRI 0 - 20 mm Seluruh: Badas, Gampengrejo, Kayen Kidul, Kunjang, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, dan Purwoasri. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kandangan dan Ngasem. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Gurah dan Puncu. KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Kepung, Ngancar, Plosoklaten, Ringinrejo, Tarokan, dan Wates. KEDIRI 21 - 50 mm Seluruh: Kandat, Kras, Mojo, Ngadiluwih, dan Semen. KOTA BATU 0 - 20 mm Sebagian Besar: Batu. KOTA BATU 0 - 20 mm Seluruh: Bumiaji dan Junrejo. KOTA BATU 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Batu. KOTA BLITAR 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Sukorejo. KOTA BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Besar: Sukorejo. KOTA BLITAR 21 - 50 mm Seluruh: Kepanjenkidul dan Sananwetan. KOTA KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Pesantren. KOTA KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kota Kediri dan Mojoroto. KOTA KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Kota Kediri dan Mojoroto. KOTA KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Pesantren. KOTA MADIUN 0 - 20 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman. KOTA MALANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kedungkandang. KOTA MALANG 0 - 20 mm Seluruh: Blimbing, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. KOTA MALANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kedungkandang. KOTA MOJOKERTO 0 - 20 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon. KOTA PASURUAN 0 - 20 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo. KOTA PROBOLINGGO 0 - 20 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih. KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Benowo, Gayungan, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Sebagian: Karang Pilang, Pakal, Sambikerep, dan Sukolilo. KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gunung Anyar, Lakarsantri, dan Rungkut. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gunung Anyar. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian: Lakarsantri dan Rungkut. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Sebagian Besar: Benowo, Gayungan, Karang Pilang, Pakal, Sambikerep, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, dan Wonocolo. KOTA SURABAYA 21 - 50 mm Seluruh: Asemrowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Genteng, Gubeng, Jambangan, Kenjeran, Krembangan, Mulyorejo, Pabean Cantian, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, dan Wonokromo. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Babat, Laren, Sambeng, Solokuro, dan Sugio. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian: Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Maduran, Paciran, dan Sekaran. LAMONGAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Brondong, Karang Geneng, Kembangbahu, Mantup, dan Pucuk. LAMONGAN 0 - 20 mm Seluruh: Deket, Lamongan, Sarirejo, Sukodadi, Tikung, dan Turi. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Brondong, Kembangbahu, dan Pucuk. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian: Karang Geneng dan Mantup. LAMONGAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Babat, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Laren, Maduran, Ngimbang, Paciran, Sambeng, Sekaran, Solokuro, dan Sugio. LAMONGAN 21 - 50 mm Seluruh: Bluluk, Kedungpring, Modo, dan Sukorame. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sambeng. LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian: Ngimbang. LUMAJANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Lumajang, Ranuyoso, dan Tekung. LUMAJANG 0 - 20 mm Sebagian: Klakah dan Yosowilangun. LUMAJANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Jatiroto dan Rowokangkung. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pasrujambe dan Rowokangkung. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian: Jatiroto. LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gucialit, Klakah, Lumajang, Padang, Ranuyoso, Senduro, Tekung, Tempeh, dan Yosowilangun. LUMAJANG 21 - 50 mm Seluruh: Kedungjajang, Kunir, Randuagung, Sukodono, dan Sumbersuko. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gucialit dan Padang. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Pronojiwo, Senduro, dan Tempeh. LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Candipuro, Pasirian, dan Pasrujambe. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pasirian. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Candipuro. LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pronojiwo dan Tempursari. LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Tempursari. MADIUN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gemarang dan Kare. MADIUN 0 - 20 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Jiwan, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu. MADIUN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gemarang dan Kare. MAGETAN 0 - 20 mm Sebagian: Maospati. MAGETAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Barat, Bendo, Kartoharjo, Kawedanan, dan Parang. MAGETAN 0 - 20 mm Seluruh: Lembeyan, Nguntoronadi, dan Takeran. MAGETAN 21 - 50 mm Sebagian: Barat, Bendo, Kartoharjo, Kawedanan, dan Parang. MAGETAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Maospati. MAGETAN 21 - 50 mm Seluruh: Karangrejo, Karas, Magetan, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, dan Sukomoro. MALANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kasembon, Pakisaji, dan Wajak. MALANG 0 - 20 mm Sebagian: Poncokusumo, Pujon, dan Tajinan. MALANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Dau, Tumpang, dan Wagir. MALANG 0 - 20 mm Seluruh: Jabung, Karangploso, Lawang, Pakis, dan Singosari. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Dampit, Gedangan, Sumbermanjing, dan Tumpang. MALANG 21 - 50 mm Sebagian: Dau dan Wagir. MALANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bantur, Kasembon, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Tajinan, Turen, dan Wajak. MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Bululawang, Donomulyo, Gondanglegi, Kalipare, Kepanjen, Kromengan, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pagelaran, MALANG 21 - 50 mm Sumber Pucung, dan Wonosari. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bantur, Poncokusumo, dan Turen. MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Wajak. MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Dampit, Gedangan, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo. MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gedangan, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo. MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Ampelgading. MOJOKERTO 0 - 20 mm Seluruh: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gedek, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pacet, Pungging, Puri, Sooko, Trawas, dan Trowulan. NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Ngetos dan Sawahan. NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian: Loceret. NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian Besar: Berbek, Lengkong, Ngluyu, Pace, dan Wilangan. NGANJUK 0 - 20 mm Seluruh: Bagor, Baron, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Nganjuk, Ngronggot, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, dan Tanjunganom. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Berbek, Lengkong, dan Wilangan. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian: Ngluyu dan Pace. NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Loceret, Ngetos, dan Sawahan. NGAWI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Geneng. NGAWI 0 - 20 mm Sebagian: Ngawi. NGAWI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Kwadungan. NGAWI 0 - 20 mm Seluruh: Bringin, Karangjati, Kasreman, Padas, dan Pangkur. NGAWI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kwadungan. NGAWI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Geneng dan Ngawi. NGAWI 21 - 50 mm Seluruh: Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Kedunggalar, Kendal, Mantingan, Ngrambe, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Ngadirojo dan Tulakan. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian: Pringkuku. PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arjosari dan Tegalombo. PACITAN 21 - 50 mm Seluruh: Bandar, Donorojo, Nawangan, dan Punung. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Tegalombo. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian: Arjosari. PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ngadirojo, Pringkuku, dan Tulakan. PACITAN 51 - 100 mm Seluruh: Kebonagung, Pacitan, dan Sudimoro. PAMEKASAN 0 - 20 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru. PASURUAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Tosari dan Tutur. PASURUAN 0 - 20 mm Seluruh: Bangil, Beji, Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pandaan, Pasrepan, Pohjentrek, Prigen, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rejoso, Rembang, Sukorejo, Winongan, dan Wonorejo. PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Tosari dan Tutur. PONOROGO 0 - 20 mm Sebagian: Slahung dan Sooko. PONOROGO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Pulung, Sambit, dan Sawoo. PONOROGO 0 - 20 mm Seluruh: Babadan, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ponorogo, Sampung, Siman, dan Sukorejo. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Badegan dan Pulung. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian: Balong, Bungkal, Jambon, Sambit, dan Sawoo. PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Ngrayun, Slahung, dan Sooko. PONOROGO 21 - 50 mm Seluruh: Pudak. PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ngrayun. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Gending, Pajarakan, Sumber, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian: Gading dan Leces. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bantaran, Dringu, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Paiton, dan Sukapura. PROBOLINGGO 0 - 20 mm Seluruh: Besuk, Lumbang, Pakuniran, Sumberasih, Tongas, dan Wonomerto. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Dringu, Kotaanyar, dan Kraksaan. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Bantaran, Krejengan, Kuripan, Paiton, dan Sukapura. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gading, Gending, Leces, Pajarakan, Sumber, dan Tegalsiwalan. PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Banyuanyar, Krucil, Maron, dan Tiris. SAMPANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Banyuates, Jrengik, dan Tambelangan. SAMPANG 0 - 20 mm Seluruh: Camplong, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, dan Torjun. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Banyuates dan Jrengik. SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian: Tambelangan. SIDOARJO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Taman dan Waru. SIDOARJO 0 - 20 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, dan Wonoayu. SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Taman dan Waru. SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Kapongan, Mlandingan, Panji, dan Sumbermalang. SITUBONDO 0 - 20 mm Seluruh: Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Kendit, Mangaran, Panarukan, Situbondo, dan Suboh. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Asembagus, Kapongan, Mlandingan, Panji, dan Sumbermalang. SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian: Arjasa. SUMENEP 0 - 20 mm Sebagian Besar: Raas. SUMENEP 0 - 20 mm Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Saronggi, dan Talango. SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Raas. SUMENEP 21 - 50 mm Seluruh: Arjasa, Kangayan, dan Sapeken. TRENGGALEK 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Bendungan, Karangan, Pule, Suruh, Trenggalek, dan Tugu. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Dongko dan Panggul. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian: Kampak dan Watulimo. TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bendungan, Karangan, Pule, Suruh, Trenggalek, dan Tugu. TRENGGALEK 21 - 50 mm Seluruh: Durenan, Gandusari, dan Pogalan. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Pule. TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dongko, Kampak, Munjungan, Panggul, dan Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Watulimo. TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Munjungan. TUBAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Palang. TUBAN 0 - 20 mm Sebagian: Tambakboyo. TUBAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bancar. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian: Bancar. TUBAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Palang dan Tambakboyo. TUBAN 21 - 50 mm Seluruh: Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tuban, dan Widang. TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Boyolangu, Gondang, dan Sendang. TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Sebagian: Kalidawir. TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Karangrejo, Kauman, Ngantru, Pucang Laban, Sumbergempol, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Seluruh: Kedungwaru, Ngunut, dan Rejotangan. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sumbergempol. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian: Karangrejo, Kauman, Ngantru, Pucang Laban, dan Tulungagung. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Boyolangu, Gondang, Kalidawir, dan Sendang. TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Seluruh: Bandung, Besuki, Campur Darat, Pager Wojo, Pakel, dan Tanggung Gunung.
( Prakiraan - Bulanan ) Curah Hujan Bulan SEPTEMBER Tahun 2024 - Update dari Analisis Bulan Mei Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur
ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI
Curah Hujan (mm)
Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
-
Curah Hujan Kumulatif (mm)
Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).
-
Rata-rata Curah Hujan Bulanan
Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
Provisional Normal Curah Hujan
Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
Normal Curah Hujan Bulanan
Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Standar Normal Curah Hujan Bulanan
Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.
-
Zona Musim (ZOM)
Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.
Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Berdasarkan normal curah hujan periode 1991 – 2020, wilayah Indonesia memiliki 699 ZOM yang secara umum terbagi menjadi tiga tipe zona musim (ZOM), secara terinci sebagai berikut:
Tipe ZOM Monsunal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan terendah.
Hujan tertinggi terjadi pada periode berlangsungnya monsun Asia, biasanya terjadi di sekitar awal atau akhir tahun. ZOM dengan tipe monsunal dibedakan lagi menjadi dua sub tipe, yaitu:
- Tipe ZOM Monsunal-1, berpola monsunal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Monsunal-2, berpola monsunal dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tipe ZOM Ekuatorial, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan dengan dua puncak hujan, tipe ini terdiri dari beberapa sub tipe:
- Tipe ZOM Ekuatorial-1, berpola ekuatorial dan hanya mempunyai satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun (HST)
- Tipe ZOM Ekuatorial-2, berpola ekuatorial, dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
- Tipe ZOM Ekuatorial-4, berpola ekuatorial, dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
-
Tipe ZOM Lokal, adalah ZOM yang memiliki pola hujan tahunan berbeda dengan tipe monsun dan juga berbeda dengan tipe ekuatorial.
Zom ini umumnya memiliki satu periode hujan tertinggi dan satu periode hujan rendah, namun hujan tertingginya tidak terjadi pada periode monsun Asia.
Tipe ini terdiri dari:
- Tipe ZOM Lokal-1, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode musim hujan sepanjang tahun (HST).
- Tipe ZOM Lokal-2, berpola lokal dan mempunyai dua musim yaitu satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-4, berpola lokal dan mempunyai empat musim yaitu dua periode musim kemarau dan dua periode musim hujan.
- Tipe ZOM Lokal-5, berpola lokal dan hanya mempunyai satu musim, yaitu periode kemarau sepanjang tahun (KST).
-
Penentuan Awal Musim
Penentuan awal musim, baik musim hujan maupun musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan yang dihitung per dasarian, dengan ketentuan sebagai berikut:
Awal Musim Kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Awal Musim Hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.
Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal (Normal Curah Hujan 1991 – 2020).
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari.
Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
- Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
- Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
- Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.
Penentuan awal musim dilakukan untuk tipe ZOM dengan lebih dari 1 musim sedangkan ZOM dengan tipe 1 musim tidak ditentukan awal musim.
Sifat Hujan
Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode Musim Kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode (1981 – 2010).
Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
- Atas Normal (AN):
Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata- ratanya
- Normal (N):
Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya
- Bawah Normal (BN):
Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya
- Atas Normal (AN):
-
Puncak Musim Hujan
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERTINGGI selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
-
Puncak Musim Kemarau
Merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan TERENDAH selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut.
Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.
Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 (nol) milimeter, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.
-
Durasi Musim
merupakan jumlah dasarian dari awal musim hingga akhir musim.
Durasi musim dibagi dalam 11 kategori dengan minimal durasi adalah 3 dasarian hingga terpanjang adalah lebih dari 33 dasarian.
-
Perbandingan Terhadap Normalnya
Dilakukan untuk parameter prakiraan awal musim, puncak musim dan durasi musim
Masing- masing parameter prakiraan tersebut dibandingkan dengan normal musim periode 1991-2020.
Untuk parameter Awal dan Puncak, terdapat istilah :
-
MAJU yaitu prakiraan datang lebih awal dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan datang sama dengan normalnya,
-
MUNDUR yaitu prakiraan datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya.
Sedangkan pada parameter Durasi Musim, terdapat istilah :
-
LEBIH PENDEK yaitu prakiraan durasi terjadi lebih pendek dibandingkan normalnya
-
SAMA yaitu prakiraan durasi terjadi sama panjangnya degan normalnya
-
LEBIH PANJANG yaitu prakiraan durasi terjadi lebih panjang dibandingkan normalnya.
-
-
Satu Periode Musim
Satu periode musim kemarau adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 mm per dasarian atau total ketiganya kurang dari 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus kurang dari 50 mm per dasarian).
Satu periode musim hujan adalah periode yang ditemukan dalam pola hujan tahunan, dimana terdapat minimal tiga dasarian berturut-turut dengan Curah Hujan (CH) lebih atau sama dengan 50 mm per dasarian atau total ketiganya lebih atau sama dengan 150 mm (syarat curah hujan dasarian pertama harus lebih besar atau sama dengan 50 mm per dasarian).
Normal Curah Hujan